[Review] Filosofi Kopi

Akhirnya punya waktu buat duduk dan mulai menulis filosofi kopi yang saya tonton gala premierenya hari selasa lalu. Sungguh beruntung selasa lalu dapet tiket gratis nonton filosofi kopi bareng beberapa teman blogger.

Jadi kenapa saya menuliskan review filosofi kopi di blog saya yang kuliner? Karena film ini tentang perjalanan 2 anak manusia dalam menemukan jati dirinya melalui kopi. Karakter Ben (Chicco Jerikho) dan Jodi (Rio Dewanto) adalah 2 karakter utama dalam film ini yang bergulat untuk mempertahankan kedai kopi mereka filosofi kopi.

“Gue gak pernah bercanda soal kopi”

Itulah kata-kata andalan Ben ketika dia berdebat dengan Jodi tentang bagaimana mereka mengelola filosofi kopi. Filosofi kopi sendiri menurut saya bukan semata film tentang kopi tetapi tentang peraciknya. Bagaimana Ben seorang barista handal di Jakarta membawa trauma masa lalu tentang kopi. Bagaimana Jodi berusaha mempertahankan kedai kopi filosofi kopi dengan akal sehat sambil membawa beban masa lalu sang ayah.

Di tengah perjuangan mereka berdua muncullah Elle (Julie Estelle) yang menarik perhatian Jodi dan dianggap sebagai pengganggu oleh Ben. El menjadi pemanis yang membuat film ini semakin lekat dan aromanya semakin menarik hati penonton di dalam bioskop layaknya aroma biji kopi.

Dari awal filosofi kopi sudah menarik perhatian penonton dengan pemilihan kata-kata yang menarik dan khas anak muda sehingga banyak gelak tawa yang muncul sedari awal. Bahasa dan gaya tutur cerita film ini memang menarik.


Jenny Jusuf sebagai penulis script film ini berhasil menempatkan bahasa sebagai salah satu kekuatan untuk menarik perhatian penonton. Saya gak mau cerita banyak tentang film ini karena kamu harus menontonnya sendiri. Kalau kamu orang yang suka minum kopi kamu harus nonton film ini.

Filosofi kopi sangat kuat dari sisi chemistry antara Jodi dan Ben, alur cerita dan ending yang tak tertebak. Tips dari saya jangan meninggalkan kursi bioskop hingga detik terakhir. Kamu akan menemukan kejutannya sebelum layar benar-benar tertutup.


Saking bagusnya film ini efek adrenalin kopi saya sampai naik. Saya sampai berburu kopi di tengah malam sebelum kedai kopi tutup untuk memuaskan hasrat ngopi yang naik.

Rate film ini? 8,5 dari 10. Selain efek pengambilan gambar di awal yang agak aneh karena bergoyang, sisanya? Film ini WAJIB kamu tonton.

(Visited 694 times, 1 visits today)
didut

Ide membuat blog ini sebenarnya berawal dari kesukaan membuat postingan jajanan yang sering saya santap diluar rumah. Saya sering menyesal kalau makanan-makanan tersebut hanya masuk ke dalam perut. Awalnya blog ini hanya berisi pengalaman saya dan teman-teman dalam menyantap aneka jenis kuliner di Kota Semarang, tetapi saat ini blog tukangmakan juga diisi oleh teman-teman yang berada di luar Semarang hingga berada di negara yang lain. Kalau kamu tertarik untuk ikutan menulis disini silahkan kirimkan  pesan ke dianadi[dot]prasetyo[at]gmail[dot]com dan kami akan mengkontak kamu segera. Makan-makan yuk!! :D

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>