Review: Parahita Coffee Shop and Resto

Sebetulnya sudah beberapa kali ke Parahita Coffee Shop and Resto  tetapi malah belum review salah satu alternatif tempat minum kopi ini di Semarang. Parahita terletak di Jl. Pandanaran 2 No 1 (dekat Stadion Tri Lumba Juang atau kantor harian Wawasan).

Menu di kedai kopi ini lumayan variatif. Menurut Yudis yang mendalami soal kopi, mesin kopi di kedai kopi ini sangat “serius” (baca sangat bagus). Mulai dari alat untuk mengiling biji kopi sampai alat pembuat ekspressonya. Saya sendiri karena bukan penyuka kopi hitam lebih sering memesan blended coffee. Dan ditempat rasanya cukup lumayan dan variatif.

Mohon maaf untuk review kali ini saya tidak menggunakan foto karena terlalu bernafsu menyeruput blended coffee-nya sehingga melupakan untuk mengambil gambar kopinya ┐(‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌ . Lain kali akan saya lengkapi (update) postingan ini dengan gambar.

Tadi malam saya mencoba Avocado Freeze. Campuran kopi, alpukat dan susu. Tadinya saya tidak terlalu yakin dengan menu ini karena susu bukan menu minuman favorit saya. Tetapi setelah saya coba ternyata awesome. Rasa alpukat dan kopinya cukup terasa. Hasil campurannya enak dan tidak terlalu manis. Intinya rasanya MAKNYOS ! Sangat direkomendasikan untuk dicoba kalau kamu ke kedai kopi ini dan penyuka blended coffee. Oh iya ada menu main course juga seperti steak, jadi kalau kelaparan berat juga bisa kenyang di kedai kopi ini.

Parahita cukup nyaman untuk tempat berkumpul dengan banyak teman. Saya biasanya sering kesini dengan banyak teman untuk sekedar meetup atau bahkan untuk reguler meeting. Teman-teman Dot Semarang dan Loenpia bahkan pernah menggelar event di kedai kopi ini. Intinya mungkin cozzy and usefull.


Tadi malam saya menggelar meetup dengan teman-teman Loenpia. Dengan sekitar 13 orang saja Parahita masih terasa lega dan besar.

Oh iya soal harga menurut saya masih dalam harga rata-rata. Untuk Avocado Freeze yang saya minum harganya sekita 14.000 dan menurut saya termasuk ok untuk harga blended coffee.

Untuk teh premium seperti teh dilmah total kerusakan sekitar 5 – 6.000 dan kopi ekspresso sekitar 6 – 7 .000.

Picture Courtesy: Fanny 

 

(Visited 284 times, 1 visits today)
didut

Ide membuat blog ini sebenarnya berawal dari kesukaan membuat postingan jajanan yang sering saya santap diluar rumah. Saya sering menyesal kalau makanan-makanan tersebut hanya masuk ke dalam perut. Awalnya blog ini hanya berisi pengalaman saya dan teman-teman dalam menyantap aneka jenis kuliner di Kota Semarang, tetapi saat ini blog tukangmakan juga diisi oleh teman-teman yang berada di luar Semarang hingga berada di negara yang lain. Kalau kamu tertarik untuk ikutan menulis disini silahkan kirimkan  pesan ke dianadi[dot]prasetyo[at]gmail[dot]com dan kami akan mengkontak kamu segera. Makan-makan yuk!! :D

6 Comments
  1. @Lowo : blended coffee itu kopi yg di blend alis di blender kakak hihi~ biasanya yg dingin dingin tuh sperti Frapuchino kl di Starbucks…sudah jelas belum kakakkkk?!? *muntah kopi*

  2. *bukancoffelover* tapi kemaren dulu pulang dari Banda Atjeh bawa satu dos kopi ulee kareng……hmmmm……
    mantafff…
    nb: kalo butuh kontak kopi solong”jasa ayah” mampir tempatku om…thx

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>