Pengalaman Menyantap Escargot di Paris

Ketika berkunjung ke Paris beberapa minggu yang lalu, hal pertama yang terpikir di kepala saya adalah saya harus mencoba kuliner khas Perancis : escargot. Dalam bahasa Perancis, escargot artinya siput.

Di daerah Quarter Latin yang tumpah ruah dengan restoran, cafe, brasserie hingga pizzeria, saya melongok ke menu yang (biasanya) tersedia di muka resto ybs. Rupanya tidak semua tempat makan menyediakan menu escargot :D Jadilah saya masuk ke dalam salah satu restoran yang menyajikan menu escargot di menunya.

Escargots de Bourgogne
Escargots de Bourgogne
Escargots de Bourgogne

Biasanya escargot disajikan sebagai hidangan pembuka. Menu yang saya pilih adalah escargot de Bourgogne, yang artinya siput dari daerah Burgundy. Siput dikeluarkan dari cangkangnya, lalu diberi bumbu bawang putih, minyak bawang/minyak zaitun dan parsley butter. Siputnya dimasak dengan cukup hati-hati sehingga bumbunya merasuk namun kekenyalannya tetap terjaga.

Menu selanjutnya yang saya coba adalah faux fillet sauce au Roquefort (saya gak tau gimana ngejanya :lol: ), steak sapi dengan saus Roquefort. Roquefort adalah blue cheese dari susu domba. Rasa saus Roquefort ini khas sekali dan aromanya tajam. Ketika makanan disajikan saya rada terkejut karena steak disajikan dengan french fries alih-alih kentang rebus/kukus atau mashed potato seperti biasa :D

faux filet au sauce Roqueforte
faux filet au sauce Roqueforte
faux filet au sauce Roquefort

Rasanya belum puas, masih ingin mencoba menu kuliner Perancis yang lain seperti foie gras, fondue, atau ratatouille tapi perut dan dompet sudah tidak cukup. Lain kali mungkin kalau ada rejeki :)

Tips : ketika makan steak sebaiknya daging jangan dimasak dalam kondisi well done karena akan mengurangi cita rasa saus. Kalau tidak tahan makan daging medium rare, medium done boleh lah asal jangan terlalu well done apalagi overcooked.

(Visited 928 times, 1 visits today)
didut

Ide membuat blog ini sebenarnya berawal dari kesukaan membuat postingan jajanan yang sering saya santap diluar rumah. Saya sering menyesal kalau makanan-makanan tersebut hanya masuk ke dalam perut. Awalnya blog ini hanya berisi pengalaman saya dan teman-teman dalam menyantap aneka jenis kuliner di Kota Semarang, tetapi saat ini blog tukangmakan juga diisi oleh teman-teman yang berada di luar Semarang hingga berada di negara yang lain. Kalau kamu tertarik untuk ikutan menulis disini silahkan kirimkan  pesan ke dianadi[dot]prasetyo[at]gmail[dot]com dan kami akan mengkontak kamu segera. Makan-makan yuk!! :D

10 Comments
  1. sampai sekarang mendengar bahan baku escargot, rasanya masih merinding gimana gitu.. keingetan keong2 bekicot yg suka nemplok di pagar pas musim hujan

    *merusak selera makan*

  2. wah, serunyaa!!
    waktu ke paris malah nggak nyoba escargot karena takut, pertama kali nyoba justru di Kemang, ternyata cukup enak. :) tapi emang tergantung cara masaknya..

  3. @didut @linda : escargot rasanya kenyal kaya kerang itu kok… gak yang aneh2 gimana :lol:

    @mas fahmi : iya denger2 gitu, jadi gak tega saya makannya :cry:

    @nondit : wooo itu yg nempel2 di dinding kalo udah jadi escargot enaaaakkk

    @slam : tuh ajak didut :lol:

    @nena : iyahhh yang penting ngilangin rasa amisnya dan teksturnya yang bikin begidik itu ya :lol:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>