Fusion Java Kopi yang Harum

Once roasted, Coffea canephora (Robusta) tends to deliver a distinctive earthy flavour, usually with more bitterness than Coffea arabica. This powerful flavour can be desirable in a blend to give it perceived “strength” and “finish”, noticeably in the Italian coffee culture. In France, blends with around 70% Robusta and 30% Arabica are marketed as “traditional” coffee. Usually, coffee brewed from these blends or from straight Robusta are mixed in even parts with hot milk in a cup or bowl before drinking. (via wikipedia)

Biasanya fusion atau perpaduan cita rasa dikenal dalam olahan makanan. Tetapi dikopi juga dikenal perpaduan antara 1 kopi dengan kopi yang lain. Satu jenis kopi yang saya tahu adalah Java Kopi. Bingung dengan perpaduan bahasa indonesia dan inggris dalam merk kopi ini? Saya pikir suatu unsur kesengajaan untuk membuat merk kopi yang agak tidak  biasa supaya mudah diingat.

Packaging Java Kopi

Kopi fusion ini merupakan salah satu produk dari Kampoeng Kopi. Kopi ini merupakan perpaduan dari kopi Robusta Lampung dan Arabika Lintong. Kedua jenis kopi ini dipadukan dengan kombinasi jumlah tertentu sehingga mendapatkan rasa yang baru.

Warnanya sedikit berbeda dengan kopi kebanyakan yang berwarna hitam. Kopi ini berwarna kecoklatan tua. Saya sempat membaginya dengan beberapa teman dan menurut mereka kopi ini sangatlah harum. Saya membaginya dengan beberapa teman dengan karakter orang yang berbeda-beda dan mayoritas endapat mereka mempunyai pendapat yang sama. Keharuman dari Java Kopi memang sangat terasa. Ketika bubuk kopi diseduhkan dengan air panas, harumnya kopi langsung menyeruak masuk kedalam hidung.

Untuk rasa, kopi ini emang pahit tetapi tidak asam seperti Kopi Lampung. Rupanya perpaduan dengan Arabika Linthong telah menghilangkan rasa asam dari Robusta Lampung.

Kamu sudah pernah merasakan kopi-kopi fusion yang lain?

(Visited 97 times, 1 visits today)
didut

Ide membuat blog ini sebenarnya berawal dari kesukaan membuat postingan jajanan yang sering saya santap diluar rumah. Saya sering menyesal kalau makanan-makanan tersebut hanya masuk ke dalam perut. Awalnya blog ini hanya berisi pengalaman saya dan teman-teman dalam menyantap aneka jenis kuliner di Kota Semarang, tetapi saat ini blog tukangmakan juga diisi oleh teman-teman yang berada di luar Semarang hingga berada di negara yang lain. Kalau kamu tertarik untuk ikutan menulis disini silahkan kirimkan  pesan ke dianadi[dot]prasetyo[at]gmail[dot]com dan kami akan mengkontak kamu segera. Makan-makan yuk!! :D

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>