RSS Feed

Posts Tagged ‘semarang’

  1. Nikmatnya Soto Koya Bu Abdul

    January 9, 2010 by didut

    Koya: bubuk berwarna kuning yang dibuat dari kerupuk udang dan digerus bersama bawang putih goreng.

    Kemarin pagi, sewaktu hendak keluar rumah dan mencari angkot mata saya terbentur pada warung soto di pinggir jalan dekat salah satu gang masuk di Jatingaleh. Tertulis Soto Koya Bu Abdul, soto koya?

    Biasanya koya digunakan untuk model soto ala surabaya atau di Jawa Timur. Soto ala Semarang biasanya kuahnya bening dan tidak pekat seperti soto di Jawa Timur. Karena perut juga masih kosong langsung saja saya masuk dan memesan soto ayam kampung. Ada 2 pilihan disini, soto ayam kampung dan soto daging.

    Tidak begitu lama menunggu soto ayam kampung-pun datang. Bentuknya tidak banyak berbeda seperti soto ayam di semarang. Ditaruh dalam wadah mangkok yang tidak terlalu besar. Tetapi walaupun tampilannya mirip soto semarang ternyata isinya berbeda.

    Memang masih ada bihun didalamnya tetapi ada kecambah (atau toge). Seingat saya sih tidak ada toge di soto semarang atau saya yang lupa. Ditambah lagi ada irisan-irisan kentang yang sudah digoreng. Saya tidak tahu soto seperti ini berasal dari daerah mana. Menurut saya ini seperti soto buatan rumah buatan (almh) mama yang suka menggunakan irisan-irisan tipis kentang goreng.

    Tidak sampai 10 menit 1 porsi soto koya bu abdul langsung masuk ke perut saya. Memang koyanya begitu dicampur dengan soto membuat sensasi rasa sotonya sedikit berbeda.Kalau kamu terbiasa dengan soto semarang yang bening kelihatannya soto koya ini sedikit lebih nikmat deh. Rasa kaldunya lebih terasa dan lebih kental daripada soto semarang.

    Satu porsi sotonya dibandrol sekitar Rp.6.000. Cukup mahal buat saya untuk menikmati semangkok soto. tetapi rasanya memang cukup ok. Letak warung soro ini persis disebelah warung nasi padang nusantara Jatingaleh.

    Sepertinya salah menulis ini di pagi hari karena sekarang saya sudah merasa lapar lagi ingin sarapan. Cari sarapan ah… :D


  2. Nasi Uduk Bu Ndermi

    December 27, 2009 by didut

    Daerah tembalang saat ini sudah menjadi pusat kuliner tersendiri di Semarang karena menjadi pusat jajanan bagi mahasiswa, awalnya mungkin tidak terlalu ramai tetapi sekarang menjadi sangat ramai dengan aneka jenis kuliner. dari bubur ayam hingga chicken katsu dapat ditemukan di tembalang.

    Saya sudah pernah menulis tentang bubur ayam pak brewok yang menjadi salah satu favorit sarapan tetapi karena bosan akhirnya menemukan tempat sarapan yang baru di tembalang yaitu Nasi Uduk Bu Ndermi.


    Pertamakali makan di warung ini sempet mules-mules seharian, penyebabnya sambalnya yang suangaaaaat pedes. Pedesnya benar-benar merasuk jiwa *lebay*, tetapi kalau kamu suka pedas, Nasi Uduk Bu Ndermi ini sangat cocok buat dicoba.

    Pada kesempatan kedua saya tentu saja saya mencoba tanpa sambalnya dan mulai bisa menikmati nasi uduknya, mantebh, pas banget untuk pencari sarapan seperti saya.


    Biasanya pendamping nasi uduknya ayam bakar. Ternyata ayam bakarnyapun sudah terasa pedas karena bumbunya memang pedas. Wah pantesan waktu pertamakali makan mules-mules tujuh turunan, wong ayamnya saja sudah pedas. Tetapi jika tanpa sambal ayamnya masih bisa dinikmati oleh pencinta kuliner non pedas, enak kok, hanya sayangnya pedas. Diatas nasi uduknya ditimpali dengan bihun goreng, tempe kering dan bawang goreng seperti biasa, pokoknya bisa bikin GLEK-lah.


    Sebenarnya sajian utama Bu Ndermi mungkin lontong opor, tetapi tetap buat saya nasi uduk yang no 1. Lokasi warung Bu Ndermi terletak di pinggir jalan langsung, sebelah kiri sebelum pombensin tembalang kalau masuk dari arah patung Diponegoro.

    Satu porsi nasi uduk dengan ayam bakar plus teh manis dibandrol sekitar 10.000. Masih lumayanlah untuk sajian nasi uduk nan lezat, apalagi kita bisa mengambil kerupuk sesukanya. Waduh tiba-tiba saya menjadi sangat lapar, hunting sarapan dulu ah. :)


  3. Kenyamanan Menu Indonesia di TDB

    November 23, 2009 by didut

    Harus kita akui kalau tengah berburu masakan Indonesia, kenyamanan bukan menjadi perhatian utama karena sudah puas dengan kelezatan dari makanan itu sendiri entah ketika kita makan di warung, pinggir jalan maupun restaurant.

    Nah kebetulan Tungdeblang (TDB) mulai awal November ini mengganti hampir semua menunya dengan mayoritas menu makanan Indonesia dari Ayam Bakar Taliwang sampai Tahu Gejrot yang menjadi favorit saya.


    Menikmati makanan Indonesia dengan duduk di sofa merupakan hal yang mungkin tidak biasa, tetapi di TDB dimungkinkan dan memang menjadi sangat nyaman untuk bercengkrama dengan teman atau keluarga sambil menikmati makanan yang kita pesan. (more…)


  4. Si Koyor dan Si Makmi

    October 20, 2009 by didut

    Jadi kemarin waktu menulis tentang Nasi Koyornya Mbak Tum, Vicky nanya soal nasi koyor karena dia belum tau apa yang namanya koyor.

    Koyor Makmi-Semarang

    Koyor Makmi-Semarang

    Pada dasarnya sih koyor itu urat sapi. Urat sapi ini bisa diolah apa saja, tetapi yang berlaku umum di Yogyakarta dan Semarang, koyor atau urat sapi ini diolah dengan kuah yang terasa pedas atau manis. Kalau di Yogyakarta kuahnya lebih terasa manis tetapi di Semarang manis dan pedas karena orang lidah orang Semarang yang tidak terlalu suka makanan yang terlalu manis. (more…)


  5. Nasi Koyor Mbak Tum, Peterongan

    October 10, 2009 by didut

    Akhirnya ke warung Mbak Tum juga. Warung Mbak Tum terletak di seberang Sri Ratu, Peterongan, Semarang. Dari jaman pertamakali tinggal di Semarang sudah melewati jalan ini beratus kali tapi akhirnya baru sadar ada tempat makan enak setelah diajak Ari W kemarin waktu kita kelaparan di tengah malam.

    (more…)


  6. Posting Kuliner Nusantara Favoritmu !!

    October 4, 2009 by didut

    Kebetulan beberapa bulan lalu saya dan kawan-kawan mendapatkan sebuah project untuk penulisan sebuah buku kuliner. Bukunya datang hari ini. I love it :D

    Sebelumnya gak ada ide buat bagi-bagi buku ini tapi akhirnya berkat teman-teman di plurk jadi ada ide buat kontes kecil-kecilan ini.

    Saya sediakan gratis 2 buku Wisata Jajan Solo dan Semarang (plus biaya kirim ke kota masing-masing di Indonesia) bagi 2 pemenang kontes kali ini.

    Bagaimana caranya?

    Pokoknya sih mudah saja. Karena buku kuliner kali ini bertema kuliner nusantara maka kontes kali ini juga bertema kuliner nusantara:
    1. Posting di blogmu tentang pengalaman menyantap kuliner nusantara apa saja dan dimana saja.

    2. Jangan lupa tampilkan foto kuliner beserta foto kamu dengan ‘korban’ yang masuk perut pada hari itu.

    3. Pemenang akan dipilih oleh saya. Metode pemilihan pokoknya yang paling membuat saya ngiler dengan postingannya :P

    4. Postingan ditunggu sampai tanggal 17 Oktober 2009 Pkl 24.00 WIB.

    5. Silahkan meninggalkan link postinganmu pada kolom komen postingan  ini.

    Mari makan!!!!!!


  7. Super Penyet

    July 14, 2009 by didut

    Saya pikir makanan jenis penyet berawal dari tempe penyet. Penyet adalah makanan khas yang berasal dari jawa Timur. Berawal dari tempe kemudian banyak yang memodifikasinya untuk mengganti tempe dengan jenis lauk pauk yang lain seperti tahu, telur, ayam sampai bebek goreng.

    Untuk tempe biasanya direndam dalam air kaldu yang didalamnya diberi bumbu garam dan ketumbar.

    Istilah penyet sendiri berasal dari bahasa jawa yang berarti lumat, karena lauk akan ditindih dan dilumatkan sedikit bersama sambal sebelum dihidangkan.

    Ternyata di Semarang ada tempat jajanan baru yang menghidangkan segala macam berbau penyet. Namanya super penyet, lokasinya terletak di pinggir Jl. Gajah Mada, sebelum Hotel Gumaya. (more…)


  8. TAKOYAKINA

    June 27, 2009 by linda

    Takoyaki….siapa yang sukaaaaaa =p~
    Pas kemarin jalan2 di Semarang, ada counter makanan baru di buka..
    Errr..bukan counter yah…gerobak deh :p
    Waktu itu linda lagi di Javamall…laper gara2 cape muter2 nyari jeans plus kemeja buat acara perpisahan ade…
    Trus ada mas2 ngasih selebaran tulisannya ‘Takoyakina’
    Linda tanya ke ade mau pa engga…mreka mau ..’ya iyalah laper ini’
    Iseng pas dimasakin Linda foto juga yang masak…
    Lucu loh..mreka pake kimono (woot) (more…)


  9. Menikmati Kuliner di ‘Penjara Alcatraz’

    May 27, 2009 by Neng Ocha

    Alcatraz Grill Resto

    Alcatraz Grill Resto

    Owh, I know and you know this is not actually ‘Penjara Alcatraz’ like I said formerly on the  entry title. :D Tapi kali ini saya pengen cerita ke anda tentang sensasi makan malam di resto yang bertema Penjara Alcatraz. Yeah, walaupun jauh dari kesan dan kegagahan nama Alcatraz itu sendiri, sih. Let’s start this! ;)

    (more…)


  10. Godaan Gado-gado

    April 30, 2009 by Neng Ocha

    Posting pertama…!! Yhaaayyy!! *norak mode on* :D Sejak beberapa hari yang lalu, saya pengeeeenn banget makan gado-gado. Tapi baru ketempuan alias keturutan kemarin siang! (doh) hehehehe…Sebenernya, di deket kost saya ada warung makan yang menyediakan gado-gado sebagai salah satu menunya. Tapi nggak tahu kenapa, saya nggak pernah suka makan disitu. Makanya, saya sengaja cari warung gado-gado yang agak jauh dari kost saya. Letaknya di daerah Pekunden Barat, Semarang. Nama warungnya sih “Rujak Cingur Bu Sri

    Rujak Cingur Bu Sri

    Rujak Cingur Bu Sri

    (more…)