<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tukang Makan &#187; semarang</title>
	<atom:link href="http://blog.tukangmakan.com/tag/semarang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.tukangmakan.com</link>
	<description>Makan.. Makan.. dan Makan Lagi!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 19:42:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>UPDATE: Basilia Cafe and Dine</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2012/01/basilia-cafe/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2012/01/basilia-cafe/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 00:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Resto]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Steak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangmakan.com/blog/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[UPDATE Postingan tambahan ini merupakan update dari kondisi terkini dari Basilia Cafe and Dine. Basilia Cafe and Dine sekarang berlokasi di lantai dasar bagian luar pojok dari Mall Ciputra. Tempatnya menjadi lebih luas sekarang dan punya bagian teras yang kalau malam dan tidak hujan bisa menjadi tempat favorit buat hangout bersama teman-teman. Menunya masih tetap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>UPDATE</h2>
<p>Postingan tambahan ini merupakan update dari kondisi terkini dari <strong>Basilia Cafe and Dine</strong>. Basilia Cafe and Dine sekarang berlokasi di lantai dasar bagian luar pojok dari Mall Ciputra. Tempatnya menjadi lebih luas sekarang dan punya bagian teras yang kalau malam dan tidak hujan bisa menjadi tempat favorit buat hangout bersama teman-teman.</p>
<p><img class="alignnone" src="https://lh5.googleusercontent.com/-ApaZdlE0CqI/TyBZHDtUU7I/AAAAAAAAJQI/Bp7MpKgqSnk/s400/IMG_0022%252520%252528Medium%252529.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Menunya masih tetap sama dan yang membedakan adalah suasana kafe ini sekarang menjadi sangat <em>cozy</em>. Kamu seperti makan di rumah deh pokoknya karena terasa <em>hommy</em>. Tempat favorit saya adalah meja besar ini. Saya suka duduk di pojokannya karena dekat dengan colokan *<em>smile</em>*.  Basilia Cafe menjadi tempat favorit saya untuk bekerja ketika saya tidak bisa menemukan mood bekerja di rumah. Selain menu yang enak dan staff yang ramah, kualitas wifi mereka juga ok.</p>
<p>Oh iya jangan meja besarnya kalau sedang sendirian juga dishare dengan pengunjung lain kok jadi jangan merasa tidak enak untuk duduk disana karena memang posisinya strategis hehehe~</p>
<h2>Postingan Lama</h2>
<p>Minggu lalu <a href="http://tukangmakan.com" target="_blank">tukangmakan</a> bersama <a href="http://ple-q.com/" target="_blank">Yogie</a> dan Niea diundang Mbak Indri-<em>owner</em> <a href="http://basiliacafe.com/" target="_blank">Basilia Cafe</a>-untuk berbuka bersama di Basilia. Sungguh suatu pertemuan yang menyenangkan karena sebetulnya beberapa tahun yang lalu saya sempat bertamu di rumah Mbak Indri karena kita mempunyai teman baik yang sama.</p>
<p>Basilia bertempat di lantai 2 Java Mall dan menyajikan makanan <em>western style</em> seperti <strong><em>pasta</em></strong> (<strong><em>lasagna</em></strong> dan <strong><em>spageti</em></strong>), <strong>pizza</strong> sampai <strong>steak</strong>.</p>
<p>Ada satu perbedaan yang sangat besar antara Basilia dengan restoran gaya barat lainnya di Semarang yaitu bahan bakunya. Bahan baku dari menu yang tersedia di Basilia diusahakan sebaik mungkin dari bahan baku organik, juga ketika memasak tidak menggunakan MSG.Mbak Indri ingin agar pengunjung Basilia mendapatkan makanan yang sehat selain kelezatan.</p>
<p>Basilia juga mendukung gerakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Slow_Food" target="_blank"><em><strong>slow food</strong></em></a> yang dirasa cara makan ini lebih baik dan sehat untuk tubuh kita dibandingkan dengan fast food yang banyak beredar di masyarakat kita.<span id="more-34"></span></p>
<p>Untuk range harga makanan perporsi di Basilia berkisar antara 20.000 &#8211; 50.000. Harga ini menjadi amat sangat tidak mahal jika kita menimbang bahan baku yang digunakan (bahan baku organik), usaha untuk membuat setiap menu (tanpa MSG) dan suasana santap makanan yang didapatkan.</p>
<p>Mbak Indri menjamin bahwa kuantitas daging atau isi dari menu yang didapatkan pengunjung Basilia lebih banyak dari kuantitas isi dari makanan restoran ala <em>fast food</em>, selain kualitas yang dijamin sangatlah baik.</p>
<p>Basilia ingin pengunjung mendapatkan kuantitas dan kualitas makanan dengan konsep <em>what you see is what you get</em>. Karena Mbak Indri merasa bahwa makanan ala <em>fast food</em> sebenarnya mempunyai kuantitas isi yang tidak banyak.</p>
<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/zWqt_eO74r2icsdlr3pmkg"><img src="http://lh4.ggpht.com/dianadi.prasetyo/SOq6-PulT9I/AAAAAAAAA4s/dqeP_bJ-1Q0/s400/IMG_0025%20%28Medium%29.JPG" alt="" /></a><br />
Untuk santapan pertama, saya memesan <em><strong>Mixed Grill Plate</strong></em>. <strong><em>Mixed Grill Plate</em></strong> berisi perpaduan daging sapi dan ayam yang dipanggang dengan sosis panggang yang disajikan bersama nasi, kentang goreng atau kentang tumbuk yang dapat kamu pilih sendiri.</p>
<p>Rasa dagingnya sangat terasa sekali dan walaupun penyajiannya sederhana, Mbak Indri menjamin makanan yang disajikan cukup untuk mengenyangkan perut kita karena sudah dihitung kuantitas kalorinya. Dan memang terasa kenyangnya setelah selesai menyantap hidangan tersebut walaupun untuk saya yang hobby makan dengan porsi yang cukup besar.</p>
<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/OrDFdVS_wyE1Xsah3uMbAQ"><img src="http://lh4.ggpht.com/dianadi.prasetyo/SOq645LOtdI/AAAAAAAAA4c/lmhU6mm2U58/s400/IMG_0009%20%28Medium%29.JPG" alt="" /></a><br />
Niea sendiri memesan <em><strong>Chicken Kiev</strong></em> untuk santap berbuka walaupun kelihatannya tidak terlalu besar tetapi cukup mengenyangkan karena isi dagingnya yang cukup penuh dan Yogie ngembat lasagna.</p>
<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/EBo8lf9P3LUw7IBEX_02lA"><img src="http://lh3.ggpht.com/dianadi.prasetyo/SOq7BisWWRI/AAAAAAAAA40/ns8eKLsY0FM/s400/IMG_0030%20%28Medium%29.JPG" alt="" /></a><br />
Lalu dilanjut dengan <em><strong>Basilia Supreme Pizza</strong></em> yang berisi daging sapi, daging sapi asap, daging ayam asap, zukini, terong, jamur dan buah zaitun. Rasanya ajeepppp!! Roti pizzanya memang tipis dan crispy dan isinya berasa mantap karena memenuhi lapisan pizza.</p>
<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/aqzJoflKnZCi3GLf0TFFaw"><img src="http://lh5.ggpht.com/dianadi.prasetyo/SOq7G2qHtnI/AAAAAAAAA5E/tPSXEQrVcEw/s400/IMG_0039%20%28Medium%29.JPG" alt="" /></a><br />
Dan terakhir akhirnya saya mencoba <em><strong>herbal coffee</strong></em>-nya. Saya bukan penyuka kopi hitam tetapi untuk kopi yang satu ini bolehlah untuk menjadi teman ngobrol di malam hari.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2012/01/basilia-cafe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bandeng Budheng</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/bandeng-budheng/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/bandeng-budheng/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 18:38:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Resto]]></category>
		<category><![CDATA[ikan]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=832</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun kota Semarang dikenal sebagai tempat membeli oleh-oleh ikan Bandeng duri lunak atau tanpa duri, tapi saya masih jarang menemukan tempat makan yang menyediakan menu khusus olahan ikan Bandeng tersebut. Rata-rata ikan bandeng yang dijual di warung makan hanya digoreng biasa, itupun bandeng bukan yang duri lunak atau tanpa duri. Tadi siang, saya dan beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-834" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/22/bandeng-budheng/dsc09548/"><img class="alignleft size-medium wp-image-834" title="Bandeng Budheng" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC09548-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Walaupun kota Semarang dikenal sebagai tempat membeli oleh-oleh ikan Bandeng duri lunak atau tanpa duri, tapi saya masih jarang menemukan tempat makan yang menyediakan menu khusus olahan ikan Bandeng tersebut. Rata-rata ikan bandeng yang dijual di warung makan hanya digoreng biasa, itupun bandeng bukan yang duri lunak atau tanpa duri.</p>
<p>Tadi siang, saya dan beberapa teman &#8220;menemukan&#8221; tempat makan yang menyediakan menu olahan daging ikan Bandeng. Tempatnya juga tidak jauh dari rumah, yaitu di Tlogosari. Tepatnya di Jalan Parang Kusumo VI No 1 Tlogosari Semarang. Patokannya dari pintu gerbang Tlogosari maju terus hingga Jembatan 1, belok kiri dan belok kiri lagi. Tempat makan yang bernama Bandeng Budheng ini berada di kanan jalan setelah Masjid. Tepatnya di tanda A pada peta.</p>
<p><span id="more-832"></span></p>
<div id="attachment_833" class="wp-caption aligncenter" style="width: 464px"><a rel="attachment wp-att-833" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/22/bandeng-budheng/peta/"><img class="size-full wp-image-833 " title="Peta " src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/peta.jpg" alt="" width="454" height="340" /></a><p class="wp-caption-text">Tanda A - Jalan Parang Kusumo VI No 1</p></div>
<p>Lokasi tempat makan ini tidak sulit untuk ditemukan, karena dari pinggir jalan sudah ada penanda berupa spanduk MMT yang dipajang tepat di depan tempat makan. Setting tempat makan juga bisa dipilih sesuai keinginan, bisa lesehan atau duduk di kursi. Tadi kami memilih untuk makan di &#8220;pondokan&#8221; di depan yang bisa menampung hingga belasan orang. Oh iya, disediakan televisi dan hotspot area untuk menambah kenyamanan kita dalam menikmati hidangan.</p>
<p>Yang unik adalah, kita bisa memanfaatkan layanan spa ikan secara gratis. Cukup menghubungi pelayan disana nanti kita akan dipandu tata cara melakukan spa ikan. Apaan sih spa ikan? Itu lhoo.. yang kaki dicemplungin ke kolam ikan kecil-kecil, nanti ikannya akan merubung kaki dan nggigitin kaki. Rasanya geli-geli gimana gitu.</p>
<p>Baiklah kembali ke pokok bahasan. Seperti yang sudah saya singgung sedikit diatas, warung Bandeng Budheng ini menyediakan berbagai olahan masakan berbahan dasar ikan Bandeng. Mari kita bahas satu persatu.</p>
<p><strong>Bakso Bandeng</strong></p>
<p>Inilah alasan kami untuk datang ke warung Bandeng Budheng. Saya sudah sering mencoba bakso sapi dan bakso kakap, tapi belum pernah dengar yang namanya bakso bandeng. Teman saya bilang bahwa rasanya tidak jauh berbeda dengan bakso ikan tapi teksturnya lebih lembut. Bisa jadi dikarenakan daging ikan Bandeng yang sudah lembut membuat bakso yang dihasilkan juga lembut.</p>
<div id="attachment_845" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-845" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/22/bandeng-budheng/dsc09559/"><img class="size-medium wp-image-845" title="Bakso Bandeng" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC09559-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bakso Bandeng</p></div>
<p>Bakso Bandeng ini disajikan seperti halnya bakso sapi biasa, terdiri dari 5 bakso kecil bandeng, mie, dan sayur. Teman saya, sebut saja Mr. R agak protes karena bakso yang disajikan agak berbeda dengan gambar. Kalau melihat dari gambar di menu, seharusnya komposisinya terdiri dari 4 bakso kecil dan 1 bakso besar. Tapi mana bakso besarnya?</p>
<p>Harga untuk menikmati Bakso Bandeng ini cukup murah, hanya Rp 5000 (lima-ribu-rupiah) saja. Cukup murah dan kenyang, pas untuk makan siang.</p>
<p><strong>Bandeng Bakar.</strong></p>
<div id="attachment_848" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-848" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/22/bandeng-budheng/dsc09553/"><img class="size-medium wp-image-848" title="Bandeng Bakar" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC09553-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bandeng Bakar</p></div>
<p>Menu kedua yang kami pesan adalah Bandeng Bakar, terdiri dari 1 ekor ikan Bandeng yang dibelah menjadi dua kemudian dibakar. Kualitas bakarannya cukup baik, bumbu bakarannya juga enak, dan warna ikan bakarnya juga menarik, tidak gosong tapi matang. Bagus lah pokoknya.</p>
<p>Jangan khawatir dengan duri yang ikut terbakar, karena semua ikan Bandeng yang disajikan disini adalah bandeng tanpa duri. Harga per ikan bakar ini adalah Rp 8000 (delapan-ribu-rupiah) tanpa nasi putih.</p>
<p><strong>Bandeng Goreng Crispy</strong></p>
<p>Ini adalah menu yang saya pesan, karena saya tidak begitu suka dengan ikan bakar. Bandeng Crispy, sesuai dengan namanya maka proses memasaknya ikan Bandeng dilumuri dengan tepung baru kemudian di goreng. Sebenernya saya juga kurang menyukai makanan yang diberi tepung, karena bisa sedikit menghilangkan rasa aslinya dan kadang masih mengandung sisa minyak goreng yang menimbulkan rasa eneg ketika dimakan.</p>
<div id="attachment_851" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-851" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/22/bandeng-budheng/dsc09557/"><img class="size-medium wp-image-851" title="Bandeng Crispy" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC09557-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bandeng Crispy</p></div>
<p>Bandeng Crispy ini berisi 2 ekor (iya 2 ekor) ikan Bandeng berukuran kecil yang seluruhnya dibalut tepung. Hasil gorengannya cukup bagus, sepertinya menggunakan api kecil karena tidak ada noda gosong pada tepung. Tapi proses penyaringan sebaiknya sedikit diperlama supaya minyaknya benar-benar tidak tertinggal pada tepung. Dulu saya pake trik dengan tissue sehingga mempercepat proses penyaringan.</p>
<p>Untuk rasa saya bilang sih standar saja, bisa jadi karena ada tepungnya sehingga saya tidak bisa menilai rasa makanan. Mungkin lain kali saya akan memesan menu yang berbeda atau rekues tanpa tepung saja. Harga Bandeng Crispy ini sama dengan Bandeng Bakar yaitu Rp 8000 (delapan-ribu-rupiah).</p>
<p><strong>Bakso Tusuk</strong></p>
<div id="attachment_856" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-856" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/22/bandeng-budheng/dsc09558/"><img class="size-medium wp-image-856" title="Bakso Tusuk" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC09558-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bakso Tusuk</p></div>
<p>Hehehe menu ini saya pesan karena penasaran dengan namanya, harganya juga cukup murah yaitu Rp 2000 (dua-ribu-rupiah) per tusuk. Apalagi saya tidak memesan bakso bandengnya, yaa itung-itung sebagai obat penasaran. Ternyata Bakso Tusuk ini terdisi dari 3 butir bakso goreng tepung (duh tepung lagiii) yang ditusuk seperti sate, dan tentu saja bakso ini dibuat dari daging ikan Bandeng.</p>
<p>Yak, itulah liputan saya tentang rumah makan Bandeng Budheng yang terletak di Tlogosari. Warung ini buka setiap hari dari jam 11.30 &#8211; 21.30, cocok sekali untuk makan siang dan makan malam. Tempatnya cukup strategis dan nyaman, bisa menampung hingga belasan orang. Pelayannya juga cukup ramah dan kooperatif ditambah adanya fasilitas seperti Spa Ikan, TV, dan Hotspot Area membuat acara makan semakin nikmat.</p>
<p>Selamat Makan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/bandeng-budheng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sop Buntut Bakar Djatilegi</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/sop-buntut-bakar-djatilegi/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/sop-buntut-bakar-djatilegi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jul 2010 18:25:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resto]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Sop Buntut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=780</guid>
		<description><![CDATA[Sebetulnya pertemuan dengan restoran Djatilegi ini tidak disengaja. Ceritanya saat saya dan beberapa teman merasa kelaparan setelah menonton film di XXI Paragon, kami memutuskan untuk makan di FoodCourt Paragon yang terletak di lantai 3. Disitulah saya menemukan Djatilegi.. Tentunya ini kejutan buat saya, karena sudah beberapa kali miting di Djatilegi Banyumanik tapi ga tau kalo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-781" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/sop-buntut-bakar-djatilegi/sop-buntut-djatilegi/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-781" title="sop-buntut-djatilegi" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/sop-buntut-djatilegi-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Sebetulnya pertemuan dengan restoran Djatilegi ini tidak disengaja. Ceritanya saat saya dan beberapa teman merasa kelaparan setelah menonton film di XXI Paragon, kami memutuskan untuk makan di FoodCourt Paragon yang terletak di lantai 3. Disitulah saya menemukan Djatilegi.. Tentunya ini kejutan buat saya, karena sudah beberapa kali miting di Djatilegi Banyumanik tapi ga tau kalo ternyata juga membuka lapak disini.</p>
<p>Saya tidak akan membahas tentang konsep FoodCourt Paragon yang modern, dimana setiap pengunjung akan diberikan semacam kartu kredit senilai 200.000 (dua-ratus-ribu-rupiah) di pintu masuk yang nantinya kartu itu dapat dibelanjakan di semua booth makanan pada area FoodCourt. Bayarnya gimana? Tentu saja saat Anda mau keluar dong, jangan berpikir untuk kabur kecuali Anda membawa parasut untuk terjun dari lantai 3.</p>
<p>Eh, tulisan diatas sama aja mbahas bukan? Ah sudahlah.. Lanjut!</p>
<p><span id="more-780"></span>Karena kami beramai-ramai dan booth makanan juga banyak, akhirnya hanya kami bertiga yang memesan di Djatilegi. Dua orang rekan saya sebut saja Mr. R dan Ms. A. Untuk selanjutnya Mr. R ga akan dibahas, lagian ngapain bahas cowok? mending ngomongin cewe aja khan? Hihihi&#8230;</p>
<p>Saya memesan Sop Buntut Bakar dan Ms. A memesan Iga Bakar. Sayangnya saya tidak sempat memotret Iga Bakar beliau, sebenernya sih tampilannya sama dengan Sop Buntut Bakar saya cuma ada tambahan sambal (sepertinya sih dari kacang) sebagai topping di daging Iga-nya. Mungkin lain kali akan saya update.</p>
<p>Baiklah, kembali ke sop buntutnya. Yang saya suka di Djatilegi Banyumanik adalah olahan daging mereka bisa lembut, nggak alot. Nah, rupanya keahlian itu juga dibawa ke Djatilegi Paragon. Daging yang menempel di buntut sapi goreng itu cukup mudah untuk &#8220;dikupas&#8221; dan terasa nyaman dikunyah. Jadi penggunaan tangan untuk memakan sop buntut ini bisa dikurangi. Tapi kalo saya saya sih ga mau rugi, sendok iya tangan juga iya hehehe</p>
<p>Kalo rasa sih sudah bisa ditebak, yaitu ENAK! Hahaha ra mutu ya?</p>
<p>Jadi penyajian sop buntut ini dipisah antara nasi+daging+acar+sambal+emping dengan kuahnya. Dagingnya seperti sudah saya singgung sebelumnya, memiliki tekstur yang lembut dan mudah dikupas, dikunyah juga nyaman. Nah rasa daging bakarnya cukup terasa sehingga menerbitkan air liur untuk terus mengunyahnya.</p>
<p>Inti dari sop buntut adalah kuahnya, apalah artinya buntut goreng bakar jika tidak diimbangi dengan kuah kaldu yang mantap. Kuah disajikan di mangkok terpisah karena saya pesan versi bakar, jika direbus biasa maka daging akan dijadikan satu dengan kuahnya dan tentunya rasa yang dihasilkan juga akan berbeda.</p>
<p>Mangkok tersebut berisi potongan wortel, kentang, daun bawang berukuran besar khas kuah Sop Buntut pada umumnya. Nah, rasa kuahnya pada sendokan pertama belum terasa, karena memang belum saya aduk. Pada sendokan kedua setelah seluruh rempah diaduk maka baru terasa kuahnya. Namun menurut saya tidak terlalu istimewa dibandingkan Sop Buntut Tong Hin yang legendaris itu.</p>
<p>Total kerusakan saya hari itu adalah Rp 37.000,00 (tiga-puluh-tujuh-ribu-rupiah). Harga yang cukup mahal untuk menebus seporsi Sop Buntut. Yang istimewa dari sop buntut ini adalah daging bakarnya, namun kuah yang disajikan tidak terlalu istimewa (bukan berarti ga enak lho!). Oh iya,  acar sepertinya agak mubazir karena menurut saya terlalu banyak, trus kok pake emping? Hmm.. mungkin sebagai pengganti kerupuk :p</p>
<p>Bila Anda sedang ingin Sop Buntut dan kebetulan sedang berada di Paragon Mall, maka Sop Buntut Bakar Djatilegi bisa menjadi alternatif pilihan. Cocok untuk makan siang karena cukup mengenyangkan. Selamat makan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/sop-buntut-bakar-djatilegi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>San Bao Long Kopi Tiam</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/05/san-bao-long-kopi-tiam/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/05/san-bao-long-kopi-tiam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 May 2010 01:02:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi Tiam]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=694</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya rasa penasaran saya untuk mencoba apa itu kopi tiam terbayar sudah. Membuka thread hunting kopi tiam di milis Loenpia, akhirnya Yogie dan Ari W menemani saya untuk mencoba kopi tiam didaerah Tembalang, Semarang. A kopitiam or kopi tiam is a traditional breakfast and coffee shop found in Southeast Asia. The word is a portmanteau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya rasa penasaran saya untuk mencoba apa itu <strong>kopi tiam </strong>terbayar sudah. Membuka thread hunting kopi tiam di milis <a href="http://loenpia.net" target="_blank">Loenpia</a>, akhirnya <a href="http://ple-q.com/" target="_blank">Yogie</a> dan <a href="http://ariw.maxdon.net/" target="_blank">Ari W</a> menemani saya untuk mencoba kopi tiam didaerah Tembalang, Semarang.</p>
<blockquote><p>A kopitiam or kopi tiam is a traditional breakfast and coffee shop found in Southeast Asia. The word is a portmanteau of the Malay word for coffee (as borrowed and altered from the Portuguese) and the Hokkien dialect word for shop . Menus typically feature simple offerings: a variety of foods based on egg, toast, and kaya, plus coffee, tea, and Milo, a malted chocolate drink which is extremely popular in Southeast Asia, particularly Singapore and Malaysia. ~ <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kopi_tiam" target="_blank">Wikipedia</a></p></blockquote>
<p><img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S_nKMnf_uSI/AAAAAAAAFBA/YzRKHsr6HD4/s400/Depan.JPG" alt="" width="320" height="240" /><br />
Kopi tiam sebetulnya adalah sebutan untuk kedai kopi di Malaysia dan Singapura. Kopi tiam memang banyak ditemukan dikedua negara tadi. Begitu masuk ke <strong>San Bao Long Kopi Tiam</strong>, kesan pertama yang saya dapatkan adalah kedai kopi yang simpel walau tidak dikatakan sederhana.<span id="more-694"></span></p>
<p>Walau kursinya dari kayu ternyata tidak membuat yang duduk tidak tahan duduk lama. Kita menghabiskan waktu sekitar 3 jam ngobrol seru sambil menikmati kopi di San Bao Long dan saya sampai menghabiskan 3 menu minuman.</p>
<p>Menu yang disajikan memang khas kopi tiam, sederhana. Variasi menu  biasanya roti bakar (<em>toast</em>) dengan mentega atau selai srikaya, telur setengah matang, kopi hitam atau dicampur susu dan teh.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S_nKNAS8TpI/AAAAAAAAFBM/ESl4XlcUOzQ/s400/KOPI.JPG" alt="" width="240" height="320" /><br />
Untuk pertama saya mencoba es kopi susu. Ternyata rasanya cukup memikat lidah saya, enak. Yogie yang mencoba kopi hitamnya bilang rasanya tidak terlalu istimewa tetapi untuk teh tariknya terasa enak.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S_nKNrKKOEI/AAAAAAAAFBQ/c97-wFfcGNE/s400/Waffle.JPG" alt="" width="320" height="240" /><br />
Tadinya saya mau mencoba roti panggang srikaya-nya yang sudah melegenda sebagai menu kopi tiam. Tapi begitu melihat ada waffle, saya mencoba menu wafflenya. Karena jarang ada kafe di semarang yang bisa membuat waffle. Teapi setelah menyantapnya saya tidak terlalu terkesan dengan waffle buatan mereka, entah kenapa.</p>
<p>Untuk harga di San Bao Long Kopi Tiam ini agak <em>out off standar</em> menurut saya (baca agak mahal). Karena menu yang disajikan sederhana. Rata-rata 1 menu minuman sekitar Rp. 10.000. Tetapi maklum dengan biaya sewa di daerah tembalang yang saat ini sudah tinggi juga. Di kedai kopi ini juga tersedia wifi gratis. Kecepatan internetnya cukup baik dan soket buat litrik tersedia di setiap meja dengan nyaman.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/05/san-bao-long-kopi-tiam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[UPDATE] Pecel Yu Kini</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/pecel-yukini/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/pecel-yukini/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 17:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pecel]]></category>
		<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[UPDATE Pecel Yu Kini sekarang hanya buka pada malam hari. Dimulai dari sekitar jam 6 sore sampai sekitar jam 10 atau 11 malam. Kalau datang pas jam makan malam dapat dipastikan tempat duduk didepan hidangan bakalan penuh. Kalau kata adek saya, bumbunya pas walaupun agak pedas. Jadi untuk yang tidak tahan pedas minta bumbunya sedikit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>UPDATE</h2>
<blockquote><p><strong>Pecel Yu Kini</strong> sekarang hanya buka pada malam hari. Dimulai dari sekitar jam 6 sore sampai sekitar jam 10 atau 11 malam. Kalau datang pas jam makan malam dapat dipastikan tempat duduk didepan hidangan bakalan penuh.</p></blockquote>
<p><img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S220dL2AooI/AAAAAAAAEak/cqA3vbxi-V4/s400/pecel%2001%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="316" /><br />
Kalau kata adek saya, bumbunya pas walaupun agak pedas. Jadi untuk yang tidak tahan pedas minta bumbunya sedikit saja atau kalau dibawa pulang minta dipisah saja.<span id="more-90"></span></p>
<p>Letak warung Pecel Yu Kini di dekat <strong>patung Diponegoro</strong>. Sore hari mereka membuka warungnya didepan bengkel sekitar 100 meter sebelum patung Diponegoro kalau kamu dari arah <strong>tanjakan Gombel</strong>.<br />
<a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/5bLgTioyyyXxjhzpI8PssQ?authkey=Gv1sRgCPCm8Nvqx53lbg&amp;feat=embedwebsite"><img src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/SeR8gd6rUmI/AAAAAAAABto/8mAMAqmANXE/s400/IMG_0410%20%28Medium%29.JPG" alt="" /></a><br />
Salah satu yang paling saya suka dari warung ini adalah menu lauknya yang lengkap dari<strong> sate usus</strong>, <strong>sate jantung</strong>, <strong>rempela ati</strong>, <strong>telur mata sapi</strong>, <strong>martabak</strong> sampai <strong>rambak</strong> dan <strong>rempeyek</strong>pun pasti ada. Karena saya penggemar <strong>jeroan</strong> setiap kali ke warung ini pasti tidak tahan untuk mencomot salah satu dari makanan pelengkapnya.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S220ep1HB8I/AAAAAAAAEao/LPxnNZ70bE0/s400/pecel02%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="316" /><br />
Sajian sayurnya cukup lengkap dan penjualnya cukup ramah, itu sudah jadi nilai plus dari warung ini. Semua sayurnya terlihat sangat segar dan tidak ada yang layu. Dan karena disajikan dalam sebuah pincuk, kenikmatan menyantap nasi pecel ini lebih terasa.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S220fbXo4QI/AAAAAAAAEas/Hfsja9V21lo/s400/pecel03%20%28Medium%29.jpg" alt="" width="289" height="400" /><br />
Untuk harga sudah murah banget. Untuk Nasi pecel+rambak+sate jantung 2 dibandrol dengan harga 6.000 perak. Kalau tanpa sate sekitar 4.000-an dan sudah cukup memenuhi pincuk karena sudah ada kerupuk rambaknya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/pecel-yukini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Soto Bokoran Yang Coklat</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/soto-bokoran-yang-coklat/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/soto-bokoran-yang-coklat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 07:38:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Soto]]></category>
		<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Soto Ayam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=571</guid>
		<description><![CDATA[Disebut bokoran karena rumah dari pemilik Soto Bokoran terletak di Jl. Bokoran. Berbeda dengan kuah soto ala semarang kebanyakan yang bening. Soto Bokoran mempunyai kuah yang kuning kecoklatan. Ternyata warna coklat ini didapatkan dari kaldu ayam yang digunakan sebagai dasar kuah soto dicampurkan dengan kuah sate. Seperti dikebanyakan warung soto di semarang, sate ayam ataupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Disebut <strong>bokoran</strong> karena rumah dari pemilik<strong> Soto Bokoran</strong> terletak di <strong>Jl. Bokoran</strong>. Berbeda dengan kuah<strong> soto ala semarang</strong> kebanyakan yang bening. Soto Bokoran mempunyai kuah yang kuning kecoklatan. Ternyata warna coklat ini didapatkan dari kaldu ayam yang digunakan sebagai dasar kuah soto dicampurkan dengan kuah sate.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S20RuNWFfbI/AAAAAAAAEZk/Z52zj57cXrc/s400/SOTO%20BOKORAN_01.jpg" alt="" width="400" height="267" /><br />
Seperti dikebanyakan warung soto di semarang, sate ayam ataupun sate jeroan menjadi pendamping dalam menyantap soto. Biasanya sate ditaruh didalam sebuah mangkuk yang berisi kuah kecoklatan. Warna coklat ini didapatkan dari bahan dasar kuah berupa campuran gula jawa dan kecap.<span id="more-571"></span></p>
<p>Ada satu lagi lauk yang jarang didapatkan di warung soto lain, yaitu <strong>telur kecap</strong>. Telur ini kelihatannya telur yang dibacem dengan durasi masak selama 5 jam. Bahan dasarnya juga menggunakan telur bebek bukan telur ayam biasa.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S20RryO1szI/AAAAAAAAEZg/FGc7DOzKJkQ/s400/SOTO%20BOKORAN_02.jpg" alt="" width="400" height="267" /><br />
Satu porsi sotonya dibandrol Rp.6.000. Dan yang sedikit membedakan dari soto kebanyakan adalah potongan-potongan tomatnya yang sangat besar. Lumayan <em>juicy</em> ketika kita menyantap soto bokoran ini.</p>
<p>Oh iya kalau mau makan di warung ini jangan datang siang hari karena soto dijamin sudah habis ludes. Warung ini buka dari jam 6 pagi sampai jam 12 siang. Tetapi pada akhir pekan akan tutup lebih cepat karena habis sebelum jam tutup.</p>
<p>Warung Soto Bokoran sudah bertahan selama <strong>40 tahun</strong> berjualan di semarang. Jadi boleh dibilang soto bokoran adalah salah satu <strong>kekayaan kuliner semarang</strong> yang patut untuk dijaga.</p>
<p>Warung ini bisa ditemukan di <strong>Jl. Plampitan</strong>. Dari arah Simpang 5 &#8211; Jl. Gajah Mada &#8211; di perempatan setelah Hotel Gumaya belok kanan. Kelihatannya gang pertama sebelah kanan itu sudah Jl. Plampitan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/soto-bokoran-yang-coklat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peta Kuliner Semarang Versi Tukang Makan</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/peta-kuliner-semarang-versi-tukang-makan/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/peta-kuliner-semarang-versi-tukang-makan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 14:43:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Peta Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=547</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini iseng-iseng membuat peta kuliner di semarang ala tukang makan mengunakan google maps. Ternyata google maps bisa menjadi alat yang sangat informatif untuk memberikan info tentang tempat-tempat kuliner di Semarang. Kamu bisa klik disini untuk melihat petanya. Tampilannya cukup sederhana. Di sebelah kanan kamu bisa klik tempat-tempat kuliner yang ingin diketahui. Setelah diklik akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini iseng-iseng membuat <strong>peta kuliner di semarang</strong> ala <a href="http://blog.tukangmakan.com">tukang makan </a>mengunakan <a href="http://maps.google.com/">google maps</a>. Ternyata google maps bisa menjadi alat yang sangat informatif untuk memberikan info tentang <strong>tempat-tempat kuliner di Semarang</strong>.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 560px"><img src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S2PV5CAFYmI/AAAAAAAAEV4/m39fFtvL-rg/s800/PETA%20KULINER%20SMG_02.jpg" alt="" width="550" height="295" /><p class="wp-caption-text">Tampilan Peta Kuliner Semarang </p></div>
<p>Kamu bisa <a href="http://maps.google.com/maps/ms?ie=UTF8&amp;hl=en&amp;msa=0&amp;msid=100778671571570645112.00047e53f98f03b64cc9d&amp;ll=-6.918929,110.400581&amp;spn=0.181318,0.220757&amp;z=12">klik disini</a> untuk melihat petanya. Tampilannya cukup sederhana. Di sebelah kanan kamu bisa klik tempat-tempat kuliner yang ingin diketahui. Setelah diklik akan muncul lokasi di peta yang sudah saya tandai dengan informasi yang sudah saya berikan. Biasanya akan ada <strong>URL</strong> postingan yang sudah saya tulis beserta informasi mengenai <strong>lokasi tempat makan</strong> tersebut.<span id="more-547"></span></p>
<p>Masih banyak tempat-tempat makan di semarang yang harus ditulis nih. Ada beberapa tempat yang sudah saya kunjungi tetapi belum sempat saya tulis. Oh iya sebetulnya kalau tidak tau jalan menuju lokasi bisa klik<strong><em> GET DIRECTION</em></strong> di dalam kolom info yang muncul. Bila memasukkan alamat <strong>FROM</strong> nanti bisa dapat ancer-ancer garis perjalanan menuju lokasi dan perkiraan waktunya. Walau belum tentu benar karena mungkin kondisi jalan di Indonesia.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S2PUsQ4lSOI/AAAAAAAAEVc/TD45JNXrsNc/s400/PETA%20KULINER%20SMG.jpg" alt="" width="400" height="364" /><br />
Kalau dilihat dari <a href="http://maps.google.com/maps/ms?ie=UTF8&amp;hl=en&amp;msa=0&amp;msid=100778671571570645112.00047e53f98f03b64cc9d&amp;ll=-6.918929,110.400581&amp;spn=0.181318,0.220757&amp;z=12">sebarannya</a>, daerah <strong>kota bawah</strong> masih menjadi favorit untuk banyak tempat makan. Tetapi saya sudah pernah makan dari <a href="http://blog.tukangmakan.com/2009/04/17/srimping-goreng-mentega-krapyak/">Krapyak</a> hingga Banyumanik. Dari ujung semarang  ke ujung semarang lainnya. Jadi Kota<strong> Semarang memang banjir kuliner</strong> dari ujung ke ujung.</p>
<p>Selamat menikmati akhir pekanmu.<br />
<a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/" target="_blank"><img src="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/images/LogoBanner.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/peta-kuliner-semarang-versi-tukang-makan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Soto Semarang ala Bangkong</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/soto-semarang-ala-bangkong/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/soto-semarang-ala-bangkong/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 08:24:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Soto]]></category>
		<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Soto Ayam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=533</guid>
		<description><![CDATA[Kalau ke Semarang belum nyobain Soto Bangkong pastinya perjalanan kuliner kamu belum lengkap. Memang di Semarang banyak bertebaran warung atau rumah makan soto. Tetapi yang bertahan dari puluhan tahun yang lalu hanya ada beberapa saja. Berbeda dengan beberapa soto dari kota lain, soto dari semarang biasanya mempunyai kuah yang lebih bening. Termasuk soto bangkong ini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau ke Semarang belum <em>nyobain</em> <strong>Soto Bangkong</strong> pastinya <strong>perjalanan kuliner</strong> kamu belum lengkap. Memang di<strong> Semarang</strong> banyak bertebaran warung atau <strong>rumah makan soto</strong>. Tetapi yang bertahan dari puluhan tahun yang lalu hanya ada beberapa saja.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S10hR_eo11I/AAAAAAAAELI/y59DQcHmahg/s400/IMG_5811%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="300" height="400" /><br />
Berbeda dengan beberapa soto dari kota lain, <strong>soto dari semarang</strong> biasanya mempunyai kuah yang lebih bening. Termasuk soto bangkong ini. Dinamakan soto bangkong karena <strong>Pak Soleh</strong> (pemilik soto bangkong) memulai usahanya di <strong>Jl. Bangkong</strong> hingga saat ini. Pak Soleh memulai soto bangkong dari hanya ber-gerobak pikul pada tahun 1945-an hingga mempunyai beberapa cabang di kota lain yang dikelola oleh anak-anak beliau.<span id="more-533"></span><br />
<img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S10hOrHNZFI/AAAAAAAAEK4/3BW_XHHoEgk/s400/IMG_5777%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Seperti kebanyakan soto lainnya di Semarang, soto bangkong diletakkan dalam mangkuk yang lebih kecil dari mangkuk biasa. Soto ala semarang berisi nasi, bihun, tauge, bihun, potongan tomat dan suiran ayam. Kata Pak Soleh sih soto biasanya mempunyai resep yang sama, hanya tangan yang meraciknya yang bisa membuat rasa soto berbeda.</p>
<p>Soto bangkong dibandrol dengan harga Rp. 8.500. Terasa mahal? Karena bahan-bahan yang digunakan Pak Soleh dalam meracik soto tetap dijaga kualitasnya. Daging ayam dan kualitas beras yang digunakan sangat dijaga untuk tidak mengecewakan pelanggannya.</p>
<p>Soto Bangkong dibuka dari jam 07.00 pagi hingga jam 10 malam. Kalau sempat mengunjungi warung ini dan melihat Pak Soleh berjaga disitu silahkan minta untuk beliau yang meraciknya. Beliau akan dengan senang hati untuk meracik soto dengan tangannya sendiri.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S10hQ4UcqtI/AAAAAAAAELE/cq2F0d4MMGE/s400/IMG_5788%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Oh iya, seperti biasa jangan lupa juga untuk <em>ngembat</em> lauknyanya seperti sate kerang, sate daging ayam atau jeroan. Kalau untuk saya sate jeroan tetap no 1. Dari lumpia, asem-asem maupun soto semua ada, memang <strong><a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/">semarang banjir kuliner</a></strong>.</p>
<p><em>Picture courtesy</em>: <a href="http://www.ahmeddee.com/">Tukang Makan Ahmed</a><br />
<a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/" target="_blank"><img src="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/images/LogoBanner.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/soto-semarang-ala-bangkong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Citra Oriental Asem Asem Koh Liem</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/citra-oriental-asem-asem-koh-liem/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/citra-oriental-asem-asem-koh-liem/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 00:24:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asem Asem]]></category>
		<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=523</guid>
		<description><![CDATA[Asem Asem: citra rasanya seperti garang asem dari kudus tetapi dimasak seperti sayur kebanyakan. Isi asem-asem daging sapi dengan aroma belimbing wulung yang sangat kuat Harus diakui citra rasa kuliner Semarang banyak dipengaruhi oleh citra rasa masakan yang dibawa dari cina. Dari lumpia sampai asem asem. Salah satu warung asem asem yang bertahan hingga kini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>Asem Asem</strong>: citra rasanya seperti <a href="http://blog.tukangmakan.com/2007/12/19/garang-asem-kudus/">garang asem</a> dari kudus tetapi dimasak seperti sayur kebanyakan. Isi asem-asem daging sapi dengan aroma belimbing wulung yang sangat kuat</p></blockquote>
<p><img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S1eY4NW58GI/AAAAAAAAEJg/AJh4Lw4dN_4/s400/KOH%20LIEM%2001.jpg" alt="" width="400" height="166" /><br />
Harus diakui <strong>citra rasa kuliner Semarang</strong> banyak dipengaruhi oleh citra rasa masakan yang dibawa dari cina. Dari <a href="http://blog.tukangmakan.com/2010/01/14/legenda-lumpia-gang-lombok/">lumpia </a>sampai asem asem. Salah satu warung asem asem yang bertahan hingga kini adalah warung <strong>asem asem Koh Liem</strong>.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S1eY8tLYG5I/AAAAAAAAEJo/Ys34z442aNY/s400/Asem%20Asem%20%28Medium%29.jpg" alt="" width="400" height="300" /><br />
Kalau kamu mencari sesuatu yang segar asem asem koh liem sepertinya cocok untuk disantap. Isi asem asem koh liem yaitu <strong>daging sapi</strong> dengan potongan <strong>cabe hijau</strong> dan <strong>tomat</strong> yang sangat kelihatan dan mengundang. Aroma <strong>belimbing wuluh</strong>pun sangat terasa sehingga membuat aroma segarnya semakin kuat.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S1eY6YBCujI/AAAAAAAAEJk/KbTlnJNNHlI/s400/Koh%20Liem%202%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Warung ini terletak di <strong>Jl. Karanganyar</strong>. Persisnya didepan SMA Loyola. Warungnya sendiri tampak sudah berusia cukup lama. <strong>Koh Liem</strong> memulai usaha ini sekitar <strong>30 tahun</strong> yang lalu dan tetap bertahan hingga kini melayani pelanggannya. Layout warungnya sangat khas warung dengan kursi yang memanjang sehingga mampu menampung banyak orang.</p>
<p>Asem asem ini merupakan makanan jawa yang diolah lagi untuk disesuaikan dengan lidah orang Semarang. Satu porsinya dibandrol dengan harga <strong>12.000</strong>. Dari lumpia hingga asem asem. Memang <strong>semarang  banjir kuliner</strong>.</p>
<p><em>Picture Courtesy</em>: <a href="http://www.ahmeddee.com/">Tukangmakan Ahmed</a><br />
<a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/" target="_blank"><img src="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/images/LogoBanner.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/citra-oriental-asem-asem-koh-liem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Legenda Lumpia Gang Lombok</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/legenda-lumpia-gang-lombok/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/legenda-lumpia-gang-lombok/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 10:56:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[lumpia]]></category>
		<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=509</guid>
		<description><![CDATA[Lumpia adalah makanan khas semarang yang isinya terdiri dari rebung, telur, dan bisa dikombinasi dengan daging ayam, udang atau bahkan daging kepiting ~ Tukang Makan Siapa yang tidak mengenal lumpia? Makanan khas dari semarang yang sudah sangat melegenda sebagai oleh-oleh yang must buy! Sebelumnya saya sudah pernah menulis Lumpia Mbak Lien. Lumpia Mbak Lien sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Lumpia adalah makanan khas semarang yang isinya terdiri dari rebung, telur, dan bisa dikombinasi dengan daging ayam, udang atau bahkan daging kepiting ~ <a href="http://blog.tukangmakan.com/2007/12/07/lumpia-mbak-lien/">Tukang Makan</a></p></blockquote>
<p>Siapa yang tidak mengenal <strong>lumpia</strong>? Makanan khas dari <strong>semarang</strong> yang sudah sangat melegenda sebagai oleh-oleh yang <em>must buy</em>! Sebelumnya saya sudah pernah menulis <a href="http://blog.tukangmakan.com/2007/12/07/lumpia-mbak-lien/">Lumpia Mbak Lien</a>. <strong>Lumpia Mbak Lien</strong> sudah dikenal sebagai lumpia yang paling banyak diburu.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S07tO0l81dI/AAAAAAAAEFQ/YvlE97tsh-4/s400/lombok01.jpg" alt="" width="400" height="300" /><br />
Tetapi lumpia tertua di semarang adalah <strong>Lumpia Gang Lombok</strong>. Pak Purnomo saja yang merupakan generasi III pewaris lumpia gang lombok sudah tidak ingat sejaka kapan beliau mulai menjaga warungnya. Paling tidak beliau sudah berjualan selama <strong>50 tahun</strong> di semarang dan masih setia duduk didepan warung untuk melayani pembeli.<span id="more-509"></span></p>
<p>Dari lumpia gang lombok inilah muncul beberapa<strong> &#8216;aliran&#8217; lumpia</strong> di Semarang. Pembeli biasanya membeli lumpia sesuai selera mereka, ada yg menyukai <a href="http://blog.tukangmakan.com/2007/12/07/lumpia-mbak-lien/" target="_blank">Lumpia Mbak Lien</a>, ada yang <strong>lumpia mataram</strong> maupun yang <strong>lumpia  pandanaran</strong>.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh4.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S07tHrrDu1I/AAAAAAAAEFI/U26VXRbPlDI/s400/lombok02.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Yang membuat istimewa lumpia gang lombok adalah isinya yang sangat banyak. Seakan-akan <strong>kulit lumpia</strong>nya tidak mampu menahan isi yang dimasukkan ke dalam. Yang sangat terlihat adalah<strong> potongan udang</strong>nya yang dicampur dengan rebung sangat terlihat. Begitu digigit juga sangat terasa rasa udangnya.</p>
<p>Memang isi lumpia adalah campuran <strong>rebung</strong>, telor dan daging udang yang dimasak secara bersama-sama. Pak Purnomo atau staffnya selalu memasak isi lumpia ketika ada pembeli datang sehingga kesegarannya selalu terjamin.</p>
<p>Satu lumpia dibandrol dengan harga <strong>Rp.10.000</strong>,- . Sedikit lebih tinggi dari rata-rata harga <strong>lumpia di semarang</strong>. Harga ini untuk menjamin kesegaran dan kualitas rebung yang disajikan beserta jumlah isi yang tidak berubah dari awal resep ini dibuat. Memang <strong>ada harga ada rupa</strong> itu pas disematkan pada lumpia gang lombok.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh4.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S07tMMRJuVI/AAAAAAAAEFM/XnDBB-SnAu0/s400/lombok03.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Warung ini dapat ditemukan disamping <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tay_Kak_Sie" target="_blank">klenteng Tay Kak Sie</a>, dibelakang Pasar Johar, Semarang. Warung dibuka dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore. Pilihan lumpianya saja sudah membanjir di semarang apalagi pilihan kulinernya.</p>
<p><em>Picture Courtesy</em>: <a href="http://www.ahmeddee.com/">Tukang Makan Ahmed</a></p>
<p><a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/" target="_blank"><img src="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/images/LogoBanner.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/legenda-lumpia-gang-lombok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

