RSS Feed

Posts Tagged ‘semarang’

  1. UPDATE: Basilia Cafe and Dine

    January 25, 2012 by didut

    UPDATE

    Postingan tambahan ini merupakan update dari kondisi terkini dari Basilia Cafe and Dine. Basilia Cafe and Dine sekarang berlokasi di lantai dasar bagian luar pojok dari Mall Ciputra. Tempatnya menjadi lebih luas sekarang dan punya bagian teras yang kalau malam dan tidak hujan bisa menjadi tempat favorit buat hangout bersama teman-teman.


    Menunya masih tetap sama dan yang membedakan adalah suasana kafe ini sekarang menjadi sangat cozy. Kamu seperti makan di rumah deh pokoknya karena terasa hommy. Tempat favorit saya adalah meja besar ini. Saya suka duduk di pojokannya karena dekat dengan colokan *smile*.  Basilia Cafe menjadi tempat favorit saya untuk bekerja ketika saya tidak bisa menemukan mood bekerja di rumah. Selain menu yang enak dan staff yang ramah, kualitas wifi mereka juga ok.

    Oh iya jangan meja besarnya kalau sedang sendirian juga dishare dengan pengunjung lain kok jadi jangan merasa tidak enak untuk duduk disana karena memang posisinya strategis hehehe~

    Postingan Lama

    Minggu lalu tukangmakan bersama Yogie dan Niea diundang Mbak Indri-owner Basilia Cafe-untuk berbuka bersama di Basilia. Sungguh suatu pertemuan yang menyenangkan karena sebetulnya beberapa tahun yang lalu saya sempat bertamu di rumah Mbak Indri karena kita mempunyai teman baik yang sama.

    Basilia bertempat di lantai 2 Java Mall dan menyajikan makanan western style seperti pasta (lasagna dan spageti), pizza sampai steak.

    Ada satu perbedaan yang sangat besar antara Basilia dengan restoran gaya barat lainnya di Semarang yaitu bahan bakunya. Bahan baku dari menu yang tersedia di Basilia diusahakan sebaik mungkin dari bahan baku organik, juga ketika memasak tidak menggunakan MSG.Mbak Indri ingin agar pengunjung Basilia mendapatkan makanan yang sehat selain kelezatan.

    Basilia juga mendukung gerakan slow food yang dirasa cara makan ini lebih baik dan sehat untuk tubuh kita dibandingkan dengan fast food yang banyak beredar di masyarakat kita. (more…)


  2. Bandeng Budheng

    July 22, 2010 by yogie

    Walaupun kota Semarang dikenal sebagai tempat membeli oleh-oleh ikan Bandeng duri lunak atau tanpa duri, tapi saya masih jarang menemukan tempat makan yang menyediakan menu khusus olahan ikan Bandeng tersebut. Rata-rata ikan bandeng yang dijual di warung makan hanya digoreng biasa, itupun bandeng bukan yang duri lunak atau tanpa duri.

    Tadi siang, saya dan beberapa teman “menemukan” tempat makan yang menyediakan menu olahan daging ikan Bandeng. Tempatnya juga tidak jauh dari rumah, yaitu di Tlogosari. Tepatnya di Jalan Parang Kusumo VI No 1 Tlogosari Semarang. Patokannya dari pintu gerbang Tlogosari maju terus hingga Jembatan 1, belok kiri dan belok kiri lagi. Tempat makan yang bernama Bandeng Budheng ini berada di kanan jalan setelah Masjid. Tepatnya di tanda A pada peta.

    (more…)


  3. Sop Buntut Bakar Djatilegi

    July 18, 2010 by yogie

    Sebetulnya pertemuan dengan restoran Djatilegi ini tidak disengaja. Ceritanya saat saya dan beberapa teman merasa kelaparan setelah menonton film di XXI Paragon, kami memutuskan untuk makan di FoodCourt Paragon yang terletak di lantai 3. Disitulah saya menemukan Djatilegi.. Tentunya ini kejutan buat saya, karena sudah beberapa kali miting di Djatilegi Banyumanik tapi ga tau kalo ternyata juga membuka lapak disini.

    Saya tidak akan membahas tentang konsep FoodCourt Paragon yang modern, dimana setiap pengunjung akan diberikan semacam kartu kredit senilai 200.000 (dua-ratus-ribu-rupiah) di pintu masuk yang nantinya kartu itu dapat dibelanjakan di semua booth makanan pada area FoodCourt. Bayarnya gimana? Tentu saja saat Anda mau keluar dong, jangan berpikir untuk kabur kecuali Anda membawa parasut untuk terjun dari lantai 3.

    Eh, tulisan diatas sama aja mbahas bukan? Ah sudahlah.. Lanjut!

    (more…)


  4. San Bao Long Kopi Tiam

    May 24, 2010 by didut

    Akhirnya rasa penasaran saya untuk mencoba apa itu kopi tiam terbayar sudah. Membuka thread hunting kopi tiam di milis Loenpia, akhirnya Yogie dan Ari W menemani saya untuk mencoba kopi tiam didaerah Tembalang, Semarang.

    A kopitiam or kopi tiam is a traditional breakfast and coffee shop found in Southeast Asia. The word is a portmanteau of the Malay word for coffee (as borrowed and altered from the Portuguese) and the Hokkien dialect word for shop . Menus typically feature simple offerings: a variety of foods based on egg, toast, and kaya, plus coffee, tea, and Milo, a malted chocolate drink which is extremely popular in Southeast Asia, particularly Singapore and Malaysia. ~ Wikipedia


    Kopi tiam sebetulnya adalah sebutan untuk kedai kopi di Malaysia dan Singapura. Kopi tiam memang banyak ditemukan dikedua negara tadi. Begitu masuk ke San Bao Long Kopi Tiam, kesan pertama yang saya dapatkan adalah kedai kopi yang simpel walau tidak dikatakan sederhana. (more…)


  5. [UPDATE] Pecel Yu Kini

    February 7, 2010 by didut

    UPDATE

    Pecel Yu Kini sekarang hanya buka pada malam hari. Dimulai dari sekitar jam 6 sore sampai sekitar jam 10 atau 11 malam. Kalau datang pas jam makan malam dapat dipastikan tempat duduk didepan hidangan bakalan penuh.


    Kalau kata adek saya, bumbunya pas walaupun agak pedas. Jadi untuk yang tidak tahan pedas minta bumbunya sedikit saja atau kalau dibawa pulang minta dipisah saja. (more…)


  6. Soto Bokoran Yang Coklat

    February 6, 2010 by didut

    Disebut bokoran karena rumah dari pemilik Soto Bokoran terletak di Jl. Bokoran. Berbeda dengan kuah soto ala semarang kebanyakan yang bening. Soto Bokoran mempunyai kuah yang kuning kecoklatan. Ternyata warna coklat ini didapatkan dari kaldu ayam yang digunakan sebagai dasar kuah soto dicampurkan dengan kuah sate.

    Seperti dikebanyakan warung soto di semarang, sate ayam ataupun sate jeroan menjadi pendamping dalam menyantap soto. Biasanya sate ditaruh didalam sebuah mangkuk yang berisi kuah kecoklatan. Warna coklat ini didapatkan dari bahan dasar kuah berupa campuran gula jawa dan kecap. (more…)


  7. Peta Kuliner Semarang Versi Tukang Makan

    January 30, 2010 by didut

    Pagi ini iseng-iseng membuat peta kuliner di semarang ala tukang makan mengunakan google maps. Ternyata google maps bisa menjadi alat yang sangat informatif untuk memberikan info tentang tempat-tempat kuliner di Semarang.

    Tampilan Peta Kuliner Semarang

    Kamu bisa klik disini untuk melihat petanya. Tampilannya cukup sederhana. Di sebelah kanan kamu bisa klik tempat-tempat kuliner yang ingin diketahui. Setelah diklik akan muncul lokasi di peta yang sudah saya tandai dengan informasi yang sudah saya berikan. Biasanya akan ada URL postingan yang sudah saya tulis beserta informasi mengenai lokasi tempat makan tersebut. (more…)


  8. Soto Semarang ala Bangkong

    January 25, 2010 by didut

    Kalau ke Semarang belum nyobain Soto Bangkong pastinya perjalanan kuliner kamu belum lengkap. Memang di Semarang banyak bertebaran warung atau rumah makan soto. Tetapi yang bertahan dari puluhan tahun yang lalu hanya ada beberapa saja.

    Berbeda dengan beberapa soto dari kota lain, soto dari semarang biasanya mempunyai kuah yang lebih bening. Termasuk soto bangkong ini. Dinamakan soto bangkong karena Pak Soleh (pemilik soto bangkong) memulai usahanya di Jl. Bangkong hingga saat ini. Pak Soleh memulai soto bangkong dari hanya ber-gerobak pikul pada tahun 1945-an hingga mempunyai beberapa cabang di kota lain yang dikelola oleh anak-anak beliau. (more…)


  9. Citra Oriental Asem Asem Koh Liem

    January 21, 2010 by didut

    Asem Asem: citra rasanya seperti garang asem dari kudus tetapi dimasak seperti sayur kebanyakan. Isi asem-asem daging sapi dengan aroma belimbing wulung yang sangat kuat


    Harus diakui citra rasa kuliner Semarang banyak dipengaruhi oleh citra rasa masakan yang dibawa dari cina. Dari lumpia sampai asem asem. Salah satu warung asem asem yang bertahan hingga kini adalah warung asem asem Koh Liem.

    Kalau kamu mencari sesuatu yang segar asem asem koh liem sepertinya cocok untuk disantap. Isi asem asem koh liem yaitu daging sapi dengan potongan cabe hijau dan tomat yang sangat kelihatan dan mengundang. Aroma belimbing wuluhpun sangat terasa sehingga membuat aroma segarnya semakin kuat.

    Warung ini terletak di Jl. Karanganyar. Persisnya didepan SMA Loyola. Warungnya sendiri tampak sudah berusia cukup lama. Koh Liem memulai usaha ini sekitar 30 tahun yang lalu dan tetap bertahan hingga kini melayani pelanggannya. Layout warungnya sangat khas warung dengan kursi yang memanjang sehingga mampu menampung banyak orang.

    Asem asem ini merupakan makanan jawa yang diolah lagi untuk disesuaikan dengan lidah orang Semarang. Satu porsinya dibandrol dengan harga 12.000. Dari lumpia hingga asem asem. Memang semarang banjir kuliner.

    Picture Courtesy: Tukangmakan Ahmed


  10. Legenda Lumpia Gang Lombok

    January 14, 2010 by didut

    Lumpia adalah makanan khas semarang yang isinya terdiri dari rebung, telur, dan bisa dikombinasi dengan daging ayam, udang atau bahkan daging kepiting ~ Tukang Makan

    Siapa yang tidak mengenal lumpia? Makanan khas dari semarang yang sudah sangat melegenda sebagai oleh-oleh yang must buy! Sebelumnya saya sudah pernah menulis Lumpia Mbak Lien. Lumpia Mbak Lien sudah dikenal sebagai lumpia yang paling banyak diburu.

    Tetapi lumpia tertua di semarang adalah Lumpia Gang Lombok. Pak Purnomo saja yang merupakan generasi III pewaris lumpia gang lombok sudah tidak ingat sejaka kapan beliau mulai menjaga warungnya. Paling tidak beliau sudah berjualan selama 50 tahun di semarang dan masih setia duduk didepan warung untuk melayani pembeli. (more…)