Ya, suaranya ‘tuuuuuutttttt’ yang membahana itu tiba-tiba memanggil interaksi antara otak dan perut saya walaupun tidak lapar.
Suara yang keras itu berasal dari cerobong bambu penjual kue putu yang sedang mengitari kompleks disekitar rumah. Cerobong bambu inilah yang menjadi alat masak dari kue putu yang dijajakan selain sebagai alat pemberitahuan kepada rumah-rumah yang dilewati kalau kue putu sedang lewat.
Segera saya keluar dan memanggil penjual kue putu yang lewat untuk memesannya. Saya dan Ari W yang sedang main ke rumah memesan sampai 20 potong kue putu. Maklum kami memang berperut besar.