<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tukang Makan &#187; Nasi Koyor</title>
	<atom:link href="http://blog.tukangmakan.com/tag/nasi-koyor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.tukangmakan.com</link>
	<description>Makan.. Makan.. dan Makan Lagi!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 19:42:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Si Koyor dan Si Makmi</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2009/10/si-koyor-dan-si-makmi/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2009/10/si-koyor-dan-si-makmi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 09:21:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[koyor]]></category>
		<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[Nasi Koyor]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=421</guid>
		<description><![CDATA[Jadi kemarin waktu menulis tentang Nasi Koyornya Mbak Tum, Vicky nanya soal nasi koyor karena dia belum tau apa yang namanya koyor. Pada dasarnya sih koyor itu urat sapi. Urat sapi ini bisa diolah apa saja, tetapi yang berlaku umum di Yogyakarta dan Semarang, koyor atau urat sapi ini diolah dengan kuah yang terasa pedas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi kemarin waktu menulis tentang <a href="http://blog.tukangmakan.com/2009/10/10/semarang-warung-makan-mbak-tum/" target="_blank">Nasi Koyornya Mbak Tum</a>, <a href="http://www.georgetterox.blogspot.com/" target="_blank">Vicky</a> nanya soal <strong>nasi koyor</strong> karena dia belum tau apa yang namanya<strong> koyor</strong>.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/St1_c954njI/AAAAAAAADLg/TiR9H2SCrek/s400/IMG_0227%20%28Large%29.JPG" alt="Koyor Makmi-Semarang " width="300" height="400" /><p class="wp-caption-text">Koyor Makmi-Semarang </p></div>
<p>Pada dasarnya sih koyor itu urat sapi. Urat sapi ini bisa diolah apa saja, tetapi yang berlaku umum di Yogyakarta dan Semarang, koyor atau urat sapi ini diolah dengan kuah yang terasa pedas atau manis. Kalau di Yogyakarta kuahnya lebih terasa manis tetapi di Semarang manis dan pedas karena orang lidah orang Semarang yang tidak terlalu suka makanan yang terlalu manis.<span id="more-421"></span></p>
<p>Nah jagoan untuk nasi koyor di Semarang adalah <strong>warung nasi koyor makmi</strong>. Kenapa makmi? Karena itulah nama panggilan Ibu Hj. Rasilah, sang pemilik warung, yang diberikan oleh pelanggan-pelanggannya.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/St1_aHOVd5I/AAAAAAAADLY/lWNS0W8vTIo/s400/IMG_0219%20%28Large%29.JPG" alt="Nasi Koyor Makmi " width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Nasi Koyor Makmi </p></div>
<p>Kuah koyor makmi bersantan kental dengan rasa manis dan pedas dan yang lebih istimewa lagi Ibu Rasilan sudah berjualan koyor selama 45 tahun lebih. <em>Wew</em>, kalo saya bilang sih ini pasti jagoannya dalam mengolah koyor di Semarang.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/St1_ep-OavI/AAAAAAAADLk/VImykXoP764/s400/IMG_0250%20%28Large%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Yang memprihatinkan buat saya adalah warung beliau yang sangat kecil. Warungnya terletak di Jl. Suyodono/37. Jalan masuknya persis di sebelah Pasar Bulu. Kalau dari tugu muda-gang setelah Pasar Bulu.</p>
<p>Bu Makmi sudah tidak berjualan langsung karena usia beliau yang sudah menginjak 75 tahun lebih. Beliau hanya menunggu didepan warung sambil menemani anak-anaknya berjualan.</p>
<p>Kalau mau mencoba menu yang eksotis (baca <em>extreme</em>) bisa mencoba torpedo sapi. Torpedo sapi ini dimasak bersamaan dengan kuah koyor yang pedas dan manis ini. Walau kata mbaknya biasanya banyak pembeli yang malu-malu tetapi torpedo sapi ini termasuk salah satu menu favorit disini.</p>
<p>Koyor disini rasanya pas dan lembut pastinya. Total kerusakan biasanya antara Rp. 10 &#8211; 15k tergantung dari mood mbaknya ngasih harga.</p>
<p>Selamat Makan!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2009/10/si-koyor-dan-si-makmi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasi Koyor Mbak Tum, Peterongan</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2009/10/semarang-warung-makan-mbak-tum/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2009/10/semarang-warung-makan-mbak-tum/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 21:11:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[koyor]]></category>
		<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[Nasi Koyor]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya ke warung Mbak Tum juga. Warung Mbak Tum terletak di seberang Sri Ratu, Peterongan, Semarang. Dari jaman pertamakali tinggal di Semarang sudah melewati jalan ini beratus kali tapi akhirnya baru sadar ada tempat makan enak setelah diajak Ari W kemarin waktu kita kelaparan di tengah malam. Ada 3 makanan utama yang dihidangkan disini: nasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya ke warung Mbak Tum juga. Warung Mbak Tum terletak di seberang Sri Ratu, Peterongan, Semarang. Dari jaman pertamakali tinggal di Semarang sudah melewati jalan ini beratus kali tapi akhirnya baru sadar ada tempat makan enak setelah diajak Ari W kemarin waktu kita kelaparan di tengah malam.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh4.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/Ss-bGHo45HI/AAAAAAAAC3E/pErRc4akL98/s400/IMG_0528%20%28Large%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p><span id="more-415"></span>Ada 3 makanan utama yang dihidangkan disini: nasi koyor, gudeg atau lontong opor. Begitu saya masuk kedalam warung, saya tahu isi warung ini bakalan jadi godaan berat untuk saya karena makanan kesukaan saya ada disini semua dari pete goreng sampai rempela goreng.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh4.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/Ss-a-nRW6aI/AAAAAAAAC24/1qWZyDml550/s400/IMG_0519%20%28Large%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>Karena kalap saya langsung memesan nasi koyor (yang juga diberi gudeg) plus rempela plus pete goreng. <em>Uenakkkkk</em> rasanya. Koyornya lembut, rasa gudegnya tidak terlalu manis (kelihatannya disesuaikan dengan lidah orang semarang) dan rempelanya juga &#8230;hmmm..<em>mantebh</em> deh.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/Ss-bA1ierYI/AAAAAAAAC28/ulp0k1klsFY/s400/IMG_0522%20%28Large%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>Warung Mbak Tum kelihatannya buka dari sore hari sampai ekitar jam 1 malam atau kalau sudah kehabisan. Warung ini memang pas banget buat dijadikan sarana pelampiasan jika melapar ditengah malam. Selain didalam warung, biasanya digelar lesehan di belakang warung jadi pembeli tidak usah takut untuk berdesakan kecuali kalau memang ramai sekali.</p>
<p>Total kerusakan untuk nasi koyor-gudeg-rempela-pete goreng, nasi koyor-telor beserta 2 teh adalah 36.000. kelihatannya 1 porsi normal dilepas dengan harga 10.000 &#8211; 15.000. Kata Ari W warung Mbak Tum ini sudah ada sejak bapaknya kuliah, jadi minimal warung ini sudah berjualan selama 29 tahun, wew!!! Saya jadi aware kalau di semarang memang banyak tempat makan yang legendaris seperti warung makan Mbak Tum ini.</p>
<p>Semakin malam malah membuat warung ini semakin ramai. Saya lihat sangat beragam pembeli diwarung ini dari penikmat kuliner dari luar kota, pekerja yang biasa bekerja pada malam hari seperti pedagang pasar sampai orang yang baru pulang kegiatan hiburan malam, semua tumprek jadi satu di warung ini. Saya suka suasana orang-orang yang menikmati makanan bebas lepas sambil bercengkrama.</p>
<p>Dilain waktu saya mencoba opor ayam kampungnya. Enak juga walau daging ayamnya tidak terlalu lembut. Nasi-opor ayam dengan teh panas dibandrol dengan harga 15.000.</p>
<p>Waduh kok tiba-tiba saya jadi melapar setelah menulis ini. Selamat berburu masakan nusantara yah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2009/10/semarang-warung-makan-mbak-tum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

