<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>:: TukangMakan.com :: &#187; Ayam Goreng</title>
	<atom:link href="http://blog.tukangmakan.com/tag/ayam-goreng/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.tukangmakan.com</link>
	<description>makan ... makan dan makan lagi ....</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Jul 2010 18:39:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kota Malang Gudangnya Makanan Jawa Timur</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 06:03:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Resto]]></category>
		<category><![CDATA[Soto]]></category>
		<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Ayam Goreng]]></category>
		<category><![CDATA[Bakso]]></category>
		<category><![CDATA[Soto Daging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=795</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama saya mendengar cerita bahwa kota Malang menyimpan berbagai macam sajian makanan yang bermacam-macam. Berbagai olahan makanan tersedia di sana, bisa dikatakan Malang setara dengan kota Jogja dan Bandung yang memiliki berbagai macam makanan enak. Tapi karena jarak yang cukup jauh dan tidak ada saudara di Jawa Timur membuat saya selalu menunda keinginan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-813" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/yogie-goes-to-malang/"><img class="alignleft size-medium wp-image-813" title="yogie-goes-to-malang" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/yogie-goes-to-malang-193x300.jpg" alt="" width="193" height="300" /></a>Sudah lama saya mendengar cerita bahwa kota Malang menyimpan berbagai macam sajian makanan yang bermacam-macam. Berbagai olahan makanan tersedia di sana, bisa dikatakan Malang setara dengan kota Jogja dan Bandung yang memiliki berbagai macam makanan enak. Tapi karena jarak yang cukup jauh dan tidak ada saudara di Jawa Timur membuat saya selalu menunda keinginan untuk berburu kuliner disana.</p>
<p>Akhirnya kesempatan pergi ke Malang datang juga saat teman-teman kuliah S2 MMI UGM Yogyakarta mengadakan piknik berkedok studi banding ke kota Malang pada 5-7 Juli 2010. Horeeeee.. kesempatan ini tidak boleh saya sia-siakan! Peralatan perang seperti kamera, buku catatan, dan tentunya perut sudah saya siapkan dan latih jauh-jauh hari. Targetnya sih bisa mencoba makanan yang digoreng, berkuah, dan bersantan.</p>
<p>Baiklah, cerita perjalanan nggak usah saya ceritakan ya.. misal tertarik sih bisa baca di blog pribadi saya aja. Ntar kalo saya tulis disini bisa dipentung om admin hihihi&#8230;</p>
<p><span id="more-795"></span></p>
<p><strong>Bakso Kota Cak Man</strong></p>
<p>Setelah melakukan perjalanan 12 jam dari Jogja-Malang melalui jalur Surabaya, saya pengen makan sesuatu yang panas. Maka pilihan saya adalah mencoba bakso, nah Malang mempunyai Bakso Kota Cak Man yang cabangnya sudah dibuka hampir di setiap kota di Jawa. Selama saya di Semarang atau Jogja, blom pernah mampir ke bakso ini, tapi berhubung saya berada di Malang, maka wajib hukumnya untuk mencoba bakso ini.</p>
<div id="attachment_796" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-796" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/bakso-cak-man/"><img class="size-medium wp-image-796" title="Bakso Kota Cak Man" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/bakso-cak-man-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bakso Kota Cak Man</p></div>
<p>Sistem pemesanan bakso ini cukup unik, yaitu kita mengambil sendiri bakso yang akan kita pesan. Nah harga yang kita bayar sesuai dengan isi yang kita masukkan ke dalam mangkok. Pilihannya cukup banyak, mulai dari bakso goreng, siomay goreng, mie putih, mie kuning, pangsit goreng, dan lain-lain. Beberapa teman bahkan karena saking laparnya mengambil semua isi sehingga butuh 2 mangkok untuk menampungnya.</p>
<p>Tips dari saya, pilih 3-5 macam saja karena ukurannya cukup besar dan saat ditambah kuah oleh pelayannya maka mangkok kita terkesan penuh. Selain itu untuk menghemat perut dan duit :p</p>
<p>Total kerusakan saya hari itu Rp 14.000 (empat-belas-ribu-rupiah) sudah termasuk air mineral botol. Komposisi bakso saya adalah : bakso goreng, bakso daging, bakso jumbo, siomay, pangsit goreng, dan mie kuning. Kuah yang panas membuat kening keringetan dan mencerahkan mata hehehe. Oh iya, saya tidak menambahkan saos, kecap, ataupun sambal disaat mencoba semua makanan supaya tau rasa aslinya.</p>
<p>Menurut saya, rasanya masih kurang nendang dibandingkan dengan Bakso Kepala Sapi, tapi tentunya masih diatas dibandingkan bakso sapi biasa. Jadi untuk saat ini gelar bakso terbaik menurut saya masih dipegang oleh Bakso Kepala Sapi</p>
<p><strong>Ayam Goreng Pak Sholeh</strong></p>
<p><a rel="attachment wp-att-800" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/ayam-goreng-pak-sholeh/"><img class="alignleft size-medium wp-image-800" title="Ayam Goreng Pak Sholeh" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/ayam-goreng-pak-sholeh-254x300.jpg" alt="" width="254" height="300" /></a>Saatnya mencari makan malam! Setelah berdiskusi sebentar dengan teman yang asli Malang, sebut saja Ms N maka kita memutuskan untuk menuju ke rumah makan ayam goreng Pak Sholeh yang legendaris. Oh iya, Ms N ini yang menjadi guide kami selama di Malang, banyak informasi yang saya dapatkan seputar kota Malang. Mencari bakso di Malang lebih mudah daripada mencari nasi goreng.</p>
<p>Rombongan kami tiba di rumah makan Ayam Goreng Pak Sholeh sekitar jam 18.30. Ternyata rumah makan ini cukup besar dan ramai. Ms N tidak membawa kami ke pusatnya karena terlalu jauh dan tidak sejalan dengan rute jalan-jalan malam itu, tapi Ms N menjamin rasanya tidak kalah dengan yang dipusat. Struktur bangunannya berbentuk rumah, namun di dalamnya dibuat semacam sekat-sekat kubikel lesehan. Karena kami datang dengan 2 mobil, maka dibutuhkan 2 kubikel untuk menampung kami.</p>
<p>Menu yang ditawarkan cukup bervariasi, diantaranya ayam goreng dan bakar, gurame goreng dan bakar, pecel lele, tempe bacem, sambal terong, cah kangkung. Sayangnya saat itu yang tersedia tinggal ayam goreng dan gurame goreng. Yang lain sudah ludes terjual. Akhirnya kami kompak pesen ayam goreng supaya tidak terlalu lama menunggu. Oh iya untuk minumnya saya pesan Es Beras Kencur yang bikin perut anget.</p>
<p>Ternyata sodara-sodara, pelayannya sangat cepat! 14 porsi makanan dan minumannya bisa disajikan kurang dari 15 menit! Kami saja cukup kaget saat makanan datang, kirain pesenan orang lain.</p>
<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_806" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-806" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/ayam-goreng-pak-sholeh-2/"><img class="size-medium wp-image-806 " title="Ayam Goreng Pak Sholeh" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/ayam-goreng-pak-sholeh-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Ayam Goreng Pak Sholeh</p></div>
<p>Rasa ayam gorengnya cukup enak, gorengannya pas dan seperti ayam goreng jogja yang agak manis. Sayangnya potongannya kecil buat saya, jadi saya ngambil satu potong lagi entah itu jatah punya siapa hahaha.. Nasi disajikan di wakul dengan kondisi masih panas dan mengundang selera makan. Sambalnya juga disajikan di cobek, kalo ndak salah namanya sambal oki yang rasanya cukup pedas. Lalapannya terdiri dari timun, kacang panjang, dan daun kemangi. Total kerusakan malam itu Rp 15.000 (lima-belas-ribu-rupiah).</p>
<p><strong>Soto Babat dan Krengsengan Daging Sapi</strong></p>
<p>Besoknya, setelah seharian jalan-jalan ke berbagai obyek wisata di kota Malang, kami merasa cukup kelaparan. Ms N kali ini tidak memiliki ide untuk mengajak kami makan dimana, akhirnya mampir dulu ke masjid UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) yang megah. Nah, sehabis shalat Ms N ingat bahwa dia pernah makan di warung depan masjid tersebut, menu yang ditawarkan juga cukup bervariasi. Akhirnya kami pun beringsut menuju kesana karena rasa lapar sudah tak tertahankan lagi. Ternyata, terdapat beberapa warung yang menawarkan menu yang bervariasi. Saya dan beberapa orang akhirnya memilih ke Warung Rezeqi yang menyediakan Soto Babat dan Krengsengan Daging Sapi.</p>
<div id="attachment_816" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-816" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/soto-babat/"><img class="size-medium wp-image-816" title="Soto Babat" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/soto-babat-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Soto Babat</p></div>
<p>Saya memesan Soto Babat, karena belum pernah mencobanya hehehe.. Ternyata sotonya berbeda dengan soto Semarang yang berkuah bening, soto babat ini berwarna agak kehitaman dan kuahnya agak asin, mungkin memang khas makanan jawa timuran yang cenderung asin atau mungkin juga berasal dari santan. Komposisinya terdiri dari potongan daging babat yang cukup banyak dan besar, kemudian ada topping kol dan toge yang banyak juga.</p>
<p>Kita bisa meminta penyajian campur atau pisah. Maksudnya, kalo pisah artinya nasi dan soto disajikan dalam piring terpisah, kalo campur dijadikan satu. Ternyata porsi yang cukup besar ini membuat perut saya tidak mampu lagi untuk mencoba menu yang lain. Apalagi setelah tau ternyata Krengsengan Daging Sapi itu merupakan makanan besar, bukan cemilan. Sepertinya saya harus bersabar untuk mencobanya di lain kesempatan.</p>
<div id="attachment_819" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-819" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/krengsengan-daging-sapi/"><img class="size-medium wp-image-819" title="Krengesengan Daging Sapi" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/krengsengan-daging-sapi-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Krengesengan Daging Sapi</p></div>
<p>Pucuk ditiba ulam tiba, saat perjalanan pulang ke Jogja kami beristirahat di rumah makan jawa timuran. Ketika membaca menu terdapat Krengsengan daging yang tadi siang belum sempat saya coba. Langsung saja saya memesan daripada penasaran dibawa sampe rumah hehehe..</p>
<p>Hmm.. ternyata menu ini berbeda dengan bayangan saya, karena disajikan berkuah. Pikir saya akan berbentuk daging goreng tapi ternyata bukan. Rasanya standar saja atau mungkin karena faktor warung yang tidak terkenal saja. Dagingnya cukup lembut dan mudah dipotong dengan sendok garpu, ketika dikunyah juga cukup nyaman tapi berpotensi nyangkut di gigi. Tidak ada komentar khusus mengenai menu ini.</p>
<p><strong>Akhir kata</strong></p>
<p>Yak, begitulah sekilas laporan saya dari jalan-jalan ke kota Malang. Sebetulnya kami sempat dijamu nasi rawon di rumah Ms N, namun karena faktor kelaparan malah lupa motret hehehe.. Yang jadi pembeda rawon di Malang dan Semarang itu, di Malang ga pake daun melinjo. Tapi rasanya sama saja.. rasa rawon hihihi</p>
<p>Selamat Makan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resep Bumbu Ayam Goreng</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/16/resep-bumbu-ayam-goreng/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/16/resep-bumbu-ayam-goreng/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 08:07:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resep]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Ayam Goreng]]></category>
		<category><![CDATA[Bumbu Ayam Goreng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=749</guid>
		<description><![CDATA[
Jadi di keluarga saya Bapak itu jagoan nge-bumbu-in ayam sebelum digoreng. Pokoknya kalau bumbu ayam pasti bapak gak pernah (Alm) Mama. Nah, kemarin akhirnya mencoba membuat ayam dengan bumbu ala bapak.
Tidak ada settingan bumbu yang pasti, sepertinya semakin kuat semakin enak deh keknya (haha~ ngawur banget yah)
Resep bumbu ayam goreng ini untuk 1/2 Kg ayam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://lh4.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TEASfm8hTkI/AAAAAAAAFnM/JP_IgmPKRHo/s400/2330052793_36d32351b1.jpg" alt="" width="320" height="240" /></p>
<p>Jadi di keluarga saya Bapak itu jagoan nge-bumbu-in ayam sebelum digoreng. Pokoknya kalau bumbu ayam pasti bapak gak pernah (Alm) Mama. Nah, kemarin akhirnya mencoba membuat ayam dengan bumbu ala bapak.</p>
<p>Tidak ada settingan bumbu yang pasti, sepertinya semakin kuat semakin enak deh keknya (haha~ <em>ngawur banget yah</em>)<br />
Resep bumbu ayam goreng ini untuk 1/2 Kg ayam karena saya hanya tinggal berdua dengan adik perempuan saya. Tinggal dikira-kira aja bumbunya kalau mau buat lebih. Tidak ada yang tidak enak kalau buat bumbu asal bumbunya tidak ngawur, soal jumlah bisa diatur.<span id="more-749"></span></p>
<p><strong>Bumbu yang dihaluskan</strong>:</p>
<ul>
<li>Lada secukupnya</li>
<li>4 siung bawang merah</li>
<li>3 siung bawang putih</li>
<li>Kemiri 4 biji</li>
<li>Gula merah (kalau yang ukuran kecil setengahnya deh)</li>
</ul>
<p>Sereh untuk dimasukkan</p>
<p><strong>Cara Masak</strong></p>
<ul>
<li>Bumbu dimasukkan dengan air satu gelas saja, karena ayam nantinya sewaktu dimasukkan akan mengeluarkan air.</li>
<li>Dimasak dengan api medium.</li>
<li>Masukkan sereh.</li>
<li>Masukkan ayam dan aduk sampai rata.</li>
<li>Kalau sudah mendidih bolak balik ayam beberapa kali hingga airnya habis/asat.</li>
</ul>
<p>Nah ayam siap deh untuk digoreng. Kalau sudah dingin masukkan ditempat yang tertutup dan masukkan ke kulkas. Ayam akan tahan sampai beberapa hari. Tinggal digoreng kalau mau dimakan.</p>
<p>Mudah khan?</p>
<p>PS: gambar didalam postingan ini tidak ada hubungannya dengan resep. Hanya untuk membuat yang baca ngiler aja *<em>dikeplak rame rame</em>*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/16/resep-bumbu-ayam-goreng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayam Goreng Pak Man Yogyakarta</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/07/ayam-goreng-pak-man-yogyakarta/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/07/ayam-goreng-pak-man-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 07:33:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Post]]></category>
		<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Ayam Goreng]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=568</guid>
		<description><![CDATA[
Pencarian saya untuk Ayam Goreng terenak berlanjut lagi, kali ini pencarian saya sampai ke kota Yogyakarta. Kota yang terkenal oleh makanan Gudeg ini ternyata menyimpan banyak sekali masakan Ayam Goreng yang enak. Kali ini saya mengunjungi warung Ayam Goreng Pak Man yang terletak di dekat bunderan UGM, kalau Anda tau Rumah Cokelat maka warung ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://i31.photobucket.com/albums/c400/mail2yogie/tukangmakan/pakman.jpg" alt="" width="350" height="263" /></p>
<p>Pencarian saya untuk Ayam Goreng terenak berlanjut lagi, kali ini pencarian saya sampai ke kota Yogyakarta. Kota yang terkenal oleh makanan Gudeg ini ternyata menyimpan banyak sekali masakan Ayam Goreng yang enak. Kali ini saya mengunjungi warung <strong>Ayam Goreng Pak Man</strong> yang terletak di dekat bunderan UGM, kalau Anda tau Rumah Cokelat maka warung ini terletak di seberangnya.</p>
<p>Warung ini benar-benar unik, karena saya sudah beberapa bulan gagal mengunjungi warung ini, bukan karena penuh atau sudah habis, melainkan karena jadwal buka warung yang sungguh tidak biasa. Bisa dikatakan warung ini bukanya seenaknya sendiri. Bayangkan saja, dikala setiap weekend warung lain rela buka hingga tengah malam, warung Pak Man ini malah tutup.<span id="more-568"></span></p>
<p>Akhirnya tadi malam saya berkesempatan mencoba sendiri di warung yang cukup sempit ini, karena Yogyakarta habis diguyur hujan maka tidak ada tikar untuk lesehan, alhasil saya dan adek saya harus menunggu beberapa saat untuk bisa gantian makan di warung.</p>
<p>Warung ini menyediakan hidangan dari ayam dan bebek. Sepertinya biasa saja, tapi tunggu dulu.. Khas dari warung Pak Man adalah sambelnya. Bila Anda sudah membaca tulisan saya tentang Ayam Kosek Panjiwo yang sangat pedas itu, ternyata masih kalah pedas dengan Ayam Goreng Pak Man.</p>
<p>Saya memesan 1 potong paha atas dan 1 gelas es teh, saat hidangan sudah datang ternyata saya mendapatkan tambahan sayuran yang terdiri dari kol, timun, kemangi, dan daun singkong. Selain itu 1 cobek kecil sambal Pak Man yang legendaris.</p>
<p>Sambal ini terlihat menantang karena berwarna merah dengan biji cabai yang banyak. Ketika saya cium sambalnya langsung menerbitkan air liur (bahkan saat sekarang saya sedang nulis ini). Suapan pertama, dengan kombinasi nasi, suwiran ayam, daun singkong, dan secocol sambal langsung bikin adrenalin naik. Luar biasa pedasnya!! Hal ini terus berlanjut hingga suapan berikutnya, keringat seperti nggak berhenti mengucur karena pedasnya. Karena ditantang sama adek bahwa saya harus menghabiskan sambalnya, maka saya harus merelakan sapu tangan basah kuyup untuk mengelap keringat yang terus  bercucuran. Di akhir suapan saya baru tau, kalau ternyata mayoritas pengunjung pasti tidak kuat untuk menghabiskan sambal yang cuma sedikit itu. Pantas saja!</p>
<p>Ayam goreng yang disajikan cukup enak, dengan gorengan yang pas dan potongan standar. Nasi juga hangat dengan porsi cukup, es teh juga enak dengan gelas standar. Total kerusakan untuk makan disini, lengkap dengan segelas es teh adalah 8500. Cukup murah untuk makan malam yang hot!</p>
<p>Akhirnya, peringkat sambal pedas sudah berubah. Sambal Pak Man sudah menggeser tahta Ayam Kosek Panjiwo. Anda suka pedas? Coba ke warung Pak Man, tapi jangan datang pada saat weekend, karena kemungkinan besar warung ini tutup. Yak.. warung aneh tapi mantab!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/07/ayam-goreng-pak-man-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayam Kosek Panjiwo</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2009/05/23/ayam-kosek-panjiwo/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2009/05/23/ayam-kosek-panjiwo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 11:27:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Post]]></category>
		<category><![CDATA[Resto]]></category>
		<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Ayam Goreng]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[
Bagi penggemar Ayam Goreng yang mungkin sudah mulai bosan dengan olahan yang itu-itu saja, mungkin bisa mencoba olahan ayam goreng yang satu ini. Yak, Ayam Kosek Panjiwo namanya.. Kalo Anda sering bepergian melewati kota Magelang, maka Anda dapat menemukan restoran ini dengan mudah.
Kenapa? Karena sesuai dengan namanya, yaitu Panjiwo yang berarti Depan Rumah Sakit Jiwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://i31.photobucket.com/albums/c400/mail2yogie/tukangmakan/22052009335.jpg" alt="" width="320" height="240" /></p>
<p>Bagi penggemar Ayam Goreng yang mungkin sudah mulai bosan dengan olahan yang itu-itu saja, mungkin bisa mencoba olahan ayam goreng yang satu ini. Yak, Ayam Kosek Panjiwo namanya.. Kalo Anda sering bepergian melewati kota Magelang, maka Anda dapat menemukan restoran ini dengan mudah.</p>
<p>Kenapa? Karena sesuai dengan namanya, yaitu Panjiwo yang berarti Depan Rumah Sakit Jiwa Magelang. Anda akan menjumpai sebuah restoran yang bergaya bambu-bambuan dan selalu penuh disaat jam makan siang. Restoran yang dimiliki oleh Ibu Edi Supartini ini buka dari jam 11 siang hingga jam 9 malam.</p>
<p><strong>Sambal Kosek</strong></p>
<p>Ayam Kosek Panjiwo ini terkenal berkat olahan sambalnya yang bernama Sambal Kosek yang luar biasa pedasnya. Kenapa dinamakan sambal kosek? Ternyata ini dikarenakan dari cara pengolahan sambal itu sendiri, yaitu dengan cara mem-penyet-kan sambal ke ayam goreng yang masih panas sehingga rasa pedasnya bisa merasuk kedalam daging.</p>
<p>Sambal kosek ini juga unik, karena bahan pembuatnya berbeda dengan sambal kebanyakan. Komposisi sambalnya terdiri dari cabai rawit, cabai merah kering, bawang putih, dan terasi. Sambalnya pun tidak diulek halus tapi cukup diulek kasar saja. Oh iya satu lagi, sambal ini tidak pake tomat, jadi bisa dibayangkan betapa pedasnya.</p>
<p><strong>Macam Hidangan</strong></p>
<p>Ayam Kosek Panjiwo ini bisa Anda nikmati dengan harga 10 ribu rupiah per potong atau 42 ribu per ekor. Selain itu Anda bisa memesan aneka lalapan dan minuman. Tumis kacang panjang di restoran ini cukup enak, dan kopi jawa yang disediakan juga cukup nikmat.</p>
<p>Kopi atau Teh Panjiwo juga merupakan minuman spesial di restoran ini, penyajiannya juga menarik yaitu menggunakan poci dan gula batu. Cukup menyegarkan badan disaat sedang melakukan perjalanan jauh.</p>
<p>Apalagi didukung dengan suasana yang asri karena restoran Ayam Goreng Panjiwo ini meyediakan dua macam tempat, yaitu lesehan dan kursi. Selain itu lokasinya juga terletak di pinggir sungai sehingga cukup menyegarkan mata setelah lelah menatap jalan yang panjang.</p>
<p><!--Session data--></p>
<p><!--Session data--></p>
<p><!--Session data--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2009/05/23/ayam-kosek-panjiwo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayam Goreng Priangan</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2007/12/28/ayam-goreng-priangan/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2007/12/28/ayam-goreng-priangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 11:23:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Ayam Goreng]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangmakan.com/blog/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Semenjak saya tinggal di semarang 9 tahun yang lalu, ada yang tidak berubah dari Kota Semarang mengenai budaya kulinernya. Walaupun banyak ragam kuliner muncul di kota ini tapi ada beberapa jenis makanan yang tidak akan tersingkir.
Salah satu yang tidak akan tersingkir (malah semakin bertambah) adalah warung ayam/bebek goreng. Warung ayam goreng sangat populer di Kota [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="depan warung by adi_ud, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/79962964@N00/2144430362/"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2369/2144430362_802bc1cd94_m.jpg" alt="depan warung" width="240" height="180" align="left" /></a>Semenjak saya tinggal di semarang 9 tahun yang lalu, ada yang tidak berubah dari Kota Semarang mengenai budaya kulinernya. Walaupun banyak ragam kuliner muncul di kota ini tapi ada beberapa jenis makanan yang tidak akan tersingkir.</p>
<p>Salah satu yang tidak akan tersingkir (malah semakin bertambah) adalah warung ayam/bebek goreng. Warung ayam goreng sangat populer di Kota Semarang buat para pekerja dan juga mahasiswa. Waktu saya mahasiswa dan sekali-kali ingin makan enak (selain makan di warteg), kaki saya pasti akan membawa lidah saya ke warung ayam goreng. Sudah tau rasanya dan jenis masakannya seperti apa tetapi tidak pernah merasa bosan.</p>
<p>Warung ayam goreng priangan merupakan salah satu warung favorit saya untuk makan ayam goreng. Letaknya di dekat hotel Grand Candi. Kalau dari arah AkPol (Akademi Polisi), warung ini terletak di sebelah kanan sekitar 200 meter sebelum Hotel Grand Candi.<span id="more-16"></span></p>
<p>Warung ini sangat mudah dikenali karena tulisan priangan sangat jelas tertulis di depan warung dan biasanya sewaktu jam makan malam banyak sekali kendaraan yang berdesakan untuk parkir di depan warung ini saking ramainya.</p>
<p>Warung ayam priangan buka dari sekitar jam 6 sore sampai sekitar jam 10 malam. Kalau sedang ramai sekali biasanya jam 9 malam sudah tutup karena ayamnya sudah habis.</p>
<p><a title="ayam+bebek+jantung by adi_ud, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/79962964@N00/2143640917/"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2031/2143640917_22c65cd9dc_m.jpg" alt="ayam+bebek+jantung" width="240" height="180" /></a><br />
Biasanya saya memesan ayam goreng dengan jeroan favorit saya yaitu jantung ayam. Sepertinya jarang ada warung yang menjual jantung ayam seperti disini.</p>
<p>Ayam disini rasanya sangat gurih dan empuk. Saya tidak tahu apakah rasa ayam yang gurih ini khas dari daerah jawa barat karena juga rasanya agak sedikit asin kalau belum terbiasa. Tapi untuk rasa pokoknya ayam disini termasuk yang no 1 untuk lidah saya. Sekitar 1 minggu yang lalu ketika mengunjungi warung ini bersama <a href="http://blog.hyudee.com/" target="_blank">Yudi</a>, saya agak sedikit kaget karena ternyata mereka mempunyai menu baru yaitu bebek. Langsung saja saya memesan bebek goreng (dan tentu saja dengan ayamnya juga <img src='http://blog.tukangmakan.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  ) karena bebek juga termasuk menu favorit saya kalau jajan di warung.</p>
<p>Setelah gigitan pertama .. hmmm&#8230; enak banget dan empuk. Pokoknya gak bakal menyesal makan bebek goreng di warung ini.</p>
<p><a title="sayuran by adi_ud, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/79962964@N00/2143633965/"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2306/2143633965_c407d5e241_m.jpg" alt="sayuran" width="180" height="240" /></a><br />
Kalau makan ayam di warung ayam priangan, lebih afdol ayam dimakan dengan nasi uduk. Rasanya memang nendang banget di lidah. Dan tidak lupa lalapannya tentu saja. Lalapan di warung ini terdiri dari daun singkong dan ketimun. Sambalnya di warung ini tidak terlalu pedas (karena saya kebetulan tidak terlalu suka pedas.), tetapi karena itu saya jadi makin suka. Rasa sambelnya agak sedikit manis juga.  Kalau kamu pencinta masakan pedas mungin harus minta porsi dobel untuk sambalnya.</p>
<p>Jadi siapa takut flu burung?? Sikat aja <em>bleh</em>!!</p>
<p>O iya hampir lupa, untuk 1 porsi ayam goreng, nasi uduk, jantung ayam dan teh hangat, total kerusakan sekitar 18.000 perak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2007/12/28/ayam-goreng-priangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayam Goreng Kalasan Simpang Lima</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2007/12/12/ayam-goreng-kalasan-simpang-lima/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2007/12/12/ayam-goreng-kalasan-simpang-lima/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Dec 2007 14:23:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Ayam Goreng]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangmakan.com/blog/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Tadi malam sebenarnya tidak ada rencana untuk hunting tapi karena kebetulan ada acara di sekitar Jl. Pahlawan saya langsung kontak yudi buat makan malam bareng karena rumah yudi dekat dengan tempat acara.
Akhirnya kita putuskan untuk makan di sekitar simpang lima dan mata saya langsung ngiler ketika melihat warung dengan ayam kalasan terpampang di depannya. Warung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi malam sebenarnya tidak ada rencana untuk <em>hunting</em> tapi karena kebetulan ada acara di sekitar Jl. Pahlawan saya langsung kontak yudi buat makan malam bareng karena rumah yudi dekat dengan tempat acara.</p>
<p>Akhirnya kita putuskan untuk makan di sekitar simpang lima dan mata saya langsung ngiler ketika melihat warung dengan ayam kalasan terpampang di depannya. Warung ini terletak dekat pos polisi depan E-Plaza. Didepan gerbang SMKN 7 Semarang persisnya.</p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2295/2105674001_1b93c82b37_m.jpg" alt="" width="240" height="180" /><br />
Saya belum pernah menyadari warung ini padahal sering ke simpang lima, kelihatannya lain kali harus lebih <em>muter-muter</em> di salah satu kawasan kuliner Kota Semarang ini.</p>
<p>Setelah memesan tidak harus menunggu lama sang ayam pun datang untuk menjadi korban perut saya malam itu. Selain ayam ada pete goreng yang warnanya mengundang selera untuk di makan sesegera mungkin.<span id="more-7"></span></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2275/2105674007_923072b353_m.jpg" alt="" width="180" height="240" /></p>
<p>Yang unik ternyata selain ayam ada kremesan tepungnya yang ternyata memang menjadi keunikan dalam menikmati ayam goreng kalasan ini.<br />
Rasa ayamnya gurih dan lembut, jadinya <em>maknyeslah</em> buat perut saya , dan petenya itu menambah selera untuk mengunyah lebih cepat sang korban tadi malam.</p>
<p>Untuk 1 pring nasi, 1 potong ayam ,  1 porsi pete dan sekedar teh hangat kita dikenai total 14.000 rupiah. Cukup terjanghkau untuk makan di daerah yang agak mahal seperti simpang lima.</p>
<p>Sempat bertanya-tanya kenapa namanya ayam kalasan. Ternyata ayam goreng kalasan itu khas dari kota gudeg Yogyakarta atau lebih tepatnya lagi penyajian khas ayam goreng daerah kalasan.</p>
<p>Jadi ingin menjelajah kota gudeg untuk menemukan ayam kalasan yang lebih nikmat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2007/12/12/ayam-goreng-kalasan-simpang-lima/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
