Peta Kuliner Semarang Versi Tukang Makan January 30, 2010 21 Comments
Pagi ini iseng-iseng membuat peta kuliner di semarang ala tukang makan mengunakan google maps. Ternyata google maps bisa menjadi alat yang sangat informatif untuk memberikan info tentang tempat-tempat kuliner di Semarang.

Tampilan Peta Kuliner Semarang
Kamu bisa klik disini untuk melihat petanya. Tampilannya cukup sederhana. Di sebelah kanan kamu bisa klik tempat-tempat kuliner yang ingin diketahui. Setelah diklik akan muncul lokasi di peta yang sudah saya tandai dengan informasi yang sudah saya berikan. Biasanya akan ada URL postingan yang sudah saya tulis beserta informasi mengenai lokasi tempat makan tersebut. Read the rest of this entry »
Asamnya Kopi Lampung 13 Comments
Kopi Indonesia saat ini ditilik dari hasilnya, menempat peringkat keempat terbesar di dunia. Kopi memiliki sejarah yang panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Indonesia diberkati dengan letak geografisnya yang sangatlah cocok bagi tanaman kopi. Letak Indonesia sangat ideal bagi iklim mikro untuk pertumbuhan dan produksi kopi. (via Wikipedia)
Tidak banyak soal sejarah kopi Indonesia yang dapat saya temukan di dunia maya. Karena kemarin saya baru mendapat kopi dari lampung oleh-oleh dari Lowo, saya jadi ada ide untuk membuat postingan soal kopi lampung. Tetapi soal kopi lampung-pun tidak banyak yang mengulasnya.
Dari wikipedia saya ketahui bahwa kopi di Indonesia diperkenalkan oleh pemerintah Belanda. Awalnya kopi ditanam disekitar Batavia (Jakarta), Sukabumi dan Bogor sebelum menyebar ke seluruh pulau Jawa, Sumatra dan Sulawesi. Read the rest of this entry »
Soto Semarang ala Bangkong January 25, 2010 12 Comments
Kalau ke Semarang belum nyobain Soto Bangkong pastinya perjalanan kuliner kamu belum lengkap. Memang di Semarang banyak bertebaran warung atau rumah makan soto. Tetapi yang bertahan dari puluhan tahun yang lalu hanya ada beberapa saja.
Berbeda dengan beberapa soto dari kota lain, soto dari semarang biasanya mempunyai kuah yang lebih bening. Termasuk soto bangkong ini. Dinamakan soto bangkong karena Pak Soleh (pemilik soto bangkong) memulai usahanya di Jl. Bangkong hingga saat ini. Pak Soleh memulai soto bangkong dari hanya ber-gerobak pikul pada tahun 1945-an hingga mempunyai beberapa cabang di kota lain yang dikelola oleh anak-anak beliau. Read the rest of this entry »
Citra Oriental Asem Asem Koh Liem January 21, 2010 6 Comments
Asem Asem: citra rasanya seperti garang asem dari kudus tetapi dimasak seperti sayur kebanyakan. Isi asem-asem daging sapi dengan aroma belimbing wulung yang sangat kuat

Harus diakui citra rasa kuliner Semarang banyak dipengaruhi oleh citra rasa masakan yang dibawa dari cina. Dari lumpia sampai asem asem. Salah satu warung asem asem yang bertahan hingga kini adalah warung asem asem Koh Liem.

Kalau kamu mencari sesuatu yang segar asem asem koh liem sepertinya cocok untuk disantap. Isi asem asem koh liem yaitu daging sapi dengan potongan cabe hijau dan tomat yang sangat kelihatan dan mengundang. Aroma belimbing wuluhpun sangat terasa sehingga membuat aroma segarnya semakin kuat.
Warung ini terletak di Jl. Karanganyar. Persisnya didepan SMA Loyola. Warungnya sendiri tampak sudah berusia cukup lama. Koh Liem memulai usaha ini sekitar 30 tahun yang lalu dan tetap bertahan hingga kini melayani pelanggannya. Layout warungnya sangat khas warung dengan kursi yang memanjang sehingga mampu menampung banyak orang.
Asem asem ini merupakan makanan jawa yang diolah lagi untuk disesuaikan dengan lidah orang Semarang. Satu porsinya dibandrol dengan harga 12.000. Dari lumpia hingga asem asem. Memang semarang banjir kuliner.
Picture Courtesy: Tukangmakan Ahmed

Legenda Lumpia Gang Lombok January 14, 2010 10 Comments
Lumpia adalah makanan khas semarang yang isinya terdiri dari rebung, telur, dan bisa dikombinasi dengan daging ayam, udang atau bahkan daging kepiting ~ Tukang Makan
Siapa yang tidak mengenal lumpia? Makanan khas dari semarang yang sudah sangat melegenda sebagai oleh-oleh yang must buy! Sebelumnya saya sudah pernah menulis Lumpia Mbak Lien. Lumpia Mbak Lien sudah dikenal sebagai lumpia yang paling banyak diburu.

Tetapi lumpia tertua di semarang adalah Lumpia Gang Lombok. Pak Purnomo saja yang merupakan generasi III pewaris lumpia gang lombok sudah tidak ingat sejaka kapan beliau mulai menjaga warungnya. Paling tidak beliau sudah berjualan selama 50 tahun di semarang dan masih setia duduk didepan warung untuk melayani pembeli. Read the rest of this entry »
Nikmatnya Soto Koya Bu Abdul January 9, 2010 6 Comments
Koya: bubuk berwarna kuning yang dibuat dari kerupuk udang dan digerus bersama bawang putih goreng.
Kemarin pagi, sewaktu hendak keluar rumah dan mencari angkot mata saya terbentur pada warung soto di pinggir jalan dekat salah satu gang masuk di Jatingaleh. Tertulis Soto Koya Bu Abdul, soto koya?
Biasanya koya digunakan untuk model soto ala surabaya atau di Jawa Timur. Soto ala Semarang biasanya kuahnya bening dan tidak pekat seperti soto di Jawa Timur. Karena perut juga masih kosong langsung saja saya masuk dan memesan soto ayam kampung. Ada 2 pilihan disini, soto ayam kampung dan soto daging.
Tidak begitu lama menunggu soto ayam kampung-pun datang. Bentuknya tidak banyak berbeda seperti soto ayam di semarang. Ditaruh dalam wadah mangkok yang tidak terlalu besar. Tetapi walaupun tampilannya mirip soto semarang ternyata isinya berbeda.
Memang masih ada bihun didalamnya tetapi ada kecambah (atau toge). Seingat saya sih tidak ada toge di soto semarang atau saya yang lupa. Ditambah lagi ada irisan-irisan kentang yang sudah digoreng. Saya tidak tahu soto seperti ini berasal dari daerah mana. Menurut saya ini seperti soto buatan rumah buatan (almh) mama yang suka menggunakan irisan-irisan tipis kentang goreng.
Tidak sampai 10 menit 1 porsi soto koya bu abdul langsung masuk ke perut saya. Memang koyanya begitu dicampur dengan soto membuat sensasi rasa sotonya sedikit berbeda.Kalau kamu terbiasa dengan soto semarang yang bening kelihatannya soto koya ini sedikit lebih nikmat deh. Rasa kaldunya lebih terasa dan lebih kental daripada soto semarang.
Satu porsi sotonya dibandrol sekitar Rp.6.000. Cukup mahal buat saya untuk menikmati semangkok soto. tetapi rasanya memang cukup ok. Letak warung soro ini persis disebelah warung nasi padang nusantara Jatingaleh.
Sepertinya salah menulis ini di pagi hari karena sekarang saya sudah merasa lapar lagi ingin sarapan. Cari sarapan ah…
Nasi Uduk Bu Ndermi December 27, 2009 17 Comments
Daerah tembalang saat ini sudah menjadi pusat kuliner tersendiri di Semarang karena menjadi pusat jajanan bagi mahasiswa, awalnya mungkin tidak terlalu ramai tetapi sekarang menjadi sangat ramai dengan aneka jenis kuliner. dari bubur ayam hingga chicken katsu dapat ditemukan di tembalang.
Saya sudah pernah menulis tentang bubur ayam pak brewok yang menjadi salah satu favorit sarapan tetapi karena bosan akhirnya menemukan tempat sarapan yang baru di tembalang yaitu Nasi Uduk Bu Ndermi.
Pertamakali makan di warung ini sempet mules-mules seharian, penyebabnya sambalnya yang suangaaaaat pedes. Pedesnya benar-benar merasuk jiwa *lebay*, tetapi kalau kamu suka pedas, Nasi Uduk Bu Ndermi ini sangat cocok buat dicoba.
Pada kesempatan kedua saya tentu saja saya mencoba tanpa sambalnya dan mulai bisa menikmati nasi uduknya, mantebh, pas banget untuk pencari sarapan seperti saya.
Biasanya pendamping nasi uduknya ayam bakar. Ternyata ayam bakarnyapun sudah terasa pedas karena bumbunya memang pedas. Wah pantesan waktu pertamakali makan mules-mules tujuh turunan, wong ayamnya saja sudah pedas. Tetapi jika tanpa sambal ayamnya masih bisa dinikmati oleh pencinta kuliner non pedas, enak kok, hanya sayangnya pedas. Diatas nasi uduknya ditimpali dengan bihun goreng, tempe kering dan bawang goreng seperti biasa, pokoknya bisa bikin GLEK-lah.
Sebenarnya sajian utama Bu Ndermi mungkin lontong opor, tetapi tetap buat saya nasi uduk yang no 1. Lokasi warung Bu Ndermi terletak di pinggir jalan langsung, sebelah kiri sebelum pombensin tembalang kalau masuk dari arah patung Diponegoro.
Satu porsi nasi uduk dengan ayam bakar plus teh manis dibandrol sekitar 10.000. Masih lumayanlah untuk sajian nasi uduk nan lezat, apalagi kita bisa mengambil kerupuk sesukanya. Waduh tiba-tiba saya menjadi sangat lapar, hunting sarapan dulu ah. ![]()

Kenyamanan Menu Indonesia di TDB November 23, 2009 15 Comments
Harus kita akui kalau tengah berburu masakan Indonesia, kenyamanan bukan menjadi perhatian utama karena sudah puas dengan kelezatan dari makanan itu sendiri entah ketika kita makan di warung, pinggir jalan maupun restaurant.
Nah kebetulan Tungdeblang (TDB) mulai awal November ini mengganti hampir semua menunya dengan mayoritas menu makanan Indonesia dari Ayam Bakar Taliwang sampai Tahu Gejrot yang menjadi favorit saya.
Menikmati makanan Indonesia dengan duduk di sofa merupakan hal yang mungkin tidak biasa, tetapi di TDB dimungkinkan dan memang menjadi sangat nyaman untuk bercengkrama dengan teman atau keluarga sambil menikmati makanan yang kita pesan. Read the rest of this entry »
Catatan FJB’09: Sate Klopo Bu Tiara October 30, 2009 15 Comments
Walau telat ini catatan perjalanan lidah saya di Festival Jajanan Bango 2009 kemarin. Dari masuk gerbang saya sudah mengincar sate klopo. Namanya saja sudah unik apalagi rasanya, sepertinya waktu itu memang saya mengincar sate klopo untuk makanan yang akan saya makan pertamakali di FJB’09.

Sate klopo seperti namanya yang pasti mengandung kelapa. Sate klopo sebenarnya sebuah sate ayam biasa yang dilumuri dengan parutan kelapa yang sudah dibumbui sehingga berwarna kekuningan. Kelihatannya dibumbui dengan kunyit.

Sama seperti sate ayam pada umumnya, sate klopo dibumbui dengan bumbu kacang dan diberi taburan kelapa sedikit. Yang pasti saya tidak menyesal memilih sate klopo karena memang rasanya berbeda dari sate ayam biasa. Rasanya gurih dan yang pasti rasa ayam dan kelapanya membuat sate klopo mantabhhhlah pokoknya.
Sate klopo kelihatannya memang berasal dari Kota Surabaya. Tidak rugilah jauh-jauh dari Semarang untuk menikmati kuliner nusantara yang disajikan FJB’09 ini.
Si Koyor dan Si Makmi October 20, 2009 26 Comments
Jadi kemarin waktu menulis tentang Nasi Koyornya Mbak Tum, Vicky nanya soal nasi koyor karena dia belum tau apa yang namanya koyor.
Koyor Makmi-Semarang
Pada dasarnya sih koyor itu urat sapi. Urat sapi ini bisa diolah apa saja, tetapi yang berlaku umum di Yogyakarta dan Semarang, koyor atau urat sapi ini diolah dengan kuah yang terasa pedas atau manis. Kalau di Yogyakarta kuahnya lebih terasa manis tetapi di Semarang manis dan pedas karena orang lidah orang Semarang yang tidak terlalu suka makanan yang terlalu manis. Read the rest of this entry »
Recent Comments