Nikmatnya Soto Koya Bu Abdul

6 Comments

Koya: bubuk berwarna kuning yang dibuat dari kerupuk udang dan digerus bersama bawang putih goreng.

Kemarin pagi, sewaktu hendak keluar rumah dan mencari angkot mata saya terbentur pada warung soto di pinggir jalan dekat salah satu gang masuk di Jatingaleh. Tertulis Soto Koya Bu Abdul, soto koya?

Biasanya koya digunakan untuk model soto ala surabaya atau di Jawa Timur. Soto ala Semarang biasanya kuahnya bening dan tidak pekat seperti soto di Jawa Timur. Karena perut juga masih kosong langsung saja saya masuk dan memesan soto ayam kampung. Ada 2 pilihan disini, soto ayam kampung dan soto daging.

Tidak begitu lama menunggu soto ayam kampung-pun datang. Bentuknya tidak banyak berbeda seperti soto ayam di semarang. Ditaruh dalam wadah mangkok yang tidak terlalu besar. Tetapi walaupun tampilannya mirip soto semarang ternyata isinya berbeda.

Memang masih ada bihun didalamnya tetapi ada kecambah (atau toge). Seingat saya sih tidak ada toge di soto semarang atau saya yang lupa. Ditambah lagi ada irisan-irisan kentang yang sudah digoreng. Saya tidak tahu soto seperti ini berasal dari daerah mana. Menurut saya ini seperti soto buatan rumah buatan (almh) mama yang suka menggunakan irisan-irisan tipis kentang goreng.

Tidak sampai 10 menit 1 porsi soto koya bu abdul langsung masuk ke perut saya. Memang koyanya begitu dicampur dengan soto membuat sensasi rasa sotonya sedikit berbeda.Kalau kamu terbiasa dengan soto semarang yang bening kelihatannya soto koya ini sedikit lebih nikmat deh. Rasa kaldunya lebih terasa dan lebih kental daripada soto semarang.

Satu porsi sotonya dibandrol sekitar Rp.6.000. Cukup mahal buat saya untuk menikmati semangkok soto. tetapi rasanya memang cukup ok. Letak warung soro ini persis disebelah warung nasi padang nusantara Jatingaleh.

Sepertinya salah menulis ini di pagi hari karena sekarang saya sudah merasa lapar lagi ingin sarapan. Cari sarapan ah… :D

Nasi Uduk Bu Ndermi

17 Comments

Daerah tembalang saat ini sudah menjadi pusat kuliner tersendiri di Semarang karena menjadi pusat jajanan bagi mahasiswa, awalnya mungkin tidak terlalu ramai tetapi sekarang menjadi sangat ramai dengan aneka jenis kuliner. dari bubur ayam hingga chicken katsu dapat ditemukan di tembalang.

Saya sudah pernah menulis tentang bubur ayam pak brewok yang menjadi salah satu favorit sarapan tetapi karena bosan akhirnya menemukan tempat sarapan yang baru di tembalang yaitu Nasi Uduk Bu Ndermi.


Pertamakali makan di warung ini sempet mules-mules seharian, penyebabnya sambalnya yang suangaaaaat pedes. Pedesnya benar-benar merasuk jiwa *lebay*, tetapi kalau kamu suka pedas, Nasi Uduk Bu Ndermi ini sangat cocok buat dicoba.

Pada kesempatan kedua saya tentu saja saya mencoba tanpa sambalnya dan mulai bisa menikmati nasi uduknya, mantebh, pas banget untuk pencari sarapan seperti saya.


Biasanya pendamping nasi uduknya ayam bakar. Ternyata ayam bakarnyapun sudah terasa pedas karena bumbunya memang pedas. Wah pantesan waktu pertamakali makan mules-mules tujuh turunan, wong ayamnya saja sudah pedas. Tetapi jika tanpa sambal ayamnya masih bisa dinikmati oleh pencinta kuliner non pedas, enak kok, hanya sayangnya pedas. Diatas nasi uduknya ditimpali dengan bihun goreng, tempe kering dan bawang goreng seperti biasa, pokoknya bisa bikin GLEK-lah.


Sebenarnya sajian utama Bu Ndermi mungkin lontong opor, tetapi tetap buat saya nasi uduk yang no 1. Lokasi warung Bu Ndermi terletak di pinggir jalan langsung, sebelah kiri sebelum pombensin tembalang kalau masuk dari arah patung Diponegoro.

Satu porsi nasi uduk dengan ayam bakar plus teh manis dibandrol sekitar 10.000. Masih lumayanlah untuk sajian nasi uduk nan lezat, apalagi kita bisa mengambil kerupuk sesukanya. Waduh tiba-tiba saya menjadi sangat lapar, hunting sarapan dulu ah. :)

Kenyamanan Menu Indonesia di TDB

13 Comments

Harus kita akui kalau tengah berburu masakan Indonesia, kenyamanan bukan menjadi perhatian utama karena sudah puas dengan kelezatan dari makanan itu sendiri entah ketika kita makan di warung, pinggir jalan maupun restaurant.

Nah kebetulan Tungdeblang (TDB) mulai awal November ini mengganti hampir semua menunya dengan mayoritas menu makanan Indonesia dari Ayam Bakar Taliwang sampai Tahu Gejrot yang menjadi favorit saya.


Menikmati makanan Indonesia dengan duduk di sofa merupakan hal yang mungkin tidak biasa, tetapi di TDB dimungkinkan dan memang menjadi sangat nyaman untuk bercengkrama dengan teman atau keluarga sambil menikmati makanan yang kita pesan. More

Catatan FJB’09: Sate Klopo Bu Tiara

15 Comments

Walau telat ini catatan perjalanan lidah saya di Festival Jajanan Bango 2009 kemarin. Dari masuk gerbang saya sudah mengincar sate klopo. Namanya saja sudah unik apalagi rasanya, sepertinya waktu itu memang saya mengincar sate klopo untuk makanan yang akan saya makan pertamakali di FJB’09.


Sate klopo seperti namanya yang pasti mengandung kelapa. Sate klopo sebenarnya sebuah sate ayam biasa yang dilumuri dengan parutan kelapa yang sudah dibumbui sehingga berwarna kekuningan. Kelihatannya dibumbui dengan kunyit.


Sama seperti sate ayam pada umumnya, sate klopo dibumbui dengan bumbu kacang dan diberi taburan kelapa sedikit. Yang pasti saya tidak menyesal memilih sate klopo karena memang rasanya berbeda dari sate ayam biasa. Rasanya gurih dan yang pasti rasa ayam dan kelapanya membuat sate klopo mantabhhhlah pokoknya.

Sate klopo kelihatannya memang berasal dari Kota Surabaya. Tidak rugilah jauh-jauh dari Semarang untuk menikmati kuliner nusantara yang disajikan FJB’09 ini.

Si Koyor dan Si Makmi

23 Comments

Jadi kemarin waktu menulis tentang Nasi Koyornya Mbak Tum, Vicky nanya soal nasi koyor karena dia belum tau apa yang namanya koyor.

Koyor Makmi-Semarang

Koyor Makmi-Semarang

Pada dasarnya sih koyor itu urat sapi. Urat sapi ini bisa diolah apa saja, tetapi yang berlaku umum di Yogyakarta dan Semarang, koyor atau urat sapi ini diolah dengan kuah yang terasa pedas atau manis. Kalau di Yogyakarta kuahnya lebih terasa manis tetapi di Semarang manis dan pedas karena orang lidah orang Semarang yang tidak terlalu suka makanan yang terlalu manis. More

Nasi Koyor Mbak Tum, Peterongan

21 Comments

Akhirnya ke warung Mbak Tum juga. Warung Mbak Tum terletak di seberang Sri Ratu, Peterongan, Semarang. Dari jaman pertamakali tinggal di Semarang sudah melewati jalan ini beratus kali tapi akhirnya baru sadar ada tempat makan enak setelah diajak Ari W kemarin waktu kita kelaparan di tengah malam.

More

Posting Kuliner Nusantara Favoritmu !!

27 Comments

Kebetulan beberapa bulan lalu saya dan kawan-kawan mendapatkan sebuah project untuk penulisan sebuah buku kuliner. Bukunya datang hari ini. I love it :D

Sebelumnya gak ada ide buat bagi-bagi buku ini tapi akhirnya berkat teman-teman di plurk jadi ada ide buat kontes kecil-kecilan ini.

Saya sediakan gratis 2 buku Wisata Jajan Solo dan Semarang (plus biaya kirim ke kota masing-masing di Indonesia) bagi 2 pemenang kontes kali ini.

Bagaimana caranya?

Pokoknya sih mudah saja. Karena buku kuliner kali ini bertema kuliner nusantara maka kontes kali ini juga bertema kuliner nusantara:
1. Posting di blogmu tentang pengalaman menyantap kuliner nusantara apa saja dan dimana saja.

2. Jangan lupa tampilkan foto kuliner beserta foto kamu dengan ‘korban’ yang masuk perut pada hari itu.

3. Pemenang akan dipilih oleh saya. Metode pemilihan pokoknya yang paling membuat saya ngiler dengan postingannya :P

4. Postingan ditunggu sampai tanggal 17 Oktober 2009 Pkl 24.00 WIB.

5. Silahkan meninggalkan link postinganmu pada kolom komen postingan  ini.

Mari makan!!!!!!

[Travelogue] Kopi Darat FJB 2009

2 Comments

Lanjutan dari [travelogue] Surabaya Part 1

Saya sebenarnya sudah lupa bahwa FJB terakhir itu akan diselenggarakan di Surabaya. Bukan lupa eventnya tapi lupa tanggalnya. Untung Fahmi dan Jie mengingatkan lewat YM. Kalau tahun lalu saya dari Semarang ke Jakarta, tahun ini ke Surabaya. Cerita tentang serunya perjalanan ke Surabaya bisa dilihat di [travelogue]  Surabaya part 1.

Sesampainya di stasiun Fahmi sudah siap menjemput dan langsung menuju rumah Fahmi yang hari itu saya tebengi selama saya di Surabaya. Setelah mandi langsung terlelap karena punggung yang pegel dan memang rencana ke FJB sekitar jam setengah 12 siang.

Kita berangkat ke FJB sekitar jam 12 siang dan dalam perjalanan menjemput Siwi juga. Wah jadi rame deh karena kicauan Siwi yang nan ceriwis. FJB Surabaya 2009 diselenggarakan di Lapangan Makodam Surabaya.

Perbedaan dengan FJB di Jakarta tahun lalu yang saya ikuti adalah adanya tenda yang cukup besar bagi pengunjung yang ingin menikmati makanan. Hal ini membantu sekali karena pada saat siang hari terik panas matahari sangat menyengat. Tidak menunggu lama saya langsung mencicipi Sate Klopo Bu Tiara, wah maknyuss banget. Dan sembari makan akhirnya saya bisa juga bertemu dengan jagoan-jagoan makan dari Surabaya seperti Jie dan Carlos (surabayafood.com). More

Bruschetta Buatan Rumah

3 Comments

Bikin bruschetta yuk !

Bruschetta adalah snack yang asalnya dari Italia tengah, lazimnya disajikan sebagai apetizer. Bruschetta ini termasuk hidangan yang cara membuatnya simpel. Intinya sebetulnya adalah roti yang dipanggang sehingga mengeras dan teksturnya crunchy alias garing, sedangkan toppingnya bisa bervariasi tergantung selera.

Mau mencoba membuat bruschetta? Ada resep bruschetta gampang. Moga-moga bahannya gampang diperoleh juga.

More

Lomba Kreativitas Bango 2009

2 Comments

Ternyata tahun ini, Festival Jajanan Bango juga menggelar Lomba Kreativitas Bango 2009.  Berikut press releasenya:

Pengantar
Dalam rangka pelaksanaan Festival Jajanan Bango (FJB) 09, Bango yang menjadi merek kecap andalan PT Unilever Indonesia Tbk, kembali menggelar lomba bertajuk ”Lomba Kreasi Bango 2009”, meliputi lomba penulisan artikel. Lomba foto, lomba ngeblog, dan lomba video. Penyelenggaraan berbagai lomba bernuansa kreatif ini merupakan salah satu segmen dari road show FJB 09 yang kali ini mengusung tema ”Festival Kelezatan Sepenuh Hati”. More

Older Entries Newer Entries