<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>:: TukangMakan.com ::</title>
	<atom:link href="http://blog.tukangmakan.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.tukangmakan.com</link>
	<description>makan ... makan dan makan lagi ....</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Aug 2010 21:57:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pengalaman Menyantap Escargot di Paris</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/08/14/pengalaman-menyantap-escargot-di-paris/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/08/14/pengalaman-menyantap-escargot-di-paris/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 19:43:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>christin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Western Food]]></category>
		<category><![CDATA[escargot]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner perancis]]></category>
		<category><![CDATA[Steak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=872</guid>
		<description><![CDATA[Ketika berkunjung ke Paris beberapa minggu yang lalu, hal pertama yang terpikir di kepala saya adalah saya harus mencoba kuliner khas Perancis : escargot. Dalam bahasa Perancis, escargot artinya siput.
Di daerah Quarter Latin yang tumpah ruah dengan restoran, cafe, brasserie hingga pizzeria, saya melongok ke menu yang (biasanya) tersedia di muka resto ybs. Rupanya tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika berkunjung ke Paris beberapa minggu yang lalu, hal pertama yang terpikir di kepala saya adalah saya harus mencoba kuliner khas Perancis : <em>escargot</em>. Dalam bahasa Perancis, <em>escargot </em>artinya siput.</p>
<p>Di daerah Quarter Latin yang tumpah ruah dengan restoran, cafe, <em>brasserie</em> hingga <em>pizzeria</em>, saya melongok ke menu yang (biasanya) tersedia di muka resto ybs. Rupanya tidak semua tempat makan menyediakan menu<em> escargot</em> <img src='http://blog.tukangmakan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Jadilah saya masuk ke dalam salah satu restoran yang menyajikan menu <em>escargot</em> di menunya.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 356px"><a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs275.snc4/40110_417624279683_690249683_4484110_1074324_n.jpg"><img src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs275.snc4/40110_417624279683_690249683_4484110_1074324_n.jpg" alt="Escargots de Bourgogne" width="346" height="259" /></a><p class="wp-caption-text">Escargots de Bourgogne</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 356px"><a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs275.snc4/40110_417624284683_690249683_4484111_3699671_n.jpg"><img src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs275.snc4/40110_417624284683_690249683_4484111_3699671_n.jpg" alt="" width="346" height="259" /></a><p class="wp-caption-text">Escargots de Bourgogne</p></div>
<p><span id="more-872"></span>Biasanya <em>escargot</em> disajikan sebagai hidangan pembuka. Menu yang saya pilih adalah <em>escargot de Bourgogne</em>, yang artinya siput dari daerah Burgundy. Siput dikeluarkan dari cangkangnya, lalu diberi bumbu bawang putih, minyak bawang/minyak zaitun dan <em>parsley butter</em>. Siputnya dimasak dengan cukup hati-hati sehingga bumbunya merasuk namun kekenyalannya tetap terjaga.</p>
<p>Menu selanjutnya yang saya coba adalah <em>faux fillet sauce au Roquefort</em> (saya <em>gak</em> tau gimana ngejanya <img src='http://blog.tukangmakan.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  ), steak sapi dengan saus Roquefort. Roquefort adalah <em>blue cheese</em> dari susu domba. Rasa saus Roquefort ini khas sekali dan aromanya tajam. Ketika makanan disajikan saya rada terkejut karena steak disajikan dengan <em>french fries</em> alih-alih kentang rebus/kukus atau <em>mashed potato</em> seperti biasa <img src='http://blog.tukangmakan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 356px"><a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs275.snc4/40110_417624289683_690249683_4484112_8151953_n.jpg"><img class="  " src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs275.snc4/40110_417624289683_690249683_4484112_8151953_n.jpg" alt="faux filet au sauce Roqueforte" width="346" height="259" /></a><p class="wp-caption-text">faux filet au sauce Roqueforte</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 356px"><a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs135.ash2/40110_417624294683_690249683_4484113_1046362_n.jpg"><img class="  " src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs135.ash2/40110_417624294683_690249683_4484113_1046362_n.jpg" alt="" width="346" height="259" /></a><p class="wp-caption-text">faux filet au sauce Roquefort</p></div>
<p>Rasanya belum puas, masih ingin mencoba menu kuliner Perancis yang lain seperti <em>foie gras, fondue</em>, atau <em>ratatouille</em> tapi perut dan dompet sudah tidak cukup. Lain kali mungkin kalau ada rejeki <img src='http://blog.tukangmakan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tips : ketika makan steak sebaiknya daging jangan dimasak dalam kondisi <em>well done</em> karena akan mengurangi cita rasa saus. Kalau tidak tahan makan daging <em>medium rare</em>, <em>medium done</em> boleh lah asal jangan terlalu <em>well done</em> apalagi <em>overcooked</em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/08/14/pengalaman-menyantap-escargot-di-paris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resep Cream Soup Yang Mudah</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/08/01/resep-cream-soup-yang-mudah/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/08/01/resep-cream-soup-yang-mudah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jul 2010 23:43:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resep]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Resep Cream Soup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=866</guid>
		<description><![CDATA[Kalau sedang malas makan atau sedang tidak enak badan, saya biasanya mengkonsumsi cream soup untuk menghangatkan badan atau meningkatkan selera makan.
Cream soup instan sebenarnya bisa didapatkan di toko kelontong terdekat atau Indo/Alfa-mart. Tapi terinspirasi dari postingannya Titiw, cream soup ini bisa kita tambahkan bahan supaya menjadi lebih enak loh.
Bahan-bahannya:

Cream soup instan rasa ayam.
Isi tambahan bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau sedang malas makan atau sedang tidak enak badan, saya biasanya mengkonsumsi <em>cream soup</em> untuk menghangatkan badan atau meningkatkan selera makan.</p>
<p><em>Cream soup</em> instan sebenarnya bisa didapatkan di toko kelontong terdekat atau Indo/Alfa-mart. Tapi terinspirasi dari <a href="http://www.titiw.com/2010/07/11/resep-chicken-cream-soup/" target="_blank">postingannya Titiw</a>, <em>cream soup</em> ini bisa kita tambahkan bahan supaya menjadi lebih enak loh.</p>
<p>Bahan-bahannya:</p>
<ul>
<li><em>Cream soup</em> instan rasa ayam.</li>
<li>Isi tambahan bisa apa saja dari sosis atau kalau punya sisa <a href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/16/resep-bumbu-ayam-goreng/" target="_blank">ayam yang sudah dibumbui</a> di kulkas boleh saja disuir lalu dimasukkan. (untuk resep bumbu ayam bisa dicek di <a href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/16/resep-bumbu-ayam-goreng/" target="_blank">postingan saya disini</a>)</li>
<li>1 buah bawang bombay yang kecil</li>
<li>2 siung bawang putih yang kecil</li>
<li>Telur ayam 1 buah saja, jangan dikocok, tapi diaduk pelan sampai kuning &amp; putih telur menyatu.</li>
</ul>
<p><span id="more-866"></span>Cara membuat:</p>
<ul>
<li>Tuangkan sup instan ke panci, dengan 2,5 &#8211; 3 gelas air (gelasnya jangan yang besar yah). Diaduk dulu samapi merata. Kalau saya kebetulan punya pengocok telur dirumah jadi saya menggunakan itu saja. Pokoknya sebelum kena api bahan dengan air harus merata dulu soalnya bisa saja nanti menggumpal.</li>
<li>Cacah bawang dan sosis/ayam sesukamu.</li>
<li>Tumis  bawang dengan api kecil. Lalu masukkan sosis atau suiran ayam sampai matang dan harum. Angkat dan tiriskan.</li>
<li>Masak campuran air dan sup instan yang sudah merata tadi dengan api yang paling kecil dan diaduk memutar perlahan-lahan. Disini nih intinya, kita harus sabar dalam mengaduk sup ini. Sekitar 5 menit untuk terus mengaduk dengan api kecil ini.</li>
<li>Ketika cream soup dirasa sudah hampir mengental dan mendidih masukkan tumisan bawang dan sosis tadi.</li>
<li>Aduk semua hingga mendidih dan cream soup mengental lalu masukkan telur yang sudah diaduk tadi kedalam cream soup. Aduk sebentar, lalu matikan api.</li>
</ul>
<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/NFKia2PWiGcTfro4CI3wdrq3gG7p_dzefWXktuaKXdc?feat=embedwebsite"><img src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TFDMjh3UIwI/AAAAAAAAFwQ/uIzz1OORruw/s400/38216_449643826619_695856619_6561356_3961760_n.jpg" alt="" /></a><br />
Nah, <em>cream soup</em>nya sudah siap untuk dihidangkan. Yuk mari makan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/08/01/resep-cream-soup-yang-mudah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bandeng Budheng</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/22/bandeng-budheng/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/22/bandeng-budheng/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 18:38:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Resto]]></category>
		<category><![CDATA[ikan]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=832</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun kota Semarang dikenal sebagai tempat membeli oleh-oleh ikan Bandeng duri lunak atau tanpa duri, tapi saya masih jarang menemukan tempat makan yang menyediakan menu khusus olahan ikan Bandeng tersebut. Rata-rata ikan bandeng yang dijual di warung makan hanya digoreng biasa, itupun bandeng bukan yang duri lunak atau tanpa duri.
Tadi siang, saya dan beberapa teman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-834" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/22/bandeng-budheng/dsc09548/"><img class="alignleft size-medium wp-image-834" title="Bandeng Budheng" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC09548-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Walaupun kota Semarang dikenal sebagai tempat membeli oleh-oleh ikan Bandeng duri lunak atau tanpa duri, tapi saya masih jarang menemukan tempat makan yang menyediakan menu khusus olahan ikan Bandeng tersebut. Rata-rata ikan bandeng yang dijual di warung makan hanya digoreng biasa, itupun bandeng bukan yang duri lunak atau tanpa duri.</p>
<p>Tadi siang, saya dan beberapa teman &#8220;menemukan&#8221; tempat makan yang menyediakan menu olahan daging ikan Bandeng. Tempatnya juga tidak jauh dari rumah, yaitu di Tlogosari. Tepatnya di Jalan Parang Kusumo VI No 1 Tlogosari Semarang. Patokannya dari pintu gerbang Tlogosari maju terus hingga Jembatan 1, belok kiri dan belok kiri lagi. Tempat makan yang bernama Bandeng Budheng ini berada di kanan jalan setelah Masjid. Tepatnya di tanda A pada peta.</p>
<p><span id="more-832"></span></p>
<div id="attachment_833" class="wp-caption aligncenter" style="width: 464px"><a rel="attachment wp-att-833" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/22/bandeng-budheng/peta/"><img class="size-full wp-image-833 " title="Peta " src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/peta.jpg" alt="" width="454" height="340" /></a><p class="wp-caption-text">Tanda A - Jalan Parang Kusumo VI No 1</p></div>
<p>Lokasi tempat makan ini tidak sulit untuk ditemukan, karena dari pinggir jalan sudah ada penanda berupa spanduk MMT yang dipajang tepat di depan tempat makan. Setting tempat makan juga bisa dipilih sesuai keinginan, bisa lesehan atau duduk di kursi. Tadi kami memilih untuk makan di &#8220;pondokan&#8221; di depan yang bisa menampung hingga belasan orang. Oh iya, disediakan televisi dan hotspot area untuk menambah kenyamanan kita dalam menikmati hidangan.</p>
<p>Yang unik adalah, kita bisa memanfaatkan layanan spa ikan secara gratis. Cukup menghubungi pelayan disana nanti kita akan dipandu tata cara melakukan spa ikan. Apaan sih spa ikan? Itu lhoo.. yang kaki dicemplungin ke kolam ikan kecil-kecil, nanti ikannya akan merubung kaki dan nggigitin kaki. Rasanya geli-geli gimana gitu.</p>
<p>Baiklah kembali ke pokok bahasan. Seperti yang sudah saya singgung sedikit diatas, warung Bandeng Budheng ini menyediakan berbagai olahan masakan berbahan dasar ikan Bandeng. Mari kita bahas satu persatu.</p>
<p><strong>Bakso Bandeng</strong></p>
<p>Inilah alasan kami untuk datang ke warung Bandeng Budheng. Saya sudah sering mencoba bakso sapi dan bakso kakap, tapi belum pernah dengar yang namanya bakso bandeng. Teman saya bilang bahwa rasanya tidak jauh berbeda dengan bakso ikan tapi teksturnya lebih lembut. Bisa jadi dikarenakan daging ikan Bandeng yang sudah lembut membuat bakso yang dihasilkan juga lembut.</p>
<div id="attachment_845" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-845" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/22/bandeng-budheng/dsc09559/"><img class="size-medium wp-image-845" title="Bakso Bandeng" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC09559-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bakso Bandeng</p></div>
<p>Bakso Bandeng ini disajikan seperti halnya bakso sapi biasa, terdiri dari 5 bakso kecil bandeng, mie, dan sayur. Teman saya, sebut saja Mr. R agak protes karena bakso yang disajikan agak berbeda dengan gambar. Kalau melihat dari gambar di menu, seharusnya komposisinya terdiri dari 4 bakso kecil dan 1 bakso besar. Tapi mana bakso besarnya?</p>
<p>Harga untuk menikmati Bakso Bandeng ini cukup murah, hanya Rp 5000 (lima-ribu-rupiah) saja. Cukup murah dan kenyang, pas untuk makan siang.</p>
<p><strong>Bandeng Bakar.</strong></p>
<div id="attachment_848" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-848" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/22/bandeng-budheng/dsc09553/"><img class="size-medium wp-image-848" title="Bandeng Bakar" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC09553-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bandeng Bakar</p></div>
<p>Menu kedua yang kami pesan adalah Bandeng Bakar, terdiri dari 1 ekor ikan Bandeng yang dibelah menjadi dua kemudian dibakar. Kualitas bakarannya cukup baik, bumbu bakarannya juga enak, dan warna ikan bakarnya juga menarik, tidak gosong tapi matang. Bagus lah pokoknya.</p>
<p>Jangan khawatir dengan duri yang ikut terbakar, karena semua ikan Bandeng yang disajikan disini adalah bandeng tanpa duri. Harga per ikan bakar ini adalah Rp 8000 (delapan-ribu-rupiah) tanpa nasi putih.</p>
<p><strong>Bandeng Goreng Crispy</strong></p>
<p>Ini adalah menu yang saya pesan, karena saya tidak begitu suka dengan ikan bakar. Bandeng Crispy, sesuai dengan namanya maka proses memasaknya ikan Bandeng dilumuri dengan tepung baru kemudian di goreng. Sebenernya saya juga kurang menyukai makanan yang diberi tepung, karena bisa sedikit menghilangkan rasa aslinya dan kadang masih mengandung sisa minyak goreng yang menimbulkan rasa eneg ketika dimakan.</p>
<div id="attachment_851" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-851" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/22/bandeng-budheng/dsc09557/"><img class="size-medium wp-image-851" title="Bandeng Crispy" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC09557-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bandeng Crispy</p></div>
<p>Bandeng Crispy ini berisi 2 ekor (iya 2 ekor) ikan Bandeng berukuran kecil yang seluruhnya dibalut tepung. Hasil gorengannya cukup bagus, sepertinya menggunakan api kecil karena tidak ada noda gosong pada tepung. Tapi proses penyaringan sebaiknya sedikit diperlama supaya minyaknya benar-benar tidak tertinggal pada tepung. Dulu saya pake trik dengan tissue sehingga mempercepat proses penyaringan.</p>
<p>Untuk rasa saya bilang sih standar saja, bisa jadi karena ada tepungnya sehingga saya tidak bisa menilai rasa makanan. Mungkin lain kali saya akan memesan menu yang berbeda atau rekues tanpa tepung saja. Harga Bandeng Crispy ini sama dengan Bandeng Bakar yaitu Rp 8000 (delapan-ribu-rupiah).</p>
<p><strong>Bakso Tusuk</strong></p>
<div id="attachment_856" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-856" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/22/bandeng-budheng/dsc09558/"><img class="size-medium wp-image-856" title="Bakso Tusuk" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC09558-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bakso Tusuk</p></div>
<p>Hehehe menu ini saya pesan karena penasaran dengan namanya, harganya juga cukup murah yaitu Rp 2000 (dua-ribu-rupiah) per tusuk. Apalagi saya tidak memesan bakso bandengnya, yaa itung-itung sebagai obat penasaran. Ternyata Bakso Tusuk ini terdisi dari 3 butir bakso goreng tepung (duh tepung lagiii) yang ditusuk seperti sate, dan tentu saja bakso ini dibuat dari daging ikan Bandeng.</p>
<p>Yak, itulah liputan saya tentang rumah makan Bandeng Budheng yang terletak di Tlogosari. Warung ini buka setiap hari dari jam 11.30 &#8211; 21.30, cocok sekali untuk makan siang dan makan malam. Tempatnya cukup strategis dan nyaman, bisa menampung hingga belasan orang. Pelayannya juga cukup ramah dan kooperatif ditambah adanya fasilitas seperti Spa Ikan, TV, dan Hotspot Area membuat acara makan semakin nikmat.</p>
<p>Selamat Makan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/22/bandeng-budheng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kota Malang Gudangnya Makanan Jawa Timur</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 06:03:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Resto]]></category>
		<category><![CDATA[Soto]]></category>
		<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Ayam Goreng]]></category>
		<category><![CDATA[Bakso]]></category>
		<category><![CDATA[Soto Daging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=795</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama saya mendengar cerita bahwa kota Malang menyimpan berbagai macam sajian makanan yang bermacam-macam. Berbagai olahan makanan tersedia di sana, bisa dikatakan Malang setara dengan kota Jogja dan Bandung yang memiliki berbagai macam makanan enak. Tapi karena jarak yang cukup jauh dan tidak ada saudara di Jawa Timur membuat saya selalu menunda keinginan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-813" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/yogie-goes-to-malang/"><img class="alignleft size-medium wp-image-813" title="yogie-goes-to-malang" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/yogie-goes-to-malang-193x300.jpg" alt="" width="193" height="300" /></a>Sudah lama saya mendengar cerita bahwa kota Malang menyimpan berbagai macam sajian makanan yang bermacam-macam. Berbagai olahan makanan tersedia di sana, bisa dikatakan Malang setara dengan kota Jogja dan Bandung yang memiliki berbagai macam makanan enak. Tapi karena jarak yang cukup jauh dan tidak ada saudara di Jawa Timur membuat saya selalu menunda keinginan untuk berburu kuliner disana.</p>
<p>Akhirnya kesempatan pergi ke Malang datang juga saat teman-teman kuliah S2 MMI UGM Yogyakarta mengadakan piknik berkedok studi banding ke kota Malang pada 5-7 Juli 2010. Horeeeee.. kesempatan ini tidak boleh saya sia-siakan! Peralatan perang seperti kamera, buku catatan, dan tentunya perut sudah saya siapkan dan latih jauh-jauh hari. Targetnya sih bisa mencoba makanan yang digoreng, berkuah, dan bersantan.</p>
<p>Baiklah, cerita perjalanan nggak usah saya ceritakan ya.. misal tertarik sih bisa baca di blog pribadi saya aja. Ntar kalo saya tulis disini bisa dipentung om admin hihihi&#8230;</p>
<p><span id="more-795"></span></p>
<p><strong>Bakso Kota Cak Man</strong></p>
<p>Setelah melakukan perjalanan 12 jam dari Jogja-Malang melalui jalur Surabaya, saya pengen makan sesuatu yang panas. Maka pilihan saya adalah mencoba bakso, nah Malang mempunyai Bakso Kota Cak Man yang cabangnya sudah dibuka hampir di setiap kota di Jawa. Selama saya di Semarang atau Jogja, blom pernah mampir ke bakso ini, tapi berhubung saya berada di Malang, maka wajib hukumnya untuk mencoba bakso ini.</p>
<div id="attachment_796" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-796" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/bakso-cak-man/"><img class="size-medium wp-image-796" title="Bakso Kota Cak Man" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/bakso-cak-man-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bakso Kota Cak Man</p></div>
<p>Sistem pemesanan bakso ini cukup unik, yaitu kita mengambil sendiri bakso yang akan kita pesan. Nah harga yang kita bayar sesuai dengan isi yang kita masukkan ke dalam mangkok. Pilihannya cukup banyak, mulai dari bakso goreng, siomay goreng, mie putih, mie kuning, pangsit goreng, dan lain-lain. Beberapa teman bahkan karena saking laparnya mengambil semua isi sehingga butuh 2 mangkok untuk menampungnya.</p>
<p>Tips dari saya, pilih 3-5 macam saja karena ukurannya cukup besar dan saat ditambah kuah oleh pelayannya maka mangkok kita terkesan penuh. Selain itu untuk menghemat perut dan duit :p</p>
<p>Total kerusakan saya hari itu Rp 14.000 (empat-belas-ribu-rupiah) sudah termasuk air mineral botol. Komposisi bakso saya adalah : bakso goreng, bakso daging, bakso jumbo, siomay, pangsit goreng, dan mie kuning. Kuah yang panas membuat kening keringetan dan mencerahkan mata hehehe. Oh iya, saya tidak menambahkan saos, kecap, ataupun sambal disaat mencoba semua makanan supaya tau rasa aslinya.</p>
<p>Menurut saya, rasanya masih kurang nendang dibandingkan dengan Bakso Kepala Sapi, tapi tentunya masih diatas dibandingkan bakso sapi biasa. Jadi untuk saat ini gelar bakso terbaik menurut saya masih dipegang oleh Bakso Kepala Sapi</p>
<p><strong>Ayam Goreng Pak Sholeh</strong></p>
<p><a rel="attachment wp-att-800" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/ayam-goreng-pak-sholeh/"><img class="alignleft size-medium wp-image-800" title="Ayam Goreng Pak Sholeh" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/ayam-goreng-pak-sholeh-254x300.jpg" alt="" width="254" height="300" /></a>Saatnya mencari makan malam! Setelah berdiskusi sebentar dengan teman yang asli Malang, sebut saja Ms N maka kita memutuskan untuk menuju ke rumah makan ayam goreng Pak Sholeh yang legendaris. Oh iya, Ms N ini yang menjadi guide kami selama di Malang, banyak informasi yang saya dapatkan seputar kota Malang. Mencari bakso di Malang lebih mudah daripada mencari nasi goreng.</p>
<p>Rombongan kami tiba di rumah makan Ayam Goreng Pak Sholeh sekitar jam 18.30. Ternyata rumah makan ini cukup besar dan ramai. Ms N tidak membawa kami ke pusatnya karena terlalu jauh dan tidak sejalan dengan rute jalan-jalan malam itu, tapi Ms N menjamin rasanya tidak kalah dengan yang dipusat. Struktur bangunannya berbentuk rumah, namun di dalamnya dibuat semacam sekat-sekat kubikel lesehan. Karena kami datang dengan 2 mobil, maka dibutuhkan 2 kubikel untuk menampung kami.</p>
<p>Menu yang ditawarkan cukup bervariasi, diantaranya ayam goreng dan bakar, gurame goreng dan bakar, pecel lele, tempe bacem, sambal terong, cah kangkung. Sayangnya saat itu yang tersedia tinggal ayam goreng dan gurame goreng. Yang lain sudah ludes terjual. Akhirnya kami kompak pesen ayam goreng supaya tidak terlalu lama menunggu. Oh iya untuk minumnya saya pesan Es Beras Kencur yang bikin perut anget.</p>
<p>Ternyata sodara-sodara, pelayannya sangat cepat! 14 porsi makanan dan minumannya bisa disajikan kurang dari 15 menit! Kami saja cukup kaget saat makanan datang, kirain pesenan orang lain.</p>
<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_806" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-806" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/ayam-goreng-pak-sholeh-2/"><img class="size-medium wp-image-806 " title="Ayam Goreng Pak Sholeh" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/ayam-goreng-pak-sholeh-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Ayam Goreng Pak Sholeh</p></div>
<p>Rasa ayam gorengnya cukup enak, gorengannya pas dan seperti ayam goreng jogja yang agak manis. Sayangnya potongannya kecil buat saya, jadi saya ngambil satu potong lagi entah itu jatah punya siapa hahaha.. Nasi disajikan di wakul dengan kondisi masih panas dan mengundang selera makan. Sambalnya juga disajikan di cobek, kalo ndak salah namanya sambal oki yang rasanya cukup pedas. Lalapannya terdiri dari timun, kacang panjang, dan daun kemangi. Total kerusakan malam itu Rp 15.000 (lima-belas-ribu-rupiah).</p>
<p><strong>Soto Babat dan Krengsengan Daging Sapi</strong></p>
<p>Besoknya, setelah seharian jalan-jalan ke berbagai obyek wisata di kota Malang, kami merasa cukup kelaparan. Ms N kali ini tidak memiliki ide untuk mengajak kami makan dimana, akhirnya mampir dulu ke masjid UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) yang megah. Nah, sehabis shalat Ms N ingat bahwa dia pernah makan di warung depan masjid tersebut, menu yang ditawarkan juga cukup bervariasi. Akhirnya kami pun beringsut menuju kesana karena rasa lapar sudah tak tertahankan lagi. Ternyata, terdapat beberapa warung yang menawarkan menu yang bervariasi. Saya dan beberapa orang akhirnya memilih ke Warung Rezeqi yang menyediakan Soto Babat dan Krengsengan Daging Sapi.</p>
<div id="attachment_816" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-816" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/soto-babat/"><img class="size-medium wp-image-816" title="Soto Babat" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/soto-babat-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Soto Babat</p></div>
<p>Saya memesan Soto Babat, karena belum pernah mencobanya hehehe.. Ternyata sotonya berbeda dengan soto Semarang yang berkuah bening, soto babat ini berwarna agak kehitaman dan kuahnya agak asin, mungkin memang khas makanan jawa timuran yang cenderung asin atau mungkin juga berasal dari santan. Komposisinya terdiri dari potongan daging babat yang cukup banyak dan besar, kemudian ada topping kol dan toge yang banyak juga.</p>
<p>Kita bisa meminta penyajian campur atau pisah. Maksudnya, kalo pisah artinya nasi dan soto disajikan dalam piring terpisah, kalo campur dijadikan satu. Ternyata porsi yang cukup besar ini membuat perut saya tidak mampu lagi untuk mencoba menu yang lain. Apalagi setelah tau ternyata Krengsengan Daging Sapi itu merupakan makanan besar, bukan cemilan. Sepertinya saya harus bersabar untuk mencobanya di lain kesempatan.</p>
<div id="attachment_819" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-819" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/krengsengan-daging-sapi/"><img class="size-medium wp-image-819" title="Krengesengan Daging Sapi" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/krengsengan-daging-sapi-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Krengesengan Daging Sapi</p></div>
<p>Pucuk ditiba ulam tiba, saat perjalanan pulang ke Jogja kami beristirahat di rumah makan jawa timuran. Ketika membaca menu terdapat Krengsengan daging yang tadi siang belum sempat saya coba. Langsung saja saya memesan daripada penasaran dibawa sampe rumah hehehe..</p>
<p>Hmm.. ternyata menu ini berbeda dengan bayangan saya, karena disajikan berkuah. Pikir saya akan berbentuk daging goreng tapi ternyata bukan. Rasanya standar saja atau mungkin karena faktor warung yang tidak terkenal saja. Dagingnya cukup lembut dan mudah dipotong dengan sendok garpu, ketika dikunyah juga cukup nyaman tapi berpotensi nyangkut di gigi. Tidak ada komentar khusus mengenai menu ini.</p>
<p><strong>Akhir kata</strong></p>
<p>Yak, begitulah sekilas laporan saya dari jalan-jalan ke kota Malang. Sebetulnya kami sempat dijamu nasi rawon di rumah Ms N, namun karena faktor kelaparan malah lupa motret hehehe.. Yang jadi pembeda rawon di Malang dan Semarang itu, di Malang ga pake daun melinjo. Tapi rasanya sama saja.. rasa rawon hihihi</p>
<p>Selamat Makan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Smoked beef quiche</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/smoked-beef-quiche/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/smoked-beef-quiche/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 05:12:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbak titut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resep]]></category>
		<category><![CDATA[beef]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=799</guid>
		<description><![CDATA[
Bahan:
300 ml sour cream atau cream atau susu
3-4 butir telur, kocok
2 lembar puff pastry siap pakai ukuran 30 x 30 cm (kalau di Jakarta, saya beli di Blue Bell).
200 gr smoked beef, potong dadu
1 butir bawang bombay, cincang
1 sm ground oregano
1 sm ground basil
1/2 st ground pala
garam
50 gr cheddar cheese untuk taburan
2 sm olive oil/margarine/minyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-803" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/smoked-beef-quiche/quiche-2/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-803" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/quiche-2-300x223.jpg" alt="" width="300" height="223" /></a><br />
Bahan:<br />
300 ml sour cream atau cream atau susu<br />
3-4 butir telur, kocok<br />
2 lembar puff pastry siap pakai ukuran 30 x 30 cm (kalau di Jakarta, saya beli di Blue Bell).<br />
200 gr smoked beef, potong dadu<br />
1 butir bawang bombay, cincang<br />
1 sm ground oregano<br />
1 sm ground basil<br />
1/2 st ground pala<br />
garam<br />
50 gr cheddar cheese untuk taburan<br />
2 sm olive oil/margarine/minyak goreng</p>
<p>Cara:<br />
1. siapkan loyang loaf 20 x 10 x 8 &#8211; olesi dengan margarine/olive oil<br />
susun puff pastry sebagai alas menutupi semua permukaan loyang,sisihkan.<br />
2. panaskan olive oil/margarine/minyak goreng, lalu tumis bawang bombay sampai harum, masukan smoked beef sampai baunya harum. matikan api.<br />
3. masukan sour cream/cream/susu &#8211; aduk rata, masukan telur kocok &#8211; aduk rata.<br />
4. tambahkan garam, pala, basil dan oregano<br />
5. panggang dalam oven 190 derajat celcius. setelah 20 menit, taburkan cheddar cheese dan lanjutkan memanggang sampai permukaan quiche berwarna keemasan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/smoked-beef-quiche/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sop Buntut Bakar Djatilegi</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/sop-buntut-bakar-djatilegi/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/sop-buntut-bakar-djatilegi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jul 2010 18:25:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resto]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Sop Buntut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=780</guid>
		<description><![CDATA[
Sebetulnya pertemuan dengan restoran Djatilegi ini tidak disengaja. Ceritanya saat saya dan beberapa teman merasa kelaparan setelah menonton film di XXI Paragon, kami memutuskan untuk makan di FoodCourt Paragon yang terletak di lantai 3. Disitulah saya menemukan Djatilegi.. Tentunya ini kejutan buat saya, karena sudah beberapa kali miting di Djatilegi Banyumanik tapi ga tau kalo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-781" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/sop-buntut-bakar-djatilegi/sop-buntut-djatilegi/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-781" title="sop-buntut-djatilegi" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/sop-buntut-djatilegi-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Sebetulnya pertemuan dengan restoran Djatilegi ini tidak disengaja. Ceritanya saat saya dan beberapa teman merasa kelaparan setelah menonton film di XXI Paragon, kami memutuskan untuk makan di FoodCourt Paragon yang terletak di lantai 3. Disitulah saya menemukan Djatilegi.. Tentunya ini kejutan buat saya, karena sudah beberapa kali miting di Djatilegi Banyumanik tapi ga tau kalo ternyata juga membuka lapak disini.</p>
<p>Saya tidak akan membahas tentang konsep FoodCourt Paragon yang modern, dimana setiap pengunjung akan diberikan semacam kartu kredit senilai 200.000 (dua-ratus-ribu-rupiah) di pintu masuk yang nantinya kartu itu dapat dibelanjakan di semua booth makanan pada area FoodCourt. Bayarnya gimana? Tentu saja saat Anda mau keluar dong, jangan berpikir untuk kabur kecuali Anda membawa parasut untuk terjun dari lantai 3.</p>
<p>Eh, tulisan diatas sama aja mbahas bukan? Ah sudahlah.. Lanjut!</p>
<p><span id="more-780"></span>Karena kami beramai-ramai dan booth makanan juga banyak, akhirnya hanya kami bertiga yang memesan di Djatilegi. Dua orang rekan saya sebut saja Mr. R dan Ms. A. Untuk selanjutnya Mr. R ga akan dibahas, lagian ngapain bahas cowok? mending ngomongin cewe aja khan? Hihihi&#8230;</p>
<p>Saya memesan Sop Buntut Bakar dan Ms. A memesan Iga Bakar. Sayangnya saya tidak sempat memotret Iga Bakar beliau, sebenernya sih tampilannya sama dengan Sop Buntut Bakar saya cuma ada tambahan sambal (sepertinya sih dari kacang) sebagai topping di daging Iga-nya. Mungkin lain kali akan saya update.</p>
<p>Baiklah, kembali ke sop buntutnya. Yang saya suka di Djatilegi Banyumanik adalah olahan daging mereka bisa lembut, nggak alot. Nah, rupanya keahlian itu juga dibawa ke Djatilegi Paragon. Daging yang menempel di buntut sapi goreng itu cukup mudah untuk &#8220;dikupas&#8221; dan terasa nyaman dikunyah. Jadi penggunaan tangan untuk memakan sop buntut ini bisa dikurangi. Tapi kalo saya saya sih ga mau rugi, sendok iya tangan juga iya hehehe</p>
<p>Kalo rasa sih sudah bisa ditebak, yaitu ENAK! Hahaha ra mutu ya?</p>
<p>Jadi penyajian sop buntut ini dipisah antara nasi+daging+acar+sambal+emping dengan kuahnya. Dagingnya seperti sudah saya singgung sebelumnya, memiliki tekstur yang lembut dan mudah dikupas, dikunyah juga nyaman. Nah rasa daging bakarnya cukup terasa sehingga menerbitkan air liur untuk terus mengunyahnya.</p>
<p>Inti dari sop buntut adalah kuahnya, apalah artinya buntut goreng bakar jika tidak diimbangi dengan kuah kaldu yang mantap. Kuah disajikan di mangkok terpisah karena saya pesan versi bakar, jika direbus biasa maka daging akan dijadikan satu dengan kuahnya dan tentunya rasa yang dihasilkan juga akan berbeda.</p>
<p>Mangkok tersebut berisi potongan wortel, kentang, daun bawang berukuran besar khas kuah Sop Buntut pada umumnya. Nah, rasa kuahnya pada sendokan pertama belum terasa, karena memang belum saya aduk. Pada sendokan kedua setelah seluruh rempah diaduk maka baru terasa kuahnya. Namun menurut saya tidak terlalu istimewa dibandingkan Sop Buntut Tong Hin yang legendaris itu.</p>
<p>Total kerusakan saya hari itu adalah Rp 37.000,00 (tiga-puluh-tujuh-ribu-rupiah). Harga yang cukup mahal untuk menebus seporsi Sop Buntut. Yang istimewa dari sop buntut ini adalah daging bakarnya, namun kuah yang disajikan tidak terlalu istimewa (bukan berarti ga enak lho!). Oh iya,  acar sepertinya agak mubazir karena menurut saya terlalu banyak, trus kok pake emping? Hmm.. mungkin sebagai pengganti kerupuk :p</p>
<p>Bila Anda sedang ingin Sop Buntut dan kebetulan sedang berada di Paragon Mall, maka Sop Buntut Bakar Djatilegi bisa menjadi alternatif pilihan. Cocok untuk makan siang karena cukup mengenyangkan. Selamat makan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/sop-buntut-bakar-djatilegi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resep Bumbu Ayam Goreng</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/16/resep-bumbu-ayam-goreng/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/16/resep-bumbu-ayam-goreng/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 08:07:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resep]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Ayam Goreng]]></category>
		<category><![CDATA[Bumbu Ayam Goreng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=749</guid>
		<description><![CDATA[
Jadi di keluarga saya Bapak itu jagoan nge-bumbu-in ayam sebelum digoreng. Pokoknya kalau bumbu ayam pasti bapak gak pernah (Alm) Mama. Nah, kemarin akhirnya mencoba membuat ayam dengan bumbu ala bapak.
Tidak ada settingan bumbu yang pasti, sepertinya semakin kuat semakin enak deh keknya (haha~ ngawur banget yah)
Resep bumbu ayam goreng ini untuk 1/2 Kg ayam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://lh4.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TEASfm8hTkI/AAAAAAAAFnM/JP_IgmPKRHo/s400/2330052793_36d32351b1.jpg" alt="" width="320" height="240" /></p>
<p>Jadi di keluarga saya Bapak itu jagoan nge-bumbu-in ayam sebelum digoreng. Pokoknya kalau bumbu ayam pasti bapak gak pernah (Alm) Mama. Nah, kemarin akhirnya mencoba membuat ayam dengan bumbu ala bapak.</p>
<p>Tidak ada settingan bumbu yang pasti, sepertinya semakin kuat semakin enak deh keknya (haha~ <em>ngawur banget yah</em>)<br />
Resep bumbu ayam goreng ini untuk 1/2 Kg ayam karena saya hanya tinggal berdua dengan adik perempuan saya. Tinggal dikira-kira aja bumbunya kalau mau buat lebih. Tidak ada yang tidak enak kalau buat bumbu asal bumbunya tidak ngawur, soal jumlah bisa diatur.<span id="more-749"></span></p>
<p><strong>Bumbu yang dihaluskan</strong>:</p>
<ul>
<li>Lada secukupnya</li>
<li>4 siung bawang merah</li>
<li>3 siung bawang putih</li>
<li>Kemiri 4 biji</li>
<li>Gula merah (kalau yang ukuran kecil setengahnya deh)</li>
</ul>
<p>Sereh untuk dimasukkan</p>
<p><strong>Cara Masak</strong></p>
<ul>
<li>Bumbu dimasukkan dengan air satu gelas saja, karena ayam nantinya sewaktu dimasukkan akan mengeluarkan air.</li>
<li>Dimasak dengan api medium.</li>
<li>Masukkan sereh.</li>
<li>Masukkan ayam dan aduk sampai rata.</li>
<li>Kalau sudah mendidih bolak balik ayam beberapa kali hingga airnya habis/asat.</li>
</ul>
<p>Nah ayam siap deh untuk digoreng. Kalau sudah dingin masukkan ditempat yang tertutup dan masukkan ke kulkas. Ayam akan tahan sampai beberapa hari. Tinggal digoreng kalau mau dimakan.</p>
<p>Mudah khan?</p>
<p>PS: gambar didalam postingan ini tidak ada hubungannya dengan resep. Hanya untuk membuat yang baca ngiler aja *<em>dikeplak rame rame</em>*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/16/resep-bumbu-ayam-goreng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Goma Ae &#8211; Salad Dingin dari Jepang</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/15/goma-ae/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/15/goma-ae/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 06:27:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbak titut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Post]]></category>
		<category><![CDATA[Japanese Food]]></category>
		<category><![CDATA[Resep]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Goma Ae]]></category>
		<category><![CDATA[Salad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=743</guid>
		<description><![CDATA[
Karena sudah mulai lagi melakukan food combining, aku mencoba membuat Goma ae. Goma ae ini salad dingin khas Jepang. Enak deh.
Bahan:

Bayam, dibuang akarnya, dicuci dan direbus 1 menit saja.
Kalau bisa, waktu merebut diletakan sejajar (jangan berantakan), begitu juga waktu meniriskan, kalau bisa tetap sejajar.
Wijen, disangrai. Sebagian di tumbuk kasar, sebagian biarkan utuh (sedikit saja untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TD7Oa_f4RKI/AAAAAAAAFmU/1ZC-irL4wj8/s400/goma-ae.jpg" alt="" width="320" height="256" /></p>
<p>Karena sudah mulai lagi melakukan food combining, aku mencoba membuat <strong>Goma ae</strong>. Goma ae ini <strong>salad dingin khas Jepang</strong>. Enak deh.</p>
<p>Bahan:</p>
<ul>
<li>Bayam, dibuang akarnya, dicuci dan direbus 1 menit saja.</li>
<li>Kalau bisa, waktu merebut diletakan sejajar (jangan berantakan), begitu juga waktu meniriskan, kalau bisa tetap sejajar.</li>
<li>Wijen, disangrai. Sebagian di tumbuk kasar, sebagian biarkan utuh (sedikit saja untuk taburan)</li>
<li>Soy sauce (bukan kecap manis yang kental itu. Ini rasanya asin)</li>
<li>Gula</li>
</ul>
<p><span id="more-743"></span>Cara:</p>
<ul>
<li>Bayam yang sudah ditiriskan dipotong</li>
<li>Untuk sausnya: campur tumbukan wijen sangrai, soy sause dan gula.</li>
<li>Campur bayam dan saus. Taburi wijen dan siap dihidangkan.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/15/goma-ae/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berburu Kuliner Malam di SOLO (part 2)</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/06/19/berburu-kuliner-malam-di-solo-part-2/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/06/19/berburu-kuliner-malam-di-solo-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jun 2010 09:06:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Timlo]]></category>
		<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Nasi Liwet]]></category>
		<category><![CDATA[Solo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=735</guid>
		<description><![CDATA[Postingan ini kelanjutan dari petualangan saya di SOLO kemarin.
Tanggal 5-6 Juni 2010 kemarin karena sudah mampir di Solo untuk acara SOLO (Sharing Online lan Offline), rasanya rugi kalau tidak berburu kuliner di Solo. Selain Solo terkenal sangat aktif kegiatan kulinernya dari pagi hingga malam hari. Baru di Solo saya menemukan tukang sate kambing mulai aktif [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Postingan ini kelanjutan dari <a href="http://blog.didut.net/2010/06/19/solo-sharing-online-lan-offline-part-1/" target="_blank">petualangan saya di SOLO kemarin</a>.</p></blockquote>
<p>Tanggal 5-6 Juni 2010 kemarin karena sudah mampir di Solo untuk acara <a href="http://solo.bengawan.org/" target="_blank">SOLO (Sharing Online lan Offline)</a>, rasanya rugi kalau tidak berburu kuliner di Solo. Selain Solo terkenal sangat aktif kegiatan kulinernya dari pagi hingga malam hari. Baru di Solo saya menemukan tukang sate kambing mulai aktif dari jam 6 pagi, jadi orang Solo bisa sarapan dengan sate kambing dari jam 6 pagi.</p>
<p>Karena <a href="http://blog.didut.net/2010/06/19/solo-sharing-online-lan-offline-part-1/" target="_blank">dari pagi hingga sore sudah ada acara SOLO</a> di Gedung Graha Solo Raya, perburuan dimulai sebelum jam makan malam. Teman seperburuan kali ini <a href="http://wedhouz.net/" target="_blank">Wedhouz</a>. Kita tahu bahwa oleh panitia sudah disiapkan makan malam tetapi rasanya kok sia-sia kalau mampir Solo tanpa menikmati kuliner khas Solo.</p>
<h2>Nasi Liwet</h2>
<p>Untuk perburuan pertama kita berjalan-jalan di sepanjang Jl. Slamet Riyadi didekat penginapan. Kata Wedhouz Solo terkenal dengan warung ala <em>eplek eplek </em>(sepertinya spellingnya harus ditanyakan lagi, maklum bukan orang jawa), pokoknya dimana ada ruang kosong ada warung yang bisa nempel disitu. Ternyata didekat penginapan kita bisa menemukan <strong>Nasi Liwet</strong>.<span id="more-735"></span><br />
<img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TBxKiUshIgI/AAAAAAAAFPE/9jdxO0Pr0Fo/s400/IMG_0028%20%28Large%29.JPG" alt="" width="320" height="240" /><br />
Nasi liwet adalah makanan khas kota Solo. Nasi liwet dimasak gurih (biasanya dengan kelapa) hampir mirip dengan nasi uduk dan disajikan dengan suiran ayam, <strong><em>jipang</em> </strong>(sayur labu siam) dan <strong><em>areh </em></strong>(semacam bubur gurih dari kelapa).</p>
<p>Katanya sih warga Kota Solo biasa menyantap nasi liwet kapanpun dari pagi hingga malam hari. Biasanya nasi liwet ini dijajakan keliling dengan bakul yang digendong oleh penjualnya. Oh iya, kenapa di depan warung spanduknya ada tulisan <strong>cabang keprabon</strong>? Karena ternyata Keprabon merupakan tempat jualan nasi liwet yang paling <em>yahud</em> di Kota Solo dan hanya berjualan pada malam hari.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TBxKZNp02tI/AAAAAAAAFOs/gLkvjJYe_qk/s400/IMG_0024%20%28Large%29.JPG" alt="" width="320" height="240" /><br />
Menyantap nasi liwet Bu Wongsolemu ini terasa lebih nikmat karena disajikan lesehan di pinggir Jl. Slamet Riyadi. Apalagi suasana Kota Solo lebih sejuk daripada Semarang, jadi membuat perut lapar terus hihi~</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TBxKb0oaa1I/AAAAAAAAFO0/jW3ya4hdhDQ/s400/IMG_0025%20%28Large%29.JPG" alt="" width="320" height="240" /><br />
Tidak lama setelah dipesan nasi liwetpun datang. Porsinya tidak terlalu besar, pas untuk mengganjal perut sebentar menahan rasa lapar. Kombinasi nasi gurih yang hangat, suiran ayam yang sudah dibumbui, sayur <em>jipang</em> dan telur bacem sungguh terasa sangat nikmat. Dan harganyapun tidak mahal, kelihatannya sekitar 4.000 &#8211; 5.000 rupiah.</p>
<h2>Timlo</h2>
<p>Perburuan II, saya berburu <strong>Timlo Solo </strong>yang sudah sangat kondang sebagai makanan khas Solo. Teman perburuan kali ini adalah teman-teman dari <a href="http://cahandong.org" target="_blank">Cah Andong</a>, Jogja. Perburuan Timlo dilakukan setelah acara Sharing Komunitas sewaktu makan malam. Jadi sebelum makan malam SOLO berburu nasi liwet dan sesudah pulang berburu Timlo, benar-benar tukangmakan khan?</p>
<p>Tujuan kali ini adalah <strong>Timlo Maestro</strong>. Timlo merupakan hidangan berkuah bening. Biasanya kuah ini kuah kaldu yang sudah diolah, jadi setiap warung timlo pasti punya ke-khas-an rasanya sendiri-sendiri. Isinya ada sosis ayam yang dipotong-potong (sosis ala solo bukan sosis biasa), telor ayam pindang, irisan hati serta ampela ayam. Kalau tidak suka jeroan pembeli juga bisa memilih isi timlo yang diinginkan.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TBxLBcZke6I/AAAAAAAAFQQ/n7xJ-Qp5qmQ/s400/IMG_0039%20%28Large%29.JPG" alt="" width="320" height="240" /><br />
Timlo  disantap dengan nasi putih yang ditaburi bawang goreng. Untuk timlo maestro rasa asinnya sangat kuat terasa, jadi kalau tidak terlalu suka dengan rasa asin sebaiknya jangan mencoba warung timlo ini. Tapi kalau untuk saya sih pas-pas sajah karena setiap warung pasti punya rasa yang khas dan berbeda.</p>
<p>Untuk harga, timlo dibandrol dengan agak mahal. Untuk 1 porsi lengkap saya tadi, dibandrol dengan harga 15.000 rupiah. Tapi memang harganya sepadan. Setelah pulang ke Semarang saya masih terbayang-bayang ingin menikmati timlo lagi.</p>
<p>Selamat berburu kuliner !</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/06/19/berburu-kuliner-malam-di-solo-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jejamuran</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/06/17/jejamuran/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/06/17/jejamuran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 18:51:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>christin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Post]]></category>
		<category><![CDATA[Resto]]></category>
		<category><![CDATA[Jamur]]></category>
		<category><![CDATA[Jejamuran]]></category>
		<category><![CDATA[Sleman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=723</guid>
		<description><![CDATA[Di Sleman, DIY ada restoran unik yang menyajikan menu dengan bahan dasar jamur. Nama restorannya Jejamuran. Pertama saya diberitahu oleh si pacar sebuah foto sepiring menu makanan yang wujudnya seperti rendang. Katanya itu dari jamur, dan rasanya beneran seperti daging alih-alih jamur yang kenyal dan (aslinya) gak berasa itu.
Gak sabaran, beberapa malam kemudian saya diajak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di Sleman, DIY ada restoran unik yang menyajikan menu dengan bahan dasar jamur. Nama restorannya Jejamuran. Pertama saya diberitahu oleh si pacar sebuah foto sepiring menu makanan yang wujudnya seperti rendang. Katanya itu dari jamur, dan rasanya <em>beneran</em> seperti daging alih-alih jamur yang kenyal dan (aslinya) <em>gak</em> berasa itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Gak</em> sabaran, beberapa malam kemudian saya diajak oleh beliau ke restoran ini. Resto Jejamuran alamatnya ada di Niron, Pandowoharjo, Sleman. Dari Ringroad Utara cari Jalan Magelang. Lurus<em> aja</em> ke arah Magelang sampai di sebuah perempatan di daerah Beran Lor, kemudian belok kanan kira-kira 800 meter. Resto ini terletak di sebelah kiri jalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau mau mencoba menu lengkap sebaiknya datang sore hari karena biasanya malam hari beberapa menu sudah habis. Menunya seperti apa sih? Ini beberapa contohnya:</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img class="  " src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TBxV06116bI/AAAAAAAAFTk/34SSuldDt3k/s400/RENDANGJAMUR.jpg" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Rendang Manis</p></div>
<p>Ini adalah rendang jamur. Kelihatan <em>kan</em> bentuknya, jamur kancing yang diberi bumbu rendang. Pada gigitan pertama saya seperti <em>gak</em> percaya karena ternyata benar, jamurnya terasa seperti daging! <img src='http://blog.tukangmakan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Belum lagi bumbunya&#8230; <em>*ngelap iler*<span id="more-723"></span><br />
</em></p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TBxVlbIImWI/AAAAAAAAFTU/oaK99StRffg/s400/ASAM%20MANIS%20JAMUR%20TIRAM.jpg" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Asam Manis Jamur Tiram </p></div>
<p style="text-align: justify;">Nah, untuk menu asam manis jamur ini kita bisa memilih sendiri jenis jamurnya. Ada pilihan jamur tiram seperti pada gambar di atas, jamur shitake dan jamur merang. Dalam penyajiannya, menu asam manis jamur tiram diberi potongan nanas dan paprika yang membuat rasa asam, manis dan gurih sangat menyatu di lidah. Meskipun kelihatannya porsinya kecil tapi menurut saya menu ini sudah cukup mengenyangkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi jangan kenyang dulu. Coba yang satu ini:</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TBxV-FSixMI/AAAAAAAAFTs/AxZfbNVX0ic/s400/JAMUR%20BAKAR%20PEDAS.jpg" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Jamur Bakar Pedas</p></div>
<p style="text-align: justify;">Buat penggemar masakan pedas, jangan lupa pesan menu ini. Saya sendiri <em>ga</em>k terlalu suka pedas, jadi cuma sedikit <em>nyolek</em> menu pesanan si pacar. Dengan sedikit mengesampingkan rasa pedasnya, lidah saya menangkap <em>*halah</em>* bumbu jamur bakar pedas ini seperti bumbu <em>barbeque</em>! Masih ditambah dengan perasan jeruk nipis yang memberikan aroma segar. Bersama menu utama disediakan juga lalapan yang berupa mentimun, tomat, dan selada.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk camilan/makanan sampingan, menu ini boleh dicoba:</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TBxWGCYCcnI/AAAAAAAAFT0/yZuYyDR3INo/s400/JAMUR%20GORENG%20TEPUNG.jpg" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Jamur Goreng Tepung </p></div>
<p style="text-align: justify;"><em>Yak</em>, jamur goreng tepung. Seperti pada menu jamur asam manis, untuk menu ini kita bisa memilih jenis jamurnya. Sebagai tambahan, disediakan satu <em>sachet</em> sambal per porsinya. Awalnya kami kira porsinya kecil, rupanya setelah datang porsinya lumayan banyak untuk dimakan berdua <img src='http://blog.tukangmakan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Itulah beberapa menu yang ada di Jejamuran. Masih ada banyak varian menu lagi seperti Sop Jamur, Pepes Jamur, Tom Yam Jamur, Sate Jamur, Lumpia Jamur, Tongseng Jamur, dan masih banyak lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain makanan, resto Jejamuran menyajikan menu minuman khasnya yaitu wedang Jejamuran. Wedang ini adalah campuran madu, rempah-rempah dan jamur <em>lingzhi</em>. Badan rasanya hangat setelah minum wedang Jejamuran <img src='http://blog.tukangmakan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Mahal <em>gak sih</em>?</p>
<p style="text-align: justify;">Menu makanan berkisar antara 4 hingga 8 ribu rupiah per porsi. Tidak terlalu mahal, kan? Restorannya juga bersih, dilengkapi dengan toilet, musholla, dan parkir yang luas. Di restoran ini juga tersedia jamur segar dan menu olahan jamur dalam plastik untuk buah tangan atau stok camilan di rumah.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Jejamuran, Niron, Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta, 55512<br />
telpon 0274 868170</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/06/17/jejamuran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
