<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>:: TukangMakan.com ::</title>
	<atom:link href="http://blog.tukangmakan.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.tukangmakan.com</link>
	<description>makan ... makan dan makan lagi ....</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Feb 2010 01:54:23 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Menikmati Ayam Bakar ala Nando&#8217;s</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/08/menikmati-ayam-bakar-ala-nandos/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/08/menikmati-ayam-bakar-ala-nandos/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 06:49:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Resto]]></category>
		<category><![CDATA[ayam bakar]]></category>
		<category><![CDATA[Kuala Lumpur kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=503</guid>
		<description><![CDATA[“What is nandos?” tanyaku ketika teman-teman mengajakku untuk makan siang di nando’s.  ndeso ya? &#62;.&#60;
Aku pikir, nandos itu semacam restoran fast food seperti Mc Donalds, KFC atau Subway. Ternyata bukan, bahkan kita bisa melihat cara mereka memasak. Baunya sedaaaap…=D
menu-menu di nando’s merupakan makanan ala Afrika dan Mediterania, dengan menggunakan bumbu gabungan dari Portugis dan Afrika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>“What is nandos?”</em> tanyaku ketika teman-teman mengajakku untuk makan siang di nando’s.  ndeso ya? &gt;.&lt;</p>
<p><img class="alignleft" src="http://lh5.ggpht.com/_NCYZd_aEAdE/S0ips_StmbI/AAAAAAAABJc/X0B6I1qUQ8Q/s144/DSCN1784.JPG" alt="" width="144" height="108" />Aku pikir, nandos itu semacam restoran fast food seperti Mc Donalds, KFC atau Subway. Ternyata bukan, bahkan kita bisa melihat cara mereka memasak. Baunya sedaaaap…=D</p>
<p>menu-menu di nando’s merupakan makanan ala Afrika dan Mediterania, dengan menggunakan bumbu gabungan dari Portugis dan Afrika Selatan. Speciality ayam, tapi ada juga beberapa menu lain. Aku dan dua orang temanku order makanan yang berbeda. Mari kita lihat satu-satu..=D</p>
<p><strong>Chicken Kebab plus 2 sidelines</strong></p>
<p>Sideline ini artinya kita bisa memilih dessert atau makanan tambahan lain yang ada dalam menu “sideline”. Temanku, Bahira memilih <em><strong>Grill</strong></em> <strong><em>vegetables &amp; cous cous.<span id="more-503"></span><br />
</em></strong></p>
<p>Jadi isinya satu kebab (tau kebab kan, itu yang bentuknya macam sate), sayuran bakar dan cous cous. Cous cous ini mirip nasi, tapi dingin dan lembek. Ya kaya bubur deh, tapi dingin. Kalau grilled vegetables isinya jamur, paprika dan timun yang dibakar dengan bumbu khusus. Rasanya? Nice kebab and grilled vegetables, but not for the cous cous. Buat aku yang suka makanan hangat, kurang cocok rasanya menyantap cous cous yang dingin seperti baru dikeluarkan dari lemari es.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img src="http://lh6.ggpht.com/_NCYZd_aEAdE/S0imI1cGJmI/AAAAAAAABII/AVZLj7uCCn8/s400/DSCN1765.JPG" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Chicken Kebab</p></div>
<p><strong>¼ Grilled Chicken plus 2 sidelines</strong></p>
<p>¼ ini maksudnya seperempat ayam. Ayam bakar dengan bumbu khas Nando’s tentunya. Untuk sidelines nya, dipilih rice dan grilled vegetables. The grilled chicken was so yummy! Beda dengan ayam bakar ala Indonesia, ayam bakar nando’s ini tidak memakai kecap sebagai bagian dari bumbu. Pakenya apa yah? Umm…saos keliatannya.hehehe.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh4.ggpht.com/_NCYZd_aEAdE/S0imSM2z5WI/AAAAAAAABIM/OnZC425eG2U/s400/DSCN1766.JPG" alt="1/4 Grilled Chicken " width="400" height="300" /></p>
<p><strong>Chicken Strips with Rice</strong></p>
<p>Ini pesananku. Isinya chicken strips (yang dibakar juga tentunya), nasi dan salad. Oh iya, di Nando’s ini ada empat tingkatan pedas. Mulai dari Lemon and Herb yang paling ringan sampai Extra Hot Peri-Peri yang dikata paling pedas. Aku request Extra Hot Peri-Peri untuk chicken stripsku. Hmm…masih terhitung kategori ‘tidak pedas’ untukku. Tapi ini sudah cukup pedas untuk teman-temanku yang memang tidak terlalu suka pedas.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_NCYZd_aEAdE/S0ilJ9HbZXI/AAAAAAAABHs/8rzRAgbL9U8/s400/DSCN1763.JPG" alt="Chicken Strips" width="400" height="300" /></p>
<p>Nando’s punya special saus yang merupakan trade mark Nando’s. ada tiga macam saus, Peri-Peri sauces, Marinades</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 118px"><img src="http://lh6.ggpht.com/_NCYZd_aEAdE/S0ipw4xyxGI/AAAAAAAABJk/Ai0RmtyX8iE/s144/DSCN1776.JPG" alt="" width="108" height="144" /><p class="wp-caption-text">peri-peri sauces</p></div>
<p>with Peri-Peri dan Cooking Sauces with Peri-Peri. Rasanya tentu berbeda-beda pula. Aku suka Garlic/Medium (termasuk dalam Peri-Peri Sauces). Terasa rasa bawang dan pedas, berbeda dengan Extra Hot Peri-Peri sauce yang cenderung manis.</p>
<p>Satu lagi, kami order Peri-Peri Soup. Soupnya khas soup-soup Eropa, enak banget!! Porsinya cukup besar juga untuk dimakan bertiga (cewek loh).</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 298px"><img src="http://lh3.ggpht.com/_NCYZd_aEAdE/S1GU6wtC6iI/AAAAAAAABLg/W3hXWLzjI0g/s288/DSC08453.JPG" alt="" width="288" height="216" /><p class="wp-caption-text">Peri-peri soup</p></div>
<p>Buat kamu yang ‘peminum’ alias minumnya ga cukup kalau cuma satu gelas, Nando’s benar-benar memanjakanmu karena disana kita cukup membayar satu kali dan gratis untuk sebanyak apapun refillnya. Akupun sangat puas karena kemarin aku order Ice Lemon Tea (oke, aku tau kalo merknya LIPTON, bukan asli buatan Nando’s), dan tambah sampe 3 kali dengan harga 1 gelas. See?</p>
<p>Lama kemudian baru aku tau kalo <a href="http://www.nandosindonesia.com/">Nando’s sekarang masuk Indonesia juga</a>, tapi baru ada di beberapa mall Jakarta dan Surabaya. Kalau kamu tinggal di Jakarta atau Surabaya, Nando’s is worthed to try.;-)</p>
<p>Nando’s Mid Valley (Kuala Lumpur)</p>
<p>Pricelist</p>
<p>¼ Chicken Peri-Peri plus 2 sidelines               14.60 MYR</p>
<p>Chicken Kebab plus 2 sidelines                         16.60 MYR</p>
<p>Chicken Strips with rice                                       10.90 MYR</p>
<p>Peri-Peri Soup                                                            3.60 MYR</p>
<p>Coke                                                                                6.90 MYR</p>
<p>Ice Lemon Tea                                                            6.80 MYR</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/08/menikmati-ayam-bakar-ala-nandos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayam Goreng Pak Man Yogyakarta</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/07/ayam-goreng-pak-man-yogyakarta/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/07/ayam-goreng-pak-man-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 07:33:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[Ayam Goreng]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=568</guid>
		<description><![CDATA[
Pencarian saya untuk Ayam Goreng terenak berlanjut lagi, kali ini pencarian saya sampai ke kota Yogyakarta. Kota yang terkenal oleh makanan Gudeg ini ternyata menyimpan banyak sekali masakan Ayam Goreng yang enak. Kali ini saya mengunjungi warung Ayam Goreng Pak Man yang terletak di dekat bunderan UGM, kalau Anda tau Rumah Cokelat maka warung ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://i31.photobucket.com/albums/c400/mail2yogie/tukangmakan/pakman.jpg" alt="" width="350" height="263" /></p>
<p>Pencarian saya untuk Ayam Goreng terenak berlanjut lagi, kali ini pencarian saya sampai ke kota Yogyakarta. Kota yang terkenal oleh makanan Gudeg ini ternyata menyimpan banyak sekali masakan Ayam Goreng yang enak. Kali ini saya mengunjungi warung <strong>Ayam Goreng Pak Man</strong> yang terletak di dekat bunderan UGM, kalau Anda tau Rumah Cokelat maka warung ini terletak di seberangnya.</p>
<p>Warung ini benar-benar unik, karena saya sudah beberapa bulan gagal mengunjungi warung ini, bukan karena penuh atau sudah habis, melainkan karena jadwal buka warung yang sungguh tidak biasa. Bisa dikatakan warung ini bukanya seenaknya sendiri. Bayangkan saja, dikala setiap weekend warung lain rela buka hingga tengah malam, warung Pak Man ini malah tutup.<span id="more-568"></span></p>
<p>Akhirnya tadi malam saya berkesempatan mencoba sendiri di warung yang cukup sempit ini, karena Yogyakarta habis diguyur hujan maka tidak ada tikar untuk lesehan, alhasil saya dan adek saya harus menunggu beberapa saat untuk bisa gantian makan di warung.</p>
<p>Warung ini menyediakan hidangan dari ayam dan bebek. Sepertinya biasa saja, tapi tunggu dulu.. Khas dari warung Pak Man adalah sambelnya. Bila Anda sudah membaca tulisan saya tentang Ayam Kosek Panjiwo yang sangat pedas itu, ternyata masih kalah pedas dengan Ayam Goreng Pak Man.</p>
<p>Saya memesan 1 potong paha atas dan 1 gelas es teh, saat hidangan sudah datang ternyata saya mendapatkan tambahan sayuran yang terdiri dari kol, timun, kemangi, dan daun singkong. Selain itu 1 cobek kecil sambal Pak Man yang legendaris.</p>
<p>Sambal ini terlihat menantang karena berwarna merah dengan biji cabai yang banyak. Ketika saya cium sambalnya langsung menerbitkan air liur (bahkan saat sekarang saya sedang nulis ini). Suapan pertama, dengan kombinasi nasi, suwiran ayam, daun singkong, dan secocol sambal langsung bikin adrenalin naik. Luar biasa pedasnya!! Hal ini terus berlanjut hingga suapan berikutnya, keringat seperti nggak berhenti mengucur karena pedasnya. Karena ditantang sama adek bahwa saya harus menghabiskan sambalnya, maka saya harus merelakan sapu tangan basah kuyup untuk mengelap keringat yang terus  bercucuran. Di akhir suapan saya baru tau, kalau ternyata mayoritas pengunjung pasti tidak kuat untuk menghabiskan sambal yang cuma sedikit itu. Pantas saja!</p>
<p>Ayam goreng yang disajikan cukup enak, dengan gorengan yang pas dan potongan standar. Nasi juga hangat dengan porsi cukup, es teh juga enak dengan gelas standar. Total kerusakan untuk makan disini, lengkap dengan segelas es teh adalah 8500. Cukup murah untuk makan malam yang hot!</p>
<p>Akhirnya, peringkat sambal pedas sudah berubah. Sambal Pak Man sudah menggeser tahta Ayam Kosek Panjiwo. Anda suka pedas? Coba ke warung Pak Man, tapi jangan datang pada saat weekend, karena kemungkinan besar warung ini tutup. Yak.. warung aneh tapi mantab!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/07/ayam-goreng-pak-man-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[UPDATE] Pecel Yu Kini</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/07/pecel-yukini/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/07/pecel-yukini/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 17:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[Pecel]]></category>
		<category><![CDATA[Pecel Yu Kini]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[UPDATE
Pecel Yu Kini sekarang hanya buka pada malam hari. Dimulai dari sekitar jam 6 sore sampai sekitar jam 10 atau 11 malam. Kalau datang pas jam makan malam dapat dipastikan tempat duduk didepan hidangan bakalan penuh.

Kalau kata adek saya, bumbunya pas walaupun agak pedas. Jadi untuk yang tidak tahan pedas minta bumbunya sedikit saja atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>UPDATE</h2>
<blockquote><p><strong>Pecel Yu Kini</strong> sekarang hanya buka pada malam hari. Dimulai dari sekitar jam 6 sore sampai sekitar jam 10 atau 11 malam. Kalau datang pas jam makan malam dapat dipastikan tempat duduk didepan hidangan bakalan penuh.</p></blockquote>
<p><img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S220dL2AooI/AAAAAAAAEak/cqA3vbxi-V4/s400/pecel%2001%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="316" /><br />
Kalau kata adek saya, bumbunya pas walaupun agak pedas. Jadi untuk yang tidak tahan pedas minta bumbunya sedikit saja atau kalau dibawa pulang minta dipisah saja.<span id="more-90"></span></p>
<p>Letak warung Pecel Yu Kini di dekat <strong>patung Diponegoro</strong>. Sore hari mereka membuka warungnya didepan bengkel sekitar 100 meter sebelum patung Diponegoro kalau kamu dari arah <strong>tanjakan Gombel</strong>.<br />
<a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/5bLgTioyyyXxjhzpI8PssQ?authkey=Gv1sRgCPCm8Nvqx53lbg&amp;feat=embedwebsite"><img src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/SeR8gd6rUmI/AAAAAAAABto/8mAMAqmANXE/s400/IMG_0410%20%28Medium%29.JPG" alt="" /></a><br />
Salah satu yang paling saya suka dari warung ini adalah menu lauknya yang lengkap dari<strong> sate usus</strong>, <strong>sate jantung</strong>, <strong>rempela ati</strong>, <strong>telur mata sapi</strong>, <strong>martabak</strong> sampai <strong>rambak</strong> dan <strong>rempeyek</strong>pun pasti ada. Karena saya penggemar <strong>jeroan</strong> setiap kali ke warung ini pasti tidak tahan untuk mencomot salah satu dari makanan pelengkapnya.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S220ep1HB8I/AAAAAAAAEao/LPxnNZ70bE0/s400/pecel02%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="316" /><br />
Sajian sayurnya cukup lengkap dan penjualnya cukup ramah, itu sudah jadi nilai plus dari warung ini. Semua sayurnya terlihat sangat segar dan tidak ada yang layu. Dan karena disajikan dalam sebuah pincuk, kenikmatan menyantap nasi pecel ini lebih terasa.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S220fbXo4QI/AAAAAAAAEas/Hfsja9V21lo/s400/pecel03%20%28Medium%29.jpg" alt="" width="289" height="400" /><br />
Untuk harga sudah murah banget. Untuk Nasi pecel+rambak+sate jantung 2 dibandrol dengan harga 6.000 perak. Kalau tanpa sate sekitar 4.000-an dan sudah cukup memenuhi pincuk karena sudah ada kerupuk rambaknya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/07/pecel-yukini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Soto Bokoran Yang Coklat</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/06/soto-bokoran-yang-coklat/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/06/soto-bokoran-yang-coklat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 07:38:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[Soto Ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Soto Bokoran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=571</guid>
		<description><![CDATA[Disebut bokoran karena rumah dari pemilik Soto Bokoran terletak di Jl. Bokoran. Berbeda dengan kuah soto ala semarang kebanyakan yang bening. Soto Bokoran mempunyai kuah yang kuning kecoklatan. Ternyata warna coklat ini didapatkan dari kaldu ayam yang digunakan sebagai dasar kuah soto dicampurkan dengan kuah sate.

Seperti dikebanyakan warung soto di semarang, sate ayam ataupun sate [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Disebut <strong>bokoran</strong> karena rumah dari pemilik<strong> Soto Bokoran</strong> terletak di <strong>Jl. Bokoran</strong>. Berbeda dengan kuah<strong> soto ala semarang</strong> kebanyakan yang bening. Soto Bokoran mempunyai kuah yang kuning kecoklatan. Ternyata warna coklat ini didapatkan dari kaldu ayam yang digunakan sebagai dasar kuah soto dicampurkan dengan kuah sate.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S20RuNWFfbI/AAAAAAAAEZk/Z52zj57cXrc/s400/SOTO%20BOKORAN_01.jpg" alt="" width="400" height="267" /><br />
Seperti dikebanyakan warung soto di semarang, sate ayam ataupun sate jeroan menjadi pendamping dalam menyantap soto. Biasanya sate ditaruh didalam sebuah mangkuk yang berisi kuah kecoklatan. Warna coklat ini didapatkan dari bahan dasar kuah berupa campuran gula jawa dan kecap.<span id="more-571"></span></p>
<p>Ada satu lagi lauk yang jarang didapatkan di warung soto lain, yaitu <strong>telur kecap</strong>. Telur ini kelihatannya telur yang dibacem dengan durasi masak selama 5 jam. Bahan dasarnya juga menggunakan telur bebek bukan telur ayam biasa.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S20RryO1szI/AAAAAAAAEZg/FGc7DOzKJkQ/s400/SOTO%20BOKORAN_02.jpg" alt="" width="400" height="267" /><br />
Satu porsi sotonya dibandrol Rp.6.000. Dan yang sedikit membedakan dari soto kebanyakan adalah potongan-potongan tomatnya yang sangat besar. Lumayan <em>juicy</em> ketika kita menyantap soto bokoran ini.</p>
<p>Oh iya kalau mau makan di warung ini jangan datang siang hari karena soto dijamin sudah habis ludes. Warung ini buka dari jam 6 pagi sampai jam 12 siang. Tetapi pada akhir pekan akan tutup lebih cepat karena habis sebelum jam tutup.</p>
<p>Warung Soto Bokoran sudah bertahan selama <strong>40 tahun</strong> berjualan di semarang. Jadi boleh dibilang soto bokoran adalah salah satu <strong>kekayaan kuliner semarang</strong> yang patut untuk dijaga.</p>
<p>Warung ini bisa ditemukan di <strong>Jl. Plampitan</strong>. Dari arah Simpang 5 &#8211; Jl. Gajah Mada &#8211; di perempatan setelah Hotel Gumaya belok kanan. Kelihatannya gang pertama sebelah kanan itu sudah Jl. Plampitan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/06/soto-bokoran-yang-coklat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fusion Java Kopi yang Harum</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/30/fusion-java-kopi-yang-harum/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/30/fusion-java-kopi-yang-harum/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 16:12:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[arabika]]></category>
		<category><![CDATA[arabika linthong]]></category>
		<category><![CDATA[java kopi]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<category><![CDATA[robusta]]></category>
		<category><![CDATA[robusta lampung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=548</guid>
		<description><![CDATA[Once roasted, Coffea canephora (Robusta) tends to deliver a distinctive earthy flavour, usually with more bitterness than Coffea arabica. This powerful flavour can be desirable in a blend to give it perceived &#8220;strength&#8221; and &#8220;finish&#8221;, noticeably in the Italian coffee culture. In France, blends with around 70% Robusta and 30% Arabica are marketed as &#8220;traditional&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Once roasted, Coffea canephora (Robusta) tends to deliver a distinctive earthy flavour, usually with more bitterness than Coffea arabica. This powerful flavour can be desirable in a blend to give it perceived &#8220;strength&#8221; and &#8220;finish&#8221;, noticeably in the Italian coffee culture. <strong>In France, blends with around 70% Robusta and 30% Arabica are marketed as &#8220;traditional&#8221; coffee</strong>. Usually, coffee brewed from these blends or from straight Robusta are mixed in even parts with hot milk in a cup or bowl before drinking. (via <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Coffea_canephora" target="_blank">wikipedia</a>)</p></blockquote>
<p>Biasanya <strong>fusion</strong> atau <strong>perpaduan cita rasa</strong> dikenal dalam olahan makanan. Tetapi dikopi juga dikenal perpaduan antara 1 kopi dengan kopi yang lain. Satu jenis kopi yang saya tahu adalah<strong> <a href="http://www.kampoengcoffee.com/shop/product.php?id_product=19" target="_blank">Java Kopi</a></strong>. Bingung dengan perpaduan bahasa indonesia dan inggris dalam merk kopi ini? Saya pikir suatu unsur kesengajaan untuk membuat <strong>merk kopi</strong> yang agak tidak  biasa supaya mudah diingat.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://lh4.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S2PZmsrypQI/AAAAAAAAEWY/0zri8Tg_hhs/s400/IMG_0066%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Packaging Java Kopi </p></div>
<p>Kopi fusion ini merupakan salah satu produk dari <strong><a href="http://www.kampoengcoffee.com/shop/" target="_blank">Kampoeng Kopi</a></strong>. Kopi ini merupakan perpaduan dari kopi <strong>Robusta Lampung</strong> dan <strong>Arabika Lintong</strong>. Kedua jenis kopi ini dipadukan dengan kombinasi jumlah tertentu sehingga mendapatkan rasa yang baru.<span id="more-548"></span><br />
<img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S2PZjTsc2AI/AAAAAAAAEWU/mq7lFpICqBM/s400/IMG_0067%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Warnanya sedikit berbeda dengan kopi kebanyakan yang berwarna hitam. Kopi ini berwarna kecoklatan tua. Saya sempat membaginya dengan beberapa teman dan menurut mereka kopi ini sangatlah <strong>harum</strong>. Saya membaginya dengan beberapa teman dengan karakter orang yang berbeda-beda dan mayoritas endapat mereka mempunyai pendapat yang sama. Keharuman dari Java Kopi memang sangat terasa. Ketika bubuk kopi diseduhkan dengan  air panas, harumnya kopi langsung menyeruak masuk kedalam hidung.</p>
<p>Untuk rasa, kopi ini emang pahit tetapi tidak asam seperti Kopi Lampung. Rupanya perpaduan dengan Arabika Linthong telah menghilangkan <a href="http://blog.tukangmakan.com/2010/01/30/asamnya-kopi-lampung/" target="_blank">rasa asam dari Robusta Lampung</a>.</p>
<p>Kamu sudah pernah merasakan kopi-kopi fusion yang lain?</p>
<p><a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/" target="_blank"><img src="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/images/LogoBanner.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/30/fusion-java-kopi-yang-harum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peta Kuliner Semarang Versi Tukang Makan</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/30/peta-kuliner-semarang-versi-tukang-makan/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/30/peta-kuliner-semarang-versi-tukang-makan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 14:43:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[peta kuliner semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=547</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini iseng-iseng membuat peta kuliner di semarang ala tukang makan mengunakan google maps. Ternyata google maps bisa menjadi alat yang sangat informatif untuk memberikan info tentang tempat-tempat kuliner di Semarang.
Kamu bisa klik disini untuk melihat petanya. Tampilannya cukup sederhana. Di sebelah kanan kamu bisa klik tempat-tempat kuliner yang ingin diketahui. Setelah diklik akan muncul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini iseng-iseng membuat <strong>peta kuliner di semarang</strong> ala <a href="http://blog.tukangmakan.com">tukang makan </a>mengunakan <a href="http://maps.google.com/">google maps</a>. Ternyata google maps bisa menjadi alat yang sangat informatif untuk memberikan info tentang <strong>tempat-tempat kuliner di Semarang</strong>.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 560px"><img src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S2PV5CAFYmI/AAAAAAAAEV4/m39fFtvL-rg/s800/PETA%20KULINER%20SMG_02.jpg" alt="" width="550" height="295" /><p class="wp-caption-text">Tampilan Peta Kuliner Semarang </p></div>
<p>Kamu bisa <a href="http://maps.google.com/maps/ms?ie=UTF8&amp;hl=en&amp;msa=0&amp;msid=100778671571570645112.00047e53f98f03b64cc9d&amp;ll=-6.918929,110.400581&amp;spn=0.181318,0.220757&amp;z=12">klik disini</a> untuk melihat petanya. Tampilannya cukup sederhana. Di sebelah kanan kamu bisa klik tempat-tempat kuliner yang ingin diketahui. Setelah diklik akan muncul lokasi di peta yang sudah saya tandai dengan informasi yang sudah saya berikan. Biasanya akan ada <strong>URL</strong> postingan yang sudah saya tulis beserta informasi mengenai <strong>lokasi tempat makan</strong> tersebut.<span id="more-547"></span></p>
<p>Masih banyak tempat-tempat makan di semarang yang harus ditulis nih. Ada beberapa tempat yang sudah saya kunjungi tetapi belum sempat saya tulis. Oh iya sebetulnya kalau tidak tau jalan menuju lokasi bisa klik<strong><em> GET DIRECTION</em></strong> di dalam kolom info yang muncul. Bila memasukkan alamat <strong>FROM</strong> nanti bisa dapat ancer-ancer garis perjalanan menuju lokasi dan perkiraan waktunya. Walau belum tentu benar karena mungkin kondisi jalan di Indonesia.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S2PUsQ4lSOI/AAAAAAAAEVc/TD45JNXrsNc/s400/PETA%20KULINER%20SMG.jpg" alt="" width="400" height="364" /><br />
Kalau dilihat dari <a href="http://maps.google.com/maps/ms?ie=UTF8&amp;hl=en&amp;msa=0&amp;msid=100778671571570645112.00047e53f98f03b64cc9d&amp;ll=-6.918929,110.400581&amp;spn=0.181318,0.220757&amp;z=12">sebarannya</a>, daerah <strong>kota bawah</strong> masih menjadi favorit untuk banyak tempat makan. Tetapi saya sudah pernah makan dari <a href="http://blog.tukangmakan.com/2009/04/17/srimping-goreng-mentega-krapyak/">Krapyak</a> hingga Banyumanik. Dari ujung semarang  ke ujung semarang lainnya. Jadi Kota<strong> Semarang memang banjir kuliner</strong> dari ujung ke ujung.</p>
<p>Selamat menikmati akhir pekanmu.<br />
<a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/" target="_blank"><img src="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/images/LogoBanner.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/30/peta-kuliner-semarang-versi-tukang-makan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asamnya Kopi Lampung</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/30/asamnya-kopi-lampung/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/30/asamnya-kopi-lampung/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 06:20:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<category><![CDATA[kopi lampung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=478</guid>
		<description><![CDATA[Kopi Indonesia saat ini ditilik dari hasilnya, menempat peringkat keempat terbesar di dunia. Kopi memiliki sejarah yang panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Indonesia diberkati dengan letak geografisnya yang sangatlah cocok bagi tanaman kopi. Letak Indonesia sangat ideal bagi iklim mikro untuk pertumbuhan dan produksi kopi. (via Wikipedia)
Tidak banyak soal sejarah kopi Indonesia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>Kopi Indonesia</strong> saat ini ditilik dari hasilnya, menempat peringkat keempat terbesar di dunia. <a title="Kopi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kopi">Kopi</a> memiliki sejarah yang panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi di <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>. Indonesia diberkati dengan letak geografisnya yang sangatlah cocok bagi tanaman kopi. Letak Indonesia sangat ideal bagi iklim mikro untuk pertumbuhan dan produksi kopi. (via <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kopi_Indonesia" target="_blank">Wikipedia</a>)</p></blockquote>
<p>Tidak banyak soal sejarah kopi Indonesia yang dapat saya temukan di dunia maya. Karena kemarin saya baru mendapat <strong>kopi dari lampung</strong> oleh-oleh dari Lowo, saya jadi ada ide untuk membuat postingan soal<strong> kopi lampung</strong>. Tetapi soal kopi lampung-pun tidak banyak yang mengulasnya.</p>
<p>Dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kopi_Indonesia">wikipedia</a> saya ketahui bahwa kopi di Indonesia diperkenalkan oleh pemerintah Belanda. Awalnya kopi ditanam disekitar Batavia (Jakarta), Sukabumi dan Bogor sebelum menyebar ke seluruh pulau Jawa, Sumatra dan Sulawesi.<span id="more-478"></span></p>
<p>Pada permulaan abad ke-20 perkebunan kopi di Indonesia terserang hama, yang hampir memusnahkan seluruh tanaman kopi. Pada saat itu kopi juga ditanam di Timor dan Flores. Kedua pulau ini pada saat itu berada di bawah pemerintahan bangsa Portugis. Jenis kopi yang ditanam di sana juga adalah kopi Arabika. Kopi ini yang tidak terserang hama.</p>
<p>Kopi robusta biasanya tumbuh di daerah rendah, sedangkan kopi arabika tumbuh di daerah tinggi.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh4.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S2PCud-P5-I/AAAAAAAAEUQ/wSI0FcVprqA/s400/IMG_0071.JPG" alt="" width="212" height="400" /><br />
Kembali mengenai kopi lampung pemberian Lowo. Terus terang saya bukan penikmat kopi hitam tanpa gula. Tapi kali ini saya memberanikan diri untuk mencobanya tanpa gula untuk mengetahui rasa asli kopi lampung.</p>
<p>Warna kopi lampung ini hitam pekat dengan <strong>aroma pahit</strong> yang kuat <strong>sekaligus asam</strong> yang agak tajam. Untuk penikmat kopi memang rasa pahitnya khan yang dicari?</p>
<p>Tetapi akhirnya saya mencampur gula untuk menikmati kopi lampung ini karena belum bisa menjadi penikmat sejati dari secangkir kopi hitam. Ada sedikit tips untuk mencari rasa yang enak untuk mencampur gula dalam sebuah kopi. Gula dimasukkan terakhir ketika kopi sudah diseduh. Masukkan satu sendok teh dulu dan kalau kurangtambahkan sedikit demi sedikit sampai menemukan porsi manis yang pas.</p>
<p>Selamat berakhir pekan dan menikmati kopimu.<br />
<a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/" target="_blank"><img src="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/images/LogoBanner.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/30/asamnya-kopi-lampung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Soto Semarang ala Bangkong</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/25/soto-semarang-ala-bangkong/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/25/soto-semarang-ala-bangkong/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 08:24:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Soto]]></category>
		<category><![CDATA[soto bangkong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=533</guid>
		<description><![CDATA[Kalau ke Semarang belum nyobain Soto Bangkong pastinya perjalanan kuliner kamu belum lengkap. Memang di Semarang banyak bertebaran warung atau rumah makan soto. Tetapi yang bertahan dari puluhan tahun yang lalu hanya ada beberapa saja.

Berbeda dengan beberapa soto dari kota lain, soto dari semarang biasanya mempunyai kuah yang lebih bening. Termasuk soto bangkong ini. Dinamakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau ke Semarang belum <em>nyobain</em> <strong>Soto Bangkong</strong> pastinya <strong>perjalanan kuliner</strong> kamu belum lengkap. Memang di<strong> Semarang</strong> banyak bertebaran warung atau <strong>rumah makan soto</strong>. Tetapi yang bertahan dari puluhan tahun yang lalu hanya ada beberapa saja.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S10hR_eo11I/AAAAAAAAELI/y59DQcHmahg/s400/IMG_5811%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="300" height="400" /><br />
Berbeda dengan beberapa soto dari kota lain, <strong>soto dari semarang</strong> biasanya mempunyai kuah yang lebih bening. Termasuk soto bangkong ini. Dinamakan soto bangkong karena <strong>Pak Soleh</strong> (pemilik soto bangkong) memulai usahanya di <strong>Jl. Bangkong</strong> hingga saat ini. Pak Soleh memulai soto bangkong dari hanya ber-gerobak pikul pada tahun 1945-an hingga mempunyai beberapa cabang di kota lain yang dikelola oleh anak-anak beliau.<span id="more-533"></span><br />
<img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S10hOrHNZFI/AAAAAAAAEK4/3BW_XHHoEgk/s400/IMG_5777%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Seperti kebanyakan soto lainnya di Semarang, soto bangkong diletakkan dalam mangkuk yang lebih kecil dari mangkuk biasa. Soto ala semarang berisi nasi, bihun, tauge, bihun, potongan tomat dan suiran ayam. Kata Pak Soleh sih soto biasanya mempunyai resep yang sama, hanya tangan yang meraciknya yang bisa membuat rasa soto berbeda.</p>
<p>Soto bangkong dibandrol dengan harga Rp. 8.500. Terasa mahal? Karena bahan-bahan yang digunakan Pak Soleh dalam meracik soto tetap dijaga kualitasnya. Daging ayam dan kualitas beras yang digunakan sangat dijaga untuk tidak mengecewakan pelanggannya.</p>
<p>Soto Bangkong dibuka dari jam 07.00 pagi hingga jam 10 malam. Kalau sempat mengunjungi warung ini dan melihat Pak Soleh berjaga disitu silahkan minta untuk beliau yang meraciknya. Beliau akan dengan senang hati untuk meracik soto dengan tangannya sendiri.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S10hQ4UcqtI/AAAAAAAAELE/cq2F0d4MMGE/s400/IMG_5788%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Oh iya, seperti biasa jangan lupa juga untuk <em>ngembat</em> lauknyanya seperti sate kerang, sate daging ayam atau jeroan. Kalau untuk saya sate jeroan tetap no 1. Dari lumpia, asem-asem maupun soto semua ada, memang <strong><a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/">semarang banjir kuliner</a></strong>.</p>
<p><em>Picture courtesy</em>: <a href="http://www.ahmeddee.com/">Tukang Makan Ahmed</a><br />
<a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/" target="_blank"><img src="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/images/LogoBanner.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/25/soto-semarang-ala-bangkong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Citra Oriental Asem Asem Koh Liem</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/21/citra-oriental-asem-asem-koh-liem/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/21/citra-oriental-asem-asem-koh-liem/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 00:24:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[Asem Asem]]></category>
		<category><![CDATA[Asem Asem Koh Liem]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=523</guid>
		<description><![CDATA[Asem Asem: citra rasanya seperti garang asem dari kudus tetapi dimasak seperti sayur kebanyakan. Isi asem-asem daging sapi dengan aroma belimbing wulung yang sangat kuat

Harus diakui citra rasa kuliner Semarang banyak dipengaruhi oleh citra rasa masakan yang dibawa dari cina. Dari lumpia sampai asem asem. Salah satu warung asem asem yang bertahan hingga kini adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>Asem Asem</strong>: citra rasanya seperti <a href="http://blog.tukangmakan.com/2007/12/19/garang-asem-kudus/">garang asem</a> dari kudus tetapi dimasak seperti sayur kebanyakan. Isi asem-asem daging sapi dengan aroma belimbing wulung yang sangat kuat</p></blockquote>
<p><img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S1eY4NW58GI/AAAAAAAAEJg/AJh4Lw4dN_4/s400/KOH%20LIEM%2001.jpg" alt="" width="400" height="166" /><br />
Harus diakui <strong>citra rasa kuliner Semarang</strong> banyak dipengaruhi oleh citra rasa masakan yang dibawa dari cina. Dari <a href="http://blog.tukangmakan.com/2010/01/14/legenda-lumpia-gang-lombok/">lumpia </a>sampai asem asem. Salah satu warung asem asem yang bertahan hingga kini adalah warung <strong>asem asem Koh Liem</strong>.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S1eY8tLYG5I/AAAAAAAAEJo/Ys34z442aNY/s400/Asem%20Asem%20%28Medium%29.jpg" alt="" width="400" height="300" /><br />
Kalau kamu mencari sesuatu yang segar asem asem koh liem sepertinya cocok untuk disantap. Isi asem asem koh liem yaitu <strong>daging sapi</strong> dengan potongan <strong>cabe hijau</strong> dan <strong>tomat</strong> yang sangat kelihatan dan mengundang. Aroma <strong>belimbing wuluh</strong>pun sangat terasa sehingga membuat aroma segarnya semakin kuat.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S1eY6YBCujI/AAAAAAAAEJk/KbTlnJNNHlI/s400/Koh%20Liem%202%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Warung ini terletak di <strong>Jl. Karanganyar</strong>. Persisnya didepan SMA Loyola. Warungnya sendiri tampak sudah berusia cukup lama. <strong>Koh Liem</strong> memulai usaha ini sekitar <strong>30 tahun</strong> yang lalu dan tetap bertahan hingga kini melayani pelanggannya. Layout warungnya sangat khas warung dengan kursi yang memanjang sehingga mampu menampung banyak orang.</p>
<p>Asem asem ini merupakan makanan jawa yang diolah lagi untuk disesuaikan dengan lidah orang Semarang. Satu porsinya dibandrol dengan harga <strong>12.000</strong>. Dari lumpia hingga asem asem. Memang <strong>semarang  banjir kuliner</strong>.</p>
<p><em>Picture Courtesy</em>: <a href="http://www.ahmeddee.com/">Tukangmakan Ahmed</a><br />
<a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/" target="_blank"><img src="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/images/LogoBanner.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/21/citra-oriental-asem-asem-koh-liem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Legenda Lumpia Gang Lombok</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/14/legenda-lumpia-gang-lombok/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/14/legenda-lumpia-gang-lombok/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 10:56:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[lumpia]]></category>
		<category><![CDATA[lumpia gang lombok]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=509</guid>
		<description><![CDATA[Lumpia adalah makanan khas semarang yang isinya terdiri dari rebung, telur, dan bisa dikombinasi dengan daging ayam, udang atau bahkan daging kepiting ~ Tukang Makan
Siapa yang tidak mengenal lumpia? Makanan khas dari semarang yang sudah sangat melegenda sebagai oleh-oleh yang must buy! Sebelumnya saya sudah pernah menulis Lumpia Mbak Lien. Lumpia Mbak Lien sudah dikenal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Lumpia adalah makanan khas semarang yang isinya terdiri dari rebung, telur, dan bisa dikombinasi dengan daging ayam, udang atau bahkan daging kepiting ~ <a href="http://blog.tukangmakan.com/2007/12/07/lumpia-mbak-lien/">Tukang Makan</a></p></blockquote>
<p>Siapa yang tidak mengenal <strong>lumpia</strong>? Makanan khas dari <strong>semarang</strong> yang sudah sangat melegenda sebagai oleh-oleh yang <em>must buy</em>! Sebelumnya saya sudah pernah menulis <a href="http://blog.tukangmakan.com/2007/12/07/lumpia-mbak-lien/">Lumpia Mbak Lien</a>. <strong>Lumpia Mbak Lien</strong> sudah dikenal sebagai lumpia yang paling banyak diburu.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S07tO0l81dI/AAAAAAAAEFQ/YvlE97tsh-4/s400/lombok01.jpg" alt="" width="400" height="300" /><br />
Tetapi lumpia tertua di semarang adalah <strong>Lumpia Gang Lombok</strong>. Pak Purnomo saja yang merupakan generasi III pewaris lumpia gang lombok sudah tidak ingat sejaka kapan beliau mulai menjaga warungnya. Paling tidak beliau sudah berjualan selama <strong>50 tahun</strong> di semarang dan masih setia duduk didepan warung untuk melayani pembeli.<span id="more-509"></span></p>
<p>Dari lumpia gang lombok inilah muncul beberapa<strong> &#8216;aliran&#8217; lumpia</strong> di Semarang. Pembeli biasanya membeli lumpia sesuai selera mereka, ada yg menyukai <a href="http://blog.tukangmakan.com/2007/12/07/lumpia-mbak-lien/" target="_blank">Lumpia Mbak Lien</a>, ada yang <strong>lumpia mataram</strong> maupun yang <strong>lumpia  pandanaran</strong>.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh4.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S07tHrrDu1I/AAAAAAAAEFI/U26VXRbPlDI/s400/lombok02.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Yang membuat istimewa lumpia gang lombok adalah isinya yang sangat banyak. Seakan-akan <strong>kulit lumpia</strong>nya tidak mampu menahan isi yang dimasukkan ke dalam. Yang sangat terlihat adalah<strong> potongan udang</strong>nya yang dicampur dengan rebung sangat terlihat. Begitu digigit juga sangat terasa rasa udangnya.</p>
<p>Memang isi lumpia adalah campuran <strong>rebung</strong>, telor dan daging udang yang dimasak secara bersama-sama. Pak Purnomo atau staffnya selalu memasak isi lumpia ketika ada pembeli datang sehingga kesegarannya selalu terjamin.</p>
<p>Satu lumpia dibandrol dengan harga <strong>Rp.10.000</strong>,- . Sedikit lebih tinggi dari rata-rata harga <strong>lumpia di semarang</strong>. Harga ini untuk menjamin kesegaran dan kualitas rebung yang disajikan beserta jumlah isi yang tidak berubah dari awal resep ini dibuat. Memang <strong>ada harga ada rupa</strong> itu pas disematkan pada lumpia gang lombok.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh4.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S07tMMRJuVI/AAAAAAAAEFM/XnDBB-SnAu0/s400/lombok03.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Warung ini dapat ditemukan disamping <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tay_Kak_Sie" target="_blank">klenteng Tay Kak Sie</a>, dibelakang Pasar Johar, Semarang. Warung dibuka dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore. Pilihan lumpianya saja sudah membanjir di semarang apalagi pilihan kulinernya.</p>
<p><em>Picture Courtesy</em>: <a href="http://www.ahmeddee.com/">Tukang Makan Ahmed</a></p>
<p><a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/" target="_blank"><img src="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/images/LogoBanner.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/14/legenda-lumpia-gang-lombok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
