<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tukang Makan &#187; Warung</title>
	<atom:link href="http://blog.tukangmakan.com/category/warung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.tukangmakan.com</link>
	<description>Makan.. Makan.. dan Makan Lagi!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 19:42:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>[Travelogue] Malang: STMJ Jalan Kawi</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2011/12/travelogue-malang-stmj-jalan-kawi/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2011/12/travelogue-malang-stmj-jalan-kawi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 10:01:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[Malang]]></category>
		<category><![CDATA[STMJ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=1012</guid>
		<description><![CDATA[Nah habis dari Java Mocha karena kondisi badan kurang ok, Siwi ngajak pijet berjamaah. Saya iyakan dung ah.  Setelah badan habis dipijet rencana kita mau langsung balik ke homestay. Ndalalah nemu warung STMJ, langsung aja gitu kita masuk warungnya. Dasar tukang makan semua. Warung STMJ di jalan kawi ini kata Siwi sudah ada lama sekali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nah habis dari <a href="http://blog.tukangmakan.com/2011/12/travelogue-malang-java-mocha/" target="_blank">Java Mocha</a> karena kondisi badan kurang ok, Siwi ngajak pijet berjamaah. Saya iyakan dung ah.  Setelah badan habis dipijet rencana kita mau langsung balik ke homestay. <em>Ndalalah</em> nemu warung STMJ, langsung aja gitu kita masuk warungnya. Dasar tukang makan semua.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-BGrKIA_oC-Y/Tt817SwP-XI/AAAAAAAAJD0/W0wPD8ZeBOI/s400/IMG_0132%252520%252528Medium%252529.JPG" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Warung STMJ di Jl. Kawi</p></div>
<p>Warung STMJ di jalan kawi ini kata Siwi sudah ada lama sekali dan dipagi hari ada yang jualan pecel yang enak dan jadul. Warungnya sendiri menurut saya sih memang bersih. Saya suka warungnya. Karena saya belum pernah minum yang namanya STMJ makan cobalah saya pesan STMJ. Selain karena pengen nyoba juga buat menghangatkan kondisi badan yang sedang drop.<span id="more-1012"></span></p>
<p>Tidak lama sang STMJpun datang dan ternyata saya memang tidak bisa minum susu putih dalam bentuk apapun hahahaha~ Tetapi sebetulnya rasa susunya sudah tidak terlalu terasa, rasa jahenya cukup mendominasi dan memang hangat ke badan tetapi dasar saya saja yang sudah tidak suka dengan susu putih sampai saya tidak bisa menghabiskan STMJ ini.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="https://lh5.googleusercontent.com/-uOVdxRr7ayA/Tt812vg3H9I/AAAAAAAAJDk/NgTddiuJH1c/s400/IMG_0130%252520%252528Medium%252529.JPG" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Ruangan Dalam</p></div>
<p>Variasi menu warung ini mulai dari kopi &#8211; susu &#8211; jahe dan percampuran diantara ketiganya. Mereka juga menjual menu roti bakar yang cukup variatif buat isinya. Kalau saya, ketika berada di warung ini kok terasa seperti di warung kopi tiam yah hehe~ Aroma warungnya <em>somehow</em>  sangat kuat terasa.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="https://lh5.googleusercontent.com/-ayaIXiKoNlU/Tt813oYvxfI/AAAAAAAAJDs/xF-IlgzbaRU/s400/IMG_0131%252520%252528Medium%252529.JPG" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Ruangan Depan &amp; Area Memasak</p></div>
<p>Mereka punya pinggan masak sendiri buat roti bakarnya dan terlihat sangat cekatan. Setiap selesai memasakpun mereka langsung membersihkan pingggan memasaknya. Nice, walau warung tetapi mereka sangat memperhatikan kebersihan. Buat yang suka STMJ atau jahe-jahean menurut saya ini salah satu warung yang cukup <em>recommended</em> untuk dikunjungi di Malang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2011/12/travelogue-malang-stmj-jalan-kawi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kota Malang Gudangnya Makanan Jawa Timur</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 06:03:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogie</dc:creator>
				<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Resto]]></category>
		<category><![CDATA[Soto]]></category>
		<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[Ayam Goreng]]></category>
		<category><![CDATA[Bakso]]></category>
		<category><![CDATA[Soto Daging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=795</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama saya mendengar cerita bahwa kota Malang menyimpan berbagai macam sajian makanan yang bermacam-macam. Berbagai olahan makanan tersedia di sana, bisa dikatakan Malang setara dengan kota Jogja dan Bandung yang memiliki berbagai macam makanan enak. Tapi karena jarak yang cukup jauh dan tidak ada saudara di Jawa Timur membuat saya selalu menunda keinginan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-813" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/yogie-goes-to-malang/"><img class="alignleft size-medium wp-image-813" title="yogie-goes-to-malang" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/yogie-goes-to-malang-193x300.jpg" alt="" width="193" height="300" /></a>Sudah lama saya mendengar cerita bahwa kota Malang menyimpan berbagai macam sajian makanan yang bermacam-macam. Berbagai olahan makanan tersedia di sana, bisa dikatakan Malang setara dengan kota Jogja dan Bandung yang memiliki berbagai macam makanan enak. Tapi karena jarak yang cukup jauh dan tidak ada saudara di Jawa Timur membuat saya selalu menunda keinginan untuk berburu kuliner disana.</p>
<p>Akhirnya kesempatan pergi ke Malang datang juga saat teman-teman kuliah S2 MMI UGM Yogyakarta mengadakan piknik berkedok studi banding ke kota Malang pada 5-7 Juli 2010. Horeeeee.. kesempatan ini tidak boleh saya sia-siakan! Peralatan perang seperti kamera, buku catatan, dan tentunya perut sudah saya siapkan dan latih jauh-jauh hari. Targetnya sih bisa mencoba makanan yang digoreng, berkuah, dan bersantan.</p>
<p>Baiklah, cerita perjalanan nggak usah saya ceritakan ya.. misal tertarik sih bisa baca di blog pribadi saya aja. Ntar kalo saya tulis disini bisa dipentung om admin hihihi&#8230;</p>
<p><span id="more-795"></span></p>
<p><strong>Bakso Kota Cak Man</strong></p>
<p>Setelah melakukan perjalanan 12 jam dari Jogja-Malang melalui jalur Surabaya, saya pengen makan sesuatu yang panas. Maka pilihan saya adalah mencoba bakso, nah Malang mempunyai Bakso Kota Cak Man yang cabangnya sudah dibuka hampir di setiap kota di Jawa. Selama saya di Semarang atau Jogja, blom pernah mampir ke bakso ini, tapi berhubung saya berada di Malang, maka wajib hukumnya untuk mencoba bakso ini.</p>
<div id="attachment_796" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-796" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/bakso-cak-man/"><img class="size-medium wp-image-796" title="Bakso Kota Cak Man" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/bakso-cak-man-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bakso Kota Cak Man</p></div>
<p>Sistem pemesanan bakso ini cukup unik, yaitu kita mengambil sendiri bakso yang akan kita pesan. Nah harga yang kita bayar sesuai dengan isi yang kita masukkan ke dalam mangkok. Pilihannya cukup banyak, mulai dari bakso goreng, siomay goreng, mie putih, mie kuning, pangsit goreng, dan lain-lain. Beberapa teman bahkan karena saking laparnya mengambil semua isi sehingga butuh 2 mangkok untuk menampungnya.</p>
<p>Tips dari saya, pilih 3-5 macam saja karena ukurannya cukup besar dan saat ditambah kuah oleh pelayannya maka mangkok kita terkesan penuh. Selain itu untuk menghemat perut dan duit :p</p>
<p>Total kerusakan saya hari itu Rp 14.000 (empat-belas-ribu-rupiah) sudah termasuk air mineral botol. Komposisi bakso saya adalah : bakso goreng, bakso daging, bakso jumbo, siomay, pangsit goreng, dan mie kuning. Kuah yang panas membuat kening keringetan dan mencerahkan mata hehehe. Oh iya, saya tidak menambahkan saos, kecap, ataupun sambal disaat mencoba semua makanan supaya tau rasa aslinya.</p>
<p>Menurut saya, rasanya masih kurang nendang dibandingkan dengan Bakso Kepala Sapi, tapi tentunya masih diatas dibandingkan bakso sapi biasa. Jadi untuk saat ini gelar bakso terbaik menurut saya masih dipegang oleh Bakso Kepala Sapi</p>
<p><strong>Ayam Goreng Pak Sholeh</strong></p>
<p><a rel="attachment wp-att-800" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/ayam-goreng-pak-sholeh/"><img class="alignleft size-medium wp-image-800" title="Ayam Goreng Pak Sholeh" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/ayam-goreng-pak-sholeh-254x300.jpg" alt="" width="254" height="300" /></a>Saatnya mencari makan malam! Setelah berdiskusi sebentar dengan teman yang asli Malang, sebut saja Ms N maka kita memutuskan untuk menuju ke rumah makan ayam goreng Pak Sholeh yang legendaris. Oh iya, Ms N ini yang menjadi guide kami selama di Malang, banyak informasi yang saya dapatkan seputar kota Malang. Mencari bakso di Malang lebih mudah daripada mencari nasi goreng.</p>
<p>Rombongan kami tiba di rumah makan Ayam Goreng Pak Sholeh sekitar jam 18.30. Ternyata rumah makan ini cukup besar dan ramai. Ms N tidak membawa kami ke pusatnya karena terlalu jauh dan tidak sejalan dengan rute jalan-jalan malam itu, tapi Ms N menjamin rasanya tidak kalah dengan yang dipusat. Struktur bangunannya berbentuk rumah, namun di dalamnya dibuat semacam sekat-sekat kubikel lesehan. Karena kami datang dengan 2 mobil, maka dibutuhkan 2 kubikel untuk menampung kami.</p>
<p>Menu yang ditawarkan cukup bervariasi, diantaranya ayam goreng dan bakar, gurame goreng dan bakar, pecel lele, tempe bacem, sambal terong, cah kangkung. Sayangnya saat itu yang tersedia tinggal ayam goreng dan gurame goreng. Yang lain sudah ludes terjual. Akhirnya kami kompak pesen ayam goreng supaya tidak terlalu lama menunggu. Oh iya untuk minumnya saya pesan Es Beras Kencur yang bikin perut anget.</p>
<p>Ternyata sodara-sodara, pelayannya sangat cepat! 14 porsi makanan dan minumannya bisa disajikan kurang dari 15 menit! Kami saja cukup kaget saat makanan datang, kirain pesenan orang lain.</p>
<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_806" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-806" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/ayam-goreng-pak-sholeh-2/"><img class="size-medium wp-image-806 " title="Ayam Goreng Pak Sholeh" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/ayam-goreng-pak-sholeh-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Ayam Goreng Pak Sholeh</p></div>
<p>Rasa ayam gorengnya cukup enak, gorengannya pas dan seperti ayam goreng jogja yang agak manis. Sayangnya potongannya kecil buat saya, jadi saya ngambil satu potong lagi entah itu jatah punya siapa hahaha.. Nasi disajikan di wakul dengan kondisi masih panas dan mengundang selera makan. Sambalnya juga disajikan di cobek, kalo ndak salah namanya sambal oki yang rasanya cukup pedas. Lalapannya terdiri dari timun, kacang panjang, dan daun kemangi. Total kerusakan malam itu Rp 15.000 (lima-belas-ribu-rupiah).</p>
<p><strong>Soto Babat dan Krengsengan Daging Sapi</strong></p>
<p>Besoknya, setelah seharian jalan-jalan ke berbagai obyek wisata di kota Malang, kami merasa cukup kelaparan. Ms N kali ini tidak memiliki ide untuk mengajak kami makan dimana, akhirnya mampir dulu ke masjid UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) yang megah. Nah, sehabis shalat Ms N ingat bahwa dia pernah makan di warung depan masjid tersebut, menu yang ditawarkan juga cukup bervariasi. Akhirnya kami pun beringsut menuju kesana karena rasa lapar sudah tak tertahankan lagi. Ternyata, terdapat beberapa warung yang menawarkan menu yang bervariasi. Saya dan beberapa orang akhirnya memilih ke Warung Rezeqi yang menyediakan Soto Babat dan Krengsengan Daging Sapi.</p>
<div id="attachment_816" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-816" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/soto-babat/"><img class="size-medium wp-image-816" title="Soto Babat" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/soto-babat-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Soto Babat</p></div>
<p>Saya memesan Soto Babat, karena belum pernah mencobanya hehehe.. Ternyata sotonya berbeda dengan soto Semarang yang berkuah bening, soto babat ini berwarna agak kehitaman dan kuahnya agak asin, mungkin memang khas makanan jawa timuran yang cenderung asin atau mungkin juga berasal dari santan. Komposisinya terdiri dari potongan daging babat yang cukup banyak dan besar, kemudian ada topping kol dan toge yang banyak juga.</p>
<p>Kita bisa meminta penyajian campur atau pisah. Maksudnya, kalo pisah artinya nasi dan soto disajikan dalam piring terpisah, kalo campur dijadikan satu. Ternyata porsi yang cukup besar ini membuat perut saya tidak mampu lagi untuk mencoba menu yang lain. Apalagi setelah tau ternyata Krengsengan Daging Sapi itu merupakan makanan besar, bukan cemilan. Sepertinya saya harus bersabar untuk mencobanya di lain kesempatan.</p>
<div id="attachment_819" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-819" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/krengsengan-daging-sapi/"><img class="size-medium wp-image-819" title="Krengesengan Daging Sapi" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/krengsengan-daging-sapi-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Krengesengan Daging Sapi</p></div>
<p>Pucuk ditiba ulam tiba, saat perjalanan pulang ke Jogja kami beristirahat di rumah makan jawa timuran. Ketika membaca menu terdapat Krengsengan daging yang tadi siang belum sempat saya coba. Langsung saja saya memesan daripada penasaran dibawa sampe rumah hehehe..</p>
<p>Hmm.. ternyata menu ini berbeda dengan bayangan saya, karena disajikan berkuah. Pikir saya akan berbentuk daging goreng tapi ternyata bukan. Rasanya standar saja atau mungkin karena faktor warung yang tidak terkenal saja. Dagingnya cukup lembut dan mudah dipotong dengan sendok garpu, ketika dikunyah juga cukup nyaman tapi berpotensi nyangkut di gigi. Tidak ada komentar khusus mengenai menu ini.</p>
<p><strong>Akhir kata</strong></p>
<p>Yak, begitulah sekilas laporan saya dari jalan-jalan ke kota Malang. Sebetulnya kami sempat dijamu nasi rawon di rumah Ms N, namun karena faktor kelaparan malah lupa motret hehehe.. Yang jadi pembeda rawon di Malang dan Semarang itu, di Malang ga pake daun melinjo. Tapi rasanya sama saja.. rasa rawon hihihi</p>
<p>Selamat Makan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berburu Kuliner Malam di SOLO (part 2)</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/06/berburu-kuliner-malam-di-solo-part-2/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/06/berburu-kuliner-malam-di-solo-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jun 2010 09:06:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Timlo]]></category>
		<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[Nasi Liwet]]></category>
		<category><![CDATA[Solo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=735</guid>
		<description><![CDATA[Postingan ini kelanjutan dari petualangan saya di SOLO kemarin. Tanggal 5-6 Juni 2010 kemarin karena sudah mampir di Solo untuk acara SOLO (Sharing Online lan Offline), rasanya rugi kalau tidak berburu kuliner di Solo. Selain Solo terkenal sangat aktif kegiatan kulinernya dari pagi hingga malam hari. Baru di Solo saya menemukan tukang sate kambing mulai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Postingan ini kelanjutan dari <a href="http://blog.didut.net/2010/06/19/solo-sharing-online-lan-offline-part-1/" target="_blank">petualangan saya di SOLO kemarin</a>.</p></blockquote>
<p>Tanggal 5-6 Juni 2010 kemarin karena sudah mampir di Solo untuk acara <a href="http://solo.bengawan.org/" target="_blank">SOLO (Sharing Online lan Offline)</a>, rasanya rugi kalau tidak berburu kuliner di Solo. Selain Solo terkenal sangat aktif kegiatan kulinernya dari pagi hingga malam hari. Baru di Solo saya menemukan tukang sate kambing mulai aktif dari jam 6 pagi, jadi orang Solo bisa sarapan dengan sate kambing dari jam 6 pagi.</p>
<p>Karena <a href="http://blog.didut.net/2010/06/19/solo-sharing-online-lan-offline-part-1/" target="_blank">dari pagi hingga sore sudah ada acara SOLO</a> di Gedung Graha Solo Raya, perburuan dimulai sebelum jam makan malam. Teman seperburuan kali ini <a href="http://wedhouz.net/" target="_blank">Wedhouz</a>. Kita tahu bahwa oleh panitia sudah disiapkan makan malam tetapi rasanya kok sia-sia kalau mampir Solo tanpa menikmati kuliner khas Solo.</p>
<h2>Nasi Liwet</h2>
<p>Untuk perburuan pertama kita berjalan-jalan di sepanjang Jl. Slamet Riyadi didekat penginapan. Kata Wedhouz Solo terkenal dengan warung ala <em>eplek eplek </em>(sepertinya spellingnya harus ditanyakan lagi, maklum bukan orang jawa), pokoknya dimana ada ruang kosong ada warung yang bisa nempel disitu. Ternyata didekat penginapan kita bisa menemukan <strong>Nasi Liwet</strong>.<span id="more-735"></span><br />
<img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TBxKiUshIgI/AAAAAAAAFPE/9jdxO0Pr0Fo/s400/IMG_0028%20%28Large%29.JPG" alt="" width="320" height="240" /><br />
Nasi liwet adalah makanan khas kota Solo. Nasi liwet dimasak gurih (biasanya dengan kelapa) hampir mirip dengan nasi uduk dan disajikan dengan suiran ayam, <strong><em>jipang</em> </strong>(sayur labu siam) dan <strong><em>areh </em></strong>(semacam bubur gurih dari kelapa).</p>
<p>Katanya sih warga Kota Solo biasa menyantap nasi liwet kapanpun dari pagi hingga malam hari. Biasanya nasi liwet ini dijajakan keliling dengan bakul yang digendong oleh penjualnya. Oh iya, kenapa di depan warung spanduknya ada tulisan <strong>cabang keprabon</strong>? Karena ternyata Keprabon merupakan tempat jualan nasi liwet yang paling <em>yahud</em> di Kota Solo dan hanya berjualan pada malam hari.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TBxKZNp02tI/AAAAAAAAFOs/gLkvjJYe_qk/s400/IMG_0024%20%28Large%29.JPG" alt="" width="320" height="240" /><br />
Menyantap nasi liwet Bu Wongsolemu ini terasa lebih nikmat karena disajikan lesehan di pinggir Jl. Slamet Riyadi. Apalagi suasana Kota Solo lebih sejuk daripada Semarang, jadi membuat perut lapar terus hihi~</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TBxKb0oaa1I/AAAAAAAAFO0/jW3ya4hdhDQ/s400/IMG_0025%20%28Large%29.JPG" alt="" width="320" height="240" /><br />
Tidak lama setelah dipesan nasi liwetpun datang. Porsinya tidak terlalu besar, pas untuk mengganjal perut sebentar menahan rasa lapar. Kombinasi nasi gurih yang hangat, suiran ayam yang sudah dibumbui, sayur <em>jipang</em> dan telur bacem sungguh terasa sangat nikmat. Dan harganyapun tidak mahal, kelihatannya sekitar 4.000 &#8211; 5.000 rupiah.</p>
<h2>Timlo</h2>
<p>Perburuan II, saya berburu <strong>Timlo Solo </strong>yang sudah sangat kondang sebagai makanan khas Solo. Teman perburuan kali ini adalah teman-teman dari <a href="http://cahandong.org" target="_blank">Cah Andong</a>, Jogja. Perburuan Timlo dilakukan setelah acara Sharing Komunitas sewaktu makan malam. Jadi sebelum makan malam SOLO berburu nasi liwet dan sesudah pulang berburu Timlo, benar-benar tukangmakan khan?</p>
<p>Tujuan kali ini adalah <strong>Timlo Maestro</strong>. Timlo merupakan hidangan berkuah bening. Biasanya kuah ini kuah kaldu yang sudah diolah, jadi setiap warung timlo pasti punya ke-khas-an rasanya sendiri-sendiri. Isinya ada sosis ayam yang dipotong-potong (sosis ala solo bukan sosis biasa), telor ayam pindang, irisan hati serta ampela ayam. Kalau tidak suka jeroan pembeli juga bisa memilih isi timlo yang diinginkan.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TBxLBcZke6I/AAAAAAAAFQQ/n7xJ-Qp5qmQ/s400/IMG_0039%20%28Large%29.JPG" alt="" width="320" height="240" /><br />
Timlo  disantap dengan nasi putih yang ditaburi bawang goreng. Untuk timlo maestro rasa asinnya sangat kuat terasa, jadi kalau tidak terlalu suka dengan rasa asin sebaiknya jangan mencoba warung timlo ini. Tapi kalau untuk saya sih pas-pas sajah karena setiap warung pasti punya rasa yang khas dan berbeda.</p>
<p>Untuk harga, timlo dibandrol dengan agak mahal. Untuk 1 porsi lengkap saya tadi, dibandrol dengan harga 15.000 rupiah. Tapi memang harganya sepadan. Setelah pulang ke Semarang saya masih terbayang-bayang ingin menikmati timlo lagi.</p>
<p>Selamat berburu kuliner !</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/06/berburu-kuliner-malam-di-solo-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ramen Ramen Ramen (1)</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/06/ramen-ramen-ramen-1/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/06/ramen-ramen-ramen-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 13:13:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Post]]></category>
		<category><![CDATA[Japanese Food]]></category>
		<category><![CDATA[Mie]]></category>
		<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[ramen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=719</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai penggemar mie dan anime Jepang, tentunya saya pun penasaran dengan mie ramen. Seperti apa sih rasanya? Setelah mencoba di tiga tempat berbeda, berikut ini review saya dalam tiga postingan.=D Nikkou  Ramen Enak!Can&#8217;t say more&#8230;enak enak enaak!! eh, lha gimana reviewnya??&#62;.&#60; ya ya ya, di nikko ramen ini saya makan ditemani oleh seorang kawan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai penggemar mie dan anime Jepang, tentunya saya pun penasaran dengan mie ramen. Seperti apa sih rasanya? Setelah mencoba di tiga tempat berbeda, berikut ini review saya dalam tiga postingan.=D</p>
<h2>Nikkou  Ramen</h2>
<p>Enak!Can&#8217;t say more&#8230;enak enak enaak!!</p>
<div>eh, lha gimana reviewnya??&gt;.&lt;</div>
<div>
<p>ya ya ya, di nikko ramen ini saya makan ditemani oleh seorang kawan yang pernah tinggal di Jepang dan tentunya berpengalaman dalam bidang ini (maksudnya dia ngerti rasa aslinya).</p>
<p>Kami memesan 3 macam mi ramen, yaitu :</p>
</div>
<div><strong>1. Chicken Chilli Ramen</strong></div>
<div><strong><a rel="attachment wp-att-769" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/06/08/ramen-ramen-ramen-1/dsc03575/"><img class="aligncenter size-full wp-image-769" title="Chicken Chilli Ramen" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/06/DSC03575.jpg" alt="" width="259" height="194" /></a><br />
</strong></div>
<div>melihat kata &#8220;chilli&#8221; di menu, langsung deh pesen itu tanpa pikir panjang!maklum doyan pedes.&gt;.&lt;</div>
<div>pas pertama dihidangkan, sempet meragukan rasa pedasnya dan bertanya &#8220;ini cuma dikasih cabe bubuk ya&#8230;&#8221; (ya beginilah anak sotoy yang taunya mi instan duank)</div>
<div>kawanku itu menjawab &#8220;itu bubuk cabe Jepang, pedesnya lebih ke tenggorokan&#8221;</div>
<div>dan rasanya ternyata enaaaaakk&#8230;&#8230;dan pedeeeeeeesss&#8230;..T.T</div>
<div><strong><span id="more-719"></span>2. Gyuu Ramen</strong></div>
<div>Aku ga tau ya nulisnya bener apa enggak.hihihi&#8230;</div>
<div>yang ini enak juga rasanya. tapi kata temanku, yang chicken chilli ramen itu terasa lebih enak lagi karena sudah disesuaikan dengan lidah orang Jawa.oooo begituu&#8230;*angguk2 kepala*</div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 298px"><img title="Gyuu Ramen" src="http://lh5.ggpht.com/_NCYZd_aEAdE/TA4XMA7mivI/AAAAAAAACVI/oPGF_3Jb8IQ/s288/DSC03582.JPG" alt="" width="288" height="216" /><p class="wp-caption-text">Gyuu Ramen</p></div>
<p><strong>3. Spaghetti Ramen</strong></p>
<div>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 154px"><img title="Spaghetti Ramen" src="http://lh6.ggpht.com/_NCYZd_aEAdE/TA4ZuDNTC3I/AAAAAAAACVU/pgxVr2vWnwQ/s144/DSC03581.JPG" alt="" width="144" height="108" /><p class="wp-caption-text">Spaghetti Ramen</p></div>
<p>nothing special,, ya cuma mi ramen dikasih bumbu spaghetti aja.</p>
</div>
<div>semua mi ramen yang saya sebutkan tadi, isinya hampir sama. 1/2 telur rebus , tofu, ayam suir-suir (ga tau deh bahasa indonesianya apa) dan nori (rumput laut). Oh iya, kalo yang sho yuu ada daging sapi nya juga.</div>
<div>Ga cuma makanannya yang ala Jepang, tapi suasana,pelayanan dan dekorasi warung nya pun juga Jepang banget. Begitu masuk kita disambut, langsung dikasih minum dan dipersilakan duduk. setelah itu waitress akan datang dan membawakan menu untuk kita. Mereka juga memutar lagu-lagu jepang&amp; menyediakan majalah-majalah jepang. Warung ini laris banget! Kata temanku itu, kalo kita datang setelah jam 4 sore dijamin sudah kehabisan makanan. Iya sih aku juga waktu kesana sudah ada beberapa menu yang habis.</div>
<blockquote><p><strong>Nikkou Ramen</strong><br />
Jl. AM Sangaji 79 Jogja (08170427772)<br />
Chicken Chilli Ramen     8500<br />
Spaghetti Ramen             8500<br />
Gyu Ramen                        9000<br />
Remon Sama                    2000</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/06/ramen-ramen-ramen-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayam Goreng Pak Man Yogyakarta</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/ayam-goreng-pak-man-yogyakarta/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/ayam-goreng-pak-man-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 07:33:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogie</dc:creator>
				<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Guest Post]]></category>
		<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[Ayam Goreng]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=568</guid>
		<description><![CDATA[Pencarian saya untuk Ayam Goreng terenak berlanjut lagi, kali ini pencarian saya sampai ke kota Yogyakarta. Kota yang terkenal oleh makanan Gudeg ini ternyata menyimpan banyak sekali masakan Ayam Goreng yang enak. Kali ini saya mengunjungi warung Ayam Goreng Pak Man yang terletak di dekat bunderan UGM, kalau Anda tau Rumah Cokelat maka warung ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://i31.photobucket.com/albums/c400/mail2yogie/tukangmakan/pakman.jpg" alt="" width="350" height="263" /></p>
<p>Pencarian saya untuk Ayam Goreng terenak berlanjut lagi, kali ini pencarian saya sampai ke kota Yogyakarta. Kota yang terkenal oleh makanan Gudeg ini ternyata menyimpan banyak sekali masakan Ayam Goreng yang enak. Kali ini saya mengunjungi warung <strong>Ayam Goreng Pak Man</strong> yang terletak di dekat bunderan UGM, kalau Anda tau Rumah Cokelat maka warung ini terletak di seberangnya.</p>
<p>Warung ini benar-benar unik, karena saya sudah beberapa bulan gagal mengunjungi warung ini, bukan karena penuh atau sudah habis, melainkan karena jadwal buka warung yang sungguh tidak biasa. Bisa dikatakan warung ini bukanya seenaknya sendiri. Bayangkan saja, dikala setiap weekend warung lain rela buka hingga tengah malam, warung Pak Man ini malah tutup.<span id="more-568"></span></p>
<p>Akhirnya tadi malam saya berkesempatan mencoba sendiri di warung yang cukup sempit ini, karena Yogyakarta habis diguyur hujan maka tidak ada tikar untuk lesehan, alhasil saya dan adek saya harus menunggu beberapa saat untuk bisa gantian makan di warung.</p>
<p>Warung ini menyediakan hidangan dari ayam dan bebek. Sepertinya biasa saja, tapi tunggu dulu.. Khas dari warung Pak Man adalah sambelnya. Bila Anda sudah membaca tulisan saya tentang Ayam Kosek Panjiwo yang sangat pedas itu, ternyata masih kalah pedas dengan Ayam Goreng Pak Man.</p>
<p>Saya memesan 1 potong paha atas dan 1 gelas es teh, saat hidangan sudah datang ternyata saya mendapatkan tambahan sayuran yang terdiri dari kol, timun, kemangi, dan daun singkong. Selain itu 1 cobek kecil sambal Pak Man yang legendaris.</p>
<p>Sambal ini terlihat menantang karena berwarna merah dengan biji cabai yang banyak. Ketika saya cium sambalnya langsung menerbitkan air liur (bahkan saat sekarang saya sedang nulis ini). Suapan pertama, dengan kombinasi nasi, suwiran ayam, daun singkong, dan secocol sambal langsung bikin adrenalin naik. Luar biasa pedasnya!! Hal ini terus berlanjut hingga suapan berikutnya, keringat seperti nggak berhenti mengucur karena pedasnya. Karena ditantang sama adek bahwa saya harus menghabiskan sambalnya, maka saya harus merelakan sapu tangan basah kuyup untuk mengelap keringat yang terus  bercucuran. Di akhir suapan saya baru tau, kalau ternyata mayoritas pengunjung pasti tidak kuat untuk menghabiskan sambal yang cuma sedikit itu. Pantas saja!</p>
<p>Ayam goreng yang disajikan cukup enak, dengan gorengan yang pas dan potongan standar. Nasi juga hangat dengan porsi cukup, es teh juga enak dengan gelas standar. Total kerusakan untuk makan disini, lengkap dengan segelas es teh adalah 8500. Cukup murah untuk makan malam yang hot!</p>
<p>Akhirnya, peringkat sambal pedas sudah berubah. Sambal Pak Man sudah menggeser tahta Ayam Kosek Panjiwo. Anda suka pedas? Coba ke warung Pak Man, tapi jangan datang pada saat weekend, karena kemungkinan besar warung ini tutup. Yak.. warung aneh tapi mantab!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/ayam-goreng-pak-man-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[UPDATE] Pecel Yu Kini</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/pecel-yukini/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/pecel-yukini/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 17:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pecel]]></category>
		<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[UPDATE Pecel Yu Kini sekarang hanya buka pada malam hari. Dimulai dari sekitar jam 6 sore sampai sekitar jam 10 atau 11 malam. Kalau datang pas jam makan malam dapat dipastikan tempat duduk didepan hidangan bakalan penuh. Kalau kata adek saya, bumbunya pas walaupun agak pedas. Jadi untuk yang tidak tahan pedas minta bumbunya sedikit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>UPDATE</h2>
<blockquote><p><strong>Pecel Yu Kini</strong> sekarang hanya buka pada malam hari. Dimulai dari sekitar jam 6 sore sampai sekitar jam 10 atau 11 malam. Kalau datang pas jam makan malam dapat dipastikan tempat duduk didepan hidangan bakalan penuh.</p></blockquote>
<p><img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S220dL2AooI/AAAAAAAAEak/cqA3vbxi-V4/s400/pecel%2001%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="316" /><br />
Kalau kata adek saya, bumbunya pas walaupun agak pedas. Jadi untuk yang tidak tahan pedas minta bumbunya sedikit saja atau kalau dibawa pulang minta dipisah saja.<span id="more-90"></span></p>
<p>Letak warung Pecel Yu Kini di dekat <strong>patung Diponegoro</strong>. Sore hari mereka membuka warungnya didepan bengkel sekitar 100 meter sebelum patung Diponegoro kalau kamu dari arah <strong>tanjakan Gombel</strong>.<br />
<a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/5bLgTioyyyXxjhzpI8PssQ?authkey=Gv1sRgCPCm8Nvqx53lbg&amp;feat=embedwebsite"><img src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/SeR8gd6rUmI/AAAAAAAABto/8mAMAqmANXE/s400/IMG_0410%20%28Medium%29.JPG" alt="" /></a><br />
Salah satu yang paling saya suka dari warung ini adalah menu lauknya yang lengkap dari<strong> sate usus</strong>, <strong>sate jantung</strong>, <strong>rempela ati</strong>, <strong>telur mata sapi</strong>, <strong>martabak</strong> sampai <strong>rambak</strong> dan <strong>rempeyek</strong>pun pasti ada. Karena saya penggemar <strong>jeroan</strong> setiap kali ke warung ini pasti tidak tahan untuk mencomot salah satu dari makanan pelengkapnya.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S220ep1HB8I/AAAAAAAAEao/LPxnNZ70bE0/s400/pecel02%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="316" /><br />
Sajian sayurnya cukup lengkap dan penjualnya cukup ramah, itu sudah jadi nilai plus dari warung ini. Semua sayurnya terlihat sangat segar dan tidak ada yang layu. Dan karena disajikan dalam sebuah pincuk, kenikmatan menyantap nasi pecel ini lebih terasa.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S220fbXo4QI/AAAAAAAAEas/Hfsja9V21lo/s400/pecel03%20%28Medium%29.jpg" alt="" width="289" height="400" /><br />
Untuk harga sudah murah banget. Untuk Nasi pecel+rambak+sate jantung 2 dibandrol dengan harga 6.000 perak. Kalau tanpa sate sekitar 4.000-an dan sudah cukup memenuhi pincuk karena sudah ada kerupuk rambaknya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/pecel-yukini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Soto Bokoran Yang Coklat</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/soto-bokoran-yang-coklat/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/soto-bokoran-yang-coklat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 07:38:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Soto]]></category>
		<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Soto Ayam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=571</guid>
		<description><![CDATA[Disebut bokoran karena rumah dari pemilik Soto Bokoran terletak di Jl. Bokoran. Berbeda dengan kuah soto ala semarang kebanyakan yang bening. Soto Bokoran mempunyai kuah yang kuning kecoklatan. Ternyata warna coklat ini didapatkan dari kaldu ayam yang digunakan sebagai dasar kuah soto dicampurkan dengan kuah sate. Seperti dikebanyakan warung soto di semarang, sate ayam ataupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Disebut <strong>bokoran</strong> karena rumah dari pemilik<strong> Soto Bokoran</strong> terletak di <strong>Jl. Bokoran</strong>. Berbeda dengan kuah<strong> soto ala semarang</strong> kebanyakan yang bening. Soto Bokoran mempunyai kuah yang kuning kecoklatan. Ternyata warna coklat ini didapatkan dari kaldu ayam yang digunakan sebagai dasar kuah soto dicampurkan dengan kuah sate.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S20RuNWFfbI/AAAAAAAAEZk/Z52zj57cXrc/s400/SOTO%20BOKORAN_01.jpg" alt="" width="400" height="267" /><br />
Seperti dikebanyakan warung soto di semarang, sate ayam ataupun sate jeroan menjadi pendamping dalam menyantap soto. Biasanya sate ditaruh didalam sebuah mangkuk yang berisi kuah kecoklatan. Warna coklat ini didapatkan dari bahan dasar kuah berupa campuran gula jawa dan kecap.<span id="more-571"></span></p>
<p>Ada satu lagi lauk yang jarang didapatkan di warung soto lain, yaitu <strong>telur kecap</strong>. Telur ini kelihatannya telur yang dibacem dengan durasi masak selama 5 jam. Bahan dasarnya juga menggunakan telur bebek bukan telur ayam biasa.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S20RryO1szI/AAAAAAAAEZg/FGc7DOzKJkQ/s400/SOTO%20BOKORAN_02.jpg" alt="" width="400" height="267" /><br />
Satu porsi sotonya dibandrol Rp.6.000. Dan yang sedikit membedakan dari soto kebanyakan adalah potongan-potongan tomatnya yang sangat besar. Lumayan <em>juicy</em> ketika kita menyantap soto bokoran ini.</p>
<p>Oh iya kalau mau makan di warung ini jangan datang siang hari karena soto dijamin sudah habis ludes. Warung ini buka dari jam 6 pagi sampai jam 12 siang. Tetapi pada akhir pekan akan tutup lebih cepat karena habis sebelum jam tutup.</p>
<p>Warung Soto Bokoran sudah bertahan selama <strong>40 tahun</strong> berjualan di semarang. Jadi boleh dibilang soto bokoran adalah salah satu <strong>kekayaan kuliner semarang</strong> yang patut untuk dijaga.</p>
<p>Warung ini bisa ditemukan di <strong>Jl. Plampitan</strong>. Dari arah Simpang 5 &#8211; Jl. Gajah Mada &#8211; di perempatan setelah Hotel Gumaya belok kanan. Kelihatannya gang pertama sebelah kanan itu sudah Jl. Plampitan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/soto-bokoran-yang-coklat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Soto Semarang ala Bangkong</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/soto-semarang-ala-bangkong/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/soto-semarang-ala-bangkong/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 08:24:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Soto]]></category>
		<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Soto Ayam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=533</guid>
		<description><![CDATA[Kalau ke Semarang belum nyobain Soto Bangkong pastinya perjalanan kuliner kamu belum lengkap. Memang di Semarang banyak bertebaran warung atau rumah makan soto. Tetapi yang bertahan dari puluhan tahun yang lalu hanya ada beberapa saja. Berbeda dengan beberapa soto dari kota lain, soto dari semarang biasanya mempunyai kuah yang lebih bening. Termasuk soto bangkong ini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau ke Semarang belum <em>nyobain</em> <strong>Soto Bangkong</strong> pastinya <strong>perjalanan kuliner</strong> kamu belum lengkap. Memang di<strong> Semarang</strong> banyak bertebaran warung atau <strong>rumah makan soto</strong>. Tetapi yang bertahan dari puluhan tahun yang lalu hanya ada beberapa saja.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S10hR_eo11I/AAAAAAAAELI/y59DQcHmahg/s400/IMG_5811%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="300" height="400" /><br />
Berbeda dengan beberapa soto dari kota lain, <strong>soto dari semarang</strong> biasanya mempunyai kuah yang lebih bening. Termasuk soto bangkong ini. Dinamakan soto bangkong karena <strong>Pak Soleh</strong> (pemilik soto bangkong) memulai usahanya di <strong>Jl. Bangkong</strong> hingga saat ini. Pak Soleh memulai soto bangkong dari hanya ber-gerobak pikul pada tahun 1945-an hingga mempunyai beberapa cabang di kota lain yang dikelola oleh anak-anak beliau.<span id="more-533"></span><br />
<img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S10hOrHNZFI/AAAAAAAAEK4/3BW_XHHoEgk/s400/IMG_5777%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Seperti kebanyakan soto lainnya di Semarang, soto bangkong diletakkan dalam mangkuk yang lebih kecil dari mangkuk biasa. Soto ala semarang berisi nasi, bihun, tauge, bihun, potongan tomat dan suiran ayam. Kata Pak Soleh sih soto biasanya mempunyai resep yang sama, hanya tangan yang meraciknya yang bisa membuat rasa soto berbeda.</p>
<p>Soto bangkong dibandrol dengan harga Rp. 8.500. Terasa mahal? Karena bahan-bahan yang digunakan Pak Soleh dalam meracik soto tetap dijaga kualitasnya. Daging ayam dan kualitas beras yang digunakan sangat dijaga untuk tidak mengecewakan pelanggannya.</p>
<p>Soto Bangkong dibuka dari jam 07.00 pagi hingga jam 10 malam. Kalau sempat mengunjungi warung ini dan melihat Pak Soleh berjaga disitu silahkan minta untuk beliau yang meraciknya. Beliau akan dengan senang hati untuk meracik soto dengan tangannya sendiri.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S10hQ4UcqtI/AAAAAAAAELE/cq2F0d4MMGE/s400/IMG_5788%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Oh iya, seperti biasa jangan lupa juga untuk <em>ngembat</em> lauknyanya seperti sate kerang, sate daging ayam atau jeroan. Kalau untuk saya sate jeroan tetap no 1. Dari lumpia, asem-asem maupun soto semua ada, memang <strong><a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/">semarang banjir kuliner</a></strong>.</p>
<p><em>Picture courtesy</em>: <a href="http://www.ahmeddee.com/">Tukang Makan Ahmed</a><br />
<a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/" target="_blank"><img src="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/images/LogoBanner.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/soto-semarang-ala-bangkong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Citra Oriental Asem Asem Koh Liem</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/citra-oriental-asem-asem-koh-liem/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/citra-oriental-asem-asem-koh-liem/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 00:24:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asem Asem]]></category>
		<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=523</guid>
		<description><![CDATA[Asem Asem: citra rasanya seperti garang asem dari kudus tetapi dimasak seperti sayur kebanyakan. Isi asem-asem daging sapi dengan aroma belimbing wulung yang sangat kuat Harus diakui citra rasa kuliner Semarang banyak dipengaruhi oleh citra rasa masakan yang dibawa dari cina. Dari lumpia sampai asem asem. Salah satu warung asem asem yang bertahan hingga kini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>Asem Asem</strong>: citra rasanya seperti <a href="http://blog.tukangmakan.com/2007/12/19/garang-asem-kudus/">garang asem</a> dari kudus tetapi dimasak seperti sayur kebanyakan. Isi asem-asem daging sapi dengan aroma belimbing wulung yang sangat kuat</p></blockquote>
<p><img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S1eY4NW58GI/AAAAAAAAEJg/AJh4Lw4dN_4/s400/KOH%20LIEM%2001.jpg" alt="" width="400" height="166" /><br />
Harus diakui <strong>citra rasa kuliner Semarang</strong> banyak dipengaruhi oleh citra rasa masakan yang dibawa dari cina. Dari <a href="http://blog.tukangmakan.com/2010/01/14/legenda-lumpia-gang-lombok/">lumpia </a>sampai asem asem. Salah satu warung asem asem yang bertahan hingga kini adalah warung <strong>asem asem Koh Liem</strong>.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S1eY8tLYG5I/AAAAAAAAEJo/Ys34z442aNY/s400/Asem%20Asem%20%28Medium%29.jpg" alt="" width="400" height="300" /><br />
Kalau kamu mencari sesuatu yang segar asem asem koh liem sepertinya cocok untuk disantap. Isi asem asem koh liem yaitu <strong>daging sapi</strong> dengan potongan <strong>cabe hijau</strong> dan <strong>tomat</strong> yang sangat kelihatan dan mengundang. Aroma <strong>belimbing wuluh</strong>pun sangat terasa sehingga membuat aroma segarnya semakin kuat.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S1eY6YBCujI/AAAAAAAAEJk/KbTlnJNNHlI/s400/Koh%20Liem%202%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Warung ini terletak di <strong>Jl. Karanganyar</strong>. Persisnya didepan SMA Loyola. Warungnya sendiri tampak sudah berusia cukup lama. <strong>Koh Liem</strong> memulai usaha ini sekitar <strong>30 tahun</strong> yang lalu dan tetap bertahan hingga kini melayani pelanggannya. Layout warungnya sangat khas warung dengan kursi yang memanjang sehingga mampu menampung banyak orang.</p>
<p>Asem asem ini merupakan makanan jawa yang diolah lagi untuk disesuaikan dengan lidah orang Semarang. Satu porsinya dibandrol dengan harga <strong>12.000</strong>. Dari lumpia hingga asem asem. Memang <strong>semarang  banjir kuliner</strong>.</p>
<p><em>Picture Courtesy</em>: <a href="http://www.ahmeddee.com/">Tukangmakan Ahmed</a><br />
<a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/" target="_blank"><img src="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/images/LogoBanner.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/citra-oriental-asem-asem-koh-liem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Legenda Lumpia Gang Lombok</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/legenda-lumpia-gang-lombok/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/legenda-lumpia-gang-lombok/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 10:56:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[lumpia]]></category>
		<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=509</guid>
		<description><![CDATA[Lumpia adalah makanan khas semarang yang isinya terdiri dari rebung, telur, dan bisa dikombinasi dengan daging ayam, udang atau bahkan daging kepiting ~ Tukang Makan Siapa yang tidak mengenal lumpia? Makanan khas dari semarang yang sudah sangat melegenda sebagai oleh-oleh yang must buy! Sebelumnya saya sudah pernah menulis Lumpia Mbak Lien. Lumpia Mbak Lien sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Lumpia adalah makanan khas semarang yang isinya terdiri dari rebung, telur, dan bisa dikombinasi dengan daging ayam, udang atau bahkan daging kepiting ~ <a href="http://blog.tukangmakan.com/2007/12/07/lumpia-mbak-lien/">Tukang Makan</a></p></blockquote>
<p>Siapa yang tidak mengenal <strong>lumpia</strong>? Makanan khas dari <strong>semarang</strong> yang sudah sangat melegenda sebagai oleh-oleh yang <em>must buy</em>! Sebelumnya saya sudah pernah menulis <a href="http://blog.tukangmakan.com/2007/12/07/lumpia-mbak-lien/">Lumpia Mbak Lien</a>. <strong>Lumpia Mbak Lien</strong> sudah dikenal sebagai lumpia yang paling banyak diburu.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S07tO0l81dI/AAAAAAAAEFQ/YvlE97tsh-4/s400/lombok01.jpg" alt="" width="400" height="300" /><br />
Tetapi lumpia tertua di semarang adalah <strong>Lumpia Gang Lombok</strong>. Pak Purnomo saja yang merupakan generasi III pewaris lumpia gang lombok sudah tidak ingat sejaka kapan beliau mulai menjaga warungnya. Paling tidak beliau sudah berjualan selama <strong>50 tahun</strong> di semarang dan masih setia duduk didepan warung untuk melayani pembeli.<span id="more-509"></span></p>
<p>Dari lumpia gang lombok inilah muncul beberapa<strong> &#8216;aliran&#8217; lumpia</strong> di Semarang. Pembeli biasanya membeli lumpia sesuai selera mereka, ada yg menyukai <a href="http://blog.tukangmakan.com/2007/12/07/lumpia-mbak-lien/" target="_blank">Lumpia Mbak Lien</a>, ada yang <strong>lumpia mataram</strong> maupun yang <strong>lumpia  pandanaran</strong>.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh4.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S07tHrrDu1I/AAAAAAAAEFI/U26VXRbPlDI/s400/lombok02.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Yang membuat istimewa lumpia gang lombok adalah isinya yang sangat banyak. Seakan-akan <strong>kulit lumpia</strong>nya tidak mampu menahan isi yang dimasukkan ke dalam. Yang sangat terlihat adalah<strong> potongan udang</strong>nya yang dicampur dengan rebung sangat terlihat. Begitu digigit juga sangat terasa rasa udangnya.</p>
<p>Memang isi lumpia adalah campuran <strong>rebung</strong>, telor dan daging udang yang dimasak secara bersama-sama. Pak Purnomo atau staffnya selalu memasak isi lumpia ketika ada pembeli datang sehingga kesegarannya selalu terjamin.</p>
<p>Satu lumpia dibandrol dengan harga <strong>Rp.10.000</strong>,- . Sedikit lebih tinggi dari rata-rata harga <strong>lumpia di semarang</strong>. Harga ini untuk menjamin kesegaran dan kualitas rebung yang disajikan beserta jumlah isi yang tidak berubah dari awal resep ini dibuat. Memang <strong>ada harga ada rupa</strong> itu pas disematkan pada lumpia gang lombok.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh4.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/S07tMMRJuVI/AAAAAAAAEFM/XnDBB-SnAu0/s400/lombok03.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Warung ini dapat ditemukan disamping <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tay_Kak_Sie" target="_blank">klenteng Tay Kak Sie</a>, dibelakang Pasar Johar, Semarang. Warung dibuka dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore. Pilihan lumpianya saja sudah membanjir di semarang apalagi pilihan kulinernya.</p>
<p><em>Picture Courtesy</em>: <a href="http://www.ahmeddee.com/">Tukang Makan Ahmed</a></p>
<p><a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/" target="_blank"><img src="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/images/LogoBanner.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/01/legenda-lumpia-gang-lombok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

