RSS Feed

‘Warung’ Category

  1. [Travelogue] Malang: STMJ Jalan Kawi

    December 7, 2011 by didut

    Nah habis dari Java Mocha karena kondisi badan kurang ok, Siwi ngajak pijet berjamaah. Saya iyakan dung ah.  Setelah badan habis dipijet rencana kita mau langsung balik ke homestay. Ndalalah nemu warung STMJ, langsung aja gitu kita masuk warungnya. Dasar tukang makan semua.

    Warung STMJ di Jl. Kawi

    Warung STMJ di jalan kawi ini kata Siwi sudah ada lama sekali dan dipagi hari ada yang jualan pecel yang enak dan jadul. Warungnya sendiri menurut saya sih memang bersih. Saya suka warungnya. Karena saya belum pernah minum yang namanya STMJ makan cobalah saya pesan STMJ. Selain karena pengen nyoba juga buat menghangatkan kondisi badan yang sedang drop. (more…)


  2. Kota Malang Gudangnya Makanan Jawa Timur

    July 18, 2010 by yogie

    Sudah lama saya mendengar cerita bahwa kota Malang menyimpan berbagai macam sajian makanan yang bermacam-macam. Berbagai olahan makanan tersedia di sana, bisa dikatakan Malang setara dengan kota Jogja dan Bandung yang memiliki berbagai macam makanan enak. Tapi karena jarak yang cukup jauh dan tidak ada saudara di Jawa Timur membuat saya selalu menunda keinginan untuk berburu kuliner disana.

    Akhirnya kesempatan pergi ke Malang datang juga saat teman-teman kuliah S2 MMI UGM Yogyakarta mengadakan piknik berkedok studi banding ke kota Malang pada 5-7 Juli 2010. Horeeeee.. kesempatan ini tidak boleh saya sia-siakan! Peralatan perang seperti kamera, buku catatan, dan tentunya perut sudah saya siapkan dan latih jauh-jauh hari. Targetnya sih bisa mencoba makanan yang digoreng, berkuah, dan bersantan.

    Baiklah, cerita perjalanan nggak usah saya ceritakan ya.. misal tertarik sih bisa baca di blog pribadi saya aja. Ntar kalo saya tulis disini bisa dipentung om admin hihihi…

    (more…)


  3. Berburu Kuliner Malam di SOLO (part 2)

    June 19, 2010 by didut

    Postingan ini kelanjutan dari petualangan saya di SOLO kemarin.

    Tanggal 5-6 Juni 2010 kemarin karena sudah mampir di Solo untuk acara SOLO (Sharing Online lan Offline), rasanya rugi kalau tidak berburu kuliner di Solo. Selain Solo terkenal sangat aktif kegiatan kulinernya dari pagi hingga malam hari. Baru di Solo saya menemukan tukang sate kambing mulai aktif dari jam 6 pagi, jadi orang Solo bisa sarapan dengan sate kambing dari jam 6 pagi.

    Karena dari pagi hingga sore sudah ada acara SOLO di Gedung Graha Solo Raya, perburuan dimulai sebelum jam makan malam. Teman seperburuan kali ini Wedhouz. Kita tahu bahwa oleh panitia sudah disiapkan makan malam tetapi rasanya kok sia-sia kalau mampir Solo tanpa menikmati kuliner khas Solo.

    Nasi Liwet

    Untuk perburuan pertama kita berjalan-jalan di sepanjang Jl. Slamet Riyadi didekat penginapan. Kata Wedhouz Solo terkenal dengan warung ala eplek eplek (sepertinya spellingnya harus ditanyakan lagi, maklum bukan orang jawa), pokoknya dimana ada ruang kosong ada warung yang bisa nempel disitu. Ternyata didekat penginapan kita bisa menemukan Nasi Liwet. (more…)


  4. Ramen Ramen Ramen (1)

    June 8, 2010 by nabila

    Sebagai penggemar mie dan anime Jepang, tentunya saya pun penasaran dengan mie ramen. Seperti apa sih rasanya? Setelah mencoba di tiga tempat berbeda, berikut ini review saya dalam tiga postingan.=D

    Nikkou  Ramen

    Enak!Can’t say more…enak enak enaak!!

    eh, lha gimana reviewnya??>.<

    ya ya ya, di nikko ramen ini saya makan ditemani oleh seorang kawan yang pernah tinggal di Jepang dan tentunya berpengalaman dalam bidang ini (maksudnya dia ngerti rasa aslinya).

    Kami memesan 3 macam mi ramen, yaitu :

    1. Chicken Chilli Ramen

    melihat kata “chilli” di menu, langsung deh pesen itu tanpa pikir panjang!maklum doyan pedes.>.<
    pas pertama dihidangkan, sempet meragukan rasa pedasnya dan bertanya “ini cuma dikasih cabe bubuk ya…” (ya beginilah anak sotoy yang taunya mi instan duank)
    kawanku itu menjawab “itu bubuk cabe Jepang, pedesnya lebih ke tenggorokan”
    dan rasanya ternyata enaaaaakk……dan pedeeeeeeesss…..T.T

  5. Ayam Goreng Pak Man Yogyakarta

    February 7, 2010 by yogie

    Pencarian saya untuk Ayam Goreng terenak berlanjut lagi, kali ini pencarian saya sampai ke kota Yogyakarta. Kota yang terkenal oleh makanan Gudeg ini ternyata menyimpan banyak sekali masakan Ayam Goreng yang enak. Kali ini saya mengunjungi warung Ayam Goreng Pak Man yang terletak di dekat bunderan UGM, kalau Anda tau Rumah Cokelat maka warung ini terletak di seberangnya.

    Warung ini benar-benar unik, karena saya sudah beberapa bulan gagal mengunjungi warung ini, bukan karena penuh atau sudah habis, melainkan karena jadwal buka warung yang sungguh tidak biasa. Bisa dikatakan warung ini bukanya seenaknya sendiri. Bayangkan saja, dikala setiap weekend warung lain rela buka hingga tengah malam, warung Pak Man ini malah tutup. (more…)


  6. [UPDATE] Pecel Yu Kini

    February 7, 2010 by didut

    UPDATE

    Pecel Yu Kini sekarang hanya buka pada malam hari. Dimulai dari sekitar jam 6 sore sampai sekitar jam 10 atau 11 malam. Kalau datang pas jam makan malam dapat dipastikan tempat duduk didepan hidangan bakalan penuh.


    Kalau kata adek saya, bumbunya pas walaupun agak pedas. Jadi untuk yang tidak tahan pedas minta bumbunya sedikit saja atau kalau dibawa pulang minta dipisah saja. (more…)


  7. Soto Bokoran Yang Coklat

    February 6, 2010 by didut

    Disebut bokoran karena rumah dari pemilik Soto Bokoran terletak di Jl. Bokoran. Berbeda dengan kuah soto ala semarang kebanyakan yang bening. Soto Bokoran mempunyai kuah yang kuning kecoklatan. Ternyata warna coklat ini didapatkan dari kaldu ayam yang digunakan sebagai dasar kuah soto dicampurkan dengan kuah sate.

    Seperti dikebanyakan warung soto di semarang, sate ayam ataupun sate jeroan menjadi pendamping dalam menyantap soto. Biasanya sate ditaruh didalam sebuah mangkuk yang berisi kuah kecoklatan. Warna coklat ini didapatkan dari bahan dasar kuah berupa campuran gula jawa dan kecap. (more…)


  8. Soto Semarang ala Bangkong

    January 25, 2010 by didut

    Kalau ke Semarang belum nyobain Soto Bangkong pastinya perjalanan kuliner kamu belum lengkap. Memang di Semarang banyak bertebaran warung atau rumah makan soto. Tetapi yang bertahan dari puluhan tahun yang lalu hanya ada beberapa saja.

    Berbeda dengan beberapa soto dari kota lain, soto dari semarang biasanya mempunyai kuah yang lebih bening. Termasuk soto bangkong ini. Dinamakan soto bangkong karena Pak Soleh (pemilik soto bangkong) memulai usahanya di Jl. Bangkong hingga saat ini. Pak Soleh memulai soto bangkong dari hanya ber-gerobak pikul pada tahun 1945-an hingga mempunyai beberapa cabang di kota lain yang dikelola oleh anak-anak beliau. (more…)


  9. Citra Oriental Asem Asem Koh Liem

    January 21, 2010 by didut

    Asem Asem: citra rasanya seperti garang asem dari kudus tetapi dimasak seperti sayur kebanyakan. Isi asem-asem daging sapi dengan aroma belimbing wulung yang sangat kuat


    Harus diakui citra rasa kuliner Semarang banyak dipengaruhi oleh citra rasa masakan yang dibawa dari cina. Dari lumpia sampai asem asem. Salah satu warung asem asem yang bertahan hingga kini adalah warung asem asem Koh Liem.

    Kalau kamu mencari sesuatu yang segar asem asem koh liem sepertinya cocok untuk disantap. Isi asem asem koh liem yaitu daging sapi dengan potongan cabe hijau dan tomat yang sangat kelihatan dan mengundang. Aroma belimbing wuluhpun sangat terasa sehingga membuat aroma segarnya semakin kuat.

    Warung ini terletak di Jl. Karanganyar. Persisnya didepan SMA Loyola. Warungnya sendiri tampak sudah berusia cukup lama. Koh Liem memulai usaha ini sekitar 30 tahun yang lalu dan tetap bertahan hingga kini melayani pelanggannya. Layout warungnya sangat khas warung dengan kursi yang memanjang sehingga mampu menampung banyak orang.

    Asem asem ini merupakan makanan jawa yang diolah lagi untuk disesuaikan dengan lidah orang Semarang. Satu porsinya dibandrol dengan harga 12.000. Dari lumpia hingga asem asem. Memang semarang banjir kuliner.

    Picture Courtesy: Tukangmakan Ahmed


  10. Legenda Lumpia Gang Lombok

    January 14, 2010 by didut

    Lumpia adalah makanan khas semarang yang isinya terdiri dari rebung, telur, dan bisa dikombinasi dengan daging ayam, udang atau bahkan daging kepiting ~ Tukang Makan

    Siapa yang tidak mengenal lumpia? Makanan khas dari semarang yang sudah sangat melegenda sebagai oleh-oleh yang must buy! Sebelumnya saya sudah pernah menulis Lumpia Mbak Lien. Lumpia Mbak Lien sudah dikenal sebagai lumpia yang paling banyak diburu.

    Tetapi lumpia tertua di semarang adalah Lumpia Gang Lombok. Pak Purnomo saja yang merupakan generasi III pewaris lumpia gang lombok sudah tidak ingat sejaka kapan beliau mulai menjaga warungnya. Paling tidak beliau sudah berjualan selama 50 tahun di semarang dan masih setia duduk didepan warung untuk melayani pembeli. (more…)