<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tukang Makan &#187; Resto</title>
	<atom:link href="http://blog.tukangmakan.com/category/resto/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.tukangmakan.com</link>
	<description>Makan.. Makan.. dan Makan Lagi!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 19:42:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>UPDATE: Basilia Cafe and Dine</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2012/01/basilia-cafe/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2012/01/basilia-cafe/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 00:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Resto]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Steak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangmakan.com/blog/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[UPDATE Postingan tambahan ini merupakan update dari kondisi terkini dari Basilia Cafe and Dine. Basilia Cafe and Dine sekarang berlokasi di lantai dasar bagian luar pojok dari Mall Ciputra. Tempatnya menjadi lebih luas sekarang dan punya bagian teras yang kalau malam dan tidak hujan bisa menjadi tempat favorit buat hangout bersama teman-teman. Menunya masih tetap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>UPDATE</h2>
<p>Postingan tambahan ini merupakan update dari kondisi terkini dari <strong>Basilia Cafe and Dine</strong>. Basilia Cafe and Dine sekarang berlokasi di lantai dasar bagian luar pojok dari Mall Ciputra. Tempatnya menjadi lebih luas sekarang dan punya bagian teras yang kalau malam dan tidak hujan bisa menjadi tempat favorit buat hangout bersama teman-teman.</p>
<p><img class="alignnone" src="https://lh5.googleusercontent.com/-ApaZdlE0CqI/TyBZHDtUU7I/AAAAAAAAJQI/Bp7MpKgqSnk/s400/IMG_0022%252520%252528Medium%252529.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Menunya masih tetap sama dan yang membedakan adalah suasana kafe ini sekarang menjadi sangat <em>cozy</em>. Kamu seperti makan di rumah deh pokoknya karena terasa <em>hommy</em>. Tempat favorit saya adalah meja besar ini. Saya suka duduk di pojokannya karena dekat dengan colokan *<em>smile</em>*.  Basilia Cafe menjadi tempat favorit saya untuk bekerja ketika saya tidak bisa menemukan mood bekerja di rumah. Selain menu yang enak dan staff yang ramah, kualitas wifi mereka juga ok.</p>
<p>Oh iya jangan meja besarnya kalau sedang sendirian juga dishare dengan pengunjung lain kok jadi jangan merasa tidak enak untuk duduk disana karena memang posisinya strategis hehehe~</p>
<h2>Postingan Lama</h2>
<p>Minggu lalu <a href="http://tukangmakan.com" target="_blank">tukangmakan</a> bersama <a href="http://ple-q.com/" target="_blank">Yogie</a> dan Niea diundang Mbak Indri-<em>owner</em> <a href="http://basiliacafe.com/" target="_blank">Basilia Cafe</a>-untuk berbuka bersama di Basilia. Sungguh suatu pertemuan yang menyenangkan karena sebetulnya beberapa tahun yang lalu saya sempat bertamu di rumah Mbak Indri karena kita mempunyai teman baik yang sama.</p>
<p>Basilia bertempat di lantai 2 Java Mall dan menyajikan makanan <em>western style</em> seperti <strong><em>pasta</em></strong> (<strong><em>lasagna</em></strong> dan <strong><em>spageti</em></strong>), <strong>pizza</strong> sampai <strong>steak</strong>.</p>
<p>Ada satu perbedaan yang sangat besar antara Basilia dengan restoran gaya barat lainnya di Semarang yaitu bahan bakunya. Bahan baku dari menu yang tersedia di Basilia diusahakan sebaik mungkin dari bahan baku organik, juga ketika memasak tidak menggunakan MSG.Mbak Indri ingin agar pengunjung Basilia mendapatkan makanan yang sehat selain kelezatan.</p>
<p>Basilia juga mendukung gerakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Slow_Food" target="_blank"><em><strong>slow food</strong></em></a> yang dirasa cara makan ini lebih baik dan sehat untuk tubuh kita dibandingkan dengan fast food yang banyak beredar di masyarakat kita.<span id="more-34"></span></p>
<p>Untuk range harga makanan perporsi di Basilia berkisar antara 20.000 &#8211; 50.000. Harga ini menjadi amat sangat tidak mahal jika kita menimbang bahan baku yang digunakan (bahan baku organik), usaha untuk membuat setiap menu (tanpa MSG) dan suasana santap makanan yang didapatkan.</p>
<p>Mbak Indri menjamin bahwa kuantitas daging atau isi dari menu yang didapatkan pengunjung Basilia lebih banyak dari kuantitas isi dari makanan restoran ala <em>fast food</em>, selain kualitas yang dijamin sangatlah baik.</p>
<p>Basilia ingin pengunjung mendapatkan kuantitas dan kualitas makanan dengan konsep <em>what you see is what you get</em>. Karena Mbak Indri merasa bahwa makanan ala <em>fast food</em> sebenarnya mempunyai kuantitas isi yang tidak banyak.</p>
<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/zWqt_eO74r2icsdlr3pmkg"><img src="http://lh4.ggpht.com/dianadi.prasetyo/SOq6-PulT9I/AAAAAAAAA4s/dqeP_bJ-1Q0/s400/IMG_0025%20%28Medium%29.JPG" alt="" /></a><br />
Untuk santapan pertama, saya memesan <em><strong>Mixed Grill Plate</strong></em>. <strong><em>Mixed Grill Plate</em></strong> berisi perpaduan daging sapi dan ayam yang dipanggang dengan sosis panggang yang disajikan bersama nasi, kentang goreng atau kentang tumbuk yang dapat kamu pilih sendiri.</p>
<p>Rasa dagingnya sangat terasa sekali dan walaupun penyajiannya sederhana, Mbak Indri menjamin makanan yang disajikan cukup untuk mengenyangkan perut kita karena sudah dihitung kuantitas kalorinya. Dan memang terasa kenyangnya setelah selesai menyantap hidangan tersebut walaupun untuk saya yang hobby makan dengan porsi yang cukup besar.</p>
<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/OrDFdVS_wyE1Xsah3uMbAQ"><img src="http://lh4.ggpht.com/dianadi.prasetyo/SOq645LOtdI/AAAAAAAAA4c/lmhU6mm2U58/s400/IMG_0009%20%28Medium%29.JPG" alt="" /></a><br />
Niea sendiri memesan <em><strong>Chicken Kiev</strong></em> untuk santap berbuka walaupun kelihatannya tidak terlalu besar tetapi cukup mengenyangkan karena isi dagingnya yang cukup penuh dan Yogie ngembat lasagna.</p>
<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/EBo8lf9P3LUw7IBEX_02lA"><img src="http://lh3.ggpht.com/dianadi.prasetyo/SOq7BisWWRI/AAAAAAAAA40/ns8eKLsY0FM/s400/IMG_0030%20%28Medium%29.JPG" alt="" /></a><br />
Lalu dilanjut dengan <em><strong>Basilia Supreme Pizza</strong></em> yang berisi daging sapi, daging sapi asap, daging ayam asap, zukini, terong, jamur dan buah zaitun. Rasanya ajeepppp!! Roti pizzanya memang tipis dan crispy dan isinya berasa mantap karena memenuhi lapisan pizza.</p>
<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/aqzJoflKnZCi3GLf0TFFaw"><img src="http://lh5.ggpht.com/dianadi.prasetyo/SOq7G2qHtnI/AAAAAAAAA5E/tPSXEQrVcEw/s400/IMG_0039%20%28Medium%29.JPG" alt="" /></a><br />
Dan terakhir akhirnya saya mencoba <em><strong>herbal coffee</strong></em>-nya. Saya bukan penyuka kopi hitam tetapi untuk kopi yang satu ini bolehlah untuk menjadi teman ngobrol di malam hari.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2012/01/basilia-cafe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bandeng Bakar Cafe Delima</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/10/bandeng-bakar-cafe-delima/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/10/bandeng-bakar-cafe-delima/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Oct 2010 06:19:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fine Dining]]></category>
		<category><![CDATA[Resto]]></category>
		<category><![CDATA[Seafood]]></category>
		<category><![CDATA[Bandeng Bakar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=897</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu saya diundang Vicka buat makan siang bareng di Kafe Delima, Hotel Santika Premiere buat ngobrol-ngobrol ringan soal RoTIFreSh dan beberapa project lainnya. Sekilas melihat Kafe Delima, resto ini memang masuk untuk Fine Dining. Nah kebetulan ada menu andalan Kafe Delima yang masuk favorit makanan saya yaitu bandeng bakar. Langsung saya tunjuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu saya diundang Vicka buat makan siang bareng di Kafe Delima, <a href="http://www.santika.com/semarang-premiere.php" target="_blank">Hotel Santika Premiere</a> buat ngobrol-ngobrol ringan soal <a href="http://rotifresh.net" target="_blank">RoTIFreSh</a> dan beberapa <em>project</em> lainnya. Sekilas melihat <strong>Kafe Delima</strong>, resto ini memang masuk untuk <strong>Fine Dining</strong>.</p>
<p>Nah kebetulan ada menu andalan Kafe Delima yang masuk favorit makanan saya yaitu <strong>bandeng bakar</strong>. Langsung saya tunjuk   menu ini buat saya korbankan sebagai menu makan siang saya.</p>
<p>Suasana Kafe Delima cukup nyaman dan pencahayaan ruangannya pas banget untuk orang yang ingin makan dan membutuhkan atmosfer makan yang nyaman.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TKljGbImt-I/AAAAAAAAGIc/t5Wyw8aEfDY/s400/IMG_0221%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Bandeng Bakar Kafe Delima</p></div>
<p style="text-align: left;">
<span id="more-897"></span>Balik ke bandeng, siapa yang tidak tahu kalau ikan ini merupakan favorit oleh-oleh dari Semarang.  Begitu datang bentuk ikannya langsung menggugah selera. Dan hebatnya tidak berduri sehingga kita bisa makan bandeng ini dengan nyaman sampai tandas. Maklum saja, bandeng memang terkenal dengan durinya yang kecil-kecil dan kadang mengganggu ketika kita menyantapnya.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TKljWwUEY3I/AAAAAAAAGIs/QPBtofadSAk/s400/IMG_0224%20%28Medium%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Sambal Mangga Muda</p></div>
<p style="text-align: left;">
Begitu masuk mulut rasanya memang top markotop (<em>Pak Bondan mode on</em>). Gurihnya ikan bandeng <em>manteb</em> banget apalagi ditambah sambel mangga mudanya.  Setelah dicocol ke sambal mangga dan masuk mulut, rasanya jadi <em>maknyusss nda</em> <img src='http://blog.tukangmakan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  .</p>
<p>Ditambah lagi ukuran 1 porsinya cukup besar. 1 ikan bandeng saya habiskan sendirian. Harusnya sih cukup untuk 2 orang dengan makanan pendamping yang lain, tapi apa boleh buat saya memang cukup fanatik dengan yang namanya bandeng sampai 1 ekor ini saya bisa habiskan sendirian.</p>
<p>Untuk budget makan karena Kafe Delima termasuk fine dining, kamu rata-rata akan menghabiskan Rp. 50.000 &#8211; 100.000 / orangnya.</p>
<p>Kok jadi pengen makan bandeng bakar lagi yah?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/10/bandeng-bakar-cafe-delima/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bandeng Budheng</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/bandeng-budheng/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/bandeng-budheng/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 18:38:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Resto]]></category>
		<category><![CDATA[ikan]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=832</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun kota Semarang dikenal sebagai tempat membeli oleh-oleh ikan Bandeng duri lunak atau tanpa duri, tapi saya masih jarang menemukan tempat makan yang menyediakan menu khusus olahan ikan Bandeng tersebut. Rata-rata ikan bandeng yang dijual di warung makan hanya digoreng biasa, itupun bandeng bukan yang duri lunak atau tanpa duri. Tadi siang, saya dan beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-834" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/22/bandeng-budheng/dsc09548/"><img class="alignleft size-medium wp-image-834" title="Bandeng Budheng" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC09548-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Walaupun kota Semarang dikenal sebagai tempat membeli oleh-oleh ikan Bandeng duri lunak atau tanpa duri, tapi saya masih jarang menemukan tempat makan yang menyediakan menu khusus olahan ikan Bandeng tersebut. Rata-rata ikan bandeng yang dijual di warung makan hanya digoreng biasa, itupun bandeng bukan yang duri lunak atau tanpa duri.</p>
<p>Tadi siang, saya dan beberapa teman &#8220;menemukan&#8221; tempat makan yang menyediakan menu olahan daging ikan Bandeng. Tempatnya juga tidak jauh dari rumah, yaitu di Tlogosari. Tepatnya di Jalan Parang Kusumo VI No 1 Tlogosari Semarang. Patokannya dari pintu gerbang Tlogosari maju terus hingga Jembatan 1, belok kiri dan belok kiri lagi. Tempat makan yang bernama Bandeng Budheng ini berada di kanan jalan setelah Masjid. Tepatnya di tanda A pada peta.</p>
<p><span id="more-832"></span></p>
<div id="attachment_833" class="wp-caption aligncenter" style="width: 464px"><a rel="attachment wp-att-833" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/22/bandeng-budheng/peta/"><img class="size-full wp-image-833 " title="Peta " src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/peta.jpg" alt="" width="454" height="340" /></a><p class="wp-caption-text">Tanda A - Jalan Parang Kusumo VI No 1</p></div>
<p>Lokasi tempat makan ini tidak sulit untuk ditemukan, karena dari pinggir jalan sudah ada penanda berupa spanduk MMT yang dipajang tepat di depan tempat makan. Setting tempat makan juga bisa dipilih sesuai keinginan, bisa lesehan atau duduk di kursi. Tadi kami memilih untuk makan di &#8220;pondokan&#8221; di depan yang bisa menampung hingga belasan orang. Oh iya, disediakan televisi dan hotspot area untuk menambah kenyamanan kita dalam menikmati hidangan.</p>
<p>Yang unik adalah, kita bisa memanfaatkan layanan spa ikan secara gratis. Cukup menghubungi pelayan disana nanti kita akan dipandu tata cara melakukan spa ikan. Apaan sih spa ikan? Itu lhoo.. yang kaki dicemplungin ke kolam ikan kecil-kecil, nanti ikannya akan merubung kaki dan nggigitin kaki. Rasanya geli-geli gimana gitu.</p>
<p>Baiklah kembali ke pokok bahasan. Seperti yang sudah saya singgung sedikit diatas, warung Bandeng Budheng ini menyediakan berbagai olahan masakan berbahan dasar ikan Bandeng. Mari kita bahas satu persatu.</p>
<p><strong>Bakso Bandeng</strong></p>
<p>Inilah alasan kami untuk datang ke warung Bandeng Budheng. Saya sudah sering mencoba bakso sapi dan bakso kakap, tapi belum pernah dengar yang namanya bakso bandeng. Teman saya bilang bahwa rasanya tidak jauh berbeda dengan bakso ikan tapi teksturnya lebih lembut. Bisa jadi dikarenakan daging ikan Bandeng yang sudah lembut membuat bakso yang dihasilkan juga lembut.</p>
<div id="attachment_845" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-845" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/22/bandeng-budheng/dsc09559/"><img class="size-medium wp-image-845" title="Bakso Bandeng" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC09559-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bakso Bandeng</p></div>
<p>Bakso Bandeng ini disajikan seperti halnya bakso sapi biasa, terdiri dari 5 bakso kecil bandeng, mie, dan sayur. Teman saya, sebut saja Mr. R agak protes karena bakso yang disajikan agak berbeda dengan gambar. Kalau melihat dari gambar di menu, seharusnya komposisinya terdiri dari 4 bakso kecil dan 1 bakso besar. Tapi mana bakso besarnya?</p>
<p>Harga untuk menikmati Bakso Bandeng ini cukup murah, hanya Rp 5000 (lima-ribu-rupiah) saja. Cukup murah dan kenyang, pas untuk makan siang.</p>
<p><strong>Bandeng Bakar.</strong></p>
<div id="attachment_848" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-848" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/22/bandeng-budheng/dsc09553/"><img class="size-medium wp-image-848" title="Bandeng Bakar" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC09553-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bandeng Bakar</p></div>
<p>Menu kedua yang kami pesan adalah Bandeng Bakar, terdiri dari 1 ekor ikan Bandeng yang dibelah menjadi dua kemudian dibakar. Kualitas bakarannya cukup baik, bumbu bakarannya juga enak, dan warna ikan bakarnya juga menarik, tidak gosong tapi matang. Bagus lah pokoknya.</p>
<p>Jangan khawatir dengan duri yang ikut terbakar, karena semua ikan Bandeng yang disajikan disini adalah bandeng tanpa duri. Harga per ikan bakar ini adalah Rp 8000 (delapan-ribu-rupiah) tanpa nasi putih.</p>
<p><strong>Bandeng Goreng Crispy</strong></p>
<p>Ini adalah menu yang saya pesan, karena saya tidak begitu suka dengan ikan bakar. Bandeng Crispy, sesuai dengan namanya maka proses memasaknya ikan Bandeng dilumuri dengan tepung baru kemudian di goreng. Sebenernya saya juga kurang menyukai makanan yang diberi tepung, karena bisa sedikit menghilangkan rasa aslinya dan kadang masih mengandung sisa minyak goreng yang menimbulkan rasa eneg ketika dimakan.</p>
<div id="attachment_851" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-851" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/22/bandeng-budheng/dsc09557/"><img class="size-medium wp-image-851" title="Bandeng Crispy" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC09557-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bandeng Crispy</p></div>
<p>Bandeng Crispy ini berisi 2 ekor (iya 2 ekor) ikan Bandeng berukuran kecil yang seluruhnya dibalut tepung. Hasil gorengannya cukup bagus, sepertinya menggunakan api kecil karena tidak ada noda gosong pada tepung. Tapi proses penyaringan sebaiknya sedikit diperlama supaya minyaknya benar-benar tidak tertinggal pada tepung. Dulu saya pake trik dengan tissue sehingga mempercepat proses penyaringan.</p>
<p>Untuk rasa saya bilang sih standar saja, bisa jadi karena ada tepungnya sehingga saya tidak bisa menilai rasa makanan. Mungkin lain kali saya akan memesan menu yang berbeda atau rekues tanpa tepung saja. Harga Bandeng Crispy ini sama dengan Bandeng Bakar yaitu Rp 8000 (delapan-ribu-rupiah).</p>
<p><strong>Bakso Tusuk</strong></p>
<div id="attachment_856" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-856" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/22/bandeng-budheng/dsc09558/"><img class="size-medium wp-image-856" title="Bakso Tusuk" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/DSC09558-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bakso Tusuk</p></div>
<p>Hehehe menu ini saya pesan karena penasaran dengan namanya, harganya juga cukup murah yaitu Rp 2000 (dua-ribu-rupiah) per tusuk. Apalagi saya tidak memesan bakso bandengnya, yaa itung-itung sebagai obat penasaran. Ternyata Bakso Tusuk ini terdisi dari 3 butir bakso goreng tepung (duh tepung lagiii) yang ditusuk seperti sate, dan tentu saja bakso ini dibuat dari daging ikan Bandeng.</p>
<p>Yak, itulah liputan saya tentang rumah makan Bandeng Budheng yang terletak di Tlogosari. Warung ini buka setiap hari dari jam 11.30 &#8211; 21.30, cocok sekali untuk makan siang dan makan malam. Tempatnya cukup strategis dan nyaman, bisa menampung hingga belasan orang. Pelayannya juga cukup ramah dan kooperatif ditambah adanya fasilitas seperti Spa Ikan, TV, dan Hotspot Area membuat acara makan semakin nikmat.</p>
<p>Selamat Makan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/bandeng-budheng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kota Malang Gudangnya Makanan Jawa Timur</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 06:03:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogie</dc:creator>
				<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Resto]]></category>
		<category><![CDATA[Soto]]></category>
		<category><![CDATA[Warung]]></category>
		<category><![CDATA[Ayam Goreng]]></category>
		<category><![CDATA[Bakso]]></category>
		<category><![CDATA[Soto Daging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=795</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama saya mendengar cerita bahwa kota Malang menyimpan berbagai macam sajian makanan yang bermacam-macam. Berbagai olahan makanan tersedia di sana, bisa dikatakan Malang setara dengan kota Jogja dan Bandung yang memiliki berbagai macam makanan enak. Tapi karena jarak yang cukup jauh dan tidak ada saudara di Jawa Timur membuat saya selalu menunda keinginan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-813" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/yogie-goes-to-malang/"><img class="alignleft size-medium wp-image-813" title="yogie-goes-to-malang" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/yogie-goes-to-malang-193x300.jpg" alt="" width="193" height="300" /></a>Sudah lama saya mendengar cerita bahwa kota Malang menyimpan berbagai macam sajian makanan yang bermacam-macam. Berbagai olahan makanan tersedia di sana, bisa dikatakan Malang setara dengan kota Jogja dan Bandung yang memiliki berbagai macam makanan enak. Tapi karena jarak yang cukup jauh dan tidak ada saudara di Jawa Timur membuat saya selalu menunda keinginan untuk berburu kuliner disana.</p>
<p>Akhirnya kesempatan pergi ke Malang datang juga saat teman-teman kuliah S2 MMI UGM Yogyakarta mengadakan piknik berkedok studi banding ke kota Malang pada 5-7 Juli 2010. Horeeeee.. kesempatan ini tidak boleh saya sia-siakan! Peralatan perang seperti kamera, buku catatan, dan tentunya perut sudah saya siapkan dan latih jauh-jauh hari. Targetnya sih bisa mencoba makanan yang digoreng, berkuah, dan bersantan.</p>
<p>Baiklah, cerita perjalanan nggak usah saya ceritakan ya.. misal tertarik sih bisa baca di blog pribadi saya aja. Ntar kalo saya tulis disini bisa dipentung om admin hihihi&#8230;</p>
<p><span id="more-795"></span></p>
<p><strong>Bakso Kota Cak Man</strong></p>
<p>Setelah melakukan perjalanan 12 jam dari Jogja-Malang melalui jalur Surabaya, saya pengen makan sesuatu yang panas. Maka pilihan saya adalah mencoba bakso, nah Malang mempunyai Bakso Kota Cak Man yang cabangnya sudah dibuka hampir di setiap kota di Jawa. Selama saya di Semarang atau Jogja, blom pernah mampir ke bakso ini, tapi berhubung saya berada di Malang, maka wajib hukumnya untuk mencoba bakso ini.</p>
<div id="attachment_796" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-796" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/bakso-cak-man/"><img class="size-medium wp-image-796" title="Bakso Kota Cak Man" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/bakso-cak-man-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bakso Kota Cak Man</p></div>
<p>Sistem pemesanan bakso ini cukup unik, yaitu kita mengambil sendiri bakso yang akan kita pesan. Nah harga yang kita bayar sesuai dengan isi yang kita masukkan ke dalam mangkok. Pilihannya cukup banyak, mulai dari bakso goreng, siomay goreng, mie putih, mie kuning, pangsit goreng, dan lain-lain. Beberapa teman bahkan karena saking laparnya mengambil semua isi sehingga butuh 2 mangkok untuk menampungnya.</p>
<p>Tips dari saya, pilih 3-5 macam saja karena ukurannya cukup besar dan saat ditambah kuah oleh pelayannya maka mangkok kita terkesan penuh. Selain itu untuk menghemat perut dan duit :p</p>
<p>Total kerusakan saya hari itu Rp 14.000 (empat-belas-ribu-rupiah) sudah termasuk air mineral botol. Komposisi bakso saya adalah : bakso goreng, bakso daging, bakso jumbo, siomay, pangsit goreng, dan mie kuning. Kuah yang panas membuat kening keringetan dan mencerahkan mata hehehe. Oh iya, saya tidak menambahkan saos, kecap, ataupun sambal disaat mencoba semua makanan supaya tau rasa aslinya.</p>
<p>Menurut saya, rasanya masih kurang nendang dibandingkan dengan Bakso Kepala Sapi, tapi tentunya masih diatas dibandingkan bakso sapi biasa. Jadi untuk saat ini gelar bakso terbaik menurut saya masih dipegang oleh Bakso Kepala Sapi</p>
<p><strong>Ayam Goreng Pak Sholeh</strong></p>
<p><a rel="attachment wp-att-800" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/ayam-goreng-pak-sholeh/"><img class="alignleft size-medium wp-image-800" title="Ayam Goreng Pak Sholeh" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/ayam-goreng-pak-sholeh-254x300.jpg" alt="" width="254" height="300" /></a>Saatnya mencari makan malam! Setelah berdiskusi sebentar dengan teman yang asli Malang, sebut saja Ms N maka kita memutuskan untuk menuju ke rumah makan ayam goreng Pak Sholeh yang legendaris. Oh iya, Ms N ini yang menjadi guide kami selama di Malang, banyak informasi yang saya dapatkan seputar kota Malang. Mencari bakso di Malang lebih mudah daripada mencari nasi goreng.</p>
<p>Rombongan kami tiba di rumah makan Ayam Goreng Pak Sholeh sekitar jam 18.30. Ternyata rumah makan ini cukup besar dan ramai. Ms N tidak membawa kami ke pusatnya karena terlalu jauh dan tidak sejalan dengan rute jalan-jalan malam itu, tapi Ms N menjamin rasanya tidak kalah dengan yang dipusat. Struktur bangunannya berbentuk rumah, namun di dalamnya dibuat semacam sekat-sekat kubikel lesehan. Karena kami datang dengan 2 mobil, maka dibutuhkan 2 kubikel untuk menampung kami.</p>
<p>Menu yang ditawarkan cukup bervariasi, diantaranya ayam goreng dan bakar, gurame goreng dan bakar, pecel lele, tempe bacem, sambal terong, cah kangkung. Sayangnya saat itu yang tersedia tinggal ayam goreng dan gurame goreng. Yang lain sudah ludes terjual. Akhirnya kami kompak pesen ayam goreng supaya tidak terlalu lama menunggu. Oh iya untuk minumnya saya pesan Es Beras Kencur yang bikin perut anget.</p>
<p>Ternyata sodara-sodara, pelayannya sangat cepat! 14 porsi makanan dan minumannya bisa disajikan kurang dari 15 menit! Kami saja cukup kaget saat makanan datang, kirain pesenan orang lain.</p>
<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_806" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-806" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/ayam-goreng-pak-sholeh-2/"><img class="size-medium wp-image-806 " title="Ayam Goreng Pak Sholeh" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/ayam-goreng-pak-sholeh-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Ayam Goreng Pak Sholeh</p></div>
<p>Rasa ayam gorengnya cukup enak, gorengannya pas dan seperti ayam goreng jogja yang agak manis. Sayangnya potongannya kecil buat saya, jadi saya ngambil satu potong lagi entah itu jatah punya siapa hahaha.. Nasi disajikan di wakul dengan kondisi masih panas dan mengundang selera makan. Sambalnya juga disajikan di cobek, kalo ndak salah namanya sambal oki yang rasanya cukup pedas. Lalapannya terdiri dari timun, kacang panjang, dan daun kemangi. Total kerusakan malam itu Rp 15.000 (lima-belas-ribu-rupiah).</p>
<p><strong>Soto Babat dan Krengsengan Daging Sapi</strong></p>
<p>Besoknya, setelah seharian jalan-jalan ke berbagai obyek wisata di kota Malang, kami merasa cukup kelaparan. Ms N kali ini tidak memiliki ide untuk mengajak kami makan dimana, akhirnya mampir dulu ke masjid UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) yang megah. Nah, sehabis shalat Ms N ingat bahwa dia pernah makan di warung depan masjid tersebut, menu yang ditawarkan juga cukup bervariasi. Akhirnya kami pun beringsut menuju kesana karena rasa lapar sudah tak tertahankan lagi. Ternyata, terdapat beberapa warung yang menawarkan menu yang bervariasi. Saya dan beberapa orang akhirnya memilih ke Warung Rezeqi yang menyediakan Soto Babat dan Krengsengan Daging Sapi.</p>
<div id="attachment_816" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-816" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/soto-babat/"><img class="size-medium wp-image-816" title="Soto Babat" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/soto-babat-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Soto Babat</p></div>
<p>Saya memesan Soto Babat, karena belum pernah mencobanya hehehe.. Ternyata sotonya berbeda dengan soto Semarang yang berkuah bening, soto babat ini berwarna agak kehitaman dan kuahnya agak asin, mungkin memang khas makanan jawa timuran yang cenderung asin atau mungkin juga berasal dari santan. Komposisinya terdiri dari potongan daging babat yang cukup banyak dan besar, kemudian ada topping kol dan toge yang banyak juga.</p>
<p>Kita bisa meminta penyajian campur atau pisah. Maksudnya, kalo pisah artinya nasi dan soto disajikan dalam piring terpisah, kalo campur dijadikan satu. Ternyata porsi yang cukup besar ini membuat perut saya tidak mampu lagi untuk mencoba menu yang lain. Apalagi setelah tau ternyata Krengsengan Daging Sapi itu merupakan makanan besar, bukan cemilan. Sepertinya saya harus bersabar untuk mencobanya di lain kesempatan.</p>
<div id="attachment_819" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-819" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/krengsengan-daging-sapi/"><img class="size-medium wp-image-819" title="Krengesengan Daging Sapi" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/krengsengan-daging-sapi-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Krengesengan Daging Sapi</p></div>
<p>Pucuk ditiba ulam tiba, saat perjalanan pulang ke Jogja kami beristirahat di rumah makan jawa timuran. Ketika membaca menu terdapat Krengsengan daging yang tadi siang belum sempat saya coba. Langsung saja saya memesan daripada penasaran dibawa sampe rumah hehehe..</p>
<p>Hmm.. ternyata menu ini berbeda dengan bayangan saya, karena disajikan berkuah. Pikir saya akan berbentuk daging goreng tapi ternyata bukan. Rasanya standar saja atau mungkin karena faktor warung yang tidak terkenal saja. Dagingnya cukup lembut dan mudah dipotong dengan sendok garpu, ketika dikunyah juga cukup nyaman tapi berpotensi nyangkut di gigi. Tidak ada komentar khusus mengenai menu ini.</p>
<p><strong>Akhir kata</strong></p>
<p>Yak, begitulah sekilas laporan saya dari jalan-jalan ke kota Malang. Sebetulnya kami sempat dijamu nasi rawon di rumah Ms N, namun karena faktor kelaparan malah lupa motret hehehe.. Yang jadi pembeda rawon di Malang dan Semarang itu, di Malang ga pake daun melinjo. Tapi rasanya sama saja.. rasa rawon hihihi</p>
<p>Selamat Makan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/kota-malang-gudangnya-makanan-jawa-timur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sop Buntut Bakar Djatilegi</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/sop-buntut-bakar-djatilegi/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/sop-buntut-bakar-djatilegi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jul 2010 18:25:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resto]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Sop Buntut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=780</guid>
		<description><![CDATA[Sebetulnya pertemuan dengan restoran Djatilegi ini tidak disengaja. Ceritanya saat saya dan beberapa teman merasa kelaparan setelah menonton film di XXI Paragon, kami memutuskan untuk makan di FoodCourt Paragon yang terletak di lantai 3. Disitulah saya menemukan Djatilegi.. Tentunya ini kejutan buat saya, karena sudah beberapa kali miting di Djatilegi Banyumanik tapi ga tau kalo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-781" href="http://blog.tukangmakan.com/2010/07/18/sop-buntut-bakar-djatilegi/sop-buntut-djatilegi/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-781" title="sop-buntut-djatilegi" src="http://blog.tukangmakan.com/wp-content/uploads/2010/07/sop-buntut-djatilegi-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Sebetulnya pertemuan dengan restoran Djatilegi ini tidak disengaja. Ceritanya saat saya dan beberapa teman merasa kelaparan setelah menonton film di XXI Paragon, kami memutuskan untuk makan di FoodCourt Paragon yang terletak di lantai 3. Disitulah saya menemukan Djatilegi.. Tentunya ini kejutan buat saya, karena sudah beberapa kali miting di Djatilegi Banyumanik tapi ga tau kalo ternyata juga membuka lapak disini.</p>
<p>Saya tidak akan membahas tentang konsep FoodCourt Paragon yang modern, dimana setiap pengunjung akan diberikan semacam kartu kredit senilai 200.000 (dua-ratus-ribu-rupiah) di pintu masuk yang nantinya kartu itu dapat dibelanjakan di semua booth makanan pada area FoodCourt. Bayarnya gimana? Tentu saja saat Anda mau keluar dong, jangan berpikir untuk kabur kecuali Anda membawa parasut untuk terjun dari lantai 3.</p>
<p>Eh, tulisan diatas sama aja mbahas bukan? Ah sudahlah.. Lanjut!</p>
<p><span id="more-780"></span>Karena kami beramai-ramai dan booth makanan juga banyak, akhirnya hanya kami bertiga yang memesan di Djatilegi. Dua orang rekan saya sebut saja Mr. R dan Ms. A. Untuk selanjutnya Mr. R ga akan dibahas, lagian ngapain bahas cowok? mending ngomongin cewe aja khan? Hihihi&#8230;</p>
<p>Saya memesan Sop Buntut Bakar dan Ms. A memesan Iga Bakar. Sayangnya saya tidak sempat memotret Iga Bakar beliau, sebenernya sih tampilannya sama dengan Sop Buntut Bakar saya cuma ada tambahan sambal (sepertinya sih dari kacang) sebagai topping di daging Iga-nya. Mungkin lain kali akan saya update.</p>
<p>Baiklah, kembali ke sop buntutnya. Yang saya suka di Djatilegi Banyumanik adalah olahan daging mereka bisa lembut, nggak alot. Nah, rupanya keahlian itu juga dibawa ke Djatilegi Paragon. Daging yang menempel di buntut sapi goreng itu cukup mudah untuk &#8220;dikupas&#8221; dan terasa nyaman dikunyah. Jadi penggunaan tangan untuk memakan sop buntut ini bisa dikurangi. Tapi kalo saya saya sih ga mau rugi, sendok iya tangan juga iya hehehe</p>
<p>Kalo rasa sih sudah bisa ditebak, yaitu ENAK! Hahaha ra mutu ya?</p>
<p>Jadi penyajian sop buntut ini dipisah antara nasi+daging+acar+sambal+emping dengan kuahnya. Dagingnya seperti sudah saya singgung sebelumnya, memiliki tekstur yang lembut dan mudah dikupas, dikunyah juga nyaman. Nah rasa daging bakarnya cukup terasa sehingga menerbitkan air liur untuk terus mengunyahnya.</p>
<p>Inti dari sop buntut adalah kuahnya, apalah artinya buntut goreng bakar jika tidak diimbangi dengan kuah kaldu yang mantap. Kuah disajikan di mangkok terpisah karena saya pesan versi bakar, jika direbus biasa maka daging akan dijadikan satu dengan kuahnya dan tentunya rasa yang dihasilkan juga akan berbeda.</p>
<p>Mangkok tersebut berisi potongan wortel, kentang, daun bawang berukuran besar khas kuah Sop Buntut pada umumnya. Nah, rasa kuahnya pada sendokan pertama belum terasa, karena memang belum saya aduk. Pada sendokan kedua setelah seluruh rempah diaduk maka baru terasa kuahnya. Namun menurut saya tidak terlalu istimewa dibandingkan Sop Buntut Tong Hin yang legendaris itu.</p>
<p>Total kerusakan saya hari itu adalah Rp 37.000,00 (tiga-puluh-tujuh-ribu-rupiah). Harga yang cukup mahal untuk menebus seporsi Sop Buntut. Yang istimewa dari sop buntut ini adalah daging bakarnya, namun kuah yang disajikan tidak terlalu istimewa (bukan berarti ga enak lho!). Oh iya,  acar sepertinya agak mubazir karena menurut saya terlalu banyak, trus kok pake emping? Hmm.. mungkin sebagai pengganti kerupuk :p</p>
<p>Bila Anda sedang ingin Sop Buntut dan kebetulan sedang berada di Paragon Mall, maka Sop Buntut Bakar Djatilegi bisa menjadi alternatif pilihan. Cocok untuk makan siang karena cukup mengenyangkan. Selamat makan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/07/sop-buntut-bakar-djatilegi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jejamuran</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/06/jejamuran/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/06/jejamuran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 18:51:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>christin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Post]]></category>
		<category><![CDATA[Resto]]></category>
		<category><![CDATA[Jamur]]></category>
		<category><![CDATA[Jejamuran]]></category>
		<category><![CDATA[Sleman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=723</guid>
		<description><![CDATA[Di Sleman, DIY ada restoran unik yang menyajikan menu dengan bahan dasar jamur. Nama restorannya Jejamuran. Pertama saya diberitahu oleh si pacar sebuah foto sepiring menu makanan yang wujudnya seperti rendang. Katanya itu dari jamur, dan rasanya beneran seperti daging alih-alih jamur yang kenyal dan (aslinya) gak berasa itu. Gak sabaran, beberapa malam kemudian saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di Sleman, DIY ada restoran unik yang menyajikan menu dengan bahan dasar jamur. Nama restorannya Jejamuran. Pertama saya diberitahu oleh si pacar sebuah foto sepiring menu makanan yang wujudnya seperti rendang. Katanya itu dari jamur, dan rasanya <em>beneran</em> seperti daging alih-alih jamur yang kenyal dan (aslinya) <em>gak</em> berasa itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Gak</em> sabaran, beberapa malam kemudian saya diajak oleh beliau ke restoran ini. Resto Jejamuran alamatnya ada di Niron, Pandowoharjo, Sleman. Dari Ringroad Utara cari Jalan Magelang. Lurus<em> aja</em> ke arah Magelang sampai di sebuah perempatan di daerah Beran Lor, kemudian belok kanan kira-kira 800 meter. Resto ini terletak di sebelah kiri jalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau mau mencoba menu lengkap sebaiknya datang sore hari karena biasanya malam hari beberapa menu sudah habis. Menunya seperti apa sih? Ini beberapa contohnya:</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img class="  " src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TBxV06116bI/AAAAAAAAFTk/34SSuldDt3k/s400/RENDANGJAMUR.jpg" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Rendang Manis</p></div>
<p>Ini adalah rendang jamur. Kelihatan <em>kan</em> bentuknya, jamur kancing yang diberi bumbu rendang. Pada gigitan pertama saya seperti <em>gak</em> percaya karena ternyata benar, jamurnya terasa seperti daging! <img src='http://blog.tukangmakan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Belum lagi bumbunya&#8230; <em>*ngelap iler*<span id="more-723"></span><br />
</em></p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TBxVlbIImWI/AAAAAAAAFTU/oaK99StRffg/s400/ASAM%20MANIS%20JAMUR%20TIRAM.jpg" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Asam Manis Jamur Tiram </p></div>
<p style="text-align: justify;">Nah, untuk menu asam manis jamur ini kita bisa memilih sendiri jenis jamurnya. Ada pilihan jamur tiram seperti pada gambar di atas, jamur shitake dan jamur merang. Dalam penyajiannya, menu asam manis jamur tiram diberi potongan nanas dan paprika yang membuat rasa asam, manis dan gurih sangat menyatu di lidah. Meskipun kelihatannya porsinya kecil tapi menurut saya menu ini sudah cukup mengenyangkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi jangan kenyang dulu. Coba yang satu ini:</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TBxV-FSixMI/AAAAAAAAFTs/AxZfbNVX0ic/s400/JAMUR%20BAKAR%20PEDAS.jpg" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Jamur Bakar Pedas</p></div>
<p style="text-align: justify;">Buat penggemar masakan pedas, jangan lupa pesan menu ini. Saya sendiri <em>ga</em>k terlalu suka pedas, jadi cuma sedikit <em>nyolek</em> menu pesanan si pacar. Dengan sedikit mengesampingkan rasa pedasnya, lidah saya menangkap <em>*halah</em>* bumbu jamur bakar pedas ini seperti bumbu <em>barbeque</em>! Masih ditambah dengan perasan jeruk nipis yang memberikan aroma segar. Bersama menu utama disediakan juga lalapan yang berupa mentimun, tomat, dan selada.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk camilan/makanan sampingan, menu ini boleh dicoba:</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TBxWGCYCcnI/AAAAAAAAFT0/yZuYyDR3INo/s400/JAMUR%20GORENG%20TEPUNG.jpg" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Jamur Goreng Tepung </p></div>
<p style="text-align: justify;"><em>Yak</em>, jamur goreng tepung. Seperti pada menu jamur asam manis, untuk menu ini kita bisa memilih jenis jamurnya. Sebagai tambahan, disediakan satu <em>sachet</em> sambal per porsinya. Awalnya kami kira porsinya kecil, rupanya setelah datang porsinya lumayan banyak untuk dimakan berdua <img src='http://blog.tukangmakan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Itulah beberapa menu yang ada di Jejamuran. Masih ada banyak varian menu lagi seperti Sop Jamur, Pepes Jamur, Tom Yam Jamur, Sate Jamur, Lumpia Jamur, Tongseng Jamur, dan masih banyak lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain makanan, resto Jejamuran menyajikan menu minuman khasnya yaitu wedang Jejamuran. Wedang ini adalah campuran madu, rempah-rempah dan jamur <em>lingzhi</em>. Badan rasanya hangat setelah minum wedang Jejamuran <img src='http://blog.tukangmakan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Mahal <em>gak sih</em>?</p>
<p style="text-align: justify;">Menu makanan berkisar antara 4 hingga 8 ribu rupiah per porsi. Tidak terlalu mahal, kan? Restorannya juga bersih, dilengkapi dengan toilet, musholla, dan parkir yang luas. Di restoran ini juga tersedia jamur segar dan menu olahan jamur dalam plastik untuk buah tangan atau stok camilan di rumah.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Jejamuran, Niron, Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta, 55512<br />
telpon 0274 868170</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/06/jejamuran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menikmati Ayam Bakar ala Nando&#8217;s</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/menikmati-ayam-bakar-ala-nandos/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/menikmati-ayam-bakar-ala-nandos/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 06:49:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Guest Post]]></category>
		<category><![CDATA[Resto]]></category>
		<category><![CDATA[ayam bakar]]></category>
		<category><![CDATA[Kuala Lumpur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=503</guid>
		<description><![CDATA[“What is nandos?” tanyaku ketika teman-teman mengajakku untuk makan siang di nando’s.  ndeso ya? &#62;.&#60; Aku pikir, nandos itu semacam restoran fast food seperti Mc Donalds, KFC atau Subway. Ternyata bukan, bahkan kita bisa melihat cara mereka memasak. Baunya sedaaaap…=D menu-menu di nando’s merupakan makanan ala Afrika dan Mediterania, dengan menggunakan bumbu gabungan dari Portugis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>“What is nandos?”</em> tanyaku ketika teman-teman mengajakku untuk makan siang di nando’s.  ndeso ya? &gt;.&lt;</p>
<p><img class="alignleft" src="http://lh5.ggpht.com/_NCYZd_aEAdE/S0ips_StmbI/AAAAAAAABJc/X0B6I1qUQ8Q/s144/DSCN1784.JPG" alt="" width="144" height="108" />Aku pikir, nandos itu semacam restoran fast food seperti Mc Donalds, KFC atau Subway. Ternyata bukan, bahkan kita bisa melihat cara mereka memasak. Baunya sedaaaap…=D</p>
<p>menu-menu di nando’s merupakan makanan ala Afrika dan Mediterania, dengan menggunakan bumbu gabungan dari Portugis dan Afrika Selatan. Speciality ayam, tapi ada juga beberapa menu lain. Aku dan dua orang temanku order makanan yang berbeda. Mari kita lihat satu-satu..=D</p>
<p><strong>Chicken Kebab plus 2 sidelines</strong></p>
<p>Sideline ini artinya kita bisa memilih dessert atau makanan tambahan lain yang ada dalam menu “sideline”. Temanku, Bahira memilih <em><strong>Grill</strong></em> <strong><em>vegetables &amp; cous cous.<span id="more-503"></span><br />
</em></strong></p>
<p>Jadi isinya satu kebab (tau kebab kan, itu yang bentuknya macam sate), sayuran bakar dan cous cous. Cous cous ini mirip nasi, tapi dingin dan lembek. Ya kaya bubur deh, tapi dingin. Kalau grilled vegetables isinya jamur, paprika dan timun yang dibakar dengan bumbu khusus. Rasanya? Nice kebab and grilled vegetables, but not for the cous cous. Buat aku yang suka makanan hangat, kurang cocok rasanya menyantap cous cous yang dingin seperti baru dikeluarkan dari lemari es.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img src="http://lh6.ggpht.com/_NCYZd_aEAdE/S0imI1cGJmI/AAAAAAAABII/AVZLj7uCCn8/s400/DSCN1765.JPG" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Chicken Kebab</p></div>
<p><strong>¼ Grilled Chicken plus 2 sidelines</strong></p>
<p>¼ ini maksudnya seperempat ayam. Ayam bakar dengan bumbu khas Nando’s tentunya. Untuk sidelines nya, dipilih rice dan grilled vegetables. The grilled chicken was so yummy! Beda dengan ayam bakar ala Indonesia, ayam bakar nando’s ini tidak memakai kecap sebagai bagian dari bumbu. Pakenya apa yah? Umm…saos keliatannya.hehehe.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh4.ggpht.com/_NCYZd_aEAdE/S0imSM2z5WI/AAAAAAAABIM/OnZC425eG2U/s400/DSCN1766.JPG" alt="1/4 Grilled Chicken " width="400" height="300" /></p>
<p><strong>Chicken Strips with Rice</strong></p>
<p>Ini pesananku. Isinya chicken strips (yang dibakar juga tentunya), nasi dan salad. Oh iya, di Nando’s ini ada empat tingkatan pedas. Mulai dari Lemon and Herb yang paling ringan sampai Extra Hot Peri-Peri yang dikata paling pedas. Aku request Extra Hot Peri-Peri untuk chicken stripsku. Hmm…masih terhitung kategori ‘tidak pedas’ untukku. Tapi ini sudah cukup pedas untuk teman-temanku yang memang tidak terlalu suka pedas.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_NCYZd_aEAdE/S0ilJ9HbZXI/AAAAAAAABHs/8rzRAgbL9U8/s400/DSCN1763.JPG" alt="Chicken Strips" width="400" height="300" /></p>
<p>Nando’s punya special saus yang merupakan trade mark Nando’s. ada tiga macam saus, Peri-Peri sauces, Marinades</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 118px"><img src="http://lh6.ggpht.com/_NCYZd_aEAdE/S0ipw4xyxGI/AAAAAAAABJk/Ai0RmtyX8iE/s144/DSCN1776.JPG" alt="" width="108" height="144" /><p class="wp-caption-text">peri-peri sauces</p></div>
<p>with Peri-Peri dan Cooking Sauces with Peri-Peri. Rasanya tentu berbeda-beda pula. Aku suka Garlic/Medium (termasuk dalam Peri-Peri Sauces). Terasa rasa bawang dan pedas, berbeda dengan Extra Hot Peri-Peri sauce yang cenderung manis.</p>
<p>Satu lagi, kami order Peri-Peri Soup. Soupnya khas soup-soup Eropa, enak banget!! Porsinya cukup besar juga untuk dimakan bertiga (cewek loh).</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 298px"><img src="http://lh3.ggpht.com/_NCYZd_aEAdE/S1GU6wtC6iI/AAAAAAAABLg/W3hXWLzjI0g/s288/DSC08453.JPG" alt="" width="288" height="216" /><p class="wp-caption-text">Peri-peri soup</p></div>
<p>Buat kamu yang ‘peminum’ alias minumnya ga cukup kalau cuma satu gelas, Nando’s benar-benar memanjakanmu karena disana kita cukup membayar satu kali dan gratis untuk sebanyak apapun refillnya. Akupun sangat puas karena kemarin aku order Ice Lemon Tea (oke, aku tau kalo merknya LIPTON, bukan asli buatan Nando’s), dan tambah sampe 3 kali dengan harga 1 gelas. See?</p>
<p>Lama kemudian baru aku tau kalo <a href="http://www.nandosindonesia.com/">Nando’s sekarang masuk Indonesia juga</a>, tapi baru ada di beberapa mall Jakarta dan Surabaya. Kalau kamu tinggal di Jakarta atau Surabaya, Nando’s is worthed to try.;-)</p>
<p>Nando’s Mid Valley (Kuala Lumpur)</p>
<p>Pricelist</p>
<p>¼ Chicken Peri-Peri plus 2 sidelines               14.60 MYR</p>
<p>Chicken Kebab plus 2 sidelines                         16.60 MYR</p>
<p>Chicken Strips with rice                                       10.90 MYR</p>
<p>Peri-Peri Soup                                                            3.60 MYR</p>
<p>Coke                                                                                6.90 MYR</p>
<p>Ice Lemon Tea                                                            6.80 MYR</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2010/02/menikmati-ayam-bakar-ala-nandos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenyamanan Menu Indonesia di TDB</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2009/11/kenyamanan-menu-indonesia-di-tdb/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2009/11/kenyamanan-menu-indonesia-di-tdb/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 01:09:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resto]]></category>
		<category><![CDATA[Es Cappucino]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[tahu gejrot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=437</guid>
		<description><![CDATA[Harus kita akui kalau tengah berburu masakan Indonesia, kenyamanan bukan menjadi perhatian utama karena sudah puas dengan kelezatan dari makanan itu sendiri entah ketika kita makan di warung, pinggir jalan maupun restaurant. Nah kebetulan Tungdeblang (TDB) mulai awal November ini mengganti hampir semua menunya dengan mayoritas menu makanan Indonesia dari Ayam Bakar Taliwang sampai Tahu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Harus kita akui kalau tengah berburu masakan Indonesia, kenyamanan bukan menjadi perhatian utama karena sudah puas dengan kelezatan dari makanan itu sendiri entah ketika kita makan di warung, pinggir jalan maupun restaurant.</p>
<p>Nah kebetulan <a href="http://www.tungdeblang.com/home.htm" target="_blank">Tungdeblang (TDB)</a> mulai awal November ini mengganti hampir semua menunya dengan mayoritas menu makanan Indonesia dari <strong>Ayam Bakar Taliwang </strong>sampai <strong>Tahu Gejrot </strong>yang menjadi favorit saya.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/SwdcCKeX0zI/AAAAAAAADdI/RAh_B-AbUdk/s400/IMG_0542%20%28Large%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Menikmati makanan Indonesia dengan duduk di sofa merupakan hal yang mungkin tidak biasa, tetapi di <strong>TDB</strong> dimungkinkan dan memang menjadi sangat nyaman untuk bercengkrama dengan teman atau keluarga sambil menikmati makanan yang kita pesan.<span id="more-437"></span></p>
<p>Konsep TDB adalah <em>pool lounge &amp; resto</em> tetapi pada akhirnya TDB lebih  terkenal sebagai tempat untuk bermain bilyar. Untuk itulah mereka memodifikasi hampir semua menunya untuk lebih mengangkat citra sebagai tempat makan yang enak, nyaman tetapi tidak mahal untuk orang-orang di Semarang.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/Swdb_7JqBUI/AAAAAAAADdA/bI8eZob0d88/s400/IMG_0434%20%28Large%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Menu pertama yang saya coba adalah <strong>Nasi Tiada Maaf</strong>. Untuk pecinta kuliner yang menyukai masakan pedas pesanlah nasi tanpa maaf. Bentuknya seperti nasi goreng yang ditemani empal yang mantap rasanya plus rasa yang bener-bener tanpa maaf (baca <em>puedes</em> sekali). Kedua kali saya makan disitu, nasinya sudah tidak terlalu pedas, mungkin karena masukan dari penikmatnya. Tetapi kalau kamu memang ingin yang pedas sekali, minta saja sebelum pesanan dibuat.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/SwdcMdJUUJI/AAAAAAAADdc/W82hsMCAcdA/s400/IMG_0068%20%28Large%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Yang kedua <strong>Tahu Gejrot</strong>. Dari pertamakali coba menu ini langsung jadi favorit saya. <strong>Tahu Gejrot merupakan makanan kecil khas dari Kota Cirebon</strong>. Tahu Gejrot disajikan dalam piring tanah liat yang kecil dan aslinya memang disajikan seperti itu di cirebon. Di Kota Cirebon Tahu Gejrot dijual oleh penjual keliling yang membawa pikulan.</p>
<p>Rasanya agak pedas sedikit asam dan manis. Pas banget buat saya yang tidak terlalu menyukai masakan pedas. Sekarang hampir kalau ke TDB pasti memesan Tahu Gejrot. Tahunya enak banget, saya tidak tahu kenapa tapi yang jelas tahunya enak banget.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/SwdcG3Em5BI/AAAAAAAADdU/jxshWxmk-_Y/s400/IMG_0063%20%28Large%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Menu kedua yang menjadi favorit, <strong>Ayam Bakar Taliwang</strong>. Penyajiannya memang dimodifikasi agar ayam bakarnya mudah dimakan, karena banyak tamu yang memesan ketika mereka duduk di sofa. Ayam Bakar Taliwang ini tidak terlalu pedas, jika kamu suka yang pedas mungkin memesan <strong>Ayam Bakar Bumbu Bali</strong> lebih pas. Kedua menu ini hampir mirip penyajiannya dengan bumbu yang berbeda.</p>
<p>Ayam Bakar Taliwang ini disajikan dengan nasi yang sangat panas dan <strong>sayur urap yang segar</strong>. Aduh <em>mantebh</em> deh, ayam bakar yang panas disajikan dengan bumbu dan sayuran yang segar. Mungkin sedikit lama dalam penyajian karena segala macam menu dibuat ketika dipesan jadi memang fresh from the oven.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/SwdcBO8viaI/AAAAAAAADdE/QtEzAF8LtWo/s400/IMG_0531%20%28Large%29.JPG" alt="" width="300" height="400" /><br />
Untuk menu minuman, <strong>Ice Cappucino</strong> jadi andalan pesanan saya disana. Sampai crew TDB sampai hapal saya mau pesan apa kalau sudah mau minuman. Asli Ice Cappucino-nya TDB pas banget rasanya. Ya manisnya, ya campuran esnya, ya rasanya yang <em>light</em>-tidak terlalu keras. <em>Perfecto</em>!!!! <em>Top recommend to try</em>!</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/Swdb9g_QCtI/AAAAAAAADc4/1AYqMWu9ji0/s400/IMG_0430%20%28Large%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Dan kalau membawa banyak teman atau keluarga tentu saja tidak bisa duduk di sofa, tetapi setting meja makan disana lovely enough untuk menikmati makan dan minum sambil bercengkrama. Pokoknya tungdeblang tempat makan yang relax. Kalau belum tahu tungdeblang, restaurantnya terletak di deket AKPOL jadi mudah untuk dicari.</p>
<p><em>Have a lovely monday and enjoy your lunch later</em>.</p>
<p>Harga:<br />
Tahu Gejrot                    Rp. 6.000,-<br />
Ice Cappucino                 Rp. 11.000,-<br />
Nasi Tiada Maaf              Rp. 15.000,-<br />
Ayam Bakar Bumbu Bali     Rp. 15.000,-<br />
Ayam Bakar Taliwang       Rp.23.000,-</p>
<p><a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/" target="_blank"><img src="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/images/LogoBanner.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2009/11/kenyamanan-menu-indonesia-di-tdb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Super Penyet</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2009/07/super-penyet/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2009/07/super-penyet/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 10:05:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyet]]></category>
		<category><![CDATA[Resto]]></category>
		<category><![CDATA[Ayam Penyet]]></category>
		<category><![CDATA[Bebek Penyet]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Tempe Penyet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=363</guid>
		<description><![CDATA[Saya pikir makanan jenis penyet berawal dari tempe penyet. Penyet adalah makanan khas yang berasal dari jawa Timur. Berawal dari tempe kemudian banyak yang memodifikasinya untuk mengganti tempe dengan jenis lauk pauk yang lain seperti tahu, telur, ayam sampai bebek goreng. Untuk tempe biasanya direndam dalam air kaldu yang didalamnya diberi bumbu garam dan ketumbar. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pikir makanan jenis penyet berawal dari tempe penyet. Penyet adalah makanan khas yang berasal dari jawa Timur. Berawal dari tempe kemudian banyak yang memodifikasinya untuk mengganti tempe dengan jenis lauk pauk yang lain seperti tahu, telur, ayam sampai bebek goreng.</p>
<p>Untuk tempe biasanya direndam dalam air kaldu yang didalamnya diberi bumbu garam dan ketumbar.</p>
<p>Istilah penyet sendiri berasal dari bahasa jawa yang berarti lumat, karena lauk akan  ditindih dan dilumatkan sedikit bersama sambal sebelum dihidangkan.<br />
<img class="aligncenter" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/SlxP2S3c3wI/AAAAAAAACqo/c1SyUtLr50A/s400/IMG_0365%20%28Large%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Ternyata di Semarang ada tempat jajanan baru yang menghidangkan segala macam berbau penyet. Namanya super penyet, lokasinya terletak di pinggir Jl. Gajah Mada, sebelum Hotel Gumaya.<span id="more-363"></span></p>
<p>Tempatnya sangat luas dan sangat ramai terutama sekitar jam makan siang atau makan malam.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/SlxPxVDszkI/AAAAAAAACqg/rsRPBdsoiJY/s400/IMG_0362%20%28Large%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Kalau untuk rasa mungkin tidak terlalu istimewa tetapi untuk sambal dan jumpah porsinya super deh. Bayangkan 1 porsi berisi ayam-telor-tahu-tempe sekaligus plus hanya dibandrol 11.500 perak buat 1 porsi penyet tadi, mantebh deh.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/SlxPz9VeqgI/AAAAAAAACqk/howH7F1wJcA/s400/IMG_0363%20%28Large%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Satu menu paket diberi range sekitar Rp. 6000 &#8211; 11.500. Harga yang cocok buat tukang makan seperti saya. Untuk yang porsi makannya biasa-biasa saja direkomendasikan untuk mengambil 1 paket hemat yang berisi tahu dan tempe penyet saja tetapi mempunyai jumlah yang banyak dan hanya Rp.6000.</p>
<p>Yuk penyet-an yuk!!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2009/07/super-penyet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pancious Pancake</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2009/07/pancious-pancake/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2009/07/pancious-pancake/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 07:37:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Post]]></category>
		<category><![CDATA[pancake]]></category>
		<category><![CDATA[Resto]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Suka pancake? Kalau ke Jakarta, cobalah mampir ke Pancious Pancake. Restoran pancake yang satu ini menyediakan pancake beraneka topping dan rasanya enak! Saya lupa kapan tepatnya restoran ini berdiri, tapi sejak mencicipi pancake pertama, saya ketagihan! Pancake yang disajikan rasanya empuk dan mengenyangkan. Bagi yang lambung perutnya kecil, disarankan beli yang single aja, jangan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suka pancake? Kalau ke Jakarta, cobalah mampir ke <strong><em><a href="http://pancious.com/">Pancious Pancake</a></em></strong>. Restoran pancake yang satu ini menyediakan pancake beraneka topping dan rasanya enak!</p>
<p>Saya lupa kapan tepatnya restoran ini berdiri, tapi sejak mencicipi pancake pertama, saya ketagihan! Pancake yang disajikan rasanya empuk dan mengenyangkan.</p>
<p>Bagi yang lambung perutnya kecil, disarankan beli yang single aja, jangan yang double. Karena bakal kenyang banget. Tapi untuk yang lapar berat, bisa coba memesan yang double. Dijamin kenyang!</p>
<p><img class="alignleft" style="margin-right: 5px; margin-left: 5px;" src="http://farm4.static.flickr.com/3074/2835117879_0364cd28b1_m.jpg" alt="" width="240" height="161" />Pancake yang menjadi rekomendasi adalah <strong><em>Blueberry Cheese Pancake, Mango Pancake, Pancake Original, Black Forest Pancake, dan Coco Pancious</em></strong>. Masih banyak lagi sih, kalau pengen tahu lebih banyak, klik aja website <a href="http://pancious.com/">Pancious</a>.</p>
<p>Oh iya, kalau malas makan pancake, bisa diganti menjadi waffel lho. Atau mau dicampur pancake dengan waffel, juga bisa.<span id="more-335"></span></p>
<p>Untuk cemilan, ada <strong><em>Potato Wedges </em></strong>dan<strong><em> Grilled Baby Potato</em></strong> yang rasa kentangnya nendang banget dan porsinya banyak. Nggak rugi deh mesan dua jenis makanan itu. Di sini juga tidak hanya menjual pancake, ada aneka ragam pasta dijual di sini, seperti fettucine dan spaghetti.</p>
<p>Soal minuman, ada beraneka macam milkshake dan rasanya nggak bikin eneg. Sedangkan yang jadi unggulan adalah <strong><em>Fresh Fruit Ice Tea Cocktail.</em></strong> Rasa buahnya segaaar, apalagi kalau diminum dingin-dingin. Wajib dipesan kalau ke Pancious Pancake. <img src='http://blog.tukangmakan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://chikastuff.wordpress.com/files/2009/07/panciouspancake.jpg" alt="" /></p>
<p>Untuk harganya sendiri, dimulai dari Rp 15.000 sampai dengan Rp 70.000. Untuk pancake/waffel harganya bermacam-macam. Tergantung toppingnya. Ukuran single biasanya lebih murah. Tapi beda harga antara yang single dan double juga tidak begitu banyak. Sekitar Rp 4000 &#8211; Rp 7000. <img src='http://blog.tukangmakan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pancake dengan ice cream dan buah segar, mmmm&#8230;lidah pun tak bisa menolak. Ayo, kalau ke Jakarta, mampir ke Pancious Pancake ya.</p>
<p>Ada di mana aja sih?</p>
<p><em>Nyoooooh</em>&#8230; <img src='http://blog.tukangmakan.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p><strong>- Jl. Permata Hijau blok. A no.12, Jakarta Selatan<br />
<span style="color: #ffffff;">. </span>Phone  (021) 530 4325</strong></p>
<p><strong>- Pacific Place Mall, Level 5 Unit 39<br />
<span style="color: #ffffff;">. </span>Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Pusat<br />
<span style="color: #ffffff;">. </span>Phone  (021) 5797 3360</strong></p>
<p><strong>- Plaza Indonesia, Level 5 Unit E06-08<br />
<span style="color: #ffffff;">. </span>Jl. M.H. Thamrin Kav 28-30, Jakarta Pusat<br />
<span style="color: #ffffff;">. </span>Phone  (021) 390 6817</strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2009/07/pancious-pancake/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

