<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>:: TukangMakan.com :: &#187; Jajanan</title>
	<atom:link href="http://blog.tukangmakan.com/category/jajanan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.tukangmakan.com</link>
	<description>makan ... makan dan makan lagi ....</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Jul 2010 18:39:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>TAKOYAKINA</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2009/06/27/takoyakina/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2009/06/27/takoyakina/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 15:14:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>linda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Post]]></category>
		<category><![CDATA[Jajanan]]></category>
		<category><![CDATA[Japanese Food]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[takoyaki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=301</guid>
		<description><![CDATA[
Takoyaki&#8230;.siapa yang sukaaaaaa =p~
Pas kemarin jalan2 di Semarang, ada counter makanan baru di buka..
Errr..bukan counter yah&#8230;gerobak deh :p
Waktu itu linda lagi di Javamall&#8230;laper gara2 cape muter2 nyari jeans plus kemeja buat acara perpisahan ade&#8230;
Trus ada mas2 ngasih selebaran tulisannya ‘Takoyakina’
Linda tanya ke ade mau pa engga&#8230;mreka mau ..’ya iyalah laper ini’
Iseng pas dimasakin Linda foto [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://travelswithmb.files.wordpress.com/2009/01/takoyaki.jpg?w=468&amp;h=351"><img class="alignnone" src="http://travelswithmb.files.wordpress.com/2009/01/takoyaki.jpg?w=468&amp;h=351" alt="" width="468" height="351" /></a></p>
<p>Takoyaki&#8230;.siapa yang sukaaaaaa =p~<br />
Pas kemarin jalan2 di Semarang, ada counter makanan baru di buka..<br />
Errr..bukan counter yah&#8230;gerobak deh :p<br />
Waktu itu linda lagi di Javamall&#8230;laper gara2 cape muter2 nyari jeans plus kemeja buat acara perpisahan ade&#8230;<br />
Trus ada mas2 ngasih selebaran tulisannya ‘Takoyakina’<br />
Linda tanya ke ade mau pa engga&#8230;mreka mau ..’ya iyalah laper ini’<br />
Iseng pas dimasakin Linda foto juga yang masak&#8230;<br />
Lucu loh..mreka pake kimono (woot)<span id="more-301"></span></p>
<p style="text-align: center;">
<p><img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/SkhAz751UiI/AAAAAAAACWk/Jx2KVS85LlY/s800/tako2.jpg" alt="" width="225" height="300" /></p>
<p>Takoyaki yang dijual ada dua rasa:<br />
Rasa cumi-cumi dan rasa keju =p~ *dem ngiler.com*</p>
<p>Harganya:<br />
Porsi besar (4 buah) Rp.8.000<br />
Porsi kecil (2 buah) Rp.4.000<br />
*klo ga salah inget ada nya dua porsi ini*</p>
<p>Tapi yakin deh..tu beli 4 buah takoyaki masih lapeer +_+ mau nya lebih :p (haha)</p>
<p>LOKASINYA:</p>
<p>di lantai 3 javamall sebelah foodcourt nya <img src='http://blog.tukangmakan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  *deket tempat pet shop*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2009/06/27/takoyakina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kue Putu Yang Membahana</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2009/04/29/kue-putu-yang-membahana/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2009/04/29/kue-putu-yang-membahana/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 19:49:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jajanan]]></category>
		<category><![CDATA[Putu]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.tukangmakan.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Ya, suaranya &#8216;tuuuuuutttttt&#8217; yang membahana itu tiba-tiba memanggil interaksi antara otak dan perut saya walaupun tidak lapar.  
Suara yang keras itu berasal dari cerobong bambu penjual kue putu yang sedang mengitari kompleks disekitar rumah. Cerobong bambu inilah yang menjadi alat masak dari kue putu yang dijajakan selain sebagai alat pemberitahuan kepada rumah-rumah yang dilewati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya, suaranya &#8216;tuuuuuutttttt&#8217; yang membahana itu tiba-tiba memanggil interaksi antara otak dan perut saya walaupun tidak lapar. <img src='http://blog.tukangmakan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Suara yang keras itu berasal dari cerobong bambu penjual <strong>kue putu</strong> yang sedang mengitari kompleks disekitar rumah. Cerobong bambu inilah yang menjadi alat masak dari kue putu yang dijajakan selain sebagai alat pemberitahuan kepada rumah-rumah yang dilewati kalau <strong>kue putu</strong> sedang lewat.<br />
<a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/g-yCKXD9pyon_eUGwasPAQ?authkey=Gv1sRgCPCm8Nvqx53lbg&amp;feat=embedwebsite"><img src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/SfdbtjTRR5I/AAAAAAAAB1c/CdBZE7-royI/s400/IMG_0180%20%28Large%29.JPG" alt="" /></a><br />
Segera saya keluar dan memanggil penjual <strong>kue putu</strong> yang lewat untuk memesannya. Saya dan <a href="http://ariw.maxdon.net/" target="_blank">Ari W</a> yang sedang main ke rumah memesan sampai 20 potong kue putu. Maklum kami memang berperut besar. <img src='http://blog.tukangmakan.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-116"></span>Dalam beberapa menit tangan Pak Yanto (nama sang penjual) dengan cekatan memasukkan butiran-butiran campuran tepung beras dan ketan ke dalam cerobong-cerobong bambu yang berukuran kecil.</p>
<p>Ditengah-tengahnya diisi serbuk gula jawa untuk memberikan rasa manis pada kue putu. Saya paling suka dengan melumernya gula jawa dalam mulut ketika memakan kue putu yang baru jadi dan masih panas.</p>
<p>Cerobong-cerobong bambu tersebut lalu ditaruh diatas lubang yang mengeluarkan uap panas untuk menyatukan butiran tepung dengan gula jawa.</p>
<p>Proses pengukusannya sendiri tidak sampai 1 menit untuk setiap kue putu yang dibuat.</p>
<p>Pak Yanto mengatakan kalau butiran campuran tepung beras dan ketan tersebut sebelumnya sudah dikukus lalu dikeringkan, sehingga sudah masak sebelum dibawa keliling.</p>
<p>Pak Yanto sendiri sudah berjualan kue putu selama 22 tahun. Sungguh suatu pengabdian yang mencengangkan bagi seorang penjual. Saya pikir butuh pengabdian yang sangat besar untuk terus berjualan selama 22 tahun lamanya.</p>
<p>Karena keterbatasan tenaga untuk memanggul pikulannya, Pak Yanto &#8216;hanya&#8217; sanggup untuk berjalan sampai daerah Ngesrep, karena beliau bertempat tinggal di daerah Jatingaleh. Kadang sang anak yang menggantikan beliau untuk berjualan ketika sedang capek.</p>
<p>Karena keasyikan ngobrol dengan Pak Yanto, tidak terasa ke 20 <strong>kue putu</strong> yang dipesan sudah matang.<br />
<a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/r9EVP-8CTrev6azx70UQGg?authkey=Gv1sRgCPCm8Nvqx53lbg&amp;feat=embedwebsite"><img src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/Sfdbvn55XSI/AAAAAAAAB1k/VXC_keqeY2E/s400/IMG_0181%20%28Large%29.JPG" alt="" /></a><br />
Setelah matang kue-kue putu tersebut ditaburi dengan parutan kelapa.  Kue putu Pak Yanto ini berwarna putih, sedangkan dibeberapa daerah berwarna hijau.</p>
<p>Semoga masih banyak orang-orang seperti Pak Yanto yang mengabdikan dirinya untuk membuat jajanan tradisional. Dengan harga yang sangat terjangkau sungguh jajanan seperti kue putu membuat lidah ketagihan akan rasanya.</p>
<p>O iya, melihat dari<a href="http://jengjeng.matriphe.com/index.php/2008/06/25/kue-putu-tanpa-bambu.html" target="_blank"> blognya Zam</a> katanya ada pembuat <strong>kue putu</strong> yang menggantikan fungsi bambu dengan pipa PVC. Saya tidak yakin untuk membeli jika bambu digantikan oleh peralon karena saya pikir panas yang beradu dengan plastik bisa membuat transfer antara bahan plastik ke bahan makanan didalamnya.</p>
<p>Jadi apakah jajanan tradisional yang kamu nikmati hari ini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2009/04/29/kue-putu-yang-membahana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Serabi di Semarang</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2008/01/07/serabi-di-semarang/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2008/01/07/serabi-di-semarang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 23:09:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jajanan]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[serabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangmakan.com/blog/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Kue ape adalah salah satu jajanan favorit saya sewaktu kecil. Setiap hari minggu sepulang dari ibadat di gereja Blok B (sewaktu tinggal di Jakarta), pastilah saya membeli kue ape yang dijual di depan gereja. Waktu itu saya tidak tahu kalau jajanan yang saya beli ini sebenarnya adalah versi lain dari serabi, jajanan berbahan baku tepung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kue ape adalah salah satu jajanan favorit saya sewaktu kecil. Setiap hari minggu sepulang dari ibadat di gereja Blok B (sewaktu tinggal di Jakarta), pastilah saya membeli kue ape yang dijual di depan gereja. Waktu itu saya tidak tahu kalau jajanan yang saya beli ini sebenarnya adalah versi lain dari serabi, jajanan berbahan baku tepung beras yang dicampur dengan santan kelapa.</p>
<p><a title="Kue Ape" href="http://tukangmakan.com/blog/wp-content/uploads/2008/01/180px-kue_ape.jpg"><img src="http://tukangmakan.com/blog/wp-content/uploads/2008/01/180px-kue_ape.jpg" alt="Kue Ape" /></a></p>
<p>Setelah saya pindah ke Kota Semarang mulailah saya mencari-cari jajanan seperti kue ape ini dan menemukan serabi yang mirip sekali dengan kue ape yang biasa saya makan di Jakarta.</p>
<p>Saya kurang tahu juga apakah serabi ini adalah cikal bakal dari kue ape atau memang tidak ada hubungannya sama sekali.</p>
<p><strong>Serabi Notosuman</strong><br />
Yang jelas setelah saya menemukan warung serabi notosuman di daerah banyumanik, mata saya menjadi lebih jeli untuk menemukan warung serabi lain yang ada di kota semarang.<span id="more-18"></span></p>
<p>Di Semarang, saya belum menemukan serabi yang menggunakan kuah santan sebagai pendampingnya. Yang saya temukan baru serabi versi solo yang tidak menggunakan kuah santan dalam menyantapnya.</p>
<p>Serabi yang peling terkenal tentulah serabi notosuman yang biasanya di jual di kampung Notosuman, Serengan, Solo.<br />
<a title="warung serabi notosuman by adi_ud, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/79962964@N00/2174618164/"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2184/2174618164_25da646c82_m.jpg" alt="warung serabi notosuman" width="240" height="180" /></a></p>
<p>Warung serabi notosuman membuka 2 cabang di Semarang yaitu di Jl. Sukun, Banyumanik dan di Jl. Thamrin.</p>
<p><a title="Serabi notosuman dibuat by adi_ud, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/79962964@N00/2173832125/"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2263/2173832125_72e7ce3d4e_m.jpg" alt="Serabi notosuman dibuat" width="240" height="180" /></a><a title="Serabi Notosuman by adi_ud, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/79962964@N00/2174616876/"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2040/2174616876_ca15eba3d1_m.jpg" alt="Serabi Notosuman" width="240" height="180" /></a></p>
<p>Sudah agak lama tidak ke warung notosuman, ternyata pembungkusannya agak diubah setelah kembali lagi kesana. Cara membungkusnya tetap menggunakan kotak dan alas daun pisang, tetapi sekarang serabi digulung dengan daun pisang sehingga antar serabi tidak lengket di dalam kotak dan memudahkan pembeli untuk menyantapnya.</p>
<p>Tetapi tidak tahu kenapa saya kok lebih suka kalau serabinya tidak digulung seperti itu.</p>
<p>Serabi notosuman dibuat langsung di tempat sehingga selalu segar setiap hari. Harga serabi notosuman sekitar 1400 perak per buah dan sedikit lebih mahal untuk yang rasa coklat.<br />
Warung serabi notosuman buka dari pagi hingga sore hari ketika serabi sudah habis.</p>
<p><strong>Serabi Jomblang</strong><br />
Warung serabi lain yang saya temukan ada di depan Java Mall. Serabi yang dijual seperti serabi versi notosuman.<br />
<a title="warung serabi jomblang by adi_ud, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/79962964@N00/1318497392/"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1304/1318497392_b720d41925_m.jpg" alt="warung serabi jomblang" width="240" height="180" /></a></p>
<p>Serabi yang dijual ada berbagai macam rasa seperti coklat, nangka dan stroberi diluar rasa yang biasa.<br />
<a title="serabi solo ala jomblang by adi_ud, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/79962964@N00/1318489658/"><img src="http://farm2.static.flickr.com/1185/1318489658_d63187a7e6_m.jpg" alt="serabi solo ala jomblang" width="240" height="180" /></a></p>
<p>Sedikit berbeda dengan serabi notosuman yang untuk rasa coklatnya hanya ditaburi butiran meses coklat, serabi jomblang ini menggunakan adonan coklat yang dicampur dengan adonan serabi ketika dimasak.</p>
<p>Untuk rasa tidak terlalu mengecewakan dan serabi jomblang di jual dengan bandrol 800 &#8211; 1000 perak per buahnya.</p>
<p>Warung serabi ini dibuka sekitar jam 4 sore sampai jam 6-an dan sebaiknya lebih awal membeli lebih baik soalnya saya sering kehabisan padahal saya datang sekitar jam 5 sore.</p>
<p><strong> Serabi Pasar Kagok<br />
</strong>Serabi versi solo lain yang saya temukan ada di dekat Pasar Kagok. Warung ini dibuka dari sekitar jam 4 sore samapi jam 6 atau 7 malam.</p>
<p>Letaknya benar-benar dipinggir jalan. Kalau dari arah RS. Elizabeth, warung ini terletak sekitar 30 meter sebelum Supermarket Hero.</p>
<p>Warung ini benar-benar kecil, jadi jangan kelewatan kalau mencarinya. Serabi yang dijual disini benar-benar mirip serabi notosuman hanya lebih kecil.<br />
Serabi di Pasar Kagok dijual 1000 perak perbuah dan tersedia rasa biasa, coklat dan nangka.</p>
<p>Makan serabi yuk?!?!</p>
<p><em>Gambar kue ape di dapatkan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pembicaraan:Serabi" target="_blank">dari wikipedia</a>. </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2008/01/07/serabi-di-semarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cemilan khas ala Ta-How</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2007/12/14/cemilan-khas-ala-ta-how/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2007/12/14/cemilan-khas-ala-ta-how/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Dec 2007 10:50:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hyudee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guest Post]]></category>
		<category><![CDATA[Jajanan]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Tahu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangmakan.com/blog/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Bicara masalah tahu, pasti kita hanya sebatas berpikir kalau tahu itu hanya untuk lauk pauk, atau semacam pendamping dari makanan inti (nasi beserta lauknya).
Tapi untuk tahu yg ini sangat berbeda sekali. Tahu yang dari asalnya hanya sebagai pendamping makanan, kali ini diolah sedemikian rupa, sehingga sangat cocok sebagai cemilan.

Luar biasa ide kreatifnya ini.

Namanya TA-HOW. Dilihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Bicara masalah tahu, pasti kita hanya sebatas berpikir kalau tahu itu hanya untuk lauk pauk, atau semacam pendamping dari makanan inti (nasi beserta lauknya).</p>
<p class="MsoNormal">Tapi untuk tahu yg ini sangat berbeda sekali. Tahu yang dari asalnya hanya sebagai pendamping makanan, kali ini diolah sedemikian rupa, sehingga sangat cocok sebagai cemilan.</p>
<p><a title="Gerobak Ta-How" href="http://tukangmakan.com/blog/wp-content/uploads/2007/12/gerobak.jpg"><img src="http://tukangmakan.com/blog/wp-content/uploads/2007/12/gerobak.jpg" alt="Gerobak Ta-How" /></a></p>
<p>Luar biasa ide kreatifnya ini.</p>
<p><span id="more-9"></span></p>
<p class="MsoNormal">Namanya TA-HOW. Dilihat dari namanya saja, mungkin kita akan heran. Kenapa kok bisa bernama TA-HOW ? Apa mungkin ini hanya sebatas sebagai tag line untuk memotivasi diri sendiri untuk senantiasa menciptakan menu-menu baru olahan dari bahan dasar tahu ini ??</p>
<p><a title="ta-how-crew.jpg" href="http://tukangmakan.com/blog/wp-content/uploads/2007/12/ta-how-crew.jpg"><img src="http://tukangmakan.com/blog/wp-content/uploads/2007/12/ta-how-crew.jpg" alt="ta-how-crew.jpg" hspace="10" vspace="10" align="left" /></a></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Tapi entahlah, itu hanyalah sebuah nama.</p>
<p class="MsoNormal">Manakala, nama ini bisa dikelola dengan baik, kemungkinan besar akan menjadi sebuah icon branding yang sangat luar biasa di perkulineran Indonesia ini.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Ta-How ini merupakan ide kreatif dari pasangan muda masa kini, salah satunya berkutat di dunia IT dan saya yakin yang perempuan ini pastilah hobi masak.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Terletak di daerah Sampangan, lebih tepatnya di depan Alfamart, dan dekat dengan rentetan warung bubur kacang ijo, fried chicken ala jalanan dan lain sebagainya.</p>
<p class="MsoNormal">Ta-How ini berbentuk gerobak yang sangat hi-tech, karena disalah satu sisinya ada stiker tentang open source ubuntu.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Kali ini yang saya coba adalah Original Ta-How dan Loenpia ala Ta-How.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>Original Ta-How</strong>, berbentuk tahu yang dipotong kecil-kecil persegi panjang yang tidak beraturan. Ukurannya kira-kira setengah jari kelingking saya.</p>
<p class="MsoNormal"><a title="Original Ta-How" href="http://tukangmakan.com/blog/wp-content/uploads/2007/12/original.jpg"><img src="http://tukangmakan.com/blog/wp-content/uploads/2007/12/original.jpg" alt="Original Ta-How" hspace="10" vspace="10" align="right" /></a></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Dari cara pembuatannya, sebelum di goreng, tahu kecil-kecil tadi di kocok di dalam suatu tempat yg salah satu bumbunya ada mericanya, sehingga dari sini kita tahu bahwa cemilan ini rasanya pedas. Setelah digoreng hingga kering, kemudian dimasukkan ke dalam tempat mangkok plastik.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Cemilan ini paling enak kalo dimakan dalam keadaan hangat. Pertama kali cemilan ini masuk ke mulut, akan terasa pedas hingga merasuk ke tenggorokan. Saran saya, makanlah cemilan ini dalam keadaan hati – hati, karena kalo sampai keselek rasanya bisa merasuk ke dalam tenggorok dan hidung. Cemilan yg sangat crispy sekali, dan pedas tentunya. Dan yang jelas cemilan ini hanya dihargai Rp. 3000 saja. <em>Cukup murah bukan?</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Jajanan yg kedua adalah <strong>Ta-How Loenpia Ndut.</strong></p>
<p class="MsoNormal"><a title="Ta-How Loenpia Ndut" href="http://tukangmakan.com/blog/wp-content/uploads/2007/12/loenpia-ndut.jpg"><img src="http://tukangmakan.com/blog/wp-content/uploads/2007/12/loenpia-ndut.jpg" alt="Ta-How Loenpia Ndut" hspace="10" vspace="10" align="left" /></a></p>
<p class="MsoNormal">Cara pembuatannya seperti halnya membuat lumpia. Kulitnya sudah disediakan, dan langkah selanjutnya tinggal memasukkan bumbu dan sayuran yang bercampur dengan tahu ke dalam kulit tadi. Setelah terbungkus dengan rapi, baru dimasukkan ke dalam penggorengan, hingga berwarna agak kecoklatan. Rasa dari Loenpia Ndut ini, sangat enak sekali. Mirip-mirip sekali kalo makan lumpia, cuman bahan isinya lebih banyak campuran tahunya. Harga per biji nya Cuma Rp. 1500, dan pantaslah dengan harga segitu, makanan ini tidak lah terlalu besar, dan kemungkinan besar, untuk tipe-tipe pemakan seperti saya ini, 1 loenpia ndut sangatlah kurang sekali dan kurang mengenyangkan kalau hanya makan 1 biji.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Nah, itulah Ta-How, yang bisa dijadikan sebagai salah satu alternative cemilan di kala waktu senggang atau hidangan untuk beramai – ramai dengan teman – teman atau keluarga.</p>
<p class="MsoNormal">Dan perlu diingat, masih ada menu-menu unik yang lainnya, seperti ta-how shateh dan pudding ta-how. Dan dengan seiringnya waktu, makanan ini masih akan mengalami pengembangan menu yang lebih joss lagi.</p>
<p class="MsoNormal"><a title="TMans" href="http://tukangmakan.com/blog/wp-content/uploads/2007/12/tmans-n-doni.jpg"><img src="http://tukangmakan.com/blog/wp-content/uploads/2007/12/tmans-n-doni.jpg" alt="TMans" hspace="10" vspace="10" align="left" /></a></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Tampak <em>TMans <span style="text-decoration: line-through;">(sebutan untuk para TukangMakan.com)</span></em> sedang lahap makan dan menyaksikan cara pembuatan menu ta-how.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Bagi anda yang masih penasaran, silakan datang dan mampir ke Gerobak Ta-How.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Selamat Mencoba !!</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em>Liputan terkait</em></p>
<p class="MsoNormal"><em><a title="Ta-How Shateh" href="http://ple-q.com/2007/12/06/ta-how-shateh/" target="_blank">ta-how shateh </a><br />
</em></p>
<p class="MsoNormal"><em><a title="Ta How bukan sekedar tahu biasa" href="http://loenpia.net/blog/2007/11/28/tahow-bukan-sekedar-tahu-biasa/" target="_blank">tahow bukan sekedar tahu biasa </a><br />
</em>
</p>
<p class="MsoNormal"><em><a title="Ta How Original" href="http://ple-q.com/2007/12/05/ta-how-original/" target="_blank">ta how original </a></em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2007/12/14/cemilan-khas-ala-ta-how/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lumpia Mbak Lien</title>
		<link>http://blog.tukangmakan.com/2007/12/07/lumpia-mbak-lien/</link>
		<comments>http://blog.tukangmakan.com/2007/12/07/lumpia-mbak-lien/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 12:51:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jajanan]]></category>
		<category><![CDATA[lumpia]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tukangmakan.com/blog/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[
Siapa tak kenal dengan lumpia?
Kalau kita menyebut lumpia pasti kita langsung teringat dengan Kota Semarang yang juga terkenal dengan banjirnya itu

Lumpia adalah makanan khas semarang yang isinya terdiri dari rebung, telur, dan bisa dikombinasi dengan daging ayam, udang atau bahkan daging kepiting. Katanya sih di semarang itu ada beberapa tempat utama untuk mendapatkan lumpia yaitu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2293/2093195443_e63f189ea1_m.jpg" alt="" width="240" height="180" /><br />
Siapa tak kenal dengan lumpia?</p>
<p>Kalau kita menyebut lumpia pasti kita langsung teringat dengan Kota Semarang yang juga terkenal dengan banjirnya itu</p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2148/2093971680_98a8a19d4d_m.jpg" alt="" width="240" height="180" /><br />
Lumpia adalah makanan khas semarang yang isinya terdiri dari rebung, telur, dan bisa dikombinasi dengan daging ayam, udang atau bahkan daging kepiting. Katanya sih di semarang itu ada beberapa tempat utama untuk mendapatkan lumpia yaitu di Gang Lombok, Jl. Pemuda dan di Jl. Mataram. Ke 3 tempat ini menampilkan cita rasa lumpia yang awalnya berasal dari keluarga yang sama. <span id="more-4"></span></p>
<p>Kali ini catatan saya dalam rangka menyambangi salah satu warung lumpia yang terkenal di semarang yaitu lumpia Mbak Lien.</p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2275/2093199253_037c32ea63_m.jpg" alt="" width="240" height="161" /><br />
Warung Mbak Lien bisa di jumpai di Jl. Pemuda, tepatnya di gang Grajen, di depan <em>Dept Store </em>Sri Ratu. Tapi jangan terkecoh dengan warung lumpia lainnya karena ada warung lumpia lain yang letaknya di pinggir jalan dengan nama yang mirip-mirip sehingga bisa mengecohkan pelanggan yang belom tau letak warung lumpia Mbak Lien.</p>
<p>Warung Mbak Lien ini sedikit menjorok di dalam gang sehingga sedikit tidak kelihatan dari jalan raya.</p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2007/2093973962_c00ac57362_m.jpg" alt="" width="240" height="161" /><br />
Lumpia yang ditawarkan adalah lumpia basah (tidak digoreng) dan lumpia yang di goreng.</p>
<p>Dan jangan khawatir, untuk lumpia basah isinya sudah masak hanya tidak digoreng. Setelah lidah saya mencicipi lumpia yang basah, rasanya oke banget dan lebih terasa isinya karena tidak tercampur dengan minyak. Rasanya agak manis dengan rasa rebung dan telur di dalamnya.</p>
<p>Sayang saya tidak bisa meng<em>interview</em> yang menjaga warung, mungkin karena kali ini saya datang beramai-ramai dengan <a href="http://loenpia.net" target="_blank">anak-anak loenpia </a>sehingga mungkin <em>mood </em>yang menjaga warung agak kurang melihat keramaian dari kami. Tapi kelihatannya memang sedikit tidak ramah untuk yang menjaga warung, ini mungkin sedikit masukan untuk warung lumpia Mbak Lien karena pembeli adalah raja <img src='http://blog.tukangmakan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Untuk harga lumpia di warung Mbak Lien, dihargai dengan Rp.7000, &#8211; untuk 1 potongnya, memang harga tidak pernah menipu rasa.</p>
<p>Jadi kalau datang ke kota semarang jangan lupa mencoba lumpia yah <img src='http://blog.tukangmakan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Berita terkait:</em><br />
<em><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lumpia_Semarang" target="_blank">Lumpia di wikipedia</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.tukangmakan.com/2007/12/07/lumpia-mbak-lien/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
