Ngobrolin Kopi Sachetan

Seorang teman yang juga pemilik sebuah kedai kopi pernah berkata “kalau minum kopi sachetan sih sama dengan minum kolak, bukan minum kopi.”

Well, mungkin gw sedikit setuju dengan pernyataan tersebut, tapi menurut gw sih menikmati kopi sih bisa macam-macam. Dari yang ala-ala hipster menikmati secangkir kopi di sebuah kedai kopi ala third wave coffee yang sedang naik daun sampai menikmati sebuah kopi sachetan dari penjual kopi sepeda di pinggiran jalan ibukota. Menurut gw, semua memberikan kontribusi yang sama ke industri kopi.

Baca: Heavenly One Fifteenth Coffee

Sumber: http://www.nestle-family.com

Nah balik soal kopi sachetan, sebetulnya gw juga lupa kapan persisnya mulai mengkonsumsi kopi sachetan. Tapi awal-awal menikmati kopi sachetan itu dimulai dari Nescafe 3in1. Dulu sih keknya Nescafe 3in1 belum sebanyak sekarang ya variannya. Sekarang varian 3in1 banyak sekali.

Sumber: http://www.mayoraindah.co.id

Setelah Nescafe 3in1 saya geser-geser ke Cappuccino Torabika ini. Gw sempat lama sekali minum cappuccino-nya Torabika ini. Apalagi kalau bukan karena choco granulenya haha.  Selama kuliah keknya lidah gw bolak balik antara Nescafe 3in1 dan Cappuccino Torabika ini. Tapi entah kenapa makin ke sini lidah merasa kopi sachetan yang satu ini menjadi terlalu manis.

Setelah tidak mengkonsumsi Cappuccino Torabika sebetulnya gw cukup lama absen minum kopi sachetan. Gw beralih ke teh atau bikin sendiri dengan vietnam drip yang saya suka. Kalau lagi males banget ya tinggal ngesot ke kedai kopi.

Sampai akhirnya gw menemukan Nescafe Gold 3in1 yang cocok banget walaupun harganya lumayan mahal. Lumayan mahal soalnya 10 sachet Nescafe Gold 3in1 ditebus sekitar 40 ribuan. Lumayan costly kalo buat penikmat rakus macam gw yang sehari bisa habis 2 sachet *grinz*

Baca: 3 Cara Terbaik Menikmati Dolce Gusto.

Nah akhir-akhir ini yang aneh lidah gw cocok dengan Coffemix-nya Indocafe hahaha. Ini gara-gara pas meeting di kantor partner, OBnya bikin coffeemixnya enak banget. Gw sampai pesan kopi yang sama setiap kali meeting. Awalnya gw pikir ini kopi racikan tangan, setelah tanya-tanya ternyata Indocafe Coffeemix.

Jadi konklusinya saat ini gw mengkonsumsi Indocafe Coffeemix. Kenapa? Karena somehow lagi cocok di lidah dan harganya jauh lebih murah kalau dibandingkan Nescafe Gold hahaha.

Kita lihat sampai kapan lidah ini bisa bertahan dengan Indocafe Coffeemix.

Jadi kopi sachetan mana yang jadi konsumsi kamu sehari-hari?

FIND ME!
ANOTHER BLOG | TWITTER | INSTAGRAM | GOOGLE+
E-MAIL: project.didut@gmail.com

(Visited 433 times, 2 visits today)
didut

Ide membuat blog ini sebenarnya berawal dari kesukaan membuat postingan jajanan yang sering saya santap diluar rumah. Saya sering menyesal kalau makanan-makanan tersebut hanya masuk ke dalam perut. Awalnya blog ini hanya berisi pengalaman saya dan teman-teman dalam menyantap aneka jenis kuliner di Kota Semarang, tetapi saat ini blog tukangmakan juga diisi oleh teman-teman yang berada di luar Semarang hingga berada di negara yang lain. Kalau kamu tertarik untuk ikutan menulis disini silahkan kirimkan  pesan ke dianadi[dot]prasetyo[at]gmail[dot]com dan kami akan mengkontak kamu segera. Makan-makan yuk!! :D

17 Comments
  1. Aku nescafe classic tanpa gula mas. Kalau di Serpong kadang Coffemix karena jatah pantry hahaha tapi lebih sering bawa sendiri nescafe classic tanpa gula karena kadang kopi sachet 3 in 1 itu buatku kemanisan.

  2. Di segmen kopi sachetan, aku suka torabika cappuccino. Itu lumayan oke buat minuman instan rasa kopi hahahaaa… Btw sbux via nggak pernah ngincipi dut?

    1. Nesafe Dolce Gusto somehow memang menjadi alternatif yang bagus buat yang suka ke Starbucks. Genre rasanya mirip-mirip. Tapi kalau yang buat ke ke dai kopi third wave coffee, agak gak cocok.

  3. Di kantor lama, minuman favoritku Indocafe Coffeemix tapi kudu dibikin pake es. Sehari hampir pasti 2 gelas.

    Pernah nyoba dibikin panas/hangat, entah kenapa kepala jadi pusing seharian :D

  4. tapi aku sakit perut kalau minum coffeemix. kopi instan merk lain sih aman di perutku. entah kenapa.

    1. Sebetulnya Coffeemix ini memang termasuk yang paling manis. Lidahku sebetulnya gak suka yang manis tapi sama yang ini somehow cocok, aneh juga.

      Wah sudah lama ik gak ketemu kamu pha, berasa ber-abad-abad HAHAHAHAHA #LEBAY

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>