Mengejar Okonomiyaki Sampai Ke Hiroshima

Okonomiyaki (お好み焼き o-konomi-yaki?) is a Japanese savoury pancake containing a variety of ingredients. The name is derived from the word okonomi, meaning “what you like” or “what you want”, and yaki meaning “grilled” or “cooked” (cf. yakitori and yakisoba). Okonomiyaki is mainly associated with the Kansai or Hiroshima areas of Japan, but is widely available throughout the country. Toppings and batters tend to vary according to region. Tokyo okonomiyaki is usually smaller than a Hiroshima or Kansai okonomiyaki. ~ Wikipedia

Okonomiyaki memang salah satu kuliner yang sangat terkenal di Jepang. Mungkin kalau buat orang Indonesia, Okonomiyaki ini semacam martabak. Ada 2 gaya okonomiyaki yang terkenal di Jepang, gaya Osaka dan Hiroshima. Kebetulan saya sempat mengejar okonomiyaki ini sampai ke Hiroshima hehehe~

Di Jepang Okonomiyaki dijual di mana saja. Tersebar di warung-warung kecil di sepanjang jalan yang biasa dilewati pejalan kaki. Saya sempat mencoba okonomiyaki gaya hiroshima di sebuah warung dekat hotel, tidak jauh dari stasiun Hiroshima.

Okonomiyaki Gaya Hiroshima

Okonomiyaki Gaya Hiroshima

Perbedaan okonomiyaki gaya Kansai (Osaka) dengan gaya Hiroshima adalah cara buatnya. Di Hiroshima okonomiyaki dibuat lapisan demi lapisan. Di warung yang saya datangi semua pembeli menghadap meja panggang yang sama yang memanjang.


Lapisan okonomiyaki di Hiroshima biasanya adonan, kol, daging (biasanya daging babi tapi bisa diganti dengan aneka daging seafood seperti cumi-cumi), telur dan mie (yakisoba atau udon).

Yang saya sadari sembari melihat penjual membuat okonomiyaki pesanan kami adalah lapisan kolnya yang sangat tebal. Berbeda dengan gaya Osaka, lapisan kol di okonomiyaki gaya Hiroshima ini sangatlah tebal. Setelah lapisan demi lapisan okonomiyaki ini matang barulah semua lapisan dijadikan satu dan dihidangkan di depan tamu.

Di Hiroshima okonomiyaki ini dikenal dengan nama Hiroshima-yaki atau Hiroshima-okonomi.

Okonomiyaki Gaya Osaka

Okonomiyaki (osaka style) #TukangMakan

A photo posted by @adi_didut on

Yang kedua adalah okonomiyaki gaya Kansai (Osaka). Okonomiyaki gaya Osaka inilah yang paling tersebar ke seluruh Jepang sampai di Indonesia. Semua okonomiyaki yang saya pernah dilihat di Indonesia semua bergaya Kansai. Okonomiyaki gaya Osaka berisi adonan tepung, telur, kol dan isi yang bisa berisi segala macam tergantung pesanan. Isi okonomiyaki di Jepang bisa dari daging babi, cumo-cumi, udang bahkan sampai keju juga bisa menjadi bahan isi okonomiyaki.

A photo posted by @adi_didut on


Di dalam sebuah restoran okonomiyaki biasanya tersedia juga menu yang lain. Saya sempat memesan makanan pembuka yang isinya daging dan sayur saja. Ditempatkan dalam mangkuk panas.

Okonomiyaki on making #TukangMakan #JapanTrip

A video posted by @adi_didut on


Pembeli biasanya dibantu oleh staff restoran untuk membuat okonomiyaki ini. Di Tokyo saya sempat masuk ke dalam sebuah restoran dimana pembeli harus membuat okonomiyakinya sendiri tetapi kita bisa meminta staff restoran untuk membantu kita kalau tidak terbiasa untuk membuat okonomiyaki.

 


Kalau di Hiroshima okonomiyaki dibuat lapisan demi lapisan, di Osaka adonan dan isi okonomiyaki diaduk terlebih dahulu di dalam mangkok besar. Lalu semua bahan yang telah diaduk ditempatkan di dalam area panggang. Okonomiyaki disantap di meja panggang. Pembeli diberikan spatula untuk memotong dan menikmati okonomiyaki. Setelah selesai biasanya okonomiyaki akan dituang dengan otafuku atau yang lebih dikenal dengan saus okonomiyaki, ditaburi dengan katsuobushi (taburan ikan cakalang), aonori (taburan rumput laut) dan mayonnaise.

Jadi biasanya kamu makan okonomiyaki yang isinya apa?

(Visited 373 times, 1 visits today)
didut

Ide membuat blog ini sebenarnya berawal dari kesukaan membuat postingan jajanan yang sering saya santap diluar rumah. Saya sering menyesal kalau makanan-makanan tersebut hanya masuk ke dalam perut. Awalnya blog ini hanya berisi pengalaman saya dan teman-teman dalam menyantap aneka jenis kuliner di Kota Semarang, tetapi saat ini blog tukangmakan juga diisi oleh teman-teman yang berada di luar Semarang hingga berada di negara yang lain. Kalau kamu tertarik untuk ikutan menulis disini silahkan kirimkan  pesan ke dianadi[dot]prasetyo[at]gmail[dot]com dan kami akan mengkontak kamu segera. Makan-makan yuk!! :D

2 Comments
  1. Fuchu-yaki rocks! It differs from Hiroshima-style oknaymiooki in that it uses minced meat instead of sliced pork. I love the way they cook the meat until it is very crispy. Some of the Fuchu-yaki restaurants don’t use pork. Instead they use local Jinseki-gyu, which is award winning wagyu. Have them add cheese and then you are in heaven! I agree it is hard to get a good burger in Japan, but a good Fuchu-yaki with cheese comes a close second!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>