Aneka Bubur Ayam di Semarang

Kalau mau makan bubur ayam di Semarang biasanya ada 2 rujukan lokasi. Kalau mau makan bubur ayam ala semarang dengan potongan cakwe, potongan telor (yang dibacem) dan kuah coklat yang manis bisa menuju arah Simpang Lima dan sekitarnya. Setiap pagi dan hari minggu pasti penjual bubur aya ala semarang(an) tersebar luas.

Tetapi ada karena banyaknya pendatang di semarang, ada juga yang tidak suka bubur ayam ala semarang. Mereka lebih suka bubur ayam (mereka menyebutnya) ala Jakarta. Bubur ayam ala Jakarta ini diisi dengan suiran ayam, taburan kacang dan krupuk. Kuahnya biasanya kuah asin yang bisa ditambah sendiri dan kecap manis. Untuk bubur ayam jenis ini biasanya banyak bertebaran di daerah tembalang.

Saya sendiri karena datang dari Jakarta lebih menyukai bubur ayam yang kedua. Yang paling terkenal menurut saya tentu saja bubur ayam Pak Brewok di Tembalang. Walau menurut saya harganya sekarang lumayan mahal kalau untuk sekedar makan bubur ayam. Tetapi toppingnya memang terasa penuh. Suiran ayam, kacang dan kerupuknya tidak malu-malu, memenuhi penjuru mangkok. Dan buburnya juga terasa sangat kuat. Saya pernah mencoba makan bubur ayam sejenis di tembalang dan memang rasa buburnya tidak sekuat dan seenak bubur ayam Pak Brewok.

Tetapi untuk bubur ayam semarang(an) saya mempunyai tempat yang saya bisa rekomendasikan. Warung bubur ayam ini terletak di depan Java Mall persis. Tetapi untuk menikmati bubur ayam ini mempunyai handicap tersendiri. Warung bubur ayam dan lontong sayur ini hanya buka dari jam 2 pai sampai pagi menjelang seubuh (sekitar jam 6 pagi kalau masih ada). Tidak tahu kenapa walau ala semarang(an) tetapi bubur ayam ini terasa sangat nikmat. Mungkin karena disantap pada saat subuh dimana perut kita terasa sangat lapar. Penikmatnyapun biasanya orang-orang malam. Biasanya yang bekerja shift malam atau yang biasanya suka keluar malam. Tetapi karena enaknya jangan heran kalau dalam waktu 2-3 jam setelah buka biasanya menunya sudah habis jika pada hari yang ramai seperti weekend.

BTW Punya tempat favorit makan bubur ayam di semarang?

(Visited 3,539 times, 4 visits today)
didut

Ide membuat blog ini sebenarnya berawal dari kesukaan membuat postingan jajanan yang sering saya santap diluar rumah. Saya sering menyesal kalau makanan-makanan tersebut hanya masuk ke dalam perut. Awalnya blog ini hanya berisi pengalaman saya dan teman-teman dalam menyantap aneka jenis kuliner di Kota Semarang, tetapi saat ini blog tukangmakan juga diisi oleh teman-teman yang berada di luar Semarang hingga berada di negara yang lain. Kalau kamu tertarik untuk ikutan menulis disini silahkan kirimkan  pesan ke dianadi[dot]prasetyo[at]gmail[dot]com dan kami akan mengkontak kamu segera. Makan-makan yuk!! :D

4 Comments
  1. dah nyobain Bubur Ayam Mang Dede om…?
    depan apotik Sarika jl. Lampersari- setiap hari jam 8.00 sampai habis.
    karena ndak ada tulisannya – ciri2nya Mang Dede kumisnya kaya polisi tahun 80-an…hihihihi.
    tapi jangan kaget porsinya…ya……. :razz:

  2. udah pernah nyobain bubur ayam sukabumi di jalan depok, persisnya sih di belakang BCA, uenakk poooll, btw itu masih ada ga yahh?

    1. Hadeeeeeh….
      Bubur Sukabumi di Jl Depok Semarang benar2 bikin Trauma…
      Gimana kagak dengan harga Rp.18.000,- rasanya tak sedahsyat harganya….
      Super biasa banget…
      Buburnya ndak istimewa blas…
      Toppingnya, Hmmmm Apalagi…
      Suwiran jeroan, Ayam dan Sayur, hanya dominan rasa asin ma campuran penyedap rasa…

      Saya pikir ada yang salah dengan lidah orang orang Cina yang mayoritas makan disitu

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>