Legenda Lumpia Gang Lombok

Lumpia adalah makanan khas semarang yang isinya terdiri dari rebung, telur, dan bisa dikombinasi dengan daging ayam, udang atau bahkan daging kepiting ~ Tukang Makan

Siapa yang tidak mengenal lumpia? Makanan khas dari semarang yang sudah sangat melegenda sebagai oleh-oleh yang must buy! Sebelumnya saya sudah pernah menulis Lumpia Mbak Lien. Lumpia Mbak Lien sudah dikenal sebagai lumpia yang paling banyak diburu.

Tetapi lumpia tertua di semarang adalah Lumpia Gang Lombok. Pak Purnomo saja yang merupakan generasi III pewaris lumpia gang lombok sudah tidak ingat sejaka kapan beliau mulai menjaga warungnya. Paling tidak beliau sudah berjualan selama 50 tahun di semarang dan masih setia duduk didepan warung untuk melayani pembeli.

Dari lumpia gang lombok inilah muncul beberapa ‘aliran’ lumpia di Semarang. Pembeli biasanya membeli lumpia sesuai selera mereka, ada yg menyukai Lumpia Mbak Lien, ada yang lumpia mataram maupun yang lumpia  pandanaran.

Yang membuat istimewa lumpia gang lombok adalah isinya yang sangat banyak. Seakan-akan kulit lumpianya tidak mampu menahan isi yang dimasukkan ke dalam. Yang sangat terlihat adalah potongan udangnya yang dicampur dengan rebung sangat terlihat. Begitu digigit juga sangat terasa rasa udangnya.

Memang isi lumpia adalah campuran rebung, telor dan daging udang yang dimasak secara bersama-sama. Pak Purnomo atau staffnya selalu memasak isi lumpia ketika ada pembeli datang sehingga kesegarannya selalu terjamin.

Satu lumpia dibandrol dengan harga Rp.10.000,- . Sedikit lebih tinggi dari rata-rata harga lumpia di semarang. Harga ini untuk menjamin kesegaran dan kualitas rebung yang disajikan beserta jumlah isi yang tidak berubah dari awal resep ini dibuat. Memang ada harga ada rupa itu pas disematkan pada lumpia gang lombok.

Warung ini dapat ditemukan disamping klenteng Tay Kak Sie, dibelakang Pasar Johar, Semarang. Warung dibuka dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore. Pilihan lumpianya saja sudah membanjir di semarang apalagi pilihan kulinernya.

Picture Courtesy: Tukang Makan Ahmed

11 Comment
Comments To This Entry
  1. Kayaknya saya sudah pernah makan di situ, tapi lupa alamat lengkapnya

    Maslie on January 15, 2010 Reply
  2. Barusan saya kesana mas, ternyata lumpia semarang bermula dari sana, saya penasaran dengan Ikon Kuliner Semarang, makanya saya menyempatkan ke gang lombok no 11 ini.

    gambang semarang on January 16, 2010 Reply
  3. bawain gue dong dut kalo ke jakarta.. hehe. gue bukan penggemar lumpia sih sbnrnya, tapi keliatannya enak! :D

    elia|bintang on January 16, 2010 Reply
  4. mangtabhz…..!
    wajib santab bos,…..

    masfiq on January 18, 2010 Reply
  5. Enter your comments here…

    siang ini aku sm anak2ku round d’semarang city…untung dpt taxi yg oke…dr ciputra hotel…ke kota lama ‘gereja blenduk’…trus diajak muter2…akhirnya sampe jg di ‘LUMPIA LOMBOK’….tadinya bingung soalnya pertama x aku k smarang..biasanya cuman lewat aja…
    cuma 1 kata aja deh..NGUWANTRIIIIII….karna rasa penasaran…tetep ngantri..sabar di sayang Tuhan …heheheheh….akhirnya bungkus ‘food test’ dulu biar besok di bawa ke jkt jd oleh2 yg oke…muter di pandaran ato panandaran ahh sma aja deh…sampe jg di hotel….penasaran buka besek…finally…mmmmmm yummmyyyy….anakku yg susah kok doyan….means ‘lumpia’yg asing bwt anakku aja dia doyan…mmmm oke..gk percuma nguwantreee panjang…resultnya..okeh lah kalo begito…bungkus lagi deh bwt besok jd oleh2 wong jakarta…siiipppp ….

    TANTY on March 26, 2010 Reply
  6. nyam nyam jadi lapar
    tumitjempol.blogspot.com

    pajarmaning on April 19, 2010 Reply
  7. pingiiiiiin kesana :( (

    vie on May 28, 2010 Reply
  8. Lumpia mba lin atau yang di gang lombok ini,bisa kita beli di jkt gak (ada cabangnya). Trus trima pesenan by phone/email n dikirim ke jkt?

    sari on July 11, 2010 Reply
    • @Sari : kelihatannya mrk tdk buka cabang dan tdk ada delivery :)

      didut on July 14, 2010
  9. mas yogie, traktir lunpianya donk

    ajie nomoto on September 24, 2010 Reply

Leave a comment