Asamnya Kopi Lampung January 30, 2010
Kopi Indonesia saat ini ditilik dari hasilnya, menempat peringkat keempat terbesar di dunia. Kopi memiliki sejarah yang panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Indonesia diberkati dengan letak geografisnya yang sangatlah cocok bagi tanaman kopi. Letak Indonesia sangat ideal bagi iklim mikro untuk pertumbuhan dan produksi kopi. (via Wikipedia)
Tidak banyak soal sejarah kopi Indonesia yang dapat saya temukan di dunia maya. Karena kemarin saya baru mendapat kopi dari lampung oleh-oleh dari Lowo, saya jadi ada ide untuk membuat postingan soal kopi lampung. Tetapi soal kopi lampung-pun tidak banyak yang mengulasnya.
Dari wikipedia saya ketahui bahwa kopi di Indonesia diperkenalkan oleh pemerintah Belanda. Awalnya kopi ditanam disekitar Batavia (Jakarta), Sukabumi dan Bogor sebelum menyebar ke seluruh pulau Jawa, Sumatra dan Sulawesi.
Pada permulaan abad ke-20 perkebunan kopi di Indonesia terserang hama, yang hampir memusnahkan seluruh tanaman kopi. Pada saat itu kopi juga ditanam di Timor dan Flores. Kedua pulau ini pada saat itu berada di bawah pemerintahan bangsa Portugis. Jenis kopi yang ditanam di sana juga adalah kopi Arabika. Kopi ini yang tidak terserang hama.
Kopi robusta biasanya tumbuh di daerah rendah, sedangkan kopi arabika tumbuh di daerah tinggi.
Kembali mengenai kopi lampung pemberian Lowo. Terus terang saya bukan penikmat kopi hitam tanpa gula. Tapi kali ini saya memberanikan diri untuk mencobanya tanpa gula untuk mengetahui rasa asli kopi lampung.
Warna kopi lampung ini hitam pekat dengan aroma pahit yang kuat sekaligus asam yang agak tajam. Untuk penikmat kopi memang rasa pahitnya khan yang dicari?
Tetapi akhirnya saya mencampur gula untuk menikmati kopi lampung ini karena belum bisa menjadi penikmat sejati dari secangkir kopi hitam. Ada sedikit tips untuk mencari rasa yang enak untuk mencampur gula dalam sebuah kopi. Gula dimasukkan terakhir ketika kopi sudah diseduh. Masukkan satu sendok teh dulu dan kalau kurangtambahkan sedikit demi sedikit sampai menemukan porsi manis yang pas.

wong londo itu ibaratnya bakal mati kalo sehari aja gak minum kopi
bapak kostku nyoba sekali kopi lampung yang kubawa trus malah sekantong diminta dia semua hahahaha katanya enak banget
untuk soal rasa, menurutku manteb banget… beda ama “kopi biasa”
untuk temen begadang,, kopi lampung emang jagonya,, dijamin susah tidur
*ahh,, jadi pengen ke lampung lagi..
)
@ lowo: ahhh bohong lowo! mana buktinya??? huuu!
@ didude: enak mana sama kopi aceh?
dut, aku pernah ngincipi kopi aroma dari bandung, yg konon disimpan dulu di gudangnya selama (at least) 8 tahun. tidak asam seperti kopi lampung, tapi aku suka
wahhh nyobain dikit mas
tapi ditemani cewe canti tambah enak nih kayanya hehehe
Dut, tanyain ke temennya dong, beli kopi Lampung di Lampung mananya? Kalau di Bandarlampung dapetnya di toko mana?
@Krisbi : makanya enakan jualan ke eropa hahaha~
@lowo: toss!
@titut : hmm blm pernah nyoba kopi aceh …mo oleh oleh-in? hihi~
@fahmi: menuju tekapeh gan !
@slams: lagi betmen-an yah, tadi aku kirim ke markas betmen
@vicky: Lowo ini ada cewek manis yang nanya wo!! (woot)
[...] Untuk rasa, kopi ini emang pahit tetapi tidak asam seperti Kopi Lampung. Rupanya perpaduan dengan Arabika Linthong telah menghilangkan rasa asam dari Robusta Lampung. [...]
@didut & vicky : dulu dapetnya di supermarket deket bandara (raden inten), gak deket2 banged sih. menurutku gak susah nyari kopi tersebut, selama di area lampung dan tersedia banyak merk.
kalo mo nyari kopi lampung hasil gilingan, di Pasar Way Halim banyak… (gak menutup kemungkinan di pasar2 laen)
dan sialnya,, kalo ngomongin kopi,, aku jadi inget “tragedi” coffe-makermu
(
baru tahu saya ada kopi asam
hehehe
Aku belum pernah nih nyobain ngopi pake kopi lampung kayak apa yah rasanya kira2? Jadi penasaran nih pengin coba. Ada nggak yah yang jual kopi lampung di Semarang? Temen2 tolong dong kasih info. OK! Tenks banget.
aku dah coba beberapa macam kopi tapi gak ada yang se-enak dan se- nikmat kopi lampung asli…
aromanya dan rasanya bro…boleh diadu dari kopi2 laen….BRAVO LAMPUNG COFFE….
Dulu aku ga doyan kopi sama sekali. lalu aku dapat tugas jadi guru di pasir gintung Tanjungkarang selama 7 tahun. Disutulah aku ketagihan kopi Lampung. Uenaaaakkkkkk tenan. Jempol kanan memang oke…!