Nasi Uduk Bu Ndermi

Daerah tembalang saat ini sudah menjadi pusat kuliner tersendiri di Semarang karena menjadi pusat jajanan bagi mahasiswa, awalnya mungkin tidak terlalu ramai tetapi sekarang menjadi sangat ramai dengan aneka jenis kuliner. dari bubur ayam hingga chicken katsu dapat ditemukan di tembalang.

Saya sudah pernah menulis tentang bubur ayam pak brewok yang menjadi salah satu favorit sarapan tetapi karena bosan akhirnya menemukan tempat sarapan yang baru di tembalang yaitu Nasi Uduk Bu Ndermi.


Pertamakali makan di warung ini sempet mules-mules seharian, penyebabnya sambalnya yang suangaaaaat pedes. Pedesnya benar-benar merasuk jiwa *lebay*, tetapi kalau kamu suka pedas, Nasi Uduk Bu Ndermi ini sangat cocok buat dicoba.

Pada kesempatan kedua saya tentu saja saya mencoba tanpa sambalnya dan mulai bisa menikmati nasi uduknya, mantebh, pas banget untuk pencari sarapan seperti saya.


Biasanya pendamping nasi uduknya ayam bakar. Ternyata ayam bakarnyapun sudah terasa pedas karena bumbunya memang pedas. Wah pantesan waktu pertamakali makan mules-mules tujuh turunan, wong ayamnya saja sudah pedas. Tetapi jika tanpa sambal ayamnya masih bisa dinikmati oleh pencinta kuliner non pedas, enak kok, hanya sayangnya pedas. Diatas nasi uduknya ditimpali dengan bihun goreng, tempe kering dan bawang goreng seperti biasa, pokoknya bisa bikin GLEK-lah.


Sebenarnya sajian utama Bu Ndermi mungkin lontong opor, tetapi tetap buat saya nasi uduk yang no 1. Lokasi warung Bu Ndermi terletak di pinggir jalan langsung, sebelah kiri sebelum pombensin tembalang kalau masuk dari arah patung Diponegoro.

Satu porsi nasi uduk dengan ayam bakar plus teh manis dibandrol sekitar 10.000. Masih lumayanlah untuk sajian nasi uduk nan lezat, apalagi kita bisa mengambil kerupuk sesukanya. Waduh tiba-tiba saya menjadi sangat lapar, hunting sarapan dulu ah. :)

17 Comment
Comments To This Entry
  1. kok seperti nasi rames gitu jek…

    wedhouz on December 27, 2009 Reply
  2. tembalang memang surga panganan!

    Iyan on December 27, 2009 Reply
  3. @wedhouz: gak kok, cuma ditimpali tempe kering dan bihun..khas Bu Ndermi :)

    didut on December 27, 2009 Reply
  4. (sambil ngeleg iduh) Berapa sepordinya, jadi pingin makan nich :oops:

    sugeng on December 27, 2009 Reply
  5. asemik, dadi marakke luweeee…

    lawni on December 28, 2009 Reply
  6. @sugeng: nah itu udah ada di akhir postingan ..kurang teliti tuh :)

    didut on December 28, 2009 Reply
  7. nice posting…this is my latest post in my blog, please read this http://edywinarno.com/?p=1017 (Membuat ‘center’ tampilan logo di blog)

    edywin on December 28, 2009 Reply
  8. jan2-e aku gak begitu suka nasi uduk. tapi koq kayaknya enak, kapan2 ta’cobain ah…… thx infonya

    masfiq on December 28, 2009 Reply
  9. kyknya harus dicoba nih.. gue blm pernah makan makanan yg pedesnya sampai merusak jiwa! huehe.. 10 ribu udah sama minum dan enak sih murah, dut :D

    elia|bintang on December 28, 2009 Reply
  10. @elia: jd kapan manggung di SMG? :p

    didut on December 28, 2009 Reply
  11. aku nggak suka pedess dut, milih opor aeee wis. Tapi kok ndak ada fotone

    la mendol on December 31, 2009 Reply
  12. mas didut, bungkusin satu ya… :D

    el_afiq on January 1, 2010 Reply
  13. sipp, pas ngapel besok dicoba ahh

    gendon on January 4, 2010 Reply
  14. Hemm.. pangen nyobain ah, kayaknya pernah liat tu warung, mas gimana sih caranya jadi anggota loenpia? pengen gabung neh, share tulisanku ya, Gambang Semarang Belajar Merangkak

    kang supri on January 5, 2010 Reply
  15. Blogie walking neh sambil memperkenalkan pernikahan adat yang ada di Indonesia.

    pernikahan adat on January 7, 2010 Reply
  16. aku tau aku tau..
    ini menu sarapan wajib ku tiap ke Tembalang :p
    enaaaaaakkkk…
    dan pedesnya alaihisalam (tapi tetep abis)!!
    tapi opornya enak juga kok….

    kapan2 ke tembalang lagi aaahhh…

    putri on January 7, 2010 Reply
  17. lumayan murah tuh 10rb doang dapet banyak.. di jogja saya dulu pernah kebiasaan makan pagi nasi kuning 1500 rupiah doang. hehehe…

    morishige on January 8, 2010 Reply

Leave a comment