Si Koyor dan Si Makmi

Jadi kemarin waktu menulis tentang Nasi Koyornya Mbak Tum, Vicky nanya soal nasi koyor karena dia belum tau apa yang namanya koyor.

Koyor Makmi-Semarang

Koyor Makmi-Semarang

Pada dasarnya sih koyor itu urat sapi. Urat sapi ini bisa diolah apa saja, tetapi yang berlaku umum di Yogyakarta dan Semarang, koyor atau urat sapi ini diolah dengan kuah yang terasa pedas atau manis. Kalau di Yogyakarta kuahnya lebih terasa manis tetapi di Semarang manis dan pedas karena orang lidah orang Semarang yang tidak terlalu suka makanan yang terlalu manis.

Nah jagoan untuk nasi koyor di Semarang adalah warung nasi koyor makmi. Kenapa makmi? Karena itulah nama panggilan Ibu Hj. Rasilah, sang pemilik warung, yang diberikan oleh pelanggan-pelanggannya.

Nasi Koyor Makmi

Nasi Koyor Makmi

Kuah koyor makmi bersantan kental dengan rasa manis dan pedas dan yang lebih istimewa lagi Ibu Rasilan sudah berjualan koyor selama 45 tahun lebih. Wew, kalo saya bilang sih ini pasti jagoannya dalam mengolah koyor di Semarang.

Yang memprihatinkan buat saya adalah warung beliau yang sangat kecil. Warungnya terletak di Jl. Suyodono/37. Jalan masuknya persis di sebelah Pasar Bulu. Kalau dari tugu muda-gang setelah Pasar Bulu.

Bu Makmi sudah tidak berjualan langsung karena usia beliau yang sudah menginjak 75 tahun lebih. Beliau hanya menunggu didepan warung sambil menemani anak-anaknya berjualan.

Kalau mau mencoba menu yang eksotis (baca extreme) bisa mencoba torpedo sapi. Torpedo sapi ini dimasak bersamaan dengan kuah koyor yang pedas dan manis ini. Walau kata mbaknya biasanya banyak pembeli yang malu-malu tetapi torpedo sapi ini termasuk salah satu menu favorit disini.

Koyor disini rasanya pas dan lembut pastinya. Total kerusakan biasanya antara Rp. 10 – 15k tergantung dari mood mbaknya ngasih harga.

Selamat Makan!!!

26 Comment
Comments To This Entry
  1. Torpedo sapi??

    Hmmmm penasaran akan efek setelah makannya seperti apa

    lie on October 20, 2009 Reply
  2. njritt sore2 bikin ngiler.. pengen yg mbak tum ituuu

    Ivan on October 20, 2009 Reply
  3. koyor dan brongkos podo ora?

    btw, total kerusakan ki maksude opo?

    bangsari on October 20, 2009 Reply
  4. @bangsari: total kerusakan itu harga akibat kelaparan kekekeke~

    didut on October 20, 2009 Reply
  5. Haha..ngerti aku sekarang. Thank you ya Dut..:-)

    Vicky Laurentina on October 20, 2009 Reply
  6. eh, vicky? wooo… jadi kenalan di lapangan brawijaya dulu berlanjut dg kontek2 toh? hihihi :D

    fahmi! on October 20, 2009 Reply
  7. asyem.. dadi ngeleh!

    zam on October 21, 2009 Reply
  8. sedapnyeeee… gambarnya aja udh bikin ngiler, apalagi rasanya.
    ada menu gudeg juga ternyata *makin deres ngilernya :p.
    salam kenal…

    kumenulis on October 21, 2009 Reply
  9. wah sudah tropedo ditambah lombok ijo…wah isok murup iki.

    la mendol on October 23, 2009 Reply
  10. makan Nasi Koyor ini bisa jadi salahsatu Things to do in Semarang nih.. haha..

    morishige on October 25, 2009 Reply
  11. kapan-kapan tak mluncur kesana….

    el_afiq on October 25, 2009 Reply
  12. Wah, itu kyor bikin rindu kampung aja nih.. meski baru 2 minggu kemaren balik dari mudik.

    domba garut! on October 26, 2009 Reply
  13. oo urat sapi itu dimakan juga yah? baru tau saya.. hehe. kl torpedo sih emang enak :mrgreen:

    elia bintang. on October 27, 2009 Reply
  14. *skip*

    lg diet ketat

    escoret on October 28, 2009 Reply
  15. pantesan mas didut subur amad…
    ternyata penuh koyor…

    *piss*

    mursid on October 28, 2009 Reply
  16. enak kelihatannya
    selamat hari sumpah pemuda semoga blognya tambah keren dan terkenal…

    cyzko on October 28, 2009 Reply
  17. bikin lapper… nyaam nyaamm

    elmoudy on October 30, 2009 Reply
  18. Dut,
    kalau saya gak begitu suka yg santannya banyak banged, kolesterol ntar naik.
    btw, kenapa lu sekarang jd bahas kuliner? blog lamanya kemana dut?

    zee on October 30, 2009 Reply
  19. @mbak zee: blog lama msh ada loh yah hahahaha~

    didut on October 30, 2009 Reply
  20. wew
    torpedonya itu kang yg pengen nyoba……:nrgreen:
    liput soal BAKSO juga dong :( (

    detnot on October 30, 2009 Reply
  21. *Liat komen om pepeng* diet….? heheheeh.

    emang “liputan” koyor asli baru disini, soalnya di tempat aslinya sudah dianggap hidangan biasa.
    padahal kan…..hidangan biasa.., yang masih bertahan ya Yu Tum, dan warung Berkah, di emperan Gedung Marba- kota tua Semarang. Warung koyor yang konon sudah ada sejak tahun 50′an. Uratnya paling empuk, tapi hidangannya kurang mendukung harganya. – nggak klop -
    ditunggu edisi koyor semarang lainnya…:)

    j on December 10, 2009 Reply
  22. wah..maksude nggak klop itu kemahalan apa kemurahan? itu koyor yang di kota lama udh diliput belum? pertama kali ke sana kalo gak salah 25 taon lalu…..

    masfiq on December 28, 2009 Reply
  23. lumayan….mas. satu porsi 20.rebon – empuk sih.
    minggu siang tadi, nasi koyor makmi diulas di trans7. Tapi……baru tau juga ternyata makmi spesialis torpedo ya………wkwkwkwwkwk.

    j. on January 31, 2010 Reply
  24. cewe boleh makan torpedo sapi ga ya? ada efeknya ga sich? bis-nya jadi penasaran, kayanya enak!!

    safitri on March 29, 2010 Reply
  25. enak kaya’E

    ariep on March 31, 2010 Reply
  26. Saya dulu tinggal satu gang di Bulu Stalan IV dengan Mak Mi, saya panggil beliau Lik Mi
    Mak Mi memang sdh terkenal sejak jaman dahulu kala
    Yg saya suka di warungnya itu Oblok-Oblok Daun Singkong dan Gimbal Udangnya
    Entah masih ada atau tidak sekarang…
    NB: Liputan Tahu Gimbal Semarang-nya dong…nggo tombo pengen…he3..

    windu on July 26, 2010 Reply

Leave a comment