Si Koyor dan Si Makmi October 20, 2009

Jadi kemarin waktu menulis tentang Nasi Koyornya Mbak Tum, Vicky nanya soal nasi koyor karena dia belum tau apa yang namanya koyor.

Koyor Makmi-Semarang

Koyor Makmi-Semarang

Pada dasarnya sih koyor itu urat sapi. Urat sapi ini bisa diolah apa saja, tetapi yang berlaku umum di Yogyakarta dan Semarang, koyor atau urat sapi ini diolah dengan kuah yang terasa pedas atau manis. Kalau di Yogyakarta kuahnya lebih terasa manis tetapi di Semarang manis dan pedas karena orang lidah orang Semarang yang tidak terlalu suka makanan yang terlalu manis.

Nah jagoan untuk nasi koyor di Semarang adalah warung nasi koyor makmi. Kenapa makmi? Karena itulah nama panggilan Ibu Hj. Rasilah, sang pemilik warung, yang diberikan oleh pelanggan-pelanggannya.

Nasi Koyor Makmi

Nasi Koyor Makmi

Kuah koyor makmi bersantan kental dengan rasa manis dan pedas dan yang lebih istimewa lagi Ibu Rasilan sudah berjualan koyor selama 45 tahun lebih. Wew, kalo saya bilang sih ini pasti jagoannya dalam mengolah koyor di Semarang.

Yang memprihatinkan buat saya adalah warung beliau yang sangat kecil. Warungnya terletak di Jl. Suyodono/37. Jalan masuknya persis di sebelah Pasar Bulu. Kalau dari tugu muda-gang setelah Pasar Bulu.

Bu Makmi sudah tidak berjualan langsung karena usia beliau yang sudah menginjak 75 tahun lebih. Beliau hanya menunggu didepan warung sambil menemani anak-anaknya berjualan.

Kalau mau mencoba menu yang eksotis (baca extreme) bisa mencoba torpedo sapi. Torpedo sapi ini dimasak bersamaan dengan kuah koyor yang pedas dan manis ini. Walau kata mbaknya biasanya banyak pembeli yang malu-malu tetapi torpedo sapi ini termasuk salah satu menu favorit disini.

Koyor disini rasanya pas dan lembut pastinya. Total kerusakan biasanya antara Rp. 10 – 15k tergantung dari mood mbaknya ngasih harga.

Selamat Makan!!!

26 Comments
lie October 20th, 2009

Torpedo sapi??

Hmmmm penasaran akan efek setelah makannya seperti apa

Ivan October 20th, 2009

njritt sore2 bikin ngiler.. pengen yg mbak tum ituuu

bangsari October 20th, 2009

koyor dan brongkos podo ora?

btw, total kerusakan ki maksude opo?

didut October 20th, 2009

@bangsari: total kerusakan itu harga akibat kelaparan kekekeke~

Vicky Laurentina October 20th, 2009

Haha..ngerti aku sekarang. Thank you ya Dut..:-)

fahmi! October 20th, 2009

eh, vicky? wooo… jadi kenalan di lapangan brawijaya dulu berlanjut dg kontek2 toh? hihihi :D

zam October 21st, 2009

asyem.. dadi ngeleh!

kumenulis October 21st, 2009

sedapnyeeee… gambarnya aja udh bikin ngiler, apalagi rasanya.
ada menu gudeg juga ternyata *makin deres ngilernya :p.
salam kenal…

la mendol October 23rd, 2009

wah sudah tropedo ditambah lombok ijo…wah isok murup iki.

morishige October 25th, 2009

makan Nasi Koyor ini bisa jadi salahsatu Things to do in Semarang nih.. haha..

el_afiq October 25th, 2009

kapan-kapan tak mluncur kesana….

domba garut! October 26th, 2009

Wah, itu kyor bikin rindu kampung aja nih.. meski baru 2 minggu kemaren balik dari mudik.

elia bintang. October 27th, 2009

oo urat sapi itu dimakan juga yah? baru tau saya.. hehe. kl torpedo sih emang enak :mrgreen:

escoret October 28th, 2009

*skip*

lg diet ketat

mursid October 28th, 2009

pantesan mas didut subur amad…
ternyata penuh koyor…

*piss*

cyzko October 28th, 2009

enak kelihatannya
selamat hari sumpah pemuda semoga blognya tambah keren dan terkenal…

elmoudy October 30th, 2009

bikin lapper… nyaam nyaamm

zee October 30th, 2009

Dut,
kalau saya gak begitu suka yg santannya banyak banged, kolesterol ntar naik.
btw, kenapa lu sekarang jd bahas kuliner? blog lamanya kemana dut?

didut October 30th, 2009

@mbak zee: blog lama msh ada loh yah hahahaha~

detnot October 30th, 2009

wew
torpedonya itu kang yg pengen nyoba……:nrgreen:
liput soal BAKSO juga dong :( (

j December 10th, 2009

*Liat komen om pepeng* diet….? heheheeh.

emang “liputan” koyor asli baru disini, soalnya di tempat aslinya sudah dianggap hidangan biasa.
padahal kan…..hidangan biasa.., yang masih bertahan ya Yu Tum, dan warung Berkah, di emperan Gedung Marba- kota tua Semarang. Warung koyor yang konon sudah ada sejak tahun 50′an. Uratnya paling empuk, tapi hidangannya kurang mendukung harganya. – nggak klop -
ditunggu edisi koyor semarang lainnya…:)

masfiq December 28th, 2009

wah..maksude nggak klop itu kemahalan apa kemurahan? itu koyor yang di kota lama udh diliput belum? pertama kali ke sana kalo gak salah 25 taon lalu…..

j. January 31st, 2010

lumayan….mas. satu porsi 20.rebon – empuk sih.
minggu siang tadi, nasi koyor makmi diulas di trans7. Tapi……baru tau juga ternyata makmi spesialis torpedo ya………wkwkwkwwkwk.

safitri March 29th, 2010

cewe boleh makan torpedo sapi ga ya? ada efeknya ga sich? bis-nya jadi penasaran, kayanya enak!!

ariep March 31st, 2010

enak kaya’E

windu July 26th, 2010

Saya dulu tinggal satu gang di Bulu Stalan IV dengan Mak Mi, saya panggil beliau Lik Mi
Mak Mi memang sdh terkenal sejak jaman dahulu kala
Yg saya suka di warungnya itu Oblok-Oblok Daun Singkong dan Gimbal Udangnya
Entah masih ada atau tidak sekarang…
NB: Liputan Tahu Gimbal Semarang-nya dong…nggo tombo pengen…he3..

Leave a Reply

 
Login