Kue ape adalah salah satu jajanan favorit saya sewaktu kecil. Setiap hari minggu sepulang dari ibadat di gereja Blok B (sewaktu tinggal di Jakarta), pastilah saya membeli kue ape yang dijual di depan gereja. Waktu itu saya tidak tahu kalau jajanan yang saya beli ini sebenarnya adalah versi lain dari serabi, jajanan berbahan baku tepung beras yang dicampur dengan santan kelapa.

Kue Ape

Setelah saya pindah ke Kota Semarang mulailah saya mencari-cari jajanan seperti kue ape ini dan menemukan serabi yang mirip sekali dengan kue ape yang biasa saya makan di Jakarta.

Saya kurang tahu juga apakah serabi ini adalah cikal bakal dari kue ape atau memang tidak ada hubungannya sama sekali.

Serabi Notosuman
Yang jelas setelah saya menemukan warung serabi notosuman di daerah banyumanik, mata saya menjadi lebih jeli untuk menemukan warung serabi lain yang ada di kota semarang.

Di Semarang, saya belum menemukan serabi yang menggunakan kuah santan sebagai pendampingnya. Yang saya temukan baru serabi versi solo yang tidak menggunakan kuah santan dalam menyantapnya.

Serabi yang peling terkenal tentulah serabi notosuman yang biasanya di jual di kampung Notosuman, Serengan, Solo.
warung serabi notosuman

Warung serabi notosuman membuka 2 cabang di Semarang yaitu di Jl. Sukun, Banyumanik dan di Jl. Thamrin.

Serabi notosuman dibuatSerabi Notosuman

Sudah agak lama tidak ke warung notosuman, ternyata pembungkusannya agak diubah setelah kembali lagi kesana. Cara membungkusnya tetap menggunakan kotak dan alas daun pisang, tetapi sekarang serabi digulung dengan daun pisang sehingga antar serabi tidak lengket di dalam kotak dan memudahkan pembeli untuk menyantapnya.

Tetapi tidak tahu kenapa saya kok lebih suka kalau serabinya tidak digulung seperti itu.

Serabi notosuman dibuat langsung di tempat sehingga selalu segar setiap hari. Harga serabi notosuman sekitar 1400 perak per buah dan sedikit lebih mahal untuk yang rasa coklat.
Warung serabi notosuman buka dari pagi hingga sore hari ketika serabi sudah habis.

Serabi Jomblang
Warung serabi lain yang saya temukan ada di depan Java Mall. Serabi yang dijual seperti serabi versi notosuman.
warung serabi jomblang

Serabi yang dijual ada berbagai macam rasa seperti coklat, nangka dan stroberi diluar rasa yang biasa.
serabi solo ala jomblang

Sedikit berbeda dengan serabi notosuman yang untuk rasa coklatnya hanya ditaburi butiran meses coklat, serabi jomblang ini menggunakan adonan coklat yang dicampur dengan adonan serabi ketika dimasak.

Untuk rasa tidak terlalu mengecewakan dan serabi jomblang di jual dengan bandrol 800 – 1000 perak per buahnya.

Warung serabi ini dibuka sekitar jam 4 sore sampai jam 6-an dan sebaiknya lebih awal membeli lebih baik soalnya saya sering kehabisan padahal saya datang sekitar jam 5 sore.

Serabi Pasar Kagok
Serabi versi solo lain yang saya temukan ada di dekat Pasar Kagok. Warung ini dibuka dari sekitar jam 4 sore samapi jam 6 atau 7 malam.

Letaknya benar-benar dipinggir jalan. Kalau dari arah RS. Elizabeth, warung ini terletak sekitar 30 meter sebelum Supermarket Hero.

Warung ini benar-benar kecil, jadi jangan kelewatan kalau mencarinya. Serabi yang dijual disini benar-benar mirip serabi notosuman hanya lebih kecil.
Serabi di Pasar Kagok dijual 1000 perak perbuah dan tersedia rasa biasa, coklat dan nangka.

Makan serabi yuk?!?!

Gambar kue ape di dapatkan dari wikipedia.