Eropa timur lagi. Sebetulnya weekend kemarin waktu saya disana sedang ada Food Festival yang lumayan rame tapi tiket masuknya mahal sekali, dan di dalam masi harus bayar lagi buat jajan jadi kami skip
Eniwe. Ada yang menarik dari salah satu makanan khas Praha. Namanya dumpling. Terdengar biasa mungkin di chinese restaurant yang menyajikan shrimp atau beef dumpling, tapi di Praha yang namanya dumpling adalah adonan roti/kentang dicampur tepung kanji, bukan tepung terigu. Jadi rasanya kenyal dan cepet bikin kenyang. Di bawah ini adalah Vltavin (haha saya ndak tau gimana …
Takoyaki….siapa yang sukaaaaaa =p~
Pas kemarin jalan2 di Semarang, ada counter makanan baru di buka..
Errr..bukan counter yah…gerobak deh :p
Waktu itu linda lagi di Javamall…laper gara2 cape muter2 nyari jeans plus kemeja buat acara perpisahan ade…
Trus ada mas2 ngasih selebaran tulisannya ‘Takoyakina’
Linda tanya ke ade mau pa engga…mreka mau ..’ya iyalah laper ini’
Iseng pas dimasakin Linda foto juga yang masak…
Lucu loh..mreka pake kimono (woot)
Owh, I know and you know this is not actually ‘Penjara Alcatraz’ like I said formerly on the entry title. Tapi kali ini saya pengen cerita ke anda tentang sensasi makan malam di resto yang bertema Penjara Alcatraz. Yeah, walaupun jauh dari kesan dan kegagahan nama Alcatraz itu sendiri, sih. Let’s start this!
Bagi penggemar Ayam Goreng yang mungkin sudah mulai bosan dengan olahan yang itu-itu saja, mungkin bisa mencoba olahan ayam goreng yang satu ini. Yak, Ayam Kosek Panjiwo namanya.. Kalo Anda sering bepergian melewati kota Magelang, maka Anda dapat menemukan restoran ini dengan mudah.
Kenapa? Karena sesuai dengan namanya, yaitu Panjiwo yang berarti Depan Rumah Sakit Jiwa Magelang. Anda akan menjumpai sebuah restoran yang bergaya bambu-bambuan dan selalu penuh disaat jam makan siang. Restoran yang dimiliki oleh Ibu Edi Supartini ini buka dari jam 11 siang hingga jam 9 malam.
Sambal Kosek
Ayam Kosek …
Hihihihi postingan pertama saya di blog tukangmakan *lebay*
Wiken kemarin saya dan beberapa teman pergi ke Budapest, Hungaria. Ini adalah kali pertama saya pergi ke Eropa Timur, jadi gak ada bayangan sama sekali tentang jenis makanan dan selera penduduk lokal. Dari pengamatan kami (halah) di pasar-pasar tradisional, Hungaria ini terkenal dengan produksi paprika nya. Sepertinya makanan mereka pun tak jauh-jauh dari paprika ini. Toko-toko pun banyak yang menjual souvenir berupa paprika bubuk yang dikemas cantik sedemikian rupa.
Makanan pertama yang saya coba adalah fillet dengan saus paprika. Gak cuma pork yang …
Posting pertama…!! Yhaaayyy!! *norak mode on* Sejak beberapa hari yang lalu, saya pengeeeenn banget makan gado-gado. Tapi baru ketempuan alias keturutan kemarin siang! (doh) hehehehe…Sebenernya, di deket kost saya ada warung makan yang menyediakan gado-gado sebagai salah satu menunya. Tapi nggak tahu kenapa, saya nggak pernah suka makan disitu. Makanya, saya sengaja cari warung gado-gado yang agak jauh dari kost saya. Letaknya di daerah Pekunden Barat, Semarang. Nama warungnya sih “Rujak Cingur Bu Sri“